
Reruntuhan Kerajaan Langit
Bom! Bom! Bom!
Di ruangan yang sangat luas dan diisi oleh makam tertentu, suara pertarungan besar pun terjadi.
Satu sosok memegang tongkat dengan pakaian Kerajaan pun terlihat sedang melawan banyak kultivator seorang diri. Ia adalah sosok yang keluar dari dalam Malam yang ada di ruangan tersebut atau lebih tepatnya ia adalah penjaga Makam tersebut.
“Serang!”
Beberapa kultivator yang muncul di sekitar sosok tersebut pun langsung mengayunkan senjata mereka masing-masing sekuat tenaga.
Sosok tersebut melirik ke sana ke mari dan langsung melambaikan tongkatnya.
Wusssh!
Api biru kehitaman pun langsung menyebar ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi dan menghempaskan semua kultivator yang awalnya menyerang sosok tersebut.
“Sial!” Para kultivator pun semakin muram karena bahkan untuk mendekat pun, mereka hampir tidak mampu.
Zhep!
Tiba-tiba saja, sosok Iblis yang dari semula ikut bertarung pun muncul di belakang sosok tersebut sambil mengayunkan lengannya sekuat tenaga ke arah sosok tersebut.
Duar!
Ledakan besar terjadi tiba-tiba dan Iblis yang menyerang sebelumnya terpental sangat jauh. Tetapi terlihat bahwa Iblis tersebut tidak mengalami luka dari bentrokan tersebut.
“Sialan! Kenapa dia terbangun di saat-saat seperti ini?” Iblis itupun memasang wajah yang sangat marah saat ini. Ia melirik ke arah semua kultivator dan ia sebenarnya sangat ingin membunuh mereka semua tetapi, jika ia melakukan hal itu, mungkin ia tidak akan mampu melawan satu sosok penjaga makam. Oleh sebab itu, ia pun membiarkan mereka ikut melawan penjaga makam tersebut.
Di sisi lain, Xiao Moxian yang sedang menonton bersama kelompoknya tentu saja memasang wajah serius dari waktu ke waktu karena mereka tentu paham bahwa penjaga makam tersebut sangatlah kuat. Mungkin mereka juga akan membutuhkan usaha yang begitu besar untuk melawannya.
“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Xiao Moxian saat menatap ke arah makam yang terbuka membentuk sebuah kubus. Dari dalam makam, api hitam biru kehitaman terus-menerus merembes dan tidak bisa dimasuki sama sekali olah para kultivator lainnya. Itulah yang membuat Xiao Moxian dan kelompoknya hanya tetap diam.
__ADS_1
“Yi Yun telah menghilang begitu saja. Kita harus tetap menunggu di sini. Dia pasti akan kembali secepatnya!” ucap Wang Shu tanpa mengalihkan pandangannya dari penjaga makam yang sedang bertarung melawan semua kultivator termasuk Iblis.
Wang Shu juga menatap ke arah Iblis dari waktu ke waktu karena ia tentu tau bahwa Iblis tersebut mengincar Yi Yun dan Xiao Moxian. Karena Yi Yun tidak ada di sini, ia tidak mungkin membiarkan Iblis tersebut mendekat ke arah Xiao Moxian.
“Ya. Dia pasti akan kembali. Tetapi, aku bertanya-tanya, ke mana sebenarnya Yi Yun pergi? Kenapa dia menghilang begitu saja di depan makam?” Ye Mo mengerutkan keningnya. Ia juga tidak mengalihkan pandangannya dari Pertarungan yang tidak jauh di depannya.
Tidak ada yang membalas perkataan Ye Mo karena mereka semua juga tidak tau di mana Yi Yun saat ini.
Pertarungan terus berlanjut dan sudah sangat banyak kultivator yang jatuh di tangan penjaga makam.
Duar!
Pilar-pilar api berwana biru kehitaman pun meledak ke arah atas dan mencapai langit-langit ruangan tersebut. Suhu di tempat tersebut meningkat sangat drastis saat ini. Banyak dari kultivator di tempat tersebut yang terpanjang menjadi arang dalam sekejap.
“Suhu panas ini..” Ye Mo berkeringat saat merasakan panas teramat mengetikan. Ye Quan dan Ye Zhong juga merasakan panas luar biasa. Ketiganya hampir tidak tahan terhadap panas tersebut.
Sementara itu, Xiao Moxian hanya terlihat biasa saja karena ia memang memiliki Vena Mendalam yang membuatnya sangat kebal terhadap api dan suhu panas walaupun ketika ia mengeluarkan qi Api Suci, itu tidak terasa panas sama sekali sampai Api Suci miliknya membakar seseorang dan mereka pasti akan merasakan panas luar biasa.
Sementara itu, Wang Shu juga tidak merasakan apa-apa karena Vena Mendalam-nya memang menghasilkan panas juga dan pasti bisa melebihi suhu tersebut. Ia pun langsung melambaikan tangannya dan mengedarkan qi disekitarnya agar menghalangi panas agar tidak mencapai Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan.
“Kita harus tetap waspada padanya! Dia juga sangat berbahaya.” Balas Xiao Moxian.
Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan langsung mengangguk setuju dengan perkataan Xiao Moxian.
Ketika pertarungan masih berlanjut, terlihat banyak kultivator yang menatap kelompok Xiao Moxian dengan tatapan kebencian karena hanya menjadi penonton. Terutama Pangeran Kedua, Pangeran Ketiga dan Ci Zhao.
Beberapa saat kemudian, kelompok Xiao Moxian memasang wajah sedikit gelap karena penjaga makam menatap ke arah mereka yang memiliki jarak paling dekat dengan makam.
Pilar-pilar api pun perlahan menghilang, semua kultivator dan Iblis telah menjaga jarak dari penjaga makam.
Karena menurutnya kelompok Xiao Moxian ingin melakukan sesuatu terhadap makam, penjaga makam tersebut pun langsung melesat ke arah kelompok Xiao Moxian.
“Dia datang!” Wang Shu pun langsung mengeluarkan pedangnya dan mengerahkan semua qi-nya untuk melawan karena tau bahwa ia akan tewas jika bertarung setengah-setengah.
__ADS_1
Xiao Moxian, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun langsung bersiap-siap juga untuk bertarung.
Tetapi, ketika penjaga makam hendak mendekat, pusaran qi pun muncul diantara penjaga makam dan kelompok Xiao Moxian.
Penjaga makam sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut. Ia pun terus bergerak ke arah kelompok Xiao Moxian dan hendak mengayunkan tongkatnya yang telah diselimuti oleh api berwana biru kehitaman.
“Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah!”
“Gaya Pertama, Tebasan Abadi!”
Sraing!
Bilah qi berwana merah kehitaman pun langsung melesat ke arah penjaga makam tersebut.
Menatap serangan yang kuat mendekat, penjaga makam langsung terhenti di tempat lalu mengangkat tongkatnya ke arah samping lalu mengayunkannya ke arah depan.
Trang!
Bussssh!
Tebasan tersebut pun pudar dalam sekejap. Tetapi, penjaga makam tampak terhenti di tempat karena suatu hal ketika merasakan pecahan qi dari teknik tersebut.
Xiao Moxian, Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun terkejut ketika melihat bilah qi tersebut. Wajah mereka semua tampak bersemangat karena seseorang yang mereka tunggu akhirnya telah tiba.
Wusssh!
Pusaran qi pun menghilang dan saat ini terlihat satu sosok anak berusia 14 tahun yang sedang berdiri dengan mantap sambil memegang pedang berwana merah darah di tangan kanannya. Ia tentu tidak lain adalah Yi Yun yang baru saja keluar dari tempat bekas Klan Ren berada.
“Suami!” Seru Xiao Moxian bersemangat.
Yi Yun hanya diam dan memasang wajah gelap karena masih ingat tentang apa yang ia katakan hanya untuk kembali ke tempat tersebut.
“Sialan!” Yi Yun mengutuk Dewi Pembantaian sekali dan menatap ke arah penjaga makam dengan tatapan maut.
__ADS_1
“Karena suasana hatiku sedang buruk saat ini, lebih baik kau tidak melakukan apapun atau aku akan menghabisimu, Anubis!” ucap Yi Yun dingin saat qi Pembantaian menyelimuti seluruh tubuhnya.