
Kota Bambu, Arena Utama Kompetisi
Waktu istirahat untuk para peserta telah selesai.
Ni Long yang berada di tengah arena langsung naik ke udara untuk mengumumkan pertarungan selanjutnya.
"Hadirin sekalian. Saat ini kompetisi telah memasuki babak semi final. Tidak perlu untuk membuang waktu. Pertandingan selanjutnya adalah Yi Yun Vs Li Meng! Kedua peserta diharapkan untuk memasuki arena!" Ucap Ni Long.
Mendengar perkataan Ni Long, semua penonton bersorak keras dari bangku penonton.
"Menurutmu siapa yang akan menang?" Tanya salah satu penonton.
"Sudah pasti tuan muda klan Li. Banyak rumor tentang tuan muda klan Li yang sangat kuat dan tidak pernah kalah dari pertama kali saat memasuki jalan kultivator..." Ucap penonton lainnya.
"Anak baru bernama Yi Yun itu juga tidak kalah kuat. Apa kau tidak berpikir bahwa dia sama kuatnya dengan tuan muda klan Li karena mudah mengalahkan Zu Lan sebelumnya?" Ucap salah satu penonton lagi.
"Biarpun anak itu kuat, tetap saja dia masih rendah dari pada Li Meng. Dan pengalaman pertarungan anak bernama Yi Yun itu juga akan mempengaruhi hasil dari pertarungan." Ucap penonton lainnya.
Semua penonton berdiskusi tentang siapa yang akan menang dalam pertarungan Yi Yun Vs Li Meng.
Di sisi lain, Li Meng yang sedang berjalan ke arah arena memasang senyum percaya diri yang begitu besar karena mendengar diskusi para penonton.
Sementara itu, Yi Yun sama sekali tidak peduli dengan apa saja yang di diskusikan oleh para penonton.
Ouyang Liu-Li sementara itu sedang sibuk untuk mengurus sesuatu. Tentu saja hal yang di urus olehnya adalah memasang taruhan untuk Yi Yun. Ia menjual beberapa barang untuk mendapatkan batu roh kelas atas karena menurutnya batu roh sangat penting dari saat Yi Yun bersemangat melihat batu roh kelas atas.
Saat ini Yi Yun dan Li Meng saling berhadap-hadapan.
Yi Yun tetap seperti biasa memasang wajah datar sementara Li Meng memasang wajah dingin karena sangat ingin membunuh Yi Yun ditempat.
Ni Long yang berada di udara menatap Yi Yun dan Li Meng yang sudah bersiap-siap. Ia tidak membuang waktu dan langsung mengumumkan dimulainya pertandingan.
"Pertandingan semi final tingkat Alam Roh Di Mulai!" Ucap Ni Long.
Karena pertandingan sudah dimulai, Li Meng langsung mengerahkan seluruh kekuatannya dan melesat ke arah Yi Yun.
__ADS_1
Yi Yun langsung bereaksi dan membuka skill ekslusif miliknya.
"Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian..."
Li Meng yang sudah mendekat ke arah Yi Yun langsung menyerang menggunakan pedangnya.
"Mati!" Teriak Li Meng sekuat tenaga. Di pegangnya kini telah dibaluti oleh Yuan Qi yang sangat besar.
Yi Yun juga paham bahwa Li Meng menggunakan kekuatan penuhnya diawal pertarungan hanya dengan aura yang dikeluarkan oleh Li Meng.
"Ck! Sepertinya dia ingin menyelesaikan pertarungan secepat mungkin," batin Yi Yun sambil membuat gerakan miliknya juga.
"Gaya Kedua, Tarian Bulan Darah..."
"Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah..."
Zhep!
Yi Yun dan Li Meng langsung menyerang secara bersamaan.
Setelah itu kedua serangan berbenturan seketika. Namun hasilnya membuat penonton terkejut.
Yi Yun yang melewati Li Meng dengan gaya posisi pedang di angkat ke arah belakang tidak terlihat terluka sama sekali.
Di sisi lain Li Meng hanya terdiam di tempat tanpa menoleh ke belakang.
Hasil sebenarnya dari bentrokan singkat itu sangat terlihat di kedua pedang mereka.
Pedang yang di pegang oleh Li Meng mengalami sedikit retakan.
Sementara pedang milik Yi Yun tetap seperti biasa. Dan hal lainnya yang istimewa adalah, pedang Yi Yun memiliki sedikit darah yang menetes dari ujung pedang.
Ni Long di sisi lain yang sedang menonton pertandingan hanya menatap Yi Yun dengan seksama. Ia masih merasa heran dari mana asal energi Yi Yun yang muncul tiba-tiba.
Crash!
__ADS_1
Bahu Li Meng tiba-tiba tersayat seketika walaupun tidak terlalu dalam dan menyemprotkan darah yang lumayan banyak.
Di tempat yang jauh, Li Sou yang sedang menonton pertandingan merasa bahwa anaknya akan binasa jika pertandingan terus berlanjut. Ia ingin pergi untuk menghentikan pertarungan. Namun, ia langsung membeku karena Yi Yun saat ini di arena bergerak lagi.
Yi Yun yang sudah bergerak langsung tiba di belakang Li Meng sambil menghunuskan pedangnya.
Jleb!
Karena kecepatan Yi Yun yang sangat tinggi dengan skill ekslusif miliknya, tentu saja Li Meng tidak akan mampu bereaksi.
"Menyesal lah di neraka," ucap Yi Yun dan mendorong pedangnya lagi lebih dalam ke jantung Li Meng.
Li Meng yang merasakan panas di dadanya sudah tau bahwa dia memancing lawan yang salah karena Yi Yun bahkan berani mencoba membunuhnya di depan umum.
"Ayahku tidak akan melepaskan mu!" Ucap Li Meng lalu batuk sesuap darah serta perlahan menutup matanya.
"Biarkan dia mencoba! Aku pasti akan memusnahkan siapa saja yang mencoba untuk menantangku walaupun aku mungkin membutuhkan waktu untuk melenyapkan mereka. Tetapi, aku tidak akan berhenti jika sudah membuat target untuk dimusnahkan," balas Yi Yun dingin.
Li Meng yang hampir menutup matanya sepenuhnya, tau bahwa kata-kata Yi Yun bukanlah hanya sesumbar atau karena kepercayaan diri yang besar saja. Ia kini menyesal telah mengusik Yi Yun dan tau bahwa mungkin ketika Li Sou ayahnya mengejar Yi Yun dan Yi Yun berhasil lolos, maka ketika Yi Yun balas dendam, klan Li akan menanggung akibatnya.
Di sisi lain, Li Sou yang melihat Li Meng tewas sangat marah. Ia juga ingin membunuh Yi Yun tapi tau bahwa ia tidak mungkin untuk membunuh Yi Yun saat ini karena pria tua yang menjaga tempat pendaftaran sebelumnya masih menonton kompetisi.
"Aku pasti akan memburu ke ujung Dunia Bintang Hijau. Aku tidak akan membiarkan kau mati dengan mudah setelah kau membunuh putraku!" Batin Li Sou dengan mata merah seperti darah.
Saat ini sudah ada dua Patriak klan besar yang mengincar Yi Yun karena memburu penerus mereka.
Semua Patriak yang sedang berkumpul menonton kompetisi juga tidak suka cara Yi Yun dengan membunuh setiap peserta tanpa memberi lawan kesempatan untuk menyerah.
Song Feng juga memasang wajah gelap karena jika putranya Song Zhun masuk ke babak final, sudah pasti dia akan melawan Yi Yun yang tidak masuk akal.
Semua Patriak juga berpikir seperti itu dan memikirkan kenapa Yi Yun memiliki keberanian yang begitu besar membunuh dua penerus klan besar.
Pria tua sebelumnya juga merasa heran Yi Yun terlihat tidak takut akan apapun.
Ya, memang benar bahwa hanya sedikit yang Yi Yun takuti di dunia kultivator.
__ADS_1
Dengan pengaruh dari Vena mendalam Dewa Pembantaian, kepribadiannya menjadi berubah sepenuhnya. Ia memiliki keberanian yang sangat besar, cinta pertarungan, menyukai pembantaian dan yang lainnya, adalah kepribadiannya yang menjadi merasa superior walaupun ia masih bisa mengendalikannya berkat bantuan Sistem dan juga karena Vena mendalam Dewa Pembantaian miliknya masih sepertiga dari aslinya.