Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 391 - Warisan Seorang Kaisar Dari Alam Abadi


__ADS_3

Danau Abadi


Di pinggiran tiang batu raksasa, sekelompok kultivator tampak sedang bertempur melawan banyak binatang roh kuat. Mereka adalah kelompok kultivator yang belakangan datang ke tempat tersebut.


Karena banyaknya jumlah mereka, para binatang roh langsung mendeteksi keberadaan mereka Semua.


Bom! Bom!


Semua tempat tampak hancur berantakan, tetapi di tempat tertentu dekat daerah tersebut, Tantai Xu Wen terlihat bergerak dengan anggota Klan Tantai ke jalan rahasia tertentu.


Tantai Xu Wen yang sangat licik tentu sudah memperhatikan beberapa jalan rahasia dan langsung memimpin kelompoknya ke dalam labirin meninggalkan semua kultivator yang sedang bertarung melawan binatang roh.


Ketika memasuki labirin, Tantai Xu Wen dan kelompoknya berhenti di jalur bercabang empat.


“Ke mana kita akan pergi?” Tanya Tantai Li Hu kepada Tantai Xu Wen.


Tantai Xu Wen tidak menjawab dan mengeluarkan benda tertentu dari dalam cincin ruang miliknya. Itu adalah sebuah giok aneh, aura aneh juga terpancar darinya.


“Senior Tantai Lingyan sebelumnya memberikan benda ini, dan ini berfungsi untuk menemukan jejak yang pernah dilewati oleh Ouyang Liu-Li serta arah tempatnya berada. Dan ini bisa digunakan saat ini karena tampaknya tempat ini adalah sebuah labirin.” ujar Tantai Xu Wen dengan senyum diwajahnya.


“Oh? Seperti yang diharapkan oleh senior Tantai Lingyan, dia memang sangat mementingkan Ouyang Liu-Li.” ujar Tantai Li Hu. Ia tidak menemukan keanehan pada Tantai Xu Wen, begitu juga dengan anggota Klan Tantai lainnya.


Meksipun mereka telah berpisah dengan Ouyang Liu-Li, selain dari Tantai Xu Wen, mereka semua tentu tidak ingin melakukan hal buruk kepada Ouyang Liu-Li.

__ADS_1


Dan untuk Tantai Xu Wen, ia hanya tersenyum sedikit. Kilatan aneh terlihat dimatanya karena ia merasa bahwa Tantai Lingyan sebenarnya memberikan benda yang membuatnya bisa mengikuti Ouyang Liu-Li untuk menemukan banyak harta.


Walaupun sebelumnya Tantai Xu Wen tidak ingin melakukan apa-apa kepada Ouyang Liu-Li, semenjak Ouyang Liu-Li memilih bersama dengan kelompok Yi Yun, ia tentu tidak akan memaafkannya. Dan kebetulan alat yang diberikan oleh Tantai Lingyan akan memberinya kemudahan.


“He-he-he, Tantai Lingyan, kau pasti tidak akan pernah menyangka bahwa perlindungan yang kau berikan kepada muridmu akan membawanya ke dalam tanganku!” Batin Tantai Xu Wen dingin. Ia telah merencanakan sesuatu pada Ouyang Liu-Li karena ia merasa bahwa Ouyang Liu-Li adalah seorang pengkhianat.


“Ayo pergi, kita harus menyusul nona Liu-Li.” Setelah memeriksa arah mana Ouyang Liu-Li berada dan di mana jejak yang dilewatinya, Tantai Xu Wen pun langsung memimpin semua anggota Klan Tantai bersamanya.


**


Di sisi lain, kelompok Yi Yun terus bergerak ke arah atas. Tidak ada yang tau bahwa kelompok Tantai Xu Wen memiliki cara melewati labirin.


Tetapi untuk Yi Yun, ia tidak peduli sama sekali karena jika Tantai Xu Wen mencoba untuk menyerangnya, di saat itu juga ia akan menghabisinya. Dengan kekuatan tingkat Alam Sage tahap ketiga serta kekuatan tubuh di level Alam Sage tahap keempat, ia yakin bisa menghabisi Tantai Xu Wen walaupun ia mungkin harus bersusah payah dan harus menggunakan semua kekuatannya.


Sementara itu, tidak jauh dari lokasi kelompok Yi Yun, Chu Tong yang bergerak tanpa henti pun akhirnya tiba di puncak labirin.


Mata Chu Tong melebar dan tubuhnya sedikit bergetar. Tepat di atasnya, itu adalah sebuah air yang mengalir tanpa henti dari dalam tanah, itu pasti disalurkan ke Danau Abadi. Selain dari itu, air tersebut adalah qi, yang diubah menjadi elemen air.


Tempat itu adalah sebuah ruangan yang sangat luas, atau lebih tepatnya seperti sebuah makam.


Dan apa yang membuat Chu Tong terkejut adalah, semua benda-benda yang ada di ruangan batu tersebut. Ia sekarang paham kenapa benda-benda itu terlempar ke Danau Abadi.


“Aku kaya! Dengan semua henda ini, tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk mencapai puncak jalan kultivasi! Dan yang pertama...” Chu Tong menatap ke arah sebuah botol kaca yang diletakkan di tempat tertentu di atas makam batu. Selain dari itu, ada sebuah tiang cahaya, dan di dalamnya terdapat sebuah benda yang tampak seperti sebuah jantung.

__ADS_1


Chu Tong tidak terlalu terburu-buru karena ia yakin bahwa siapapun akan sulit mencapai tempatnya berada karena labirin tersebut memang sangat sulit dipecahkan. Jika ia tau bahwa kelompok Yi Yun sudah sangat dekat, ia tidak akan berani bertindak santai.


Dengan senyum bahagia diwajahnya, Chu Tong mengeluarkan sebuah catatan yang ia temukan di jalan rahasia. Dan ia tau bahwa catatan itu dibuat oleh eksistensi yang dimakamkan di tempat tersebut.


Dikatakan, ketika eksistensi tersebut terluka parah dan diambang kematian karena pertarungan sengit, dia menciptakan tempat yang disebut sebagai Danau Abadi dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan bagian dari semua benda yang ia miliki.


“Tampaknya catatan ini memang benar. Eksistensi yang disebut sebagai Kaisar Kong Ming, seorang praktisi hebat di masa lalu, tepatnya kultivator tingkat tinggi di Alam Abadi, tetapi jatuh karena perselisihan dengan seseorang yang dijuluki sebagai Dewa Sage!” Gumam Chu Tong dan menatap ke arah botol berisi cairan dengan mata panas dan menatap kembali ke catatan.


“Botol kaca yang berisi ramuan adalah Elixir Abadi, ramuan dahysat yang mampu membentangkan potensi seseorang dan juga meningkatkan kultivasi dalam jumlah tertentu.” Gumam Chu Tong dengan bersemangat.


“Aku tidak menyangka bahwa ada ramuan yang dapat meningkatkan bakat! Sungguh luar biasa! Kekuatanku saat ini berada di tingkat Alam Sage tahap ketiga! Sudah pasti akan mencapai tingkat Alam Sage tahap kelima, dan bakatku akan meningkat yang artinya aku pasti bisa mencapai puncak tingkat Alam Sage atau bahkan tingkat Abadi!” Chu Tong tertawa terbahak-bahak karena ia tidak menyangka semua usahanya selama ini akan dibayar.


Chu Tong telah menemukan informasi tentang saluran rahasia yang pernah ditemukan oleh Klan Chu. Tetapi pemilik catatan tersebut terbunuh lebih dulu, lalu Chu Tong menemukannya.


Bahkan Klan Chu hanya beberapa eksistensi yang mengetahui tentang catatan itu tetapi mereka tidak percaya karena tahap pertama adalah menggunakan sangat banyak darah manusia sebagai pengorbanan membuka jalan.


Siapapun pasti memikirkan bahwa itu adalah jebakan sesat yang dibuat oleh seseorang sehingga eselon atas Klan Chu mengabaikannya.


Tetapi Chu Tong terus menjalankan rencananya hingga ia mencapai tahap sekarang.


Tetapi kegembiraan Chu Tong pudar saat ia mendengar suara seseorang yang membuatnya merasa bahwa ia dilempar dari surga menuju neraka.


“Oh? Tampaknya kami beruntung, semua benda yang ada di sini akan menjadi milik kami!”

__ADS_1


__ADS_2