Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 85 - Percakapan


__ADS_3

“Ayo kita ke lantai paling atas, ruangan seseorang yang aku kenal ada di sana,” ucap Ye Mo dan berjalan ke arah tangga yang mengarah ke arah atas.


Yi Yun, Ye Zhong dan Ye Quan hanya mengikuti.


Di sisi lain, Yi Yun masih tampak terus berpikir tentang cara mengumpulkan koin emas dalam jumlah yang banyak. Ia sekarang paham bahwa sumber daya sebenarnya di dunia yang datangi adalah emas yang mengandung energi atau qi khusus yang membuatnya sangat berharga. Jika dipikir-pikir kembali, ia masih bingung kenapa dimensi Bintang Hijau memiliki batu roh sementara dunia utama tidak ada sama sekali. Ternyata selama ini para kultivator menambang banyak sumber daya berharga itu dan menjadikannya alat pembayaran yang sah.


Ketika sedang berjalan menuju arah tangga, Yi Yun memikirkan sesuatu yang membuatnya sedikit bersemangat. Disaat mereka berempat naik ke lantai dua yang memiliki jumlah batu yang lebih sedikit dari pada lantai bawah, Yi Yun pun langsung melakukan hal yang ingin ia coba.


“Sistem, periksa semua isi batu!” Perintah Yi Yun dibenaknya. Jika apa yang ia pikirkan bisa saja terjadi, maka ia akan menjadi kaya rasa dalam sekejap mata tanpa perlu harus mencari koin emas dengan susah payah.


[Ding!]


[Mulai memeriksa semua batu]


[20% - 40% - 60% - 80% - 100%]


[Selesai menganalisis]


[Ding!]


[Sampah..]


[Sampah..]


[Mineral berharga...]


[Sampah..]


[Sampah..]


Pemberitahuan terus-menerus masuk ke dalam kepala Yi Yun yang membuatnya sedikit jengkel karena lupa bahwa sangat banyak batu di tempat tersebut, ia tidak mungkin memeriksanya semua dan Sistem tidak mengatakan sebelah mana dari batu yang berisi sampah atau benda penting.


“Cih! Tampaknya aku harus memeriksanya dengan Sistem nanti satu per satu.” Batin Yi Yun. Tetapi ia sangat bersemangat karena prediksinya memang benar bahwa Sistem memang bisa memeriksa isi dari batu tersebut. Ini adalah keahlian atau lebih tepatnya kemampuan curang.


Ye Mo melihat perubahan raut wajah Yi Yun, “Ada apa? Apa kau tertarik dengan batu-batu ini?” Tanyanya heran.


“Sedikit,” jawab Yi Yun dengan senyum kecil di wajahnya.


“Lebih baik kau tidak mencoba karena kebanyakan dari batu-batu itu berisi sampah. Lagi pula, kita tidak bisa memeriksanya dengan qi kita karena batu-batu itu terbuat dari qi aneh yang memadat dan tidak bisa ditembus sama sekali.” Ye Mo menyarankan Yi Yun agar tidak mencoba karena hanya akan menghabiskan koin emas.


“Kita akan lihat nanti ketika aku mencobanya.” Balas Yi Yun dengan senyum misterius.


Ye Mo hanya melirik Yi Yun sekilas dan berpikir kembali apakah anak itu memang memiliki kebijaksanaan atau tidak. Sudah banyak kultivator yang bangkrut akibat judi batu. Tetapi ia tidak berkomentar lagi karena itu bukan haknya untuk melarang seseorang walaupun ia tidak tau bahwa Yi Yun memiliki cara curang untuk mengetahui isi dari batu tersebut.


Tidak lama kemudian, keempatnya pun mencapai lantai empat yang di isi oleh batu-batu yang sangat besar tetapi jumlahnya tidak mencapai tiga ratus.


“Oh? Apa yang membawamu kemari teman lama?”

__ADS_1


Suara seseorang terdengar di kejauhan yang membuat kelompok Yi Yun langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara.


“Lama tidak bertemu, Wang Shu..” Ye Mo sedikit tersenyum menyapa pria tersebut.


Yi Yun menatap pria muda tersebut dengan seksama. Ia harus mengatakan bahwa kenalan Ye Mo harus diwaspadai. Senyum orang itu sangat mudah menipu siapa saja.


“Hm? Apakah kau sekarang bekerja menjadi pengurus anak?” Wang Shu menatap dengan heran ke arah Yi Yun yang memang masih anak berusia 13 tahun walaupun tidak sampai beberapa bulan lagi mencapai usia 14 tahun.


Yi Yun terdiam mendengarnya.


“Hentikan pertanyaan anehmu itu Wang Shu, kau pasti menyadarinya juga. Tidak perlu berbicara hal penting dihadapan ku.” Balas Ye Mo acuh tak acuh.


Mendengar itu Yi Yun melihat ke arah Ye Mo dan mengerti bahwa Ye Mo sudah tau bagaimana sifat asli Wang Shu.


“Ha-ha-ha, jangan terlalu serius saudaraku. Ayo, kita pergi ke ruangan ku.” Wang Shu tetap menampilkan wajah palsunya.


“Baiklah, aku juga ingin membahas beberapa hal denganmu.” Ye Mo mengangguk kecil.


Wang Shu mengangguk kecil dan langsung berbalik dan menuntun kelompok Yi Yun ke sebuah ruangan tertentu.


Beberapa kultivator yang menatap itu pun, sedikit heran karena Wang Shu tampak sangat menghargai seseorang yang berbicara dengannya, yaitu Ye Mo.


Tentu seseorang seperti akan membuat siapapun bertanya karena Wang Shu adalah salah satu kultivator terkenal yang berada di wilayah luar Kerajaan Qin.


Sesampainya di dalam ruangan, Wang Shu pun mempersilahkan keempatnya untuk duduk. Ia tentu memerhatikan Yi Yun dari waktu ke waktu walaupun hanya sekilas saja. Anak seperti Yi Yun tidak mungkin tidak memiliki identitas kuat karena memiliki tingkat kultivasi setinggi itu di usia yang sangat muda.


“Lalu, apa yang membawamu kemari, Ye Mo? Dari temperamenmu, kau tidak akan melepaskan mereka,” ucap Wang Shu.


“Ya kau benar, aku tidak akan melepaskan mereka. Namun kali ini aku telah memiliki rencana yang lain. Apa kau memiliki cara untuk menghubungi Pangeran Kedua?” Tanya Ye Mo langsung ke intinya.


Wajah Wang Shu langsung serius seketika saat mendengar kata-kata Ye Mo.


“Kau harus tau bahwa dia saat ini sulit untuk melakukan interaksi dengan para kultivator di wilayah luar karena perebutan tahta. Aku juga sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu dengannya. Kau mengerti bukan, perebutan tahta hanya akan terbantu oleh para kultivator di wilayah tengah dan para bangsawan di wilayah dalam. Suara para kultivator dan rakyat di wilayah luar sama sekali tidak memiliki bobot,” ujar Wang Shu.


“Aku mengerti apa yang kau katakan. Karena kau bahkan kesulitan untuk bertemu dengannya saat ini, maka aku ingin kau mencari cara untuk menarik perhatian para pangeran karena aku memiliki benda yang akan membuat mereka tertarik. Jika Pangeran Kedua tidak mau bekerja sama dengan ku seperti dulu, maka aku harus meminta bantuan Pangeran Pertama atau Pangeran Ketiga.” Balas Ye Mo acuh tak acuh.


Kerutan muncul di dahi Wang Shu. Ia tidak menyangka bahwa Ye Mo akan berbicara seperti itu. Sebab, sewaktu mereka berusia sekitar 14 tahun sampai 21 tahun, mereka terus bersama-sama sehingga Wang Shu sangat mengenal tentang Ye Mo.


Wang Shu terdiam. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi tempat ia duduk dan tampak berpikir keras kali ini untuk mencari cara agar bisa menarik perhatian para Pangeran.


“Ada beberapa hal yang ada dalam pikiranku saat ini. Pertama adalah Arena Pertarungan yang akan diadakan dalam waktu kurang dari sebulan lagi. Dan yang kedua adalah Lelang yang akan diadakan di wilayah tengah dalam waktu dua bulan lagi.” Wang Shu pun langsung mengatakan rencana tercepat untuk menarik perhatian para Pangeran.


“Oh? Arena Pertarungan? Bukankah tempat itu biasanya digunakan para Pangeran untuk merekrut anggota baru untuk mereka gunakan sebagai kartu melawan Pangeran lainnya? Menarik..” Ye Mo menaikkan sudut bibirnya dan menatap ke arah Yi Yun.


Apa-apaan tatapan itu? Apa kau mau aku masuk ke dalam Arena Pertarungan agar menarik perhatian para Pangeran? Kau sungguh licik Ye Mo, kau hanya menambah masalah untukku.


Yi Yun menatap Ye Mo dengan tatapan menyiratkan hal tersebut yang membuat Ye Mo merasa canggung. Tentu saja ia tau bahwa Yi Yun pasti akan menarik perhatian para Pangeran karena masih sangat muda dan sudah mencapai tingkat Alam Roh tahap ketujuh.

__ADS_1


Wang Shu juga menatap Yi Yun dengan seksama karena tentu tau bahwa apa yang dipikirkan oleh Ye Mo adalah cara paling memiliki kemungkinan paling besar untuk menarik perhatian para Pangeran.


“Siapa anak ini, Ye Mo?” Tanya Wang Shu penasaran.


“Dia Yi Yun, rekan kami yang baru.” Balas Ye Mo.


“Dari mana kau memungut anak jenius seperti ini? Tidak mungkin kau bisa melatih jenius sampai semengerikan ini. Apakah dia berasal dari salah satu klan kuat? Dan Yi? Tidak ada nama klan Yi di Kerajaan ini.” Wang Shu semakin heran saat menatap Yi Yun.


“Aku hanya memiliki satu kakak dan satu adik, aku tidak punya keluarga ataupun klan. Dan aku mencapai semua yang aku miliki saat ini seorang diri tanpa bantuan siapapun.” Balas Yi Yun acuh tak acuh.


Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan tercengang mendengarnya karena tidak menyangka bahwa Yi Yun adalah anak sebatang kara dan berkultivasi seorang diri mencapai levelnya saat ini.


“Apakah kau bercanda? Bagaimana caramu mencapai semua prestasi itu seorang diri?” Tanya Ye Mo tidak percaya karena apa yang dikatakan oleh Yi Yun tampak sangat mustahil.


“Semua hal bisa diraih asalkan mau berusaha. Tetapi aku memang pernah dibantu oleh seseorang sebelumnya ketika masih memiliki kultivasi tingkat Alam Roh tahap ketiga.” ucap Yi Yun ketika memikirkan Ouyang Liu-Li. Ia pun tersenyum kecil saat memikirkan wanita tidak masuk akal yang memiliki kepribadian eksentrik.


“Ka-Kau benar-benar tidak memiliki pendukung sama sekali?” Tanya Ye Zhong sambil menunjuk ke arah Yi Yun dengan tangan sedikit gemetaran.


“Tentu saja aku memiliki pendukung dan namanya adalah Sistem!” Dengus Yi Yun dalam hatinya.


“Tidak ada, apakah itu hal aneh tidak memiliki pendukung sama sekali?” Tanya Yi Yun heran.


Keempatnya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Yi Yun. Mereka pun menatap Yi Yun sebagai monster saat ini karena hal yang dicapai oleh Yi Yun hampir tidak mungkin dicapai oleh anak manapun.


Ye Mo dan Wang Shu tersenyum lebar karena mereka sadar bahwa mereka telah merekrut monster nyata kali ini jika apa yang dikatakan oleh Yi Yun memang kenyataan. Keduanya tentu telah melihat gerak-gerik Yi Yun untuk memastikan apakah anak itu berbohong apa tidak, dan tampaknya memang benar bahwa Yi Yun meraih semua yang dimilikinya sampai saat ini seorang diri.


“Kau telah menemukan rekan yang hebat kali ini, Ye Mo. Dan untukmu.. namamu Yi Yun bukan? Dengan kau mengikuti rencana yang ingin dijalankan oleh Ye Mo, semuanya akan menjadi lebih mudah. Lalu, bagaimana keputusanmu? Jika kau ingin, aku bisa memasukkanmu ke Arena Pertarungan dengan koneksi yang aku miliki,” ucap Wang Shu.


Yi Yun terdiam mendengarnya. Ia tentu merasa hal itu akan sangat merepotkan. Tetapi, ia berpikir kembali bahwa Arena Pertarungan adalah tempat pejuang mengayunkan senjata mereka untuk bertahan hidup atau hanya akan dibunuh.


Tentu hal seperti itu akan menarik perhatian Yi Yun karena ia sangat menyukai pertarungan yang akan meningkatkan kecakapan pertarungannya, juga, itu karena desakan oleh Vena Mendalam Dewa Pembantaian untuk melihat darah dari musuh-musuhnya.


“Bagaimana Yi Yun? Apa kau tertarik. Tentu saja kami tidak akan memaksamu.” Sambung Ye Mo lagi karena ia adalah seseorang yang sangat menghargai rekannya.


“Menarik, apakah pertarungan yang dilakukan akan memiliki tingkat kultivasi yang sama?” Tanya Yi Yun dengan senyum sedikit aneh karena tampak seperti menantikan pertarungan.


“Itu bisa aku atur jika kau ingin melawan kultivator yang setara. Biasanya pertandingan akan dibuat secara acak, dengan koneksiku, semuanya akan mudah untuk diatur.” Balas Wang Shu.


“Tidak, aku tidak menginginkan hal itu. Aku ingin melawan kultivator tingkat Alam Roh tahap kesembilan paling tidak. Jika memungkinkan, aku ingin melawan kultivator tingkat Alam Bumi tahap pertama tetapi itu harus yang terlemah agar aku bisa mengalahkannya.” Balas Yi Yun acuh tak acuh.


Keempatnya terdiam mendengar apa yang Yi Yun katakan. Mereka tentu tidak menyangka bahwa Yi Yun akan meminta lawan seperti itu yang membuat mereka tidak tau harus bereaksi seperti apa.


“Jika ada, aku ingin melawan banyak kultivator sekaligus, tetapi itu harus memiliki tingkat kultivasi yang setara denganku atau hanya satu tahap lebih tinggi dariku paling banyak.”


Kata-kata Yi Yun berikutnya semakin membuat mereka terdiam.


“Apa kau yakin? Apa kau tidak tau apakah para petarung di dalam Arena Pertarungan sangat kejam? Mereka tidak akan berbelas kasihan kepadamu walaupun kau hanyalah seorang anak!” ucap Wang Shu dengan kerutan di dahinya karena merasa Yi Yun sudah terlalu besar kepala saat ini.

__ADS_1


“Lebih baik seperti itu, jika mereka tidak memiliki semangat pertarungan yang tinggi, itu tidak akan menarik sama sekali!” Senyum Yi Yun kini berubah sepenuhnya.


Mata Ye Mo dan Wang Shu melebar menatapnya karena tentu sangat tau tentang seseorang yang memiliki senyum seperti itu. Itu adalah senyum seseorang yang haus akan pertarungan dan pertumpahan darah.


__ADS_2