Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 312 - Perubahan Waktu Menjalankan Misi


__ADS_3

Plak!


Suara tamparan yang sangat keras pun menggema di tempat tersebut.


Para prajurit yang ada di tempat itu tercengang ketila menatap apa yang sebenarnya terjadi.


Saat ini terlihat Yi Yun yang menampar Li Hu hingga terlempar sangat jauh lalu menabrak sebuah pohon.


Brak!


Bruk! Bruk!


Li Hu berguling-guling di permukaan tanah lalu memegang pipinya yang di tampar oleh Yi Yun.


“Arrrggghh!” Li Hu berteriak kesakitan karena tamparan Yi Yun memang sangat menyakitkan. Tidak hanya itu, bahkan beberapa giginya juga patah.


“Orang itu sama sekali tidak menerima pelajaran setelah dihajar oleh Yi Yun terakhir kali.” ucap Yu Ruyan dengan gelengan kepala.


“Ya, ini adalah tipikal para Tuan Muda Klan besar.” Lanjut Xuan Yuqie.


“Suami, lebih baik memotong kejantanannya agar dia tidak mencoba untuk memprovokasi kita dan membuat masalah yang tidak perlu.” Xiao Moxian memberi saran.


Yi Yun terdiam ketika mendengar saran yang dikatakan oleh Xiao Moxian. Ia tidak tau bagaimana istrinya itu menemukan ide seperti itu.


“Tampaknya layak dicoba.” Yi Yun mengangguk kecil.


Li Hu yang awalnya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Xiao Moxian pun awalnya gemetaran. Tetapi setelah mendengar bahwa Yi Yun ingin mencobanya, kakinya melunak dalam sekejap karena sangat ketakutan.


“Kalian.. kalian.. apa kalian tidak tau bahwa aku adalah cucu dari Jendral Li? Kalian pasti mencari kematian jika melakukan itu!” Ancam Li Hu dengan tubuh gemetaran.


“Jendral Li? Oh? Aku tidak menyangka bahwa kau adalah cucu dari Jendral Li! Jadi, kau pasti Tuan Muda Klan Li bukan? Tetapi sangat disayangkan, kami sama sekali tidak takut dengan ancamanmu.” ucap Yi Yun saat perlahan berjalan ke arah Li Hu yang menatapnya dengan tatapan ketakutan.

__ADS_1


“Ja-jangan mendekat!” Teriak Li Hu sambil perlahan mundur di permukaan tanah seperti seekor cacing.


“Hei, apa kalian tuli? Cepat tangkap dia!” Teriak Li Hu sekali lagi kepada semua prajurit yang ada di sana.


Tetapi para prajurit hanya diam karena mereka saat ini enggan bergerak. Itu dikarenakan oleh Yi Yun yang tampaknya tidak takut sama sekali melukai Li Hu walaupun Li Hu adalah cucu Jendral Li.


Li Hu semakin takut saat para prajurit sama sekali tidak mau bergerak. Ia saat ini sangat menyesal memprovokasi Yi Yun.


Zhep!


Ketika Yi Yun sedang berjalan dengan santai ke arah Li Hu, dua sosok pun muncul.


Keduanya tidak lain adalah Long Chu dan Jendral Li.


Ketika menatap Jendral Li yang telah datang, wajah Li Hu cerah seketika. Ia pun langsung berdiri dengan tubuh gemetaran lalu berbicara, “Kakek, tangkap orang ini! Dia adalah mata-mata dari Kerajaan Phoenix Kegelapan!”


Long Chu terdiam ketika melihat ke arah Li Hu yang telah berwajah bengkak sebelah seperti babi. Ia pun menatap ke arah Yi Yun karena tau bahwa itu pasti ulah dari Yi Yun karena saat ini terlihat Yi Yun sedang berjalan ke arah Li Hu.


Sedangkan untuk Jendral Li, wajahnya sedikit gelap ketika menatap ke arah cucunya yang tidak tau diri tersebut. Ia tidak menyangka bahwa kelompok Yi Yun akan dikatakan sebagai mata-mata dari Kerajaan Phoenix Kegelapan.


“Hm? Anda telah tiba, Jendral Li. Aku sangat menyesal karena telah membuat kekacauan. Tetapi aku tidak bisa menahannya karena cucu anda mengatakan bahwa kami adalah mata-mata.” Yi Yun berbicara dengan nada meminta maaf yang tampak sangat tidak tulus.


“Maaf atas Kekacauan yang dibuat oleh cucuku. Hal ini tidak akan terjadi lagi.” Jendral Li yang biasanya terlihat gagah dan bermartabat pun meminta maaf yang membuat para prajurit terkejut.


Sedangkan Li Hu yang mendengar itu, kalinya langsung melunak seketika karena ia tau bahwa jika kakeknya sangat menghargai seseorang, sikapnya pasti akan seperti itu. Ia sangat paham bahwa dirinya telah menendang baja tebal saat ini.


Zhep!


Jendral Li muncul tepat di belakang Li Hu lalu langsung menendangnya dengan keras tepat di pantatnya. “Kembalilah kepada ayahmu bocah bau!”


Buak!

__ADS_1


“Arrrrggggh!” Li Hu yang di tendang pun melesat seperti sebuah meteror ke tempat yang sangat jauh sambil berteriak kesakitan.


Jendral Li memang menyayangi cucunya yang tidak tau diri tersebut tetapi ia tentu akan keras terhadap Li Hu juga. Ia sering menendangnya seperti itu jika membuat kesalahan.


Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan terkejut ketika melihat apa yang dilakukan oleh Jendral Li.


“Yi Yun, kita memiliki perubahan rencana. Kami telah mendapatkan informasi bahwa Jendral Wang telah bergerak.” Long Chu pun berbicara agar pemikiran mereka tentang Li Hu langsung hilang.


Wajah Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan pun menjadi serius seketika. Keempatnya menatap ke arah Jendral Li yang juga memasang wajah serius.


“Kita akan segera berangkat.” ucap Jendral Li lalu melanjutkan, “Apakah kalian siap?”


“Ya.” Yi Yun, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan mengangguk kecil karena keempatnya tentu siap kapan saja.


Setelah itu, Jendral Li pun langsung melayang ke udara bersama dengan kelompok Yi Yun lalu mereka pun terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah tertentu di pimpin oleh Jendral Li.


Long Chu menatap kepergian mereka. Wajahnya saat ini juga terlihat serius karena jika salah satu Jendral tewas, maka puncak perang akan terjadi yang melibatkan pertarungan antara kedua Raja bersama dengan kedua kultivator terkuat dari kedua Kerajaan Besar.


“Semuanya bersiap-siap! Kita akan berperang!” Teriak Long Chu.


Saat teriakan Long Chu pecah, semua prajurit yang ada di camp tersebut pun langsung mempersiapkan diri untuk bertarung. Mereka pun melupakan Li Hu yang ditendang oleh Jendral Li.


**


Sementara itu, di kubu Kerajaan Phoenix Kegelapan, Jendral Wang telah bergerak juga.


Di camp perang Kerajaan Phoenix Kegelapan, terlihat seorang pemuda yang tidak lain adalah Feng Jue, putra pertama Raja Kerajaan Phoenix Kegelapan.


“Siapkan pasukan! Kita akan segera berperang!” Teriak Feng Jue sekeras mungkin.


Pada prajurit Kerajaan Phoenix Kegelapan pun langsung bersiap-siap. Diantara mereka semua, Para Patriak Klan terkuat juga muncul karena mereka telah mengambil keputusan untuk menyerang dengan kekuatan penuh, hanya beberapa Patriak yang tidak ada di sana, sementara Jendral Wang menyerang dari sisi lain.

__ADS_1


Ketika semua pasukan sedang sibuk, Feng Jue menatap ke arah tertentu, dan itu adalah arah tempat Jendral Wang pergi. Namun, ada yang membuatnya sedikit khawatir saat ini, yaitu adiknya juga ikut pergi.


“Sial! Bocah itu memang sangat keras kepala! Walaupun kau telah mencapai tingkat Alam Kaisar tahap keenam dengan bantuan ayah, kekuatanmu masih lemah bila dibandingkan dengan seorang Tetua Klan besar ataupun para Patriak! Jangan membuat kekacauan di sana!” ucap Feng Jue dengan nada sedikit geram. Jika saja ia tidak sibuk saat ini memimpin pasukan, ia akan menghajar adiknya tersebut.


__ADS_2