
Pertarungan antara Yi Yun melawan Xiao Wen tentu disaksikan oleh sangat banyak pihak. Mereka semua terkejut bahwa ada seorang pemuda yang begitu kuat mampu menekan Xiao Wen.
Terutama untuk Feng Jue dan banyak Patriak Klan kuat lainnya. Mereka tentu terkejut bahwa Xiao Wen sebenarnya memiliki tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap kesembilan, setara dengan Jendral Wang yang telah tewas. Tetapi aura yang terpancar dari tubuh Xiao Wen lebih kuat dari Jendral Wang yang menandakan bahwa Xiao Wen memang lebih kuat dari Jendral Wang.
Tetapi, meskipun begitu, Yi Yun masih dapat mengungguli Xiao Wen yang membuat semua kultivator dari Kerajaan Phoenix Kegelapan terkejut.
“Siapa pemuda itu?”
“Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan sebesar itu di usia yang begitu muda?”
Para kultivator dari Kerajaan Phoenix Kegelapan pun berdiskusi sambil terus bertarung karena terkejut dengan kekuatan Yi Yun.
Tempat Xiao Wen berada saat ini telah diselimuti oleh Api Ungu yang sangat panas. Itu tampak seperti Api milik Xiao Wen membentuk sebuah Domain.
Menatap hal itu, Yi Yun sama sekali tidak gentar. Ia pun menaikkan sudut bibirnya lalu menghilang dalam sekejap dan tiba di jarak hampir sepuluh meter dari Xiao Wen.
“Bocah! Kau pasti akan menyesal telah memprovokasi ku!” ucap Xiao Wen saat auranya meningkat drastis.
“Memprovokasimu? Sungguh lucu kau mengatakan itu setelah kau mencoba untuk membunuh istriku!” Balas Yi Yun saat qi-nya menyebar ke segala arah.
“Domain Pembantaian!”
Wajah Xiao Wen semakin gelap ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Yi Yun.
Wusssh!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Xiao Wen pun langsung menyerang ke arah Yi Yun.
Yi Yun juga tidak membuang waktu sama sekali. Ia pun langsung menerjang ke arah Xiao Wen yang bergerak ke arahnya.
Trang!
Bussssh!
Ketika kedua serangan bertemu, Yi Yun sangat menyadari bahwa kekuatan Xiao Wen meningkat sekali lagi.
“Apakah ini cara yang sama dengan yang dilakukan oleh Jendral Wang sebelumnya yaitu membakar esensi darah?” Batin Yi Yun saat mencoba mengimbangi kekuatan Xiao Wen.
Zhep!
Xiao Wen melompat mundur lalu langsung menebas kembali ke arah Yi Yun sekuat tenaga yang ia bisa.
“Tebasan Api Neraka!”
Yi Yun yang menatap bilah qi kuat menerjang ke arahnya langsung memegang Pedang Darah di tangan kirinya lalu mengangkat lengan kanannya.
Crang!
Bussssh!
Tebasan yang dilancarkan oleh Xiao Wen pun di tepis ke arah samping. Di saat itu juga, ia langsung menusuk Pedang Darah ke permukaan tanah lalu mengaliri qi dalam jumlah yang sangat besar ke Pedang Darah.
“Teknik Pedang Gaya Iblis!”
“Gaya Kedua, Seratus Pedang Iblis Pembantaian!”
__ADS_1
Dari dalam tanah di sekitar tempat Xiao Wen berada, pedang yang mirip dengan Pedang Darah pun keluar dan mencoba menusuk Xiao Wen.
“Sialan!” Xiao Wen semakin marah saat ia terus-menerus menghindari serangan dari Yi Yun.
Menatap Xiao Wen mencoba menghindari semua teknik yang ia lancarkan, ia pun langsung menyerang ke titik tertentu setelah mencoba melacak ke arah mana Xiao Wen menghindar menggunakan teknik Kehalusan Menit.
“Tebasan Qi Pembantaian!”
Sraing!
Jrezh!
Xiao Wen yang mencoba menghindari serangan Yi Yun sebelumnya pun terkejut karena bilah qi yang sangat besar menerjang tepat ke arah ia bergerak.
“Bajingan!” Di saat Xiao Wen bergerak, ia pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah bilah qi yang telah sangat dekat dengannya.
Trang!
Bussssh!
Namun, pedang pedang qi yang sebelumnya dihindari olehnya pun langsung menyerangnya dari segala arah karena Yi Yun mengendalikannya dari kejauhan.
Mata Xiao Wen melebar karena tidak menyangka bahwa Yi Yun akan begitu merepotkan dengan segudang kemampuan yang sangat sulit ditebak.
Karena tau bahwa dirinya akan kalah dalam keadaannya saat ini, Xiao Wen pun mengambil pilihan. Ia membakar esensi darahnya dalam jumlah yang sangat besar secara bersamaan tidak seperti sebelumnya ia membakarnya sedikit demi sedikit dan itupun ketika ia sedang menyerang.
Duar!
Pilar api yang sangat tinggi pun terlihat dan Xiao Wen adalah pusatnya.
“Hm? Tampaknya dia membakar lebih banyak esensi darahnya. Ini pasti akan merepotkan!” Batin Yi Yun saat menatap pilar api ungu yang menembus ke atas awan.
“Bocah Sialan! Kau yang memaksaku! Matilah!” Teriak Xiao Wen sekuat tenaga saat ia menyerang ke arah Yi Yun menggunakan seluruh kekuatannya.
Wusssh!
Xiao Wen menerjang sekaligus langsung membayangkan pedangnya. Di saat itu juga, sosok Iblis ungu yang memegang pedang api pun menyerang ke arah Yi Yun.
Yi yang menatap itu pun langsung mengumpulkan qi terkuat yang ia miliki lalu langsung mengayunkan Pedang Darah ke arah pedang api raksasa yang mengarah kepadanya.
“Tebasan Serigala Surgawi!”
Sraing!
Bussssh!
Kedua serangan saling bertemu lalu saling mendorong satu sama lainnya.
Bentrokan tersebut disaksikan oleh semua kultivator yang ada di sana.
Xiao Moxian yang baru saja selesai membunuh salah satu prajurit pun menatap ke arah bentrokan keduanya dalam diam.
“Suami...” gumam Xiao Moxian saat mencengkram Pedang Phoenix Cahaya di tangannya dengan kuat. Ia merasa sangat lemah saat ini dan harus bergantung pada Yi Yun. Ia ingin bertambah kuat agar tidak menjadi beban bagi Yi Yun.
“Ha-ha-ha! Bocah! Kau akan mati di sini sekarang juga!” Xiao Wen berteriak gila saat terus menekan serangannya ke arah Yi Yun. Ia memang unggul saat ini karena membakar esensi darahnya dalam jumlah yang sangat besar.
__ADS_1
“Benarkah? Jika begitu, sudah waktunya bagimu menjadi cacat sebelum dibunuh oleh Xian’er.” Balas Yi Yun dengan senyum kejam diwajahnya.
“Delapan Meridian Bintang Pembantaian!”
“Gerbang ketiga, Gerbang Kekuatan Pembantaian!”
Bussssh!
Dalam sekejap mata, kekuatan Yi Yun meningkat drastis sekali lagi.
Xiao Wen yang awalnya mencemooh Yi Yun karena berkata seperti itu pun melebarkan matanya saat serangan Yi Yun tampak membesar lalu langsung menghancurkan serangannya.
Jrezh!
“Tidak!”
Xiao Wen berteriak keras saat serangan Yi Yun melewatinya.
Srak!
Jrezh!
Hampir setengah dari tubuh Xiao Wen pun dibelah oleh Yi Yun. Tetapi dia pasti akan tetap hidup karena daya hidup kultivator tingkat Alam Kaisar tahap kesembilan sama sekali tidak bisa diremehkan. Jika tidak mengincar bagian vital, merekam pasti akan tetap bertahan hidup.
Wusssh!
Angin kencang berhembus ke segala arah saat teknik milik Yi Yun mulai mereda.
Pertarungan para kultivator terhenti untuk beberapa saat ketika mereka semua menatap ke arah Xiao Wen yang saat ini dalam kondisi yang sangat tragis. Tidak hanya itu, Jurang selebar lima meter dan dalam tidak terlihat dengan panjang beberapa km terlihat dengan jelas.
“Bagaimana.. mungkin ... Aku bisa ... Kalah dari bocah.. sepertinya?” Xiao Wen bergumam pelan lalu ambruk ke arah depan. Ia sama sekali tidak rela dikalahkan seperti itu karena merasa dirinya adalah calon Raja Kerajaan Phoenix Kegelapan selanjutnya.
Yi Yun yang menatap Xiao Wen tumbang pun hanya bisa tersenyum kecil di wajahnya. Ia tentu dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Wen. Ia pun perlahan berjalan ke arah Xiao Wen sambil berkata, “Kenapa kau bisa kalah? Tentu karena kau lebih lemah dari pada diriku. Ini adalah sesuatu yang sangat sederhana.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Yi Yun, amarah Xiao Wen semakin menjadi. Namun ketika melihat satu sosok yang tiba di dekatnya, wajahnya semakin gelap seperti pantat wajan.
“Bereskan dia Xian’er..” ucap Yi Yun saat sudah sangat dekat dengan Xiao Moxian yang langsung muncul di dekat Xiao Wen. Ia sangat tau bahwa Istrinya itu sangat ingin membunuh Xiao Wen dengan tangannya sendiri.
“Ya, terima kasih suami.” ucap Xiao Moxian dengan senyum hangat serta dengan mata berkaca-kaca. Ia pun menatap ke arah Xiao Wen lalu mengangkat Pedang Phoenix Cahaya ke arah udara.
“Jika kau bertemu dengan ayah dan ibuku di Alam Sana, meminta maaflah kepada mereka!” ucap Xiao Moxian dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Xiao Wen.
“Tung- tunggu...!” Xiao Wen mencoba menghentikan Xiao Moxian tetapi Xiao Moxian sama sekali tidak mau berhenti.
Sraing!
Srak!
Leher Xiao Wen pun langsung terpenggal dalam sekejap dan darah yang sangat banyak pun menyembur dari leher mayat Xiao Wen.
“Ayah.. ibu.. aku akhirnya membalaskan dendam kalian.” Gumam Xiao Moxian saat air mata mengalir di pipinya.
Yi Yun yang menatap itupun langsung memenangkan Xiao Moxian. Ia saat ini sudah sangat menghargai istrinya itu. Ia paham satu hal ketika ia memasuki dunia kultivator, walaupun ia memiliki Sistem, ia tidak akan mampu mencapai ketinggian apa-apa jika hanya berjuang seorang diri.
Banyak kultivator yang menyaksikan kejadian tersebut. Para prajurit yang berasal dari Kerajaan Phoenix Kegelapan satu pun tidak berani mendekat ke arah Yi Yun karena mereka sadar bahwa hanya akan ada kematian jika mencoba menantang Yi Yun.
__ADS_1
Xuan Yuqie dan Yu Ruyan yang menatap itupun menaikkan sudut bibir mereka karena dendam Xiao Moxian telah terbalaskan. Saat ini, mereka hanya perlu memenangkan perang lalu mengambil hadiah dan pergi ke Benua Cahaya.
Sementara itu, Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan yang menatap kekalahan Xiao Wen tentu saja sangat terkejut. Ia tau bahwa Patriak Klan Xiao sangatlah tersembunyi karena memiliki kekuatan sebesar itu. Tetapi tetap saja bahwa dia dikalahkan oleh seorang pemuda yang bernama Yi Yun. Saat ini, ia menyadari bahwa jika ia tidak membereskan Yi Yun di tempat tersebut, maka mereka pasti akan kalah dalam perang. Ia hanya bisa berharap kepada Feng Luo karena ia saat ini tidak bisa pergi ke mana-mana karena di tahan oleh Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur.