Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 86 - Judi Batu


__ADS_3

Senyum Yi Yun kali ini membuat Ye Mo dan Wang Shu sangat mengerti bahwa Yi Yun adalah anak yang berbeda dengan anak lainnya. Penampilan senyum seperti itu menunjukkan rasa haus akan pertarungan dan pertumpahan darah.


Kali ini pun Ye Mo dan Wang Shu berpikir kembali untuk menilai Yi Yun yang sebenarnya. Tidak pernah mereka melihat seseorang semuda Yi Yun yang tampak sangat mencintai pertarungan terutama pertumpahan darah karena saat ini sangat terlihat jelas bahwa aura darah yang kental bocor sedikit dari tubuh Yi Yun.


“Baik, jika seperti itu yang kau inginkan. Aku akan mengatur lawan rata-rata di tingkat Alam Roh tahap kesembilan untuk kau lawan. Akan ada juga pertandingan massal yang diadakan, biasanya itu juga itu diselenggarakan oleh para Pangeran untuk merekrut anggota untuk mereka gunakan melawan Pangeran lainnya. Tetapi itu tidak seperti yang kau harapkan, para kultivator yang ikut akan memiliki kultivasi acak walaupun mungkin ada batasan.” Wang Shu menjelaskan.


“Baik tidak masalah, kapan waktunya Pertandingan di Arena diadakan?” Tanya Yi Yun.


“Tiga Minggu dari sekarang.” Balas Wang Shu.


Yi Yun mengangguk kecil.


“Apakah tempat ini milikmu?” Tanya Yi Yun penasaran.


“Hm? Apa kau ingin mencoba judi batu?” Alis Wang Shu naik sedikit mendengar pertanyaan Yi Yun.


“Ya.”


Wang Shu terdiam mendengarnya. Ia merasa aneh bahwa Yi Yun yang tampak bijaksana ingin mencoba judi batu yang kemungkin memiliki kesempatan mendapatkan benda berharga hanyalah 5% saja.


“Tempat ini bukan milikku, tetapi akulah yang mengelolanya. Rumah judi batu terbesar terdapat di wilayah dalam. Di sana hanya ada satu rumah judi batu, sementara di wilayah tengah ada sekitar lima rumah judi batu. Dan di wilayah luar, ada sepuluh rumah judi batu. Pemilik tempat ini adalah salah satu kultivator terkuat di Kerajaan Qin yang berasal dari klan Qin, dia adalah Tetua Agung klan Qin.” Wang Shu menjelaskan secara singkat.


“Oh? Jika itu bukan milikmu, maka aku akan mengambil benda-benda berharga dari batu-batu itu.” Yi Yun mengangguk kecil dan merasa tidak masalah saat ini bermain judi batu.


Wang Shu membuka tutup mulutnya beberapa kali karena merasa semakin heran dengan kepercayaan diri Yi Yun dengan judi batu. Tetapi ia hanya diam saja dan membiarkan Yi Yun berbuat semaunya, ia hanya perlu menunggu untuk Yi Yun kalah secara tragis lalu menceramahinya.


“Wang Shu, ada satu hal yang ingin aku katakan juga, para penjaga gerbang masuk sepertinya sedang mencoba mencari identitas kami. Blokir mereka melakukan itu karena mungkin Patriak klan Han mencari keberadaanku,” ucap Ye Mo.


Wang Shu hanya mengangguk kecil karena ia merasa hal biasa jika apa yang dilakukan oleh Patriak klan Han melakukan itu karena mungkin Ye Mo telah membasmi salah satu orang penting dari klan Han. Tentu memblokir sesuatu seperti itu tidak akan sulit baginya yang memiliki banyak koneksi.


“Aku akan pergi untuk bermain dengan batu-batu itu.” Yi Yun pun berdiri perlahan dan berjalan sendiri keluar dari ruangan diperhatikan oleh Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan.


“Apakah itu tidak apa-apa? Anak itu mungkin akan kehabisan koin emas nantinya,” ucap Ye Zhong.


“Biarkan dia bermain, dia akan tau bahwa judi batu itu hanya sebuah permainan yang tidak mungkin dimenangkan.” Balas Ye Mo.


Ye Zhong dan Ye Quan saling memandang lalu berjalan pergi ke luar untuk melihat wajah Yi Yun yang kalah dalam bermain judi batu. Tentu saja keduanya ingin melihat hal seperti itu terjadi karena Yi Yun selalu berwarna dingin, keduanya ingin melihat wajah putus asa dari seorang anak yang mereka anggap sangat jenius.


Sementara itu Ye Mo dan Wang Shu hanya tetap berada di dalam ruangan dan membalas banyak hal.


Ketika keluar dari ruangan, Yi Yun perlahan berjalan di sekitar tempat batu-batu besar yang di susun dengan rapi. Karena tempat itu adalah lantai tertinggi, sudah pasti batu akan di susun semenarik mungkin agar dibeli oleh para kultivator.


Banyak pasang mata yang menatap Yi Yun yang berjalan perlahan ke arah bebatuan. Semuanya hanya menggelengkan kepala karena ada seorang anak yang ingin mencoba keberuntungannya dalam bermain judi batu.


Yi Yun melihat seseorang pria paruh baya yang sedang menghancurkan batu menggunakan qi-nya yang artinya dialah yang menjaga lantai tersebut.


“Sial! Ternyata sampah!” Teriak salah satu kultivator dengan wajah gelap saat melihat ke pecahan bebatuan yang baru saja dihancurkan oleh pengelola ruangan.


“Berapa harga batu-batu ini?” Tanya Yi Yun.


“Hm?” Pengelola ruangan tersebut menatap sedikit ke arah bawah dan menemukan bocah berusia 13 tahun yang sedang bertanya kepadanya.

__ADS_1


“Nak, ini bukan tempat yang baik untukmu,” ucap pria paruh baya tersebut.


“Aku punya koin emas. Ini adalah rumah judi, jadi, jika aku memiliki koin emas, itu adalah hak ku untuk membeli apapun yang aku mau.” ucap Yi Yun acuh tak acuh.


Kerutan muncul di dahi para kultivator di tempat itu saat mendengar apa yang Yi Yun katakan.


“Tho Ghel, biarkan anak ini mencoba. Aku ingin melihat wajahnya saat menangis karena kehabisan koin emas, Ha-ha-ha!” Seorang pria paruh baya langsung berbicara sambil tertawa karena ia ingin menunggu Yi Yun merasakan putus asa.


Tho Ghel pun mengerutkan keningnya dan menatap Yi Yun dengan seksama. Ia tentu tau bahwa Yi Yun sebelumnya berpergian bersama beberapa kultivator ke ruangan milik atasannya, Wang Shu.


“Yi Yun.. apakah kau serius ingin mencoba membeli batu batu ini?” Ye Zhong yang tiba di belakang Yi Yun pun langsung bertanya.


“Tentu saja. Jadi, berapa harga batu ini?” Tanya Yi Yun kepada Tho Ghel.


“Batu yang ada di lantai ini seharga 5.000 koin emas per satuannya.” Balas Tho Ghel.


“Oh? Semahal itu?” Yi Yun sedikit terkejut mendengarnya.


“Apa kau akan langsung menyerah nak? Aku tau kau pasti tidak memiliki koin sebanyak itu. Pergilah kembali kepada ibumu.” ucap satu kultivator dengan senyum mengejek.


“Persetan ibumu!” Balas Yi Yun acuh tak acuh.


Semua para kultivator yang ada di tempat itu tercengang dengan apa yang Yi Yun katakan.


Kultivator yang sebelumnya menghina Yi Yun pun melebarkan matanya dan tawa ejekan yang menghiasai wajahnya pun lenyap seketika. “Apa katamu bocah? Apa kau ingin mati?” Tanyanya dingin sambil mengeluarkan auranya yang memiliki tingkat kultivasi Alam Roh tahap kedelapan.


“Diam atau aku akan memenggalmu!” Balas Yi Yun dingin dan auranya pun bocor, itu menampilkan tingkat kekuatan Alam Roh tahap ketujuh.


Keringat dingin bercucuran di dahi kultivator tersebut. Ia mundur selangkah demi selangkah karena merasakan sangat dekat dengan kematian. Ini adalah perasaan yang tidak terbantahkan sama sekali. Niat membunuh serta haus darah yang dikeluarkan Yi Yun terasa sangat nyata dan sudah bisa menindas seseorang.


“Monster!” Batin semua individu yang ada di sana.


“Yi Yun, tidak perlu melakukan hal seperti itu. Biarkan pecundang itu pergi, karena kau mungkin menimbulkan masalah yang tidak diperlukan.” ucap Ye Quan.


Yi Yun paham dan menarik kembali auranya dan menatap ke arah kultivator tersebut dengan tatapan jijik karena bahkan tidak berani berbicara lagi padahal dirinya hanyalah seorang anak anak saat ini.


Kultivator tersebut melototi Yi Yun dan Ye Quan. Ia merasa telah kehilangan wajah kali ini di depan generasi muda.


“Apa yang kau lihat? Pergilah sebelum aku berubah pikiran!” Kali ini Ye Zhong membuka suara dan auranya sedikit bocor. Ia berbeda dengan Ye Quan yang agak santai, ia lebih suka berterus terang agar seseorang yang lemah tidak mencari masalah pada mereka.


Kultivator tersebut semakin berkeringat karena tau bahwa memancing amarah kelompok yang salah karena bahkan ada pemuda dihadapannya yang memiliki kultivasi jauh diatasnya. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung berlari keluar seperti seorang pengecut.


Semua kultivator yang ada di sana terdiam melihat kejadian itu karena tentu saja tingkat kultivasi Alam Bumi tahap keempat sudah bisa dikatakan sangat tinggi. Beberapa dari mereka pun perlahan menjaga jarak karena merasa bahwa kelompok dua pemuda dan satu anak itu sangat tidak normal.


Karena pengganggu sudah pergi, Yi Yun pun langsung menghampiri batu-batu besar untuk mencari batu mana yang memiliki benda berharga di dalamnya.


Tidak ada lagi yang menghalangi Yi Yun karena mereka tentu takut dengan aura yang baru saja dikeluarkan oleh Ye Zhong.


Ye Zhong dan Ye Quan pun mengikuti Yi Yun dengan seringai di wajah mereka karena tidak sabar untuk menghina Yi Yun karena saat seperti inilah waktu yang tepat untuk melakukannya. Tentu saja mereka sudah lumayan akrab dengan Yi Yun karena bepergian bersama lebih dari seminggu, banyak hal yang mereka bahas di tengah jalan karena Yi Yun memang bagian dari kelompok mereka saat ini.


“Sistem, periksa batu satu persatu dan buat pemberitahuan ketika ada benda berharga di dalamnya.” Perintah Yi Yun di benaknya karena tidak mau membuang waktu dengan melihat semua pemberitahuan yang bertuliskan sampah.

__ADS_1


[Dilaksanakan, Sistem akan memberi pemberitahuan ketika ada benda di dalam batu yang memiliki nilai kelipatan atau lebih dari biaya pembelian]


[Mulai memeriksa]


Yi Yun pun tersenyum kecil dan perlahan melewati satu per satu batu dengan sangat lambat dan tampak seperti ia sedang memeriksanya.


Kerutan muncul di dahi Yi Yun ketika ia telah melewati hampir dua puluh batu dan tau bahwa rumah judi batu memang tempat yang tidak boleh dipegang jika tidak memiliki trik curang sepertinya.


Sementara itu, Ye Zhong dan Ye Quan terus mengikuti Yi Yun dengan senyum aneh dan mempersiapkan kata-kata untuk menjatuhkan Yi Yun.


[Ding!]


[Terdeteksi benda berharga yang memiliki nilai jual dengan kemungkin lebih dari dua kali harga beli menggunakan koin emas]


Yi Yun menyeringai. Walaupun Sistem tidak memberitahu tentang isinya, itu tidak penting. Hal terpenting adalah ia bisa menjual benda tersebut untuk mengumpulkan koin emas yang banyak.


Di depan batu yang tidak terlalu besar, Yi Yun tampak terdiam beberapa saat yang membuat banyak kultivator di sana menunggu apakah Yi Yun memang mau membuang 5.000 koin emas untuk mencoba keberuntungannya.


Setelah beberapa saat, Yi Yun pun mengeluarkan kantong yang lumayan besar dan melemparkannya ke arah Tho Ghel. “Buka batu ini.” Ia menunjuk ke arah batu yang memiliki warna sedikit aneh sedikit berbeda dari yang lainnya.


Tho Ghel menangkap kantong tersebut dan menghitung jumlah koin emas. Ia pun mengangguk kecil setelah selesai memeriksanya. Ia pun perlahan berjalan ke arah batu yang di tunjuk oleh Yi Yun dan langsung mengeluarkan pedang aneh yang memiliki aura sedikit mirip dengan batu.


Sraing! Sraing! Sraing!


Tebasan demi tebasan pun dilancarkan yang membuat batu tersebut tampak seperti bongkahan batu yang bisa dibuka dengan rapi.


Bluk! Bluk! Bluk!


Batu-batu perlahan berjatuhan dan menampilkan isinya.


Mata Ye Zhong dan Ye Quan sangat bersemangat karena sangat ingin mempertahankan Yi Yun saat ini. Tetapi wajah mereka berkerut karena batu itu memiliki isi.


Para kultivator lainnya pun penasaran dengan apa isinya dan menatap sebuah benda yang tampak familiar bagi semua kultivator.


“Hm? Bukankah itu sebuah tungku?” Tanya para kultivator terkejut.


Bahkan Tho Ghel merasa heran dengan keberuntungan Yi Yun yang langsung menemukan sebuah benda di dalam batu hanya dengan sekali percobaan.


“Oh? Tampaknya aku sangat beruntung.” ucap Yi Yun sedikit riang dan menatap ke arah Tho Ghel, ”Hei pria tua, hitung nilai benda ini!” Perintahnya.


Tho Ghel berkedut mendengar perintah Yi Yun tetapi ia langsung menghitung nilainya.


Para kultivator pun menunggu Kata-kata Tho Ghel karena penilaian sangat jarang meleset bagi para pengelola ruangan agar tidak ada yang mengeluh tentang pelayanan rumah judi batu.


Setelah memeriksa, wajah Tho Ghel bergerak-gerak sedikit lalu berbicara, “Tungku ini adalah benda yang dibuat dengan cara penempaan model lama dengan bahan berkualitas, ini akan dihargai dengan nilai 17.000 koin emas.”


“Ha-ha-ha, baik, aku menjualnya. Tampaknya dengan koin emas itu, aku memiliki kesempatan untuk memilih sebanyak tiga kali lagi,” ucap Yi Yun tertawa senang.


Para kultivator memasang wajah sedikit gelap karena pejudi baru lebih beruntung dari pada mereka yang lebih berpengalaman dalam menilai batu.


Sementara itu, Ye Zhong dan Ye Quan terdiam karena tidak menyangka bahwa keberuntungan Yi Yun ternyata sangat bagus. Tetapi keduanya tidak tau bahwa Yi Yun menggunakan cara curang untuk meraup untung sebesar-besarnya.

__ADS_1


__ADS_2