Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 165 -


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Langit


Bom! Bom! Bom!


Bentrokan terjadi di dalam ruangan tersebut. Suara pertarungan terus-menerus terdengar tanpa henti antara Yi Yun, Wang Shu dan Ye Mo melawan Ci Zhao dan empat bawahan Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga.


Saat ini, Wang Shu dan Ye Mo melawan dua sekaligus kultivator tingkat Alam Langit.


Sementara Yi Yun, ia berhadapan langsung seorang diri melawan Ci Zhao.  Meskipun ia telah melawan Anubis dan Iblis secara berturut-turut, dengan Vena Mendalam Dewa Pembantaian yang telah berevolusi, ia memiliki qi dua kali lebih banyak sehingga ia masih terus mampu bertarung dengan seseorang sekaliber Ci Zhao.


Tring!


Pedang Yi Yun pun bentrok secara langsung dengan pedang Ci Zhao yang membuat qi dalam jumlah yang sangat besar meledak ke segala arah.


“Bocah ini! Bagaimana bisa qi-nya tidak habis-habis setelah melawan dua makhluk mengerikan?” Batin Ci Zhao dengan wajah muram. Ia kini sudah sedikit takut dengan Yi Yun karena memang benar bahwa ia tidak pernah melihat seseorang seperti Yi Yun di mana pun.


Bukan hanya kemampuan untuk melawan tahapan yang lebih tinggi, persediaan qi-nya juga seperti tidak ada batas sama sekali.


Yi Yun yang menatap wajah muram Ci Zhao pun menaikkan sudut bibirnya. “Apakah hanya ini kemampuanmu?” Tanya Yi Yun dengan senyum mengejek.


Ci Zhao semakin marah karena Yi Yun menghinanya secara terang-terangan.


“Dasar sialan! Aku akan membunuhmu!” Ci Zhao yang hampir tidak pernah merasakan penghinaan seumur hidupnya pun langsung menyerang sekuat tenaga ke arah Yi Yun setalah menarik pedangnya sejenak.


“Mati!”


Yi Yun yang menatap itupun menyeringai kejam. Ia pun langsung menunduk karena sudah melihat pergerakan Ci Zhao menggunakan teknik Kehalusan Menit.


Sraing!


Karena amarah, Ci Zhao kehilangan akal sehatnya. Ia menyerang secara membabi buta ke arah Yi Yun.


Yi Yun yang telah menunduk pun langsung membuat kuda-kuda dan menyerang sekuat tenaga yang ia bisa karena memang tidak mau membuang waktu sama sekali.


“Teknik Pedang Bintang Kekacauan!”


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Yi Yun pun mengayunkan pedangnya ke arah leher Ci Zhao.

__ADS_1


Ci Zhao tersadar dari kemarahannya ketika menatap pedang berwana merah yang kini sudah sangat dekat dengan lehernya. Instingnya bertahan hidup sangatlah baik sehingga reaksinya untuk menghindari kematian luar biasa cepat.


Sraing!


Yi Yun layaknya sebuah kilatan cahaya merah dalam sekejap melewati Ci Zhao sambil mengayunkan pedangnya.


Srak!


Mata Ci Zhao melebar karena ia merasakan sakit luar biasa di lehernya. Darah yang lumayan banyak menyemprot seketika karena ia tidak bisa menghindari tebasan Yi Yun sepenuhnya. Jika saja ia tidak mencoba menghindar sebelumnya, sudah pasti lehernya akan terpenggal seketika.


“Pedang Langit Cerah!”


Karena sangat marah, Ci Zhao menguras semua qi yang ada di dalam tubuhnya lalu langsung berbalik dan menyerang sekuat tenaga ke arah Yi Yun.


“Teknik Pedang Bayangan!”


“Ilusi Bayangan!”


“Aaaaaa!” Ci Zhao berteriak sekuat tenaga sekaligus menyerang. Terlihat saat ini pedangnya dilapisi oleh qi luar biasa kuat sampai-sampai pedangnya hendak pecah.


Sraing!


Jrezh!


Namun, Yi Yun tiba-tiba saja tiba di belakang Ci Zhao yang membuat Ci Zhao menegang seketika.


Teknik yang digunakan oleh Yi Yun sebenarnya tidaklah luar biasa. Tetapi, jika musuh kehilangan akal sehatnya dan tidak memperhatikan dengan cermat, mereka tidak akan mungkin menemukan keberadaan Yi Yun.


“Tebasan Udara Kosong!”


Sraing! Sraing! Sraing! Sraing!


Yi Yun pun mengayunkan pedangnya sebanyak empat kali ke arah Ci Zhao tanpa ampun sama sekali.


Srak! Srak! Srak! Srak!


Jrezh!

__ADS_1


Darah yang sangat banyak menyemprot seketika ketika Yi Yun membelah Ci Zhao menjadi beberapa bagian. Ia tersenyum lebar ketika melihat darah yang menyebar ke segala arah.


Ci Zhao tidak akan pernah menyangka bahwa ia akan dibunuh begitu mudah oleh seseorang seperti Yi Yun. Jika ia masih hidup, ia pasti tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk menantang seseorang seperti Yi Yun.


[Ding!]


[Host telah membunuh kultivator tingkat Alam Langit tahap kedua, mendapatkan hadiah 170 Poin Sistem]


Mendengar pemberitahuan dari Sistem, Yi Yun menaikkan sudut bibirnya. Ia menatap ke arah bagian-bagian tubuh Ci Zhao yang telah ia belah-belah tanpa belas kasihan sama sekali.


“Selesai!” ucap Yi Yun saat mengibaskan Pedang Darah ke samping. Ia pun melirik ke arah tempat lainnya yaitu tempat pertarungan antara Wang Shu dan Ye Mo melawan bawahan Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga.


Pertarungan mereka masih terus berlanjut tanpa ada pemenang sama sekali karena Wang Shu dan Ye Mo masih merasa kesulitan melawan dua kultivator setingkat dengan mereka bersamaan. Jika saja mereka berdua telah terbiasa menggunakan kekuatannya, sudah pasti mereka tidak akan kesulitan sama sekali.


Di tempat lain, Xiao Moxian, Ye Zhong dan Ye Quan yang mengetahui bahwa Ye Mo dan Wang Shu kesulitan melawan kedua bawahan Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga pun mengerti seketika.


Xiao Moxian yang saat ini berada di hadapan Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga pun menyeringai.


“Kedua bawahan kalian tampaknya sedang sibuk? Apakah kalian ingin bermain?” Tanya Xiao Moxian dengan senyum lebar diwajahnya.


“Dasar ******! Apa kau tidak tau dengan siapa kau berbicara?” Teriak satu lagi bawahan Pangeran Kedua yang memiliki kultivasi tingkat Alam Bumi dengan nada yang sangat marah.


“Siapa dia? Aku rasa keduanya pastilah Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga Kerajaan Qin bukan? Namun, kalian harus paham satu hal! Reruntuhan ini bukanlah wilayah Kerajaan Qin!” ucap Xiao Moxian dengan nada yang sangat kejam. Ia pun mengeluarkan pedang miliknya dan langsung melesat ke arah Pangeran Ketiga pertama.


Bahkan untuk Ye Zhong dan Ye Quan juga langsung bergerak menuju Pangeran Kedua karena mereka tentu tau apa maksud dari yang dilakukan oleh Xiao Moxian.


“Jangan remehkan aku ******!” Teriak Pangeran Ketiga sekuat tenaga saat ia mengambil pedang dari cincin ruang miliknya lalu mengayunkannya ke arah Xiao Moxian.


“Sangat lemah.” ucap Xiao Moxian dengan nada mengejek. Ia pun langsung menghindari tebasan yang dilancarkan oleh Pangeran Ketiga.


Xiao Moxian yang menghindar pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. Ia tidak menahan diri sama sekali melawan seseorang yang membuatnya jijik seperti Pangeran Ketiga.


“Matilah!” ucap Xiao Moxian sambil mengayunkan pedangnya.


Sraing!


Di tempat lain, ketika kedua bawahan Pangeran Ketiga sedang melawan Ye Mo, keduanya pun terkejut ketika Xiao Moxian menyerang Pangean Ketiga.

__ADS_1


“Hentikan!” Teriak mereka berdua sekuat tenaga.


Ye Mo yang sedang melawan mereka berdua pun tersenyum kejam karena akhirnya kesempatan untuk menghabisi kedua pengawal pribadi Pangeran Ketiga akhirnya tiba.


__ADS_2