Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 382 - Serangan Binatang Roh


__ADS_3

Danau Abadi


Kelompok Yi Yun mendarat di jarak yang cukup jauh dari tiang batu raksasa.


“Aura di sini sangat mirip dengan yang ada di pinggiran Danau Abadi!” ucap Long Zhi yang baru saja mendarat.


“Ini adalah qi Abadi, qi satu tingkat lebih tinggi dari qi yang bisa kita gunakan.” ucap Yi Yun.


“Qi Abadi? Apakah ini bentuknya? Dari mana kau tau hal ini Yun’er? Guruku memang menjelaskan tentang qi Abadi, tetapi bahkan dia tidak tau secara pasti seperti apa qi Abadi itu.” Ouyang Liu-Li menatap Yi Yun dengan curiga. Sesuatu seperti ini yang bahkan tidak diketahui oleh para penguasa di Benua Cahaya, dapat diketahui oleh Yi Yun.


“Aku menemukannya ketika berada di Benua Kegelapan.” ucap Yi Yun acuh tak acuh lalu menatap ke arah tiang batu raksasa dengan seksama.


Ouyang Liu-Li terdiam untuk beberapa saat. Ia tau bahwa Yi Yun pasti menyembunyikan sesuatu tetapi ia tidak bertanya lagi.


“Ayo pergi, tempat ini pasti menyimpan banyak rahasia. Dan aku penasaran bagaimana bisa benda-benda itu terlempar ke Danau Abadi. Dan juga, tentang eksistensi misterius yang jatuh di masa lalu di Danau Abadi juga pasti tersimpan di tempat ini.” ujar Yi Yun saat ia bergerak ke arah atas pohon lalu melompat ke cabang pohon lainnya.


Kelompok Yi Yun hanya mengikuti dari belakang. Dan tujuan mereka memang sudah pasti, yaitu tiang batu raksasa yang terhubung ke arah Danau Abadi.


Saat kelompok Yi Yun bergerak, mereka sering kali berputar arah karena sangat banyak binatang roh yang kuat di sana.


Yi Yun menduga bahwa suatu hari nanti, semua binatang roh itu akan berevolusi ke tingkat Abadi. Hanya masalah waktu semua itu terjadi, dan menurutnya tentang qi Abadi yang beredar, itu pasti belum lama.


Jika itu sudah lama beredar, sudah pasti akan ada binatang roh yang mencapai tingkat Abadi dan sudah pasti siapapun yang masuk ke tempat itu akan mati.


“Tampaknya lama bagi kita mencapai tempat itu karena kita harus terus mengambil jalan memutar.” ucap Yu Ruyan.


“Ya, jika kita terbang, binatang roh yang bisa terbang akan langsung mengincar kita. Walaupun lama, lebih baik dari pada menghabiskan waktu dan tenaga untuk melawan semua binatang roh terbang tersebut. Lagi pula, lihatlah di bukit kecil sana, jumlah binatang roh yang bisa terbang mencapai angka ratusan. Itu bukan sesuatu yang mudah untuk dihadapi.” ucap Ouyang Liu-Li karena ia sudah memperhatikan situasi semua tempat yang tidak jauh dari lokasi mereka saat ini.


Yi Yun tidak berbicara dan terus bergerak secepat yang ia bisa diantara pepohonan. Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di sebuah sungai yang memisahkan tempat mereka berada dengan tempat tiang batu raksasa berada.


“Apakah kita akan terbang?” Tanya Xiao Moxian menatap ke arah Yi Yun.


“Ya, sungai ini mungkin berbahaya. Tetapi kita tidak bisa terbang terlalu tinggi, jika tidak, kita akan di buru oleh binatang roh terbang itu. Jarak tempat ini dengan sarang mereka sangat dekat.” ucap Yi Yun saat mengeluarkan Sayap Kelelawar Iblis Surgawi.

__ADS_1


Ouyang Liu-Li yang menatap itu langsung memeluk Yi Yun dengan senyum menampilkan giginya yang putih.


“Wanita ini...” Xuan Yuqie menggertakkan giginya dengan kuat. Giginya sangat gatal karena ingin menggigit Ouyang Liu-Li menjadi beribu-ribu keping. Ia sangat menyesal menampilkan sayapnya yang belum lama ini ia pelajari ketika mencapai Tingkat Alam Sage tahap pertama.


Jika saja ia tidak menunjukkan sayapnya, Xuan Yuqie sangat yakin bahwa dirinyalah yang akan di bawa oleh Yi Yun.


Untuk Xiao Moxian, ia juga semakin jengkel ketika melihat Ouyang Liu-Li menempel pada suaminya seperti lem.


Sedangkan untuk Long Zhi, karena merasa bahwa udara di dekatnya di penuhi oleh bubuk mesiu, ia langsung menjaga jarak.


“Long Zhi, bawa aku bersamamu.” ucap Yu Ruyan.


Long Zhi hanya mengangguk tidak peduli sama sekali. Ia sama sekali tidak tertarik pada wanita saat ini karena ia merasa bahwa wanita hanya akan mempengaruhi kecepatannya mengayunkan tinjunya.


Sedangkan Yi Yun, ia merasa tidak berdaya saat ini karena merasakan tatapan panas dari Xiao Moxian dan Xuan Yuqie. Tetapi ia hanya diam dan langsung terbang membawa Ouyang Liu-Li bersamanya.


Kelompok Yi Yun pun langsung terbang melewati sungai yang cukup lebar tersebut. Dari udara, mereka dapat memperhatikan bahwa aliran sungai itu menuju danau tempat binatang roh Buaya berkumpul.


[Host disarankan untuk menghindar]


Bussssh!


Dari dalam air, ular yang sangat panjang langsung melesat ke udara yang membuat kelompok Yi Yun terkejut.


“Menghindar!” Teriak Yi Yun saat ia terbang dengan kecepatan penuhnya dan berbelok beberapa kali.


Ouyang Liu-Li yang di peluk oleh Yi Yun dan Yu Ruyan yang bersama dengan Long Long Zhi langsung mengeluarkan senjata masing-masing.


Sraing! Sraing! Sraing!


Banyak ular yang langsung di penggal di tempat.


Jumlah ular yang ada di dalam sungai itu melebihi apa yang di perkirakan oleh kelompok Yi Yun. Tetapi cara untuk pergi ke sisi lain hanya melewati sungai tersebut.

__ADS_1


Darah yang sangat banyak pun mewarnai sungai menjadi merah. Dan bau darah itu langsung menarik perhatian banyak binatang roh lainnya.


Di bukit kecil yang merupakan sarang dari binatang roh kuno yang mirip dengan Pteranodon, langsung melihat ke arah sungai.


“Khaaaa....” puluhan binatang roh itu berteriak keras dan langsung terbang ke arah tempat kelompok Yi Yun berada.


“Yun’er, burung-burung itu mendekat!” Teriak Ouyang Liu-Li sekuat tenaga saat terus mengayunkan pedangnya.


Wajah Yi Yun gelap karena teriakan Ouyang Liu-Li. Tetapi ia tidak bisa mengeluh saat ini dan berkata, “Liu-Li, pegang erat-erat, aku akan menyerang juga!”


Yi Yun mengeluarkan Pedang Darah dan langsung berjaga-jaga ketika sekelompok binatang roh itu datang.


Hal yang sama juga terjadi pada Long Zhi, Xiao Moxian dan Xuan Yuqie.


“Khaaaaa...”


Ketika kelompok Yi Yun terbang kegi tinggi agar tidak dapat dijangkau oleh binatang roh ular, para binatang roh di udara pun tiba.


Yi Yun dengan wajah gelap langsung memutar tubuhnya dengan cepat dan mengayunkan kakinya.


“Tendangan Pembelah Suara!”


“Teknik Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah!”


“Gaya Pertama, Tebasan Abadi!”


Sraing! Sraing! Sraing!


Serangan Yi Yun langsung menerjang ke arah tempat beberapa Binatang roh tingkat Alam Sage tahap kedua dan langsung membelahnya seketika.


Tetapi, binatang roh burung lainnya membuat Yi Yun terkejut karena tubuh mereka di tutupi oleh api.


Dan Yi Yun tau bahwa melawan semua binatang roh yang dapat mengendalikan api pasti akan sangat sulit, tetapi kelompoknya harus melakukannya karena jika tidak, mereka akan menjadi makanan bintang roh.

__ADS_1


__ADS_2