
Drrrrtttt!
Saat ledakan terjadi, gua bawah tanah itupun berguncang keras karena hampir tidak mampu untuk menahan gelombang kekuatan teknik milik Tantai Lingyan.
“Berlindung!”
“Ledakan qi ini sangat kuat!”
Para kultivator tingkat Alam Bumi di tempat itupun mencoba untuk bertahan tetapi tetap saja dihempaskan ke tempat yang sangat jauh. Banyak dari mereka yang menerima cidera juga.
Namun, mereka semua sedikit bersemangat karena tidak menyangka bahwa akan ada tingkat kekuatan setinggi dua individu yang sedang bentrok. Mereka sangat menyadari bahwa tingkat Alam Raja bukanlah akhir dari jalan kultivasi hanya dengan menyaksikan bentrokan tersebut.
Yi Yun yang terpental pun menabrak sebuah tebing lalu menghancurkannya. Ia merasakan sakit di tubuhnya walaupun tidak terlalu parah.
“Sial! Sekuat inikah para kultivator yang telah mencapai tingkat Alam Sage? Sungguh luar biasa!” Yi Yun yang perlahan keluar dari tebing pun bergumam. Wajahnya tentu saja sangat bersemangat dan tubuhnya sedikit bergetar karena tidak sabar lagi untuk mencapai tingkat kekuatan seperti yang ditampilkan oleh Tantai Lingyan.
Namun Yi Yun sedikit berkedut saat melihat Xiao Moxian yang menempel padanya seperti lem padahal mereka sudah berada di permukaan tanah.
“Aku pernah melihat pertarungan setingkat itu ketika aku kabur dari klan Xiao.” ucap Xiao Moxian sambil terus menatap ke arah danau dikejauhan dengan kondisi hampir mengering karena teknik milik Tantai Lingyan.
“Xian’er.. bisakah kau turun lebih dulu? Kau seperti gurita yang menempel pada batang pohon.” Yi Yun berbicara dengan nada lelah saat menatap sikap Xiao Moxian.
“Hm?” Xiao Moxian sedikit cemberut karena merasa adalah hal biasa bagi seorang istri untuk memeluk suaminya seperti yang sering dilakukan oleh ibunya kepada ayahnya. Ia sering memperhatikan hal seperti itu tidak hanya di dalam keluarganya, tetapi anggota klan-nya juga sering melakukan hal seperti itu jika sudah menjadi suami-istri.
Dengan wajah sedikit tidak puas, Xiao Moxian pun turun dari tubuh Yi Yun yang sangat kecil.
Yi Yun mengabaikan wajah tidak puas Xiao Moxian saat ini. Ia pun langsung melesat ke arah tempat pertarungan untuk melihat dari dekat bagaimana tentang hasil pertarungan tersebut.
__ADS_1
“Suami..” Xiao Moxian sedikit geram karena Yi Yun bahkan tidak peduli dengannya. Ia pun langsung mengejar Yi Yun secepat yang ia bisa. Saat ini, karena racun di tubuhnya semula telah terhapus sepenuhnya, ia tidak kesulitan lagi menggunakan qi.
Di tempat ledakan terjadi, terlihat saat ini danau yang hampir mengering dan hanya menyisakan sekitar 1/16 air danau saja. Dari dampak itupun, sangat terlihat bahwa kekuatan serangan Tantai Lingyan memang sangatlah dahsyat.
Tantai Lingyan yang berada di udara sedikit kelelahan. Ia menggunakan sangat banyak qi selama pertarungan. Biasanya ia bisa bertarung selama berminggu-minggu tetapi kali ini, hanya bertarung dalam waktu beberapa jam saja sudah membuatnya sangat lelah karena ia tidak mungkin setengah-setengah melawan makhluk sekuat Raja Paus Xirus yang memiliki tingkat kultivasi jauh diatasnya. Jika saja Raja Paus Xirus tidak terluka parah oleh Yi Yun, ia tidak akan mau bentrok sama sekali dengan binatang spiritual tersebut.
Ketika menatap ke arah bawah, senyum Tantai Lingyan semakin lebar karena sudah sangat lama ia tidak bertempur habis-habisan seperti ketika ia masih sangat muda dahulu. Sudah lebih dari seratus tahun ia tidak bertarung menggunakan kekuatan penuhnya.
“Tampaknya ini adalah kemenanganku!” Gumam Tantai Lingyan saat menatap ke arah bawah.
Di danau yang kini terlihat dangkal, sosok Raja Paus Xirus telah terkapar setelah menerima serangan kekuatan penuh Tantai Lingyan. Dikarenakan ia tidak bisa menggunakan qi-nya dengan leluasa, ia pun tidak bisa melindungi tubuhnya saat menerima cidera parah.
“Manusia si-alan..” Raja Paus Xirus semakin marah. Ia tidak menyangka bahwa dirinya yang kuat dikalahkan oleh manusia dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap ketiga, enam tahap dibawahnya. Ini adalah penghinaan yang tidak tertahankan. Sebagai binatang spiritual dengan harga diri tinggi, tentu ia tidak akan menerima kekalahan seperti itu.
“Kau akan membayarnya!” Teriak Raja Paus Xirus saat tubuhnya bersinar terang. Guncangan hebat terjadi sekali lagi di reruntuhan tersebut yang membuat semua para kultivator ketakutan karena kali ini, aura yang terpancar dari tubuh Raja Paus Xirus membuat tekanan yang sangat besar di seluruh tempat.
Tetapi, Raja Paus Xirus tampaknya semakin tidak bisa diprediksi sama sekali yang membuat Tantai Lingyan tidak tau harus berbuat apa.
Zrrrt! Zrrrt!
Cahaya yang menyelimuti tubuh Raja Paus Xirus juga memercikkan petir berwarna biru yang sangat ganas.
Tantai Lingyan merasakan bahaya besar karena Raja Paus Xirus tampak seperti hendak meledak. Ia pun langsung menoleh ke arah Yi Yun dan Xiao Moxian yang perlahan mendekat ke arahnya.
“Dasar bocah bodoh!” Tantai Lingyan geram melihat Yi Yun yang tampaknya tidak akan takut pada apapun. Ia langsung melesat ke arah tempat Yi Yun berada karena ia merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika ledakan besar terjadi.
[Ding!]
__ADS_1
[Peringatan!]
[Peringatan!]
[Host disarankan menjauh karena ledakan besar akan terjadi. Ledakan tersebut dapat membuat tubuh Host luka parah dan sangat sulit dipulihkan bahkan menggunakan sangat banyak Poin Sistem]
Peringatan Sistem membuat Yi Yun langsung berhenti bergerak. Ia tau bahwa ia terlalu ceroboh saat mendekat ke arah tempat pertarungan saat ini. Ia pun berbalik dan langsung melesat ke arah Xiao Moxian yang sedang menuju ke arahnya.
Xiao Moxian sedikit bingung suaminya itu berbalik. Tetapi ia terkejut ketika Yi Yun langsung memeluknya dan langsung bergerak ke arah mereka datang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Suami.. ada apa?” Tanya Xiao Moxian buru-buru karena tampaknya Yi Yun sangat panik saat ini.
“Tidak ada waktu menjelaskan, kita harus menjauh!” Balas Yi Yun singkat.
Zhung!
Sebelum Xiao Moxian berbicara, cahaya menyilaukan terpancar dan ledakan besar terjadi dari arah tempat Raja Paus Xirus berada.
Duar!
“Sial!” Yi Yun mengutuk keberuntungannya saat ini.
Ketika ledakan hampir mendekat ke arahnya, Tantai Lingyan pun tiba di belakang Yi Yun dengan wajah kesal.
“Dasar bocah bau! Kau membuatku kerepotan setiap saat!” Geram Tantai Lingyan dan langsung menyelimuti Yi Yun dan Xiao Moxian menggunakan energi mendalamnya.
Mendengar suara Tantai Lingyan, Yi Yun merasa bahagia karena tampaknya Dewi Keberuntungan selalu menyertainya.
__ADS_1