
Reruntuhan Kerajaan Kuno
Tempat yang dimasuki oleh Yi Yun adalah sebuah Reruntuhan Kerajaan di zaman kuno yang memiliki luas melebihi Kerajaan Qin dan Dou. Tempat itupun kini telah tertimbun oleh tanah yang membuatnya sedikit sulit dijelajahi.
Tujuan semua kultivator yang memasuki tempat itu tentu saja adalah pusat kerajaan walaupun mungkin di tengah jalan mereka akan menemukan beberapa peninggalan atau pun hal baru yang muncul begitu saja di tempat tersebut.
Namun, untuk mencapai tujuan yang merupakan pusat kerajaan pun tidak semudah itu karena tidak ada yang tau dengan pasti letak geografis reruntuhan tersebut dan karena tertimbun dalam waktu yang sangat lama, mungkin saja sebagian tidak bisa diakses karena telah ditutupi oleh tanah dan bebatuan.
Itulah yang membuat para kultivator berpencar ke segala arah untuk mencari jalan mereka sendiri yang kemungkin akan membawa mereka ke pusat kerjaan kuno.
Di sebuah gua yang lumayan gelap, terlihat Yi Yun yang saat ini sedang bergerak dengan kecepatan tingginya menggunakan Sayap Kelelawar Iblis Surgawi.
Dengan bantuan penglihatan kultivator yang sangat tajam dan bantuan Sistem, tentu membuat Yi Yun sangat mudah untuk bergerak di dalam kegelapan sekalipun.
[Ding!]
[Host telah bergerak lebih dari 30 km dari pintu masuk gua]
Suara Sistem terdengar di benak Yi Yun. Ia hanya diam dan terus bergerak dengan kecepatan penuhnya untuk mengetahui ke mana gua itu akan membawanya.
Ketika sudah bergerak lebih dari lima menit semenjak pemberitahuan Sistem sebelumnya, pemberitahuan yang membuat Yi Yun sedikit berkerut pun terdengar.
[Ding!]
[Di jarak hampir 6 km, ada dua kultivator yang sedang melawan binatang spiritual tingkat kelima setingkat Alam Bumi tahap ketiga]
[Salah satu kultivator lebih dulu tewas meskipun memiliki tingkat kultivasi Alam Bumi tahap keenam. Binatang spiritual menggunakan racun yang sangat mematikan untuk melawan kedua kultivator tingkat Alam Bumi tahap keenam tersebut]
“Oh? Apakah racun yang digunakan oleh binatang spiritual itu sangat kuat?” Tanya Yi Yun dengan kerutan.
[Ya. Namun itu tidak berbahaya terhadap tubuh Host karena mampu di netralkan Sistem dengan mudah]
Yi Yun menaikkan sudut bibirnya. Ia pun terus bergerak untuk mendekat karena tentu tidak lagi takut dengan hal seperti itu. Tetapi memang benar bahwa banyak binatang spiritual yang mampu membunuh kultivator yang jauh lebih kuat menggunakan cara unik dan salah satunya adalah racun.
“Sistem, beritahu aku untuk berhenti ketika berada di ruang lingkup pelacakan kultivator yang sedang melawan binatang spiritual!” Perintah Yi Yun.
[Dilaksanakan]
Ketika terus bergerak, pemberitahuan Sistem pun terdengar yang membuat Yi Yun berhenti di tempat.
“Jelaskan Situasi pertarungan!”
[Ding!]
[Saat ini kultivator tersebut sedang melawan dengan sekuat tenaga tetapi tidak mungkin menang melawan binatang Spiritual yang merupakan tipe Cacing Bumi]
[Binatang spiritual tersebut menggunakan cara yang unik untuk memangsa musuhnya. Yaitu menyebarkan racun di semua tempat di permukaan gua lalu menyerang secara mendadak melalui dalam tanah karena daerah seperti itu meningkatkan inderanya dalam segala bidang]
“Oh?” Yi Yun sedikit terkejut bahwa ada binatang spiritual yang tampaknya sangat cerdas seperti itu.
[Ding!]
[Kultivator tersebut telah melarikan diri karena ditekan oleh binatang spiritual tersebut]
“Berapa persentase kemenangan melawan Binatang spiritual tersebut jika aku melawannya?” Tanya Yi Yun.
[100% kemenangan]
Mendengar jawaban Sistem, Yi Yun pun langsung mengepakkan sayapnya bergerak ke arah tempat binatang spiritual tersebut. Ia tentu paham kenapa Sistem mengatakan kemenangan 100% jika ia bertarung, tentu itu dikarenakan oleh kekuatan binatang spiritual tersebut yang terfokus pada racun tidak mungkin untuk melukainya.
Ketika Yi Yun mendekat, ia melihat beberapa potong tubuh manusia yang sedang dilahap oleh seekor cacing berukuran manusia yang mengeluarkan banyak lendir menjijikkan.
Shhhhh!
Binatang spiritual Cacing Bumi tersebut pun merasakan keberadaan Yi Yun. Ia pun langsung menelan mangsanya lalu tenggelam ke dalam tanah dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Menatap hal itu, Yi Yun menaikkan sudut bibirnya. Ia pun langsung mendarat dan menatap seluruh permukaan gua yang dilapisi oleh lendir berwarna hitam.
“Tempat ini memang sangat misterius karena bahkan ada binatang spiritual yang berkembang sampai seperti itu.” Batin Yi Yun.
[Ding!]
[Cacing Bumi mendekat dari bawah kaki Host]
Yi Yun terkejut karena tidak mampu merasakan keberadaan Cacing Bumi sama sekali. Ia sekarang mengerti mengapa dua kultivator tingkat Alam Bumi tahap keenam sebelumnya tidak mampu melawan sama sekali.
__ADS_1
Musuh seperti itulah yang paling berbahaya karena mampu menyerang secara tiba-tiba dari tempat yang tidak diketahui. Lagi pula, Cacing Bumi memiliki racun kuat yang mungkin memiliki efek memperlambat gerakan juga. Sudah pasti binatang spiritual seperti itu adalah predator yang sangat kuat untuk dilawan.
Karena adanya Sistem, semuanya menjadi lebih mudah untuk Yi Yun. Ia pun langsung melompat ke samping dan mengeluarkan Pedang Darah dari slot penyimpanan.
Shak!
Cacing Hitam seukuran manusia pun melesat keluar sambil membuka mulutnya yang tampak seperti pantat ayam untuk menikam Yi Yun.
“Cacing tidak tau diri!” Yi Yun mendengus sambil mengayunkan Pedang Darah sekuat tenaga setelah dilapisi oleh qi Pembantaian yang sangat pekat.
Tentu saja Yi Yun tidak akan sembarangan menyerang. Tanpa bertanya kepada Sistem, melihat cairan yang lengket di tubuh Cacing Bumi tersebut, ia yakin bahwa itu berfungsi untuk menangkal serangan juga.
“Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah!”
“Gaya Pertama, Tebasan Abadi!”
Sraing!
Saat Yi Yun mengayunkan Pedang Darah sekuat tenaga, bilah qi yang tampak seperti bukan sabit yang sangat tipis pun langsung melesat ke arah Cacing Bumi dengan tebasan horizontal.
Srak!
Cacing Bumi tampak membatu di tempat karena qi tipis melewatinya dalam sekejap.
Jrezzh!
Blug!
Tubuh Cacing Bumi pun langsung jatuh ke permukaan gua tersebut karena dibelah oleh Yi Yun hanya dengan satu tebasan teknik saja. Tetapi ia tentu menggunakan banyak qi agar menyelesaikannya hanya dengan satu teknik saja.
[Ding!]
[Membunuh Cacing Bumi tingkat Alam Bumi tahap ketiga, mendapatkan 120 Poin]
“Hm?” Saat melihat tubuh Cacing Bumi yang terbelah, Yi Yun pun sedikit mengerutkan keningnya.
[Pertahanan pasif diaktifkan]
[Darah Cacing Bumi merupakan racun yang sangat kuat bila tercampur dengan udara. Host disarankan untuk menjauh dalam waktu lima detik]
Peringatan Sistem membuat Yi Yun terkejut juga. Tetapi ia memikirkan sesuatu karena tampaknya layak untuk dicoba. Ia pun menyentuh kedua permukaan tubuh Cacing Bumi lalu mengirimnya ke dalam slot penyimpanan.
Zhep!
[Ding!]
[Host disarankan untuk terbang di tengah gua karena banyak Cacing Bumi yang perlahan keluar dari dalam tanah karena mencium aroma dari salah satu spesiesnya]
Yi Yun sudah mengerti bahwa tidak mungkin cuma satu binatang spiritual seperti itu sebelumnya di tempat yang sangat luas. Ia pun langsung terbang di tengah gua agar Cacing Bumi kesulitan untuk mendeteksinya.
“Sistem! Analisis racun yang berasal dari darah Cacing Bumi!” Perintah Yi Yun di benaknya.
[Ding!]
[Mulai menganalisis]
[33% - 66% - 100%]
[Analisis selesai]
[Racun yang berasal dari darah Cacing Bumi adalah parasit yang akan berkembang biak dengan kecepatan sangat tinggi dalam waktu 0,01 detik, memiliki daya hidup singkat tanpa inang. Tetapi, jika memasuki tubuh makhluk hidup, itu mungkin bisa berkembang biak mencapai angka yang tidak terhitung jumlahnya]
[Mampu membunuh semua kultivator tingkat Alam Bumi tahap ketujuh ke bawah karena kekuatan racun parasit tergantung pada binatang spiritual Cacing Bumi]
[Cacing Bumi paling kuat bisa tumbuh mencapai tingkat Alam Bumi tahap ketiga yang membuatnya tidak terlalu berbahaya di dunia kultivator. Itulah sebabnya tidak pernah ada bencana yang terjadi oleh Cacing Bumi]
Yi Yun menaikkan sedikit alisnya. Jika ada Cacing Bumi mencapai tingkat Alam Bumi tahap kelima, sudah pasti mampu membunuh seluruh kultivator yang masuk ke dalam tempat tersebut. Tetapi ia sadar bahwa ada batasan setiap makhluk hidup, tidak ada yang sempurna karena itu seperti sudah diatur oleh Alam itu sendiri.
“Sistem, buat racun untuk digunakan menggunakan semua darah Cacing Bumi yang ada di dalam slot penyimpanan!” Perintah Yi Yun.
[Ding!]
[Membutuhkan 5.000 Poin Sistem untuk membuat racun terkuat menggunakan darah Cacing Bumi]
[Apakah Host ingin menggunakan 5.000 Poin untuk membuat racun?]
__ADS_1
[Ya/Tidak]
Yi Yun menatap ke arah arah jumlah Poin Sistem miliknya yang berjumlah 621.480 Poin.
“Ya.” Jawab Yi Yun dan menatap Poin Sistem berkurang menjadi 616.480 Poin.
[Ding!]
[Berhasil membuat racun pemusnah massal yang membunuh makhluk apapun di tingkat Alam Bumi tahap ketujuh ke bawah. Waktu untuk racun parasit hidup berlipat ganda dan akan bertahan di udara selama waktu lima detik. Ketika racun digunakan, ruang lingkup awal adalah 40 meter persegi]
Yi Yun sedikit tercengang karena ia telah membuat sebuah racun pemusnah massal. Tentu itu bukanlah sesuatu yang merugikan karena mampu untuk membunuh banyak kultivator tingkat Alam Bumi tahap ketujuh sebanyak ratusan jika kultivator berkumpul di satu area tertentu dalam ruang lingkup 40 meter persegi.
Bisa dikatakan, benda seperti itu sudah sangat murah untuk membuat sebuah racun yang sudah pasti akan membunuh kultivator kuat.
“Ha-ha-ha! Tampaknya aku memiliki satu item yang akan membantuku ketika tidak mampu melawan banyak kultivator kuat nantinya!” Yi Yun tertawa jahat saat ini karena merasa sangat senang mendapatkan kartu truf baru.
“Sistem! Apakah aku akan terpengaruh dengan racun pemusnah massal itu?” Tanya Yi Yun di pikirannya.
[Ding!]
[Host tidak bisa terpengaruh karena racun hanya hidup di udara selama lima detik sementara Host memiliki pertahanan pasif pada racun selevel itu selama lima detik]
Jawaban Sistem membuat Yi Yun semakin senang saat ini. Menggunakan tubuhnya sendiri sebagai umpan, Yi Yun akan bisa menjebak banyak kultivator sekaligus nantinya. Ini adalah cara yang sangat curang untuk melawan banyak kultivator sekaligus.
Karena itu, sebenarnya Yi Yun ingin memburu beberapa Cacing Bumi lagi tetapi merasa tidak perlu karena ia menduga bahwa ia tidak akan terlalu menggunakannya ketika beberapa kultivator melihatnya menggunakan racun. Sudah pasti para kultivator lain akan menjaga jarak darinya nanti. Oleh sebab itu, ia hanya perlu menggunakannya sekali saja agar kultivator tidak mau mendekat padanya lagi.
Membuang pemikirannya tentang memburu Cacing Bumi lagi, Yi Yun pun terus bergerak ke arah ujung gua tersebut.
Setelah bergerak selama hampir lima menit, Yi Yun mendapatkan notifikasi Sistem lagi.
[Ding!]
[Dijarak 3 km, satu kultivator sedang bergerak lurus. Dia adalah kultivator yang terluka akibat melawan Cacing Bumi yang sangat sulit untuk ditemukan jika masuk ke dalam tanah]
Mendengar itu, Yi Yun berpikir sejenak sambil terus bergerak.
“Analisis persentase kemenangan melawannya satu lawan satu dalam keadaan terluka!” Perintah Yi Yun.
[Ding!]
[Mulai menganalisis]
[Analisis selesai]
[Host memiliki peluang 40% untuk menang karena Host bukan ahli dalam gerakan sembunyi seperti Cacing Bumi]
Jawaban Sistem membuat Yi Yun sedikit berkedut. Tetapi memikirkan ia memiliki racun pemusnah massal, ia tidak takut sama sekali. Biasanya ia akan menghindar jika Sistem mengatakan bahwa peluang menang bahkan tidak mencapai 50%.
Dengan kecepatan penuhnya, Yi Yun terus bergerak ke arah kultivator tersebut. Jika kultivator tersebut tidak berasal dari Kerajaan Qin, ia tidak akan terlalu peduli sama sekali dan tidak memiliki niat untuk bertarung.
Di kejauhan, kultivator yang sedang terluka tersebut pun memasang wajah serius karena merasakan ada pancaran qi yang tidak terlalu kuat mendekat tetapi kecepatannya sangat tinggi.
“Siapa itu?” Batin kultivator tersebut karena merasa bahwa itu pasti bukan Cacing Bumi karena ia sebelumnya tidak mampu melacak di mana Cacing Bumi bergerak atau muncul. Itulah yang membuatnya kalah, lagi pula, racun yang di tempel oleh Cacing Bumi di seluruh permukaan gua tersebut membuat gerakannya lambat.
Sampai saat ini pun, kultivator tersebut masih merasakan pusing dan mual yang membuat ia melambat dari waktu ke waktu. Jika ia mengetahui bahwa racun yang dihasilkan oleh darah Cacing Bumi seperti apa, ia tidak akan mau melawan binatang spiritual seperti itu sampai kapanpun.
Plak!
Kultivator tersebut mendengar suara kepakan sayap yang membuatnya tertegun. Ia pun langsung berbalik dan memegang pedang dengan kedua tangannya untuk melawan jika benar yang mendekat adalah binatang spiritual tipe Kelelawar yang suka tinggal di gua yang gelap.
Ketika sosok tersebut terlihat, kultivator tersebut tertegun karena melihat seorang anak yang terbang menggunakan sayap di punggungnya.
“Manusia? Campuran binatang spiritual? Bukankah anak itu sebelumnya yang bersama dengan semua wanita dari Sekte Seribu Bunga?” Tanyanya sedikit bingung karena tentu ia berada di tempat tersebut ketika Ouyang Liu-Li dan Tantai Lingyan mengacau.
Zhep!
Yi Yun melewati kultivator tersebut dalam sekejap. Ia hanya melirik sekilas lalu mengabaikannya.
Kultivator tersebut sedikit tercengang karena Yi Yun sama sekali tidak peduli padanya.
“Tunggu bocah!” Teriak kultivator tersebut dan langsung mengejar Yi Yun sekuat tenaganya. Tentu ia merasa bahwa akan lebih baik untuk pergi dengan seseorang karena rekannya sebelumnya telah tewas digigit mulut Cacing Bumi yang terlihat sangat menjijikkan karena berbentuk seperti pantat ayam.
“Hm?” Yi Yun melirik sekilas ke belakang lalu bergerak kembali karena terlalu malas untuk berbicara dengan orang asing.
Melihat Yi Yun yang mengabaikannya, kultivator tersebut sangat jengkel. Ia pun langsung mengerahkan semua qi-nya untuk bergerak lebih cepat dari sebelumnya untuk menyamai kecepatan Yi Yun bergerak menggunakan sayap.
__ADS_1
“Bagaimana anak itu bisa bergerak secepat itu? Apa sayap yang diselimuti oleh qi itu? Itu tampak seperti sayap sungguhan di sisi lain juga tidak. Apakah itu sebuah teknik eklusif?” Batin kultivator tersebut.
“Oh? Dia mampu mengikuti kecepatan ku padahal sedang terluka seperti itu? Aku mengerti mengapa Sistem mengatakan kesempatan untuk menang melawannya tidak besar.” Batin Yi Yun. Ia pun mengabaikannya dan terus terbang karena mungkin ujung gua tidak akan jauh lagi.