
Yi Yun dan Ouyang Liu-Li terbang ke arah tempat kompetisi diadakan. Dengan kekuatan mereka saat ini, mereka akan sampai dalam waktu kurang dari satu minggu jika bergerak dari Kekaisaran Zhou berada.
Dari segala penjuru, banyak kekuatan besar, menengah dan kecil yang bergerak ke arah perbatasan. Tentu mereka semua ingin menonton kompetisi yang diselenggarakan dalam waktu 20 tahun sekali.
Kota tanpa nama yang terletak di perbatasan kedua Kekaisaran pun sudah sangat ramai. Pedang tak terhitung jumlahnya juga tiba lebih awal di sana karena tentu mereka semua akan mendapatkan untung yang sangat banyak dari acara tersebut.
Dan enam hari kemudian, Yi Yun dan Ouyang Liu-Li pun akhirnya tiba di kota tanpa nama.
“Inikah tempatnya? Apakah ini hanya perasaanku saja atau kota ini memang seluas kota utama Kekaisaran Zhou?” Gumam Yi Yun saat menatap kota yang tidak terlalu jauh lagi.
“Ya, kota ini hampir sebesar kota terbesar di bawah kekuatan Kekaisaran Zhou. Ini sangat wajar karena semua jalur perdagangan puncak akan berakhir di tempat ini. Selain dari itu, banyak Klan kuat yang tinggal di sini. Tetapi mereka tidak berani mencoba mengambil ahli kekuasan kota karena mereka pasti akan menjadi musuh dua Kekaisaran serta Klan kuat lainnya yang dapat menyaingi kekuatan dua Kekaisaran.” ujar Ouyang Liu-Li.
“Ayo pergi. Kita akan mencari tempat menetap sebelum kompetisi. Kita telah bergerak selama enam hari tanpa henti.” ucap Yi Yun sedikit lelah.
“Tempat untuk menatap?” Gumam Ouyang Liu-Li dan tanpa sadar pipinya memerah karena isi kepalanya mulai berfantasi. Karena ia melakukannya dengan Yi Yun berkali-kali selama empat hari, tentu ia ingin merasakan buah terlarang itu lagi setelah enam hari bepergian.
Yi Yun memutar bola matanya ke arah Ouyang Liu-Li. Ia menggelengkan kepalanya lalu terbang ke arah kota. Ia tidak mengerti mengapa Ouyang Liu-Li belum jera sampai saat ini padahal ia sengaja menghukumnya sampai-sampai Ouyang Liu-Li bahkan sulit berjalan.
Sementara itu, Ouyang Liu-Li langsung mengikuti sambil terus membayangkan adegan panas yang mereka lakukan. Ia tanpa sadar menyentuh kedua pipinya dan bergumam beberapa parah kata seperti sebuah mantra.
Ketika mencapai gerbang kota, Yi Yun langsung turun ke permukaan tanah lalu berjalan ke arah gerbang kota.
“Liu-Li, menurutmu kapan kompetisi akan berlangsung?” Tanya Yi Yun.
Ouyang Liu-Li sadar dari fantasinya dan langsung berkata, “Melihat waktu kepergian semua peserta dari Kekaisaran Zhou dan waktu kita mencapai kota ini, setidaknya akan ada lima hari lagi sebelum kompetisi.”
“Tampaknya kita masih memiliki banyak waktu.” Gumam Yi Yun dan ikut berbaris karena kota tersebut meminta pungutan biaya masuk.
Setelah hampir sepuluh menit, Yi Yun membayar biaya masuk untuknya dan Ouyang Liu-Li menggunakan Kristal Tiga Warna.
“Lihat! Tampaknya peserta dari Kekaisaran Jiang tiba sangat cepat! Mereka tampaknya sangat percaya diri menenangkan kompetisi!”
__ADS_1
“Lihat di sana! Dia adalah Pangeran Kekaisaran Jiang, Jiang Wei!”
Para kultivator berdiskusi satu per satu ketika menatap rombongan dari Kekaisaran Jiang.
Yi Yun dan Ouyang Liu-Li secara alami menatap kedatangan kelompok Kekaisaran Jiang.
Peserta dari Kekaisaran Jiang ada sepuluh orang. Tujuh peserta utama dan tiga peserta cadangan. Tujuh dari mereka adalah pria dan tiga adalah wanita.
“Jiang Wen?” Ouyang Liu-Li sedikit menyerit ketika menatap pemuda tampan, menggunakan pakaian sangat mewah serta mata yang terlihat sedikit jahat.
“Hm?” Jiang Wen yang merasakan sedikit permusuhan, menatap ke arah tempat Yi Yun dan Ouyang Liu-Li berada. Tanpa sadar, matanya berbinar seketika.
Jiang Wen dengan tergesa-gesa bergerak ke arah tempat Yi Yun berada. Semua peserta lainnya menatap ke arah Ouyang Liu-Li dan mereka hanya bisa terdiam saat ini.
Tentu saja Ouyang Liu-Li akan sangat terkenal, apa lagi itu di Kekaisaran Jiang. Sebab, Klan Tantai terletak di Kekaisaran Jiang.
“Nona Liu-Li, lama tidak bertemu. Apakah nona Liu-Li memiliki waktu untuk makan malam bersama?” Tanya Jiang Wen dengan nada sangat ramah seolah-olah dia adalah anjing penjilat yang sangat setia.
Bam!
Jiang Wen terpental lalu berguling-guling di permukaan tanah.
“Pangeran..!”
“Pangeran..!”
“Apakah anda baik-baik saja?”
Sejumlah besar pelayan langsung menghampiri Jiang Wen dengan gugup. Tetapi sebenarnya mereka sudah terbiasa jika itu menyangkut Ouyang Liu-Li.
“Sungguh mendominasi!” Jiang Wen bergumam dengan nada kagum lalu langsung berdiri. Ia menepuk-nepuk debu di tubuhnya lalu berjalan kembali ke arah Ouyang Liu-Li mengabaikan semua pertanyaan pelayannya.
__ADS_1
Sementara itu, Yi Yun terdiam karena tampaknya ada pria yang sangat tergila-gila dengan wanita gila seperti Ouyang Liu-Li. Ia menatap ke arah Ouyang Liu-Li dengan tatapan kosong penuh arti.
Ouyang Liu-Li merasa sedikit tidak nyaman di tatap oleh Yi Yun seperti itu. Ia merasa bahwa akan ada masalah jika ia tidak menjelaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan Jiang Wen yang selalu mengaku padanya sejak dulu.
Tetapi, jika Yi Yun mengetahui apa yang dipikirkan oleh Ouyang Liu-Li, ia hanya akan muntah di tempat.
“Nona Liu-Li..” Sebelum Jiang Wei kembali berbicara dengan nada menjilat, kata-katanya di potong oleh Ouyang Liu-Li.
“Bisakah kau menjaga jarak dariku? Aku tidak ingin suamiku berpikir yang tidak tidak kepadaku!” ucap Ouyang Liu-Li marah dengan wajah tenggelam.
“Su.. sua.. suami?” Jiang Wen yang awalnya tersenyum, berubah hijau seketika. Tubuhnya menegang di tempat karena merasa ia salah mendengar apa yang dikatakan oleh Ouyang Liu-Li.
Jiang Wen tanpa sadar melihat ke arah Yi Yun. Ia langsung mengukur Yi Yun dari atas ke bawah lalu berkata dengan nada tidak percaya, “Kau? Tidak mungkin! Tidak mungkin nona Liu-Li memiliki selera kepada bocah sepertimu!”
Yi Yun terdiam karena merasa bahwa membahas sesuatu seperti itu tidak memiliki manfaat sama sekali. Namun, ketika ia hendak ingin berbalik, Ouyang Liu-Li menariknya dan langsung menciumnya di depan umum.
Mata Yi Yun melebar dan tidak menyangka bahwa Ouyang Liu-Li akan seberani itu.
Sementara itu, Jiang Wen melebarkan matanya seperti lonceng tembaga. Mulutnya terbuka lebar dan bahkan rahangnya bisa saja jatuh ke permukaan tanah.
Setelah melepaskan ciuman, Ouyang Liu-Li berkata dengan dingin. “Apa kau puas! Yun’er adalah suamiku dan jangan pernah datang ke hadapanku lagi!”
Ouyang Liu-Li menarik Yi Yun yang tampak sedikit malu ke arah dalam kota.
Sementara itu, Jiang Wen tampak menatap ke arah langit dengan mata kosong serta mulut terbuka. Gumpalan putih tampak ingin terbang dari dalam mulutnya.
“Tidak! Pangeran akan mati!”
“Selamatkan Pangeran!”
Para pelayan Jiang Wen langsung berkumpul dengan panik mencoba memasukkan aura putih yang ingin kabur dari dalam mulut Jiang Wen.
__ADS_1
Sementara itu, semua anggota kelompok Jiang Wen hanya bisa terdiam seribu bahasa karena merasa pangeran dari Kekaisaran Jiang sangat konyol bersama dengan pelayannya.