Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 68 - Kompensasi


__ADS_3

Ketiga Patriak klan tersebut memasang wajah yang sangat muram saat ini. Ketiganya sadar bahwa wanita yang hanya duplikat tersebut jauh lebih kuat dari pada Zu Shan, salah satu kultivator terkuat di Dunia Bintang Hijau.


“Bagaimana kalian ingin mati?” Tanya Tantai Lingyan dingin dan ia mengangkat tangannya, qi perlahan terkumpul dari tubuhnya sendiri yang membuat wujudnya semakin kabur.


Bunga hitam yang seukuran telapak tangan muncul, bunga itu memancarkan aura yang begitu mencekam sehingga jarak satu meter dari bunga hitam tersebut terlihat berdenyut.


“Tolong tunggu dulu, kami bisa menjelaskannya.” Song Feng yang sangat takut mati pun ingin bernegosiasi karena merasa jika mereka bisa kabur, tubuh asli wanita itu akan memburu mereka bersama dengan klan mereka dikemudian hari.


“Katakan cepat! Aku tidak mau buang-buang waktu!” Balas Tantai Lingyan karena waktu yang tersisa sebelum duplikatnya hilang adalah dua menit.


Lalu Song Feng pun menjelaskan dengan singkat apa yang terjadi sehingga Tantai Lingyan mau melepaskan mereka.


“Aku tidak peduli sama sekali, karena kalian memburu muridku, aku akan memburu kalian ke ujung dunia ini!” ucap Tantai Lingyan yang membuat wajah ketiga Patriak pucat pasi seperti pantat ayam.


“Dengarkan, kami akan memberikan kompensasi atas hal ini!” Li Sou yang lumayan bijak pun langsung membuka suara.


Di kejauhan, mata Yi Yun cerah seketika. “Liu-Li.. katakan kepada Gurumu agar meminta tas kosmos mereka!” ucapnya buru-buru.


Ouyang Liu-Li menatap Yi Yun dengan mata bau karena begitu tergila-gila dengan harta.


“Apa yang kalian berikan sebagai kompensasi?” Tanya Tantai Lingyan karena ia juga merasakan bahwa dunia tempat muridnya berada sangat berbeda dengan tempat mereka.


“Kami akan memberi-..” Sebelum Li Sou menyelesaikan kata-katanya, suara Ouyang Liu-Li terdengar.


“Guru, aku ingin tas kosmos mereka bertiga. Jika mereka memberinya, kita akan berdamai!” Teriak Ouyang Liu-Li dari kejauhan yang membuat wajah ketiga Patriak menjadi semakin jelek.


Tantai Lingyan bingung sebenarnya apa itu tas kosmos, tetapi ia tetap mengangguk, juga, ada hal yang menurutnya janggal saat ini, bahasa yang ia pelajari dengan singkat tampak mirip dengan bahasa di tempat tertentu sehingga ia bisa berbicara dengan para kultivator di Dunia Bintang Hijau.


“Aku sudah mempelajari bahasa ini. Tetapi.. apa hubungan mereka dengan dunia ini? Ketika aku pudar, semua ingatan yang aku miliki saat ini akan kembali kepadaku, aku akan memeriksa catatan kuno itu lagi.” Batin Tantai Lingyan.


“Serahkan tas kosmos kalian. Aku akan menghitung mundur dari tiga, jika tidak, kalian akan mati bersama dengan semua yang berhubungan dengan kalian!”


“Tiga.. dua..”

__ADS_1


Ketiga Patriak pucat mendengar ancaman tersebut dan buru-buru melempar tas kosmos mereka kepada Tantai Lingyan.


Saat menangkap ketiga tas kosmos, Tantai Lingyan semakin membenarkan spekulasinya karena ada catatan tentang benda tersebut.


“Enyahlah, dan jika kalian mengganggu muridku lagi, kalian akan tau akibatnya!” Ancam Tantai Lingyan sekali lagi.


Ketiganya pun buru-buru pergi dari tempat itu karena takut Tantai Lingyan berubah pikiran. Mereka bertiga saat ini menyesal telah mengejar Yi Yun dan Ouyang Liu-Li karena bertemu dengan pendukung yang mereka pikirkan selama ini. Dan hanya untuk duplikat saja, ketiganya sama sekali tidak mampu melawan, bagaimana bisa mereka tetap tenang jika mencoba melawan? Mereka berpikir bahwa ketika mereka tidak patuh, suatu hari nanti klan mereka akan binasa.


Melihat kepergian ketiga Patriak, Tantai Lingyan pun menghilang dan muncul di depan Ouyang Liu-Li dan Yi Yun.


“Katakan Liu-Li, di mana kalian saat ini,” ucap Tantai Lingyan.


“Guru, seperti ini..” Ouyang Liu-Li pun menjelaskan semuanya kepada Gurunya.


Mendengar penjelasan Ouyang Liu-Li, Tantai Lingyan berkerut karena tidak menyangka bahwa akan ada tempat seperti itu di Lembah Kematian.


“Baik, Guru mengerti. Jika dalam waktu satu bulan kalian belum keluar, Guru akan mencari cara untuk mengeluarkan kalian. Ketika kau sudah keluar, langsung kirim pesan kepada Guru,” ucap Tantai Lingyan.


Tantai Lingyan puas dengan sikap murid pertamanya itu walaupun ia heran kenapa muridnya meminta tas kosmos.


“Ini tas kosmos yang kau minta. Jika begitu, Guru pergi dulu, usahakan untuk tidak menggunakan kristal duplikat, jika kalian tidak bisa keluar, gunakan itu agar Guru mengetahui apa yang harus dilakukan,” ucap Tantai Lingyan dan memberi tiga tas kosmos sambil menatap Yi Yun dan mencoba menghafal wajahnya karena sampai saat ini masih penasaran dengan siapa Yi Yun sebenarnya.


“Baik Guru!” Ouyang Liu-Li mengangguk kecil dan menerima tas kosmos.


Setelah itu, Tantai Lingyan yang masih memiliki waktu kurang dari 30 detik pun langsung membuat gerakan membubarkan diri serta teknik tertentu agar tetap membawa ingatannya ke tempat asal mereka.


Zhep!


Setelah Tantai Lingyan hilang, Yi Yun yang bersemangat langsung melayang di depan Ouyang Liu-Li.


“Liu-Li, berikan aku tas kosmos itu!” ucap Yi Yun bersemangat yang membuat Ouyang Liu-Li cemberut. Kini ia tau bahwa selain pertarungan dan latihan, hanya harta Karun yang masuk ke mata Yi Yun.


**

__ADS_1


Sekte Seribu Bunga


Tantai Lingyan yang saat ini sedang melatih Yan Chenyu, merasakan beberapa informasi masuk ke dalam kepalanya.


“Oh? Sungguh tempat yang menarik. Apakah tempat itu memiliki hubungan dengan mereka? Jika ya, tidak akan sulit mencari cara mengeluarkan Liu-Li dari tempat itu jika mereka tidak bisa keluar.”


“Dan anak itu..” Tantai Lingyan menghentikan kata-katanya dan menatap ke arah Yan Chenyu yang sedang berlatih keras bersama dengan Huan Caiyi.


“Aku tidak menyangka bahwa bocah kecil itu telah mencapai tingkat Alam Roh tahap ketujuh, kecepatan kultivasinya sungguh menakjubkan dan bahkan lebih tinggi dari Yan Chenyu.” Gumam Tantai Lingyan. Ia saat ini semakin penasaran apa sebenarnya yang membuat Yi Yun terlihat menjadi salah satu jenius puncak. Dan yang lebih membuatnya bingung, bagaimana cara muridnya Liu-Li tertarik dengan Yi Yun dan membawanya berkelana bersama.


“Tampaknya aku harus meningkatkan pelatihan Yan Chenyu, jika tidak, akan memalukan jika kultivasi adiknya lebih tinggi darinya, mungkin aku akan merasa malu juga karena telah melatih Yan Chenyu yang memiliki bakat tinggi sementara anak itu bisa lebih kuat dengan mengandalkan diri sendiri!” Batin Tantai Lingyan.


“Chenyu..” Tantai Lingyan memanggil muridnya tersebut.


Yan Chenyu yang sedang latih tanding dengan Huan Caiyi pun menghentikan latihan mereka.


“Ada apa Guru?” Tanya Yan Chenyu dengan nada lelah karena latihan berat yang ia terima. Ini adalah latihan terakhir setiap hari yaitu latih tanding dengan Huan Caiyi.


“Latihan hari ini telah selesai, besok aku akan meningkat porsi latihan kalian berdua.” ucap Tantai Lingyan.


Yan Chenyu dan Huan Caiyi menegang mendengarnya karena latihan mereka saat ini pun sudah dikatakan sangat berat.


Melihat tubuh kedua anak itu kaku, Tantai Lingyan langsung berbicara sesuatu untuk membangkitkan semangat mereka berdua.


“Aku telah menerima pesan bahwa adikmu Yi Yun telah mencapai tingkat kultivasi Alam Roh tahap ketujuh!”


Mendengar kata-kata Tantai Lingyan, Yan Chenyu dan Huan Caiyi bergetar karena jarak mereka dengan Yi Yun sangat lebar.


Keduanya pun memasang ekspresi serius saat ini karena tidak ingin menjadi beban untuk Yi Yun dikemudian hari.


“Baik Guru, tingkatkan porsi latihan kami!” ucap Yan Chenyu dengan penuh tekad. Huan Caiyi juga mengangguk serius karena setuju dengan apa yang dikatakan kakaknya.


Tantai Lingyan tersenyum kecil dan tau bahwa dengan nama Yi Yun, keduanya pasti semakin giat berkultivasi.

__ADS_1


__ADS_2