
Keesokan harinya, Yi Yun terbangun dan menatap Ouyang Liu-Li yang memeluknya seperti seekor gurita. Ia menggelengkan kepalanya karena wanita tidak masuk akal itu sudah kecanduan dengan yang namanya Buah Terlarang.
“Ck! Aku sebelumnya merasakan aura familiar. Siapa dia?” Batin Yi Yun karena ia merasakan ada dua fluktuasi kekuatan spiritual samar yang melacaknya. Jika ia tidak memiliki sistem, ia tidak akan mengetahuinya bahwa seseorang mencoba memata-matai nya.
Namun ketika Yi Yun hendak memeriksa, Ouyang Liu-Li dengan ganas menungganginya dan tidak membiarkannya pergi yang membuatnya sedikit tidak berdaya.
Setelah melepaskan diri dari lilitan gurita Ouyang Liu-Li, Yi Yun membersihkan dirinya menggunakan qi lalu menggunakan pakaiannya.
Ouyang Liu-Li tentu dapat merasakan hal itu tetapi ia kembali tidur karena terlalu lelah dalam sesi pertarungan kali ini.
Yi Yun hanya membiarkan Ouyang Liu-Li dan ia pun keluar dari dalam ruangan untuk mencari udara segar. Ketika ia berjalan ke arah lantai paling bawah, ia membeku di tempat karena di ruangan khusus untuk makan di penginapan itu tampak cukup ramai.
Dan yang membuat Yi Yun terkejut adalah, selain dari kelompok Wang Shu, kelompok lainnya juga sedang bersama dengan mereka.
“Yun’er...!”
Suara wanita merdu terdengar di telinga Yi Yun dan disaat itu juga, wanita yang tidak lain adalah Yan Chenyu langsung memeluknya.
“Kakak?” Yi Yun langsung bersemangat dan memeluk Yan Chenyu kembali.
“Bagaimana kabarmu? Dan apa saja yang kau lakukan selama ini? Apakah kau tidur dengan nyenyak? Apakah aku berlatih dengan giat?” Yan Chenyu yang melepaskan pelukannya, bertanya puluhan pertanyaan berturut-turut dengan antusias yang membuat Yi Yun berkedut.
“Kita akan membahas hal ini nanti.” Yi Yun berkata dengan nada canggung dan melihat semua yang ada di sana.
“Suami!” Xiao Moxian dan Xuan Yuqie langsung menerjang ke arah Yi Yun juga dan memeluknya karena keduanya sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu dengan Yi Yun.
Long Zhi yang menatap itu, mendengus dan berkata dalam hati, “Saudaraku, tampaknya kau tidak berubah sedikitpun! Wanita hanya akan mempengaruhi kecepatanmu mengayunkan pedang!”
Sementara itu, Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan sangat iri karena Yi Yun memiliki istri lainnya yang sama cantiknya dengan Xiao Moxian, yaitu Xuan Yuqie.
Keempatnya adalah anjing tunggal yang sudah mendambakan wanita karena terlalu lama tinggal di tempat yang gelap hanya untuk bertahan hidup.
__ADS_1
Setelah reuni singkat, Yi Yun berjalan ke arah satu sosok yang tampak bersembunyi di sudut.
Dan sosok tersebut tidak lain adalah wanita cantik menggunakan pakaian serba hitam, Huan Caiyi.
“Caiyi, kenapa kau bersembunyi?” Tanya Yi Yun heran.
Huan Caiyi yang bersembunyi di sudut tepatnya di belakang Raja Paus Xirus, perlahan keluar dan menatap Yi Yun dengan malu-malu.
“Kakak..” Huan Caiyi berkata dengan nada sekecil suara nyamuk.
Yi Yun terkekeh kecil lalu memeluk gadis tersebut. Ia sudah menganggap Huan Caiyi sebagai keluarganya sendiri.
Merasakan pelukan hangat dari Yi Yun, mata Huan Caiyi sedikit lembab dan ia memeluk Yi Yun dengan erat. Ia selalu ingat tentang Yi Yun yang akhirnya membawanya ke dalam sebuah keluarga yang sangat ia inginkan.
Setelah reuni singkat dengan Huan Caiyi, Yi Yun menatap ke arah pemuda yang tidak lain adalah Raja Paus Xirus dengan tatapan kosong yang membuat Raja Paus Xirus merasa sedikit tidak nyaman.
“Ada apa bos?” Tanya Raja Paus Xirus dengan nada ragu.
“Tidak ada apa-apa. Entah mengapa, aku ingin menendangmu sekali lagi seperti dahulu.” Yi Yun menggelengkan kepalanya saat mengatakan hal itu.
“Kakak, biar aku yang melakukannya!” Huan Caiyi yang sedang dalam suasana hati yang baik, langsung menendang pantat Raja Paus Xirus.
Raja Paus Xirus hanya bisa tersenyum pahit dan berpura-pura terlempar. Tendangan seperti itu tidak akan bisa melukainya sama sekali bahkan jika Huan Caiyi menggunakan kekuatan penuh. Namun, jika ia mencoba bertahan, konsekuensinya akan lebih tragis lagi.
Menatap itu, Yi Yun menggelengkan kepalanya dan merasa sedikit simpati kepada Raja Paus Xirus.
“Yun’er, di mana Liu-Li?” Tanya Tantai Lingyan saat menyesap teh dihadapannya.
“Dia..” Yi Yun sedikit canggung dan tidak tau harus berkata apa. Ia tau dengan jelas bahwa dua aura yang memeriksa ruangannya kemarin adalah Tantai Lingyan dan Raja Paus Xirus. Ini juga mengapa Yi Yun ingin menendang paus bodoh itu.
“Aku tidak menyangka bahwa kalian berdua akan berkumpul.” Tantai Lingyan menggelengkan kepalanya dan melanjutkan, “Kau sudah menjadi pria yang tampaknya ingin membuka Harem Kerajaanmu sendiri.”
__ADS_1
“Pfffttt..!”
Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong, Ye Quan dan Long Zhi langsung tertawa mendengarnya.
Mata Yi Yun tampak tajam dan menatap ke arah kelima anjing tunggal tersebut. Tatapannya tentu menyiratkan bahwa ketika aku mempunyai waktu luang, aku akan berlatih dengan kalian semua.
Wang Shu merasa bulu kuduknya berdiri. Ia langsung menutup mulut karena ia tau bahwa itu bukan sesuatu yang dapat ia tanggung nantinya. Hal yang sama terjadi kepada Ye Mo, Ye Zhong, dan Ye Quan.
Tetapi Long Zhi hanya menyeringai karena ia tidak takut sama sekali. Ia bahkan ingin bertarung dengan Yi Yun karena tujuannya yang paling utama tentu mengalahkan Yi Yun.
Yi Yun yang duduk di kursi, langsung menatap ke arah Tantai Lingyan dan berkata, “Jadi, apa tujuanmu mengikuti kompetisi ini?”
Tantai Lingyan menatap Yi Yun dengan seksama lalu menjawab, “Aku memiliki pertaruhan dengan Patriak Klan Tantai semenjak aku pergi ke Benua Langit mencari murid. Namun saat ini tampaknya itu percuma dengan keberadaan Raja Paus Xirus. Namun, kontrak perjanjian telah dibuat sehingga aku harus memenuhinya.”
“Oh? Apa yang kalian perebutkan?” Tanya Yi Yun penasaran.
Bahkan semua yang ada di sana juga sedikit terkejut bahwa ada alasan di balik Tantai Lingyan bersikeras ingin ikut dalam kompetisi dan membentuk team kuat.
“Gerbang Kuno, Gerbang yang bisa membawa seseorang ke Alam Abadi!” jawab Tantai Lingyan dengan nada serius.
Mata Yi Yun melebar seketika. Ia sangat terkejut dengan apa yang dipertaruhkan oleh pihak Tantai Lingyan dengan Patriak Klan Tantai.
“Semula, Patriak Klan Tantai hanyalah seorang Tetua. Tetapi dia sudah menjadi Patriak beberapa tahun belakangan karena mengalahkan Patriak sebelumnya. Dahulu kami berkelana bersama dan mengambil Gerbang Teleportasi bersama-sama. Kami berdua memperebutkannya, tetapi itu langsung ditengahi oleh Patriak saat ini dan kami akhirnya bertaruh.” ujar Tantai Lingyan.
“Apakah kau yakin itu membawa ke Alam Abadi?” Tanya Yi Yun.
“100% yakin karena ada catatan yang tertinggal tentangnya dan cara untuk menggunakannya. Namun, sumber daya yang digunakan sangat sulit dicari untuk mengaktifkan Gerbang Teleportasi itu.” jawab Tantai Lingyan.
“Sumber daya?” Alis Yi Yun sedikit naik.
“Ya, ini adalah sesuatu yang mengandung kekuatan murni dari Alam Abadi atau benda yang diciptakan oleh seseorang dari Alam Abadi. Misalnya adalah batu roh tingkat Abadi ataupun benda ciptaan yang menjadi sumber daya dan itu diciptakan oleh praktis tingkat Abadi.” ujar Tantai Lingyan.
__ADS_1
Yi Yun terdiam untuk beberapa saat karena ia memiliki satu benda seperti itu saat ini yang belum ia gunakan, yaitu Sarira Emas.