Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 42 - Dunia Bintang Hijau


__ADS_3

Yi Yun sangat menyesal memeriksa Ouyang Liu-Li karena menghabiskan 5.000 Poin miliknya.


Namun, Yi Yun tersedak mendengar perkataan Sistem.


[Jika Host mengambil Yin vital pemilik Vena mendalam Tujuh Warna Surga, Host akan menerima keunggulan yang sama dengan Vena mendalam tersebut tanpa harus menyalin]


"Cih! Itu tetap sama saja jika aku hanya harus menggunakan semua Qi sesat itu," dengus Yi Yun.


[Sistem bisa memodifikasi karateristik jika Host berhasil mengambil Yin vital pemilik Vena mendalam Tujuh Warna Surga]


[Artinya, ketika Sistem berhasil memodifikasi, Host akan mampu menggunakan tujuh Qi yang berbeda tanpa harus sejalan]


Yi Yun tercengang seketika mendengar perkataan Sistem. Ia menatap Ouyang Liu-Li dengan seksama. Ia memang harus mengakui Ouyang Liu-Li sangatlah cantik. Namun, ia tidak tertarik sama sekali dengannya. Dalam pikiran Yi Yun saat ini hanyalah berpetualang untuk melawan musuh yang kuat agar kultivasinya serta kecakapan tempurnya naik pesat.


Ouyang Liu-Li yang merasakan tatapan Yi Yun, langsung membuka matanya. "Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tertarik padaku?" Tanya Ouyang Liu-Li.


Mendengar pertanyaan Ouyang Liu-Li, Yi Yun hanya mendengus dan mengurungkan niatnya mengambil Yin vital Ouyang Liu-Li karena merasa akan ada yang terjadi sesuatu yang merepotkan jika dia melakukan itu.


Namun, Yi Yun masih memikirkan rencana itu. "Berapa Poin yang di butuhkan untuk memodifikasi Vena mendalam Tujuh Warna Surga?" Tanya Yi Yun di benaknya.


[1.250.000 Poin]


Yi Yun ingin muntah darah mendengar jumlah yang di katakan oleh Sistem. Karena itu, ia jadi tidak ingin melakukan hal yang dianjurkan oleh Sistem.


Karena Yi Yun tidak menjawab, Ouyang Liu-Li menutup matanya lagi dan mulai mempelajari manual yang di beri oleh Yi Yun.


Tidak sampai semenit kemudian, hal yang di tunggu Yi Yun akhirnya tiba.


[Berhasil menganalisis peta]


"Ceritakan tentang tempat ini dan tunjukkan tempat yang memungkinkan untuk mencari jalan kembali," ucap Yi Yun di benaknya.


[Dimensi ini bernama Dunia Bintang Hijau karena 60% dari tempat ini adalah hutan belantara]


[Tempat ini memiliki dua benua yang berdekatan bernama benua Hutan Timur dan benua Hutan Barat. Benua dipisahkan oleh laut yang sempit dan sangat mudah di lewati]

__ADS_1


[Tempat yang paling memungkinkan untuk mencari jalan kembali ada empat tempat. Keempat tempat itu adalah bangunan candi seperti di kota namun empat candi itu adalah yang terbesar]


[Selain Keempat tempat itu, ada juga satu tempat yang memiliki kemungkinan paling kecil untuk menemukan jalan kembali. Yaitu, kedalaman laut yang memisahkan kedua benua dan juga karena laut itu dinamai Laut Senyap]


Yi Yun merenung sejenak lalu mengambil keputusan, "tunjukkan candi terdekat terlebih dahulu," perintah Yi Yun di benaknya. Ia ingin melihat salah satu candi terlebih dahulu. Jika tidak ada yang istimewa tentang itu, berarti tempat jalan kembali adalah Laut Senyap.


[Jarak salah satu candi terbesar dari Host ada di sebelah Utara berjarak 7 hari dengan kecepatan Host saat ini agar sampai pada tujuan]


Mendengar perkataan Sistem, Yi Yun perlahan berdiri. "Liu-Li, apakah kamu sudah selesai? Aku sudah membuat prediksi tempat yang akan menjadi tempat untuk kembali ke tempat asal kita," ucap Yi Yun.


Ouyang Liu-Li membuka matanya dan memasang wajah tidak puas karena ia belum bisa mengendalikan Qi miliknya yang diubah agar bisa digunakan seperti Yuan Qi.


"Tidak bisakah kau menunggu sebentar lagi? Jika aku mampu menggunakan Qi Alam Langit milikku, kita akan bisa bergerak lebih cepat," ucap Ouyang Liu-Li dengan wajah kesal.


"Berapa lama lagi?" Tanya Yi Yun sambil mengerutkan dahinya.


"Tidak sampai 1 hari," jawab Ouyang Liu-Li.


"Cih! Cepatlah jika seperti itu," perintah Yi Yun karena merasa itu terlalu lama.


Tidak sampai sehari kemudian, Ouyang Liu-Li membuka matanya dan memasang senyum di wajahnya karena telah berhasil menyempurnakan manual.


"Hehehe, bocah sialan, kali ini kau tidak akan bisa memerintah aku lagi," batin Ouyang Liu-Li dengan senyum jahat di wajahnya.


Ia perlahan berdiri dan melihat Yi Yun yang masih bermeditasi. Ia tidak berbicara sedikitpun dan langsung menangkap Yi Yun dan membawanya ke udara.


Yi Yun terkejut dan memasang wajah kesal karena Ouyang Liu-Li tidak berkata apapun dan hanya membawanya.


"Ke arah Utara Liu-Li, itu tujuan kita saat ini," ucap Yi Yun. Ia hanya bisa mendesah melihatnya sifat wanita berdada besar tersebut.


Ouyang Liu-Li cemberut seketika karena merasa Yi Yun masih memegang komando.


"Kenapa aku harus menurut?" Tanya Ouyang Liu-Li tidak senang.


"Jika begitu, lepaskan aku. Aku juga bisa pergi ke sana sendirian. Tinggallah di tempat ini selamanya," dengus Yi Yun.

__ADS_1


"Dasar bocah ingusan..." Ouyang Liu-Li ingin meremas Yi Yun di tempat tapi ia hanya memasang wajah gelap dan berbalik arah ke tempat yang di katakan oleh Yi Yun.


Yi Yun terkekeh karena Ouyang Liu-Li ternyata masih menuruti perkataannya.


Dengan kecepatan milik Ouyang Liu-Li, mereka hanya butuh 3 hari untuk mencapai tujuan.


Yi Yun dan Ouyang Liu-Li menatap kota yang sangat besar di kejauhan. Candi yang berada di tengah kota sepuluh kali lebih besar dari kota pertama yang mereka singgahi.


"Kenapa menurutmu tempat ini menjadi tempat untuk kembali?" Tanya Ouyang Liu-Li.


"Itu karena fungsi dari bangunan itu. Apa kamu tidak penasaran mengapa bangunan seperti itu dibuat di setiap kota?" Tanya Yi Yun balik.


"Kau ada benarnya juga, aku memang penasaran mengapa bangunan seperti itu di buat di setiap kota," Ouyang Liu-Li mengangguk setuju dengan perkataan Yi Yun. Pasti ada rahasia besar mengapa di buat bangunan seperti itu di setiap kota.


"Ayo kita periksa kota ini terlebih dahulu," ucap Yi Yun.


Ouyang Liu-Li mengangguk dan langsung turun dari udara. Ia mendarat tidak jauh dari lokasi kota.


"Ayo kita pergi," Yi Yun langsung bergerak yang membuat Ouyang Liu-Li tidak puas kembali karena Yi Yun memberi komando.


Mereka berdua berjalan perlahan menuju gerbang kota yang sangat besar.


"Apa nama kota ini?" Tanya Ouyang Liu-Li penasaran karena desain bangunan sangat aneh dan semuanya terlihat seperti menara.


"Kota ini bernama kota Bambu," jawab Yi Yun.


"Mengapa tempat ini menyebut semua tempat dengan sebutan tanaman?" Ouyang Liu-Li merasa penduduk setempat sangatlah primitif tidak bisa memberi nama walaupun peradaban mereka lebih maju dari tempat mereka.


Yi Yun tidak menjawab, ia hanya berjalan ke depan gerbang kota. Di depan gerbang kota, terlihat sangat banyak rombongan yang sedang menuju ke kota Bambu.


Mereka semua terlihat mengantri agar bisa masuk ke dalam kota.


"Kenapa ini sangat ramai?" Ouyang Liu-Li sangat bingung dengan kerumunan di sekitarnya.


"Ayo kita periksa apa yang sedang terjadi," Yi Yun memberi saran dan langsung berjalan ke arah kerumunan untuk bertanya sesuatu dan Ouyang Liu-Li hanya mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2