Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 155 - Dewa Kegelapan Klan Ren


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Langit


Yi Yun di bawa dengan paksa ke suatu tempat yang tidak dikenal sama sekali.


“Hoek..” Yi Yun muntah seketika karena baru kali ini melakukan hal seperti itu. Ia merasakan pusing luar biasa. Ini tidak sama seperti ketika ia melewati portal saat masuk ke dalam Dimensi Bintang Hijau.


Setelah menenangkan dirinya, Yi Yun pun menatap ke arah depan. Matanya menyipit ketika menatap sebuah jalan yang diisi oleh patung-patung yang di susun rapi di pinggirannya.


“Sistem! Periksa tempat ini!” Perintah Yi Yun di benaknya.


Satu detik.. dua detik.. tiga detik..


Wajah Yi Yun berkerut karena tidak mendengar balasan dari Sistem sama sekali.


“Sistem!” Kali ini Yi Yun langsung berbicara memanggil Sistem.


Tetapi, dalam waktu hampir satu menit ketika ia memanggil beberapa kali, tidak ada respon sama sekali dari Sistem.


Wajah Yi Yun gelap karena tampaknya tempat tersebut menghalangi Sistem untuk bekerja.


“Tempat apa ini?” Batin Yi Yun dan perlahan berdiri. Ia menatap ke arah depan dengan wajah serius kali ini.


Dengan perlahan, Yi Yun pun berjalan ke arah jalan yang tampak seperti sebuah lorong yang cukup besar. Ketika ia mencapai patung pertama, ia menatap dengan seksama patung tersebut.


Patung pertama adalah pria botak yang sedang mengangkat tangannya dengan sikap kepalan tangan ke arah depan dadanya. Bahkan dari patung saja, sangat terlihat bahwa sosok tersebut memiliki kepalan tangan yang diselimuti oleh api yang liar.


Lalu Yi Yun berbalik dan menatap patung di belakangnya yang merupakan seorang wanita tua bungkuk yang menggunakan elemen yang sama.


Karena tidak ada yang istimewa tentang patung tersebut, ia pun berjalan perlahan kembali sambil menatap patung satu per satu.


Di barisan patung pria, terlihat semua dari mereka seperti seorang pengawal, tidak hanya patung pria, bahkan patung-patung wanita juga sama.

__ADS_1


“Apakah mereka semua adalah pengawal?” Batin Yi Yun.


Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Yi Yun karena ia tidak bisa bertanya kepada Sistem untuk menganalisis identitas patung-patung tersebut.


Setelah berjalan cukup jauh, Yi Yun pun tiba di sebuah ruangan yang sangat besar. Jauh di depannya, terlihat banyak patung yang sedang berdiri membentuk setengah lingkaran.


Yi Yun menatap ke arah kiri lebih dahulu dan kebanyakan dari mereka adalah patung wanita dan ada beberapa pria juga.


Wajah Yi Yun sedikit berkedut karena merasa bahwa semua wanita itu merupakan istri dari patung pria yang ada di tengah.


Ada tiga patung pria yang berdiri di tengah dan mata Yi Yun tertuju pada yang ada di tengah karena ada hal yang pernah dilihat olehnya meskipun itu adalah sebuah batu.


“Buku Iblis Duniawi!” Gumam Yi Yun saat menatap satu kertas berwarna emas yang melayang tepat di depan patung pria yang berada di tengah.


Yi Yun memeriksa sekelilingnya dan mencoba mencari apakah ada jebakan atau tidak di tempat itu. Ia perlahan berjalan karena memang ia tertarik dengan benda yang bernama Buku Iblis Duniawi.


Tidak lama kemudian, Yi Yun tiba di hadapan lembar kertas emas yang memancarkan aura misterius sepanjang waktu.


Dung!


Cahaya menyilaukan terpancar dari Buku Iblis Duniawi. Cahaya tersebut membuat ruangan luas tersebut bersinar terang.


Yi Yun yang kaget pun langsung menarik tangannya. Tentu ia akan sangat waspada saat ini karena mungkin akan ada jebakan yang muncul.


Tetapi, tidak ada jebakan sama sekali seperti yang dipikirkan oleh Yi Yun. Ia pun menghela nafas dan menatap ke arah satu lembar Buku Iblis Duniawi yang masih bersinar terang.


“Apa yang terjadi? Apakah lembaran yang mungkin Buku Iblis Duniawi ini hanya berfungsi untuk membuat penerangan layaknya sebuah lampu?” Yi Yun bergumam dengan nada sedikit aneh.


“Tidak!”


Jantung Yi Yun berdetak sangat cepat saat mendengar suara seorang pria yang terdengar sangat mendominasi dan bermartabat.

__ADS_1


Mata Yi Yun menyipit dan menatap ke arah patung pria yang saat ini membuka matanya. Tidak hanya sampai di situ saja, semua patung-patung yang ada di sana pun membuka matanya dan menatap lurus ke arah Yi Yun seolah-olah mereka semua hidup.


Yi Yun pun dengan kecepatan yang sangat tinggi langsung membentuk sebuah kuda-kuda untuk bertahan jika ada sesuatu yang menyerangnya secara tiba-tiba.


Zhep!


Buku Iblis Duniawi berhenti bersinar tetapi tempat tersebut masih terang seperti biasa meskipun tidak seperti sebelumnya karena sangat menyilaukan.


“Selamat datang di bekas Klan Ren berada, Yi Yun, atau aku lebih mudah memanggilmu, Adrian?” ucap patung yang ada di tengah tersebut yang membuat jantung Yi Yun semakin cepat berdetak.


“Si-siapa kau..?” Yi Yun dengan wajah yang sangat gelap pun bertanya dengan buru-buru karena tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang mengetahui namanya di masa lalu.


“Oh? Anak yang sangat imut, aku tidak menyangka bahwa dia akan mewarisi kekuatanmu.” Salah satu wanita yang memiliki wajah tidak terlalu jelas karena sebuah patung pun menatap ke arah patung yang ada di sebelahnya yang merupakan wanita juga.


“Tidak buruk sama sekali, dengar bocah, kau adalah seseorang yang bukan berasal dari semesta ini, atau lebih tepatnya orang-orang di sana menyebutnya sebagai seorang traveler. Vena Mendalam yang kau pegang saat ini adalah kekuatan yang aku lepaskan dari tubuhku sendiri!” ucap patung wanita yang tampak seperti seorang pria dengan nada yang sangat kasar.


“Hentikan sampai di sini. Itulah sebabnya aku tidak ingin kalian semua meninggalkan serpihan jiwa kalian di tempat ini!” ucap patung pria yang tampak seperti seorang pemimpin.


Yi Yun terdiam dan tau bahwa mereka semua bukanlah musuh tetapi seseorang yang mengetahui siapa dirinya dan tampaknya telah meramalkan ia akan datang ke tempat ini.


Dan semua itu, Yi Yun prediksi adalah ulah dari pria yang berdiri di tengah-tengah.


Dua patung pria di sebelah patung pria yang berbicara sebelumnya, terlihat keduanya menyeringai karena suatu alasan.


“Baiklah, dari mana aku harus memulainya?”


“Pertama, aku akan memperkenalkan diriku, aku adalah Patriak Klan Ren di zaman kuno sampai saat ini!” ucap patung tersebut.


Mulut Yi Yun terbuka dan tertutup beberapa kali karena hampir tidak dapat memproses kata-kata Patriak di zaman kuno sampai pada saat ini yang artinya pemilik patung tersebut masih hidup sampai saat ini.


Patung tersebut tampak tersenyum lalu melanjutkan, “Tidak perlu terkejut seperti itu. Suatu hari nanti kau akan merasa hal yang kami lakukan sangat biasa. Aku adalah Patriak Klan Ren dan sering juga disebut sebagai Kaisar Manusia walaupun aku tidak menginginkan gelar tersebut!”

__ADS_1


“Karena aku membutuhkan bantuan darimu, aku akan memperjelas sekali lagi, aku adalah pencipta dari Benih Permintaan dan Buku Iblis Duniawi dan menyandang gelar, Dewa Kegelapan!”


__ADS_2