Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 89 - Kristal Tiga Warna


__ADS_3

Kerajaan Qin


Yi Yun terkejut bahwa Wang Shu adalah putra dari mantan Patriak klan Wang yang kalah dalam duel mempertahankan posisi Patriak.


“Sebelum kejadian itu terjadi ketika Wang Shu berumur 18 tahun, dia adalah teman baik dari Pangeran Kedua, kami juga sering bertemu dengan mereka di luar dahulu. Sebelum itu, Kerajaan Qin tidak memiliki penjagaan seketat ini. Ketika posisi Patriak klan Wang terjadi, di saat itulah ada serangan besar dari luar, banyak kultivator yang tinggal di dalam kota telah membuat rencana untuk menggulingkan klan Qin. Itulah sebabnya saat ini klan Qin tidak lagi memercayai kultivator luar dan harus diperiksa dengan cermat ketika masuk.”


“Apa lagi untuk wilayah dalam, hanya seseorang yang benar-benar tinggal di tempat itulah yang hanya bisa keluar masuk. Hanya beberapa yang diizinkan masuk seperti rekan bisnis, seseorang yang memiliki latar belakang besar seperti Patriak yang berasal dari klan di luar Kerajaan dan sebagainya,” ujar Ye Zhong.


Setelah itupun, mereka mengobrol tentang banyak hal sangat lama.


Crak!


Pintu terbuka dan Ye Mo dan Wang Shu pun masuk ke dalam.


“Ayo pergi, kita tidak perlu di tempat ini lagi. Kita telah bebas dari pengintai yang dikirim oleh Penjaga untuk melacak semua hal yang kita lakukan.” ucap Wang Shu.


“Oh, kau sangat cepat bekerja. Jika begitu, bawa aku ke rumah judi batu terbaik di wilayah tengah.” Balas Yi Yun sambil menunjukkan giginya yang putih.


“Apakah tidak ada hal lainnya di dalam kepalamu selain bermain judi batu? Kau saat ini adalah seorang peserta Arena Pertarungan. Lebih baik kau menghabiskan waktumu berkultivasi atau melatih teknik kuat.” Wang Shu mengerutkan keningnya saat mengatakan itu.


“Tenang saja, aku tau kapan waktunya harus berhenti. Lagi pula, aku sudah memiliki banyak teknik di gudang persediaanku dan semua itu cukup untuk membuat kemampuan bertarung ku mencapai level yang sangat tinggi,” jawab Yi Yun.


Wang Shu menatap ke arah Ye Mo untuk mencari tau apakah yang dikatakan Yi Yun benar atau tidak.


Melihat tatapan Wang Shu, Ye Mo hanya mengangguk kecil karena ia juga paham bahwa Yi Yun memang memiliki teknik yang sangat kuat dan bahkan telah mencapai tahap kesempurnaan.


Wang Shu menghela nafas panjang. “Baiklah, aku akan mengantar kalian lebih dulu ke kediaman baru kita lalu aku akan menemani anak ini ke rumah judi batu yang sedikit berbeda.”


“Tidak perlu, kami akan ikut,” ucap Ye Mo. Ye Zhong dan Ye Quan pun mengangguk setuju karena tentu mereka masih ingin melihat Yi Yun bermain judi batu.


Karena semuanya ingin pergi, Wang Shu hanya mengangguk kecil dan langsung memimpin jalan ke tempat rumah judi batu yang paling terkenal karena di wilayah luar hanya ada satu yang seperti itu.


Dalam waktu kurang dari satu jam, mereka pun tiba di sebuah gedung yang sangat besar. Terlihat bahwa sangat banyak juga kultivator kuat yang berdatangan.


“Tempat ini sangat ramai.” ucap Yi Yun menatap ke arah gedung tinggi yang sangat luas dan kemungkinan itu memiliki puluhan lantai.


“Ya. Di tempat ini, tidak hanya ada judi batu saja, tetapi judi lainnya juga. Selain itu, judi batu di sini sedikit unik dan sangat berbeda dengan judi batu lainnya,” ujar Wang Shu.


“Oh? Apa bedanya?” Tanya Yi Yun penasaran sambil terus mengikuti Wang Shu dari samping berjalan ke arah dalam rumah judi.


“Di tempat ini, ada dua jenis judi batu, yang pertama seperti yang kau lihat. Dan yang satu lagi hanya berisi satu benda saja, tidak ada yang lain. Itu adalah sebuah kristal yang bisa digunakan untuk semua hal seperti menempa, meramu pil dan sebagainya. Tetapi itu tidak bisa dijadikan bahan kultivasi karena qi di dalam kristal tersebut sangat berbahaya jika tidak diolah terlebih dahulu. Benda itu bernama Kristal Tiga Warna karena bentuknya memiliki tiga warna.” ujar Wang Shu.


“Kristal Tiga Warna?” Alis Yi Yun naik sedikit. Ia pun semakin tertarik dengan Kristal Tiga Warna yang dikatakan oleh Wang Shu.


“Berapa harga membeli batu yang berisi Kristal Tiga Warna?” Tanya Yi Yun.


“25.000 koin emas per satuannya, dan hanya ada satu jenis.” jawab Wang Shu.


Yi Yun tercengang mendengarnya dan semakin bersemangat untuk mencoba. “Bagaimana cara untuk menentukan harganya?”


“Dari ukuran.”


“Oh?” Yi Yun menyeringai karena hal itu sangat mudah.


Saat mengobrol, mereka pun terus naik ke lantai atas. Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di lantai atas. Di tempat itu terlihat sangat banyak kultivator kuat. Dan bahkan beberapa diantaranya ada yang mencapai tingkat Alam Langit tahap pertama.


Ketika kelompok Yi Yun tiba, banyak kultivator di tempat itu yang menatap mereka dengan mata penasaran.

__ADS_1


“Oh? Wang Shu? Kau masih memiliki wajah untuk datang ke tempat ini?” Tanya seseorang dengan nada mengejek.


Kerutan muncul di wajah Yi Yun dan menatap seorang pria yang memiliki wajah tampan sangat arogan.


“Urus urusanmu sendiri!” Balas Wang Shu jijik ke arah pemuda tersebut.


“Ha-ha-ha! Sombong seperti biasa. Kau bukan lagi anggota klan Wang, jaga sikapmu atau kau akan menyesal!” pria tersebut pun menusuk Wang Shu sekali lagi.


Mata Wang Shu sedikit merah dan ia ingin menerjang untuk memberi pelajaran kepada pria muda tersebut yang memiliki kultivasi tingkat Alam Bumi tahap ketujuh.


“Siapa sampah ini? Kenapa dia terlalu banyak bicara omong kosong?” Tanya Yi Yun heran yang membuat Wang Shu terdiam dan amarahnya lenyap seketika.


Pria tersebut tercengang dengan kata-kata Yi Yun yang masihlah seorang anak. Wajahnya gelap seketika karena disebut sampah. “Apa katamu? Apa kau ingin mati bocah?” Tanyanya sambil mengeluarkan auranya yang sangat mendominasi untuk menekan Yi Yun.


“Oh? Apakah tidak ada keamanan di rumah judi ini?” Teriak Yi Yun sekuat tenaga sambil menatap sekelilingnya seperti orang panik.


Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan berkedut melihat sikap Yi Yun yang tampak seperti seorang pengecut karena mereka tau bahwa Yi Yun bukan anak seperti itu.


“Ada keributan apa ini?” Beberapa kultivator pun langsung datang karena mendengar teriakan Yi Yun.


Pria tersebut pun terdiam karena ia tau bahwa tidak bijak untuk mencari masalah di tempat bisnis milik Tetua Agung klan Qin. Ia langsung menarik auranya kembali.


“Apakah di sini tidak ada keamanan? Ketika kami ingin bermain judi batu, pria itu seolah-olah kami tidak berhak masuk ke dalam sini!” Yi Yun berkata dengan nada panik kepada penjaga sambil menunjuk pria yang ingin menekannya sebelumnya.


Para penjaga melihat ke arah pria tersebut dengan wajah sedikit gelap karena tentu mereka merasakan qi-nya yang masih bocor ketika ditarik kembali.


“Wang Ba, katakan, apa maksudnya ini? Apa kau ingin mengusir semua tamu dari rumah judi ini? Kau tau bukan bahwa rumah judi yang ini memiliki penghasilan yang sama dengan yang ada di dalam wilayah dalam, bahkan di sini memiliki penghasilan yang lebih banyak sehingga Tetua Agung klan Qin membuat banyak penjaga!” ucap penjaga tersebut dengan nada dingin. Walaupun Wang Ba berasal dari klan Wang, ia sama sekali tidak takut karena Tetua Agung klan Qin telah memerintahkan hal seperti itu.


“Apakah anak sepertimu mampu bermain judi batu di sini? Jangan bercanda bocah!” Wang Ba mencemooh ke arah Yi Yun.


Brak!


“Jika aku tidak memiliki koin emas, buat apa aku datang ke tempat ini?” Tanya Yi Yun jijik dan melanjutkan sambil menatap penjaga, “Apakah koin emas seperti ini tidak cukup untuk bermain sehingga dia mencoba mengusir kami? Tidak hanya itu, semua kakak yang bersamaku juga membawa koin emas yang banyak berkali-kali lipat lebih banyak dari ini.”


Para penjaga tersebut memasang wajah semakin gelap dan menatap Wang Ba dengan tatapan yang sangat tidak puas.


Wang Ba memasang wajah sangat gelap dan menatap Yi Yun dengan niat membunuh yang begitu besar. Ia pun mendengus lalu pergi bersama dengan beberapa rekannya dari rumah judi tersebut.


“Berhati-hatilah di Kerajaan Qin bocah!” ucap Wang Ba saat melewati Yi Yun.


“Sama juga bagimu, jagalah nyawamu sebaik mungkin!” Balas Yi Yun saat mengeluarkan niat membunuh dan haus darah yang sangat pekat.


Deg! Deg!


Jantung Wang Ba berdetak cepat untuk beberapa saat karena tidak menyangka bahwa anak yang terlihat panik sebelumnya mampu mengeluarkan niat membunuh dan haus darah sebesar itu hanya untuk mengintimidasinya.


Para kultivator yang merasakan niat membunuh dan haus darah dari Yi Yun pun terkejut karena itu adalah wujud dari niat membunuh dan haus darah dari seseorang yang telah membunuh manusia tidak terhitung jumlahnya.


Mereka tidak tau bahwa Vena Mendalam Dewa Pembantaian milik Yi Yun lah yang meninggalkan jejak seperti itu dan sudah menyatu dengan tubuhnya sehingga ia mampu mengeluarkan sesuatu yang tampak mustahil seperti itu.


Wang Ba menenangkan dirinya dan langsung pergi. Ia tentu tidak akan percaya bahwa ia takut hanya dengan anak seperti Yi Yun.


Zhep!


Niat membunuh Yi Yun pun pudar dan ia langsung menyimpan koin emas kembali.


Para penjaga pun tersadar dan menatap Yi Yun sangat serius kali ini dan langsung melacak tingkat kultivasinya. Saat mengetahui tingkat kekuatan Yi Yun, semua penjaga tercengang.

__ADS_1


“Baiklah, ayo kita bermain.” Yi Yun pun terlihat riang kembali seperti seorang anak yang menemukan mainan baru yang membuat semua kultivator di sana tidak bisa berkata-kata.


Semua kultivator pun terdiam melihat sikap Yi Yun yang tampak berubah sangat drastis seolah-olah niat membunuh serta haus darah sebelumnya bukan berasal darinya.


“Terima kasih.” Wang Shu pun berkata seperti itu karena merasa bahwa Yi Yun telah membantunya.


“Lupakan soal itu. Hal seperti itu bukan masalah besar, ayo kita nikmati judi batu di rumah judi ini.” ucap Yi Yun dan berjalan ke arah depan.


Wang Shu hanya tersenyum kecil karena semakin sadar kenapa Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan sangat menghormati Yi Yun, karena anak itu memang memiliki kualifikasi untuk dihormati oleh para kultivator yang lebih kuat dari pada dirinya.


Sesampainya di tempat judi batu, Yi Yun pun menatap batu yang terlihat sangat berbeda dari batu yang ia beli sebelumnya. Bukan hanya dari warna, tetapi bentuknya juga beragam walaupun harganya sama. Bahkan ada yang memiliki ukuran yang memiliki tinggi sekitar sepuluh meter dan ada juga yang memiliki tinggi hanya dua meter saja.


Ruangan yang sangat besar itu, di isi setengahnya oleh batu-batu jenis yang sama.


“Apakah ada dari batu ini yang memiliki isi kosong?” Tanya Yi Yun karena ia belum bertanya kepada Sistem.


“Tidak ada yang kosong walaupun mungkin itu hanya sebesar kepalan tangan saja.” Jawab Wang Shu sambil menatap ke arah batu juga. Karena ia sedang dalam suasana hati yang baik, ia pun ingin bermain juga menemani Yi Yun.


“Apa kau ingin mencobanya?” Tanya Yi Yun saat Wang Shu mengeluarkan koin emas yang ditaruh di dalam kantong besar.


“Ya. Aku hanya ingin membeli satu kali saja. Aku ingin mencoba keberuntungan dari jenis judi terbesar di Kerajaan Qin ini.” jawab Wang Shu dengan senyum kecil.


Ye Mo yang menatap itu pun hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka bahwa pengelola rumah judi pun ikut bermain judi kali ini. Sama halnya bagi Ye Zhong dan Ye Quan, keduanya juga tidak bisa berkata-kata.


“Sistem, Periksa semua batu sekaligus dan berikan informasi tentang isi paling besar di dekat kami.” Perintah Yi Yun dibenaknya.


[Ding!]


[Dilaksanakan]


[Memeriksa]


[Pemeriksaan selesai]


[Batu sebelah kiri dengan ukuran tinggi tiga meter dan lebar satu setengah meter yang memiliki bentuk sedikit kerucut di ujung bagian atas]


Yi Yun pun langsung berjalan ke arah batu yang dikatakan oleh Sistem dan ketika sampai, ia menatapnya dengan seksama seperti seseorang yang sedang menentukan apakah isinya bagus atau tidak.


“Hm? Apa kau ingin membeli ini?” Tanya Wang Shu dengan kerutan karena bisa dikatakan batu itu merupakan salah satu yang terkecil.


“Tidak, belilah ini, kau akan mengerti.” Balas Yi Yun.


“Kenapa kau berpikir seperti itu?” Tanya Wang Shu dengan kerutan di dahinya.


“Mungkin karena bentuknya yang seperti sebuah topi kerucut di atas?” Tanya Yi Yun dengan nada aneh.


Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan berkedut mendengar apa pertanyaan balik Yi Yun.


Terapi Wang Shu mengangguk dan langsung membeli batu itu. Lalu salah satu dari banyak pengelola ruangan tersebut pun langsung membelahnya.


Srak! Srak! Srak!


Brak! Brak! Brak!


Ketika batu berjatuhan, semua yang ada di sana tercengang hanya karena seperempat jumlah batu yang terjatuh dan sisanya adalah sebuah kristal berbetuk kerucut yang memiliki tiga warna bercampur.


Silau dari cahaya yang berasal dari Kristal Tiga Warna pun membuat semua para kultivator menoleh karena seseorang berhasil mendapatkan jackpot.

__ADS_1


__ADS_2