
Ketika Yi Yun berhasil memenggal ketiga Tetua dari Klan kuat dengan sangat mudahnya, para kultivator dari Kerajaan Phoenix Kegelapan langsung tau bahwa Yi Yun sama berbahayanya dengan Jendral Li.
Untuk para kultivator dari Kerajaan Naga Timur, mereka semua bersemangat karena ada satu lagi tambahan kekuatan hebat yang berada di sisi Kerajaan Naga Timur. Ini pasti akan meningkatkan moral mereka Semua dalam perang yang sedang berlangsung.
“Jangan salahkan aku jika menghabisi kalian semua! Tetapi kalian semua memiliki harga Poin Sistem yang sangat aku butuhkan untuk menjadi lebih kuat!” ucap Yi Yun saat niat membunuhnya melejit selangit.
Karena Vena Mendalam Dewa Pembantaian telah mencapai penyelesaian 66%, auranya saat ini sudah bisa membentuk sosok mengerikan yang tampak bisa mencabut nyawa siapa saja dengan cepat.
“Langkah Sonik!”
Zhep!
Yi Yun pun langsung menghilang dan muncul di depan salah satu kultivator tingkat Alam Kaisar tahap keenam.
Sraing!
Jrezh!
Yi Yun langsung membelahnya menjadi dua bagian hanya dalam sekali tebasan saja. Kecepatannya juga sangat tinggi dan tidak dapat diikuti oleh para kultivator lainnya.
[Ding!]
[Host telah berhasil membunuh...]
Pemberitahuan dari Sistem diabaikan oleh Yi Yun saat ia bergumam, “Satu!”
Zhep!
Yi Yun kembali menghilang dan muncul di depan kultivator lainnya sambil mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sraing!
Crash!
“Dua!”
Srak! Srak! Srak! Srak!
Yi Yun terus-menerus mengulang dan muncul, setiap kali ia bergerak, pasti ada kultivator yang terbunuh.
Pergerakan Yi Yun yang sangat crpat membuat semua kultivator yang berada di sekitar tempat tersebut merasa takut karena mereka tau betapa berbahayanya Yi Yun hanya dengan membuat beberapa gerakan saja.
“Serang dia bersama sama!”
Para kultivator dari Kerajaan Phoenix Kegelapan berteriak bersama lalu sekitar dua puluh kultivator pun langsung menyerbu ke arah Yi Yun bersamaan.
“Bagiku, dengan kekuatan kalian semua, jumlah bukanlah hal penting. Waktunya bagi kalian untuk mati!” ucap Yi Yun saat menggunakan gerakan lainnya.
Srak! Srak! Srak! Srak!
Pembantaian sepihak pun terjadi saat Yi Yun terus membunuh para prajurit yang berasal dari Kerajaan Phoenix Kegelapan dengan cara yang lumayan brutal. Setiap kultivator akan terbunuh dengan cara yang mirip yaitu terbelah menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan yang berada di udara sangat marah ketika melihat Yi Yun yang membantai pasukan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Dia lebih berbahaya dari Jendral Li! Aku harus membereskannya!” Batin Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan. Ia pun langsung bergerak ke arah tempat Yi Yun berada untuk Menghabisinya.
Namun, Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur yang menatap itupun juga langsung bergerak dengan kecepatan tertingginya untuk menghadang Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan.
Zhep!
“Akulah lawan mu!” ucap Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur saat muncul di hadapan Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan tau bahwa ia harus membereskan Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur lebih dulu agar bisa menyentuh Yi Yun. Saat ini ia menyesal tidak membunuh kelompok Yi Yun menggunakan seluruh kekuatannya beberapa hari yang lalu.
Untuk Jendral Li yang sedang bertarung dengan banyak Patriak pun menaikkan sudut bibirnya ketika melihat Yi Yun yang membantai para prajurit Kerajaan Phoenix Kegelapan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mungkin dirinya juga akan sulit melakukan hal yang dilakukan oleh Yi Yun saat ini.
Long Chu juga tersenyum lebar saat melihat Yi Yun telah bergerak karena tau dengan Yi Yun saja, kekuatannya sudah seperti Jendral Li, itu pasti menjadi kekuatan yang dapat menekan semua pasukan Kerajaan Phoenix Kegelapan.
Yu Ruyan yang menatap Yi Yun membantai banyak kultivator dengan kecepatan yang sangat tinggi juga menaikkan sedikit sudut bibirnya. Ia juga langsung mengerahkan semua kekuatannya saat ini. Sama halnya bagi untuk Xuan Yuqie, tetapi ia menggunakan kekuatan Kutukan yang membuat banyak kultivator menjadi lumpuh. Jika ada musuh yang mendekat, mereka akan berakhir dengan tragis, walaupun mereka tidak tewas, itu disebabkan oleh kekuatan kutukan yang digunakan oleh Xuan Yuqie.
Untuk Xiao Moxian, ia membakar sangat banyak kultivator menggunakan Pedang Phoenix Cahaya. Karena telah mendapatkan izin dari Yi Yun, maka ia menggunakannya dalam perang kali ini.
Yi Yun mengatakan bahwa keselamatannya lebih penting dari pada Pedang Phoenix Cahaya, karena dengan pedang itu, dia bisa menggunakan kekuatan yang lebih besar dan itu akan membuatnya menjadi lebih aman.
Di tempat lainnya, saat ini terlihat Patriak Klan Xiao, Xiao Wen yang sedang membantai banyak Tetua kuat dari Kerajaan Naga Timur. Tatapannya pun tertuju pada Xiao Moxian, lebih tepatnya ke arah Pedang Phoenix Cahaya yang sedang digunakan oleh Xiao Moxian.
“Aku sudah menduga bahwa Pedang itu pasti berada di tangannya. Ha-ha-ha, tampaknya aku akan mendapatkan senjata luar biasa mengerikan karena tentu aku tau tentang catatan pedang itu. Menggunakan pedang itu, aku akan bisa menjadi Raja berikutnya dari Kerajaan Phoenix Kegelapan. Dengan kekuatanku saat ini, bahkan untuk Feng Luo tidak akan bisa menandingi ku jika pedang itu ada di tanganku!” Batin Xiao Wen. Tanpa membuang waktu sama sekali, ia pun langsung bergerak ke arah tempat Xiao Moxian berada.
Yi Yun yang sedang melawan sangat banyak kultivator tentu mengawasi pergerakan dari Patriak Klan Xiao. Saat ia melirik ke arah Xiao Wen yang perlahan-lahan mendekat ke arah Xiao Moxian, ia juga melakukan hal yang sama walaupun tidak terlihat sama sekali.
Di tempat yang jauh, Feng Luo dan Long Hua terus-menerus bentrokan dengan sangat ganas. Pertarungan antara kultivator tingkat Alam Sage tentu saja akan memuat dampak yang sangat besar. Semua daerah di tempat tersebut hancur berantakan. Hanya mereka berdua yang bertarung di tempat tersebut.
Di bawah, Xiao Moxian yang sedang membunuh satu per satu kultivator tingkat tinggi pun tidak kewalahan sama sekali. Di tempat tersebut saat ini terlihat api putih yang menutupi ruang lingkup yang sangat luas. Setiap kali ia bergerak, semua tempat akan terbakar.
Para prajurit dari Kerajaan Phoenix Kegelapan yang melihat itu langsung menyerang secara bersama-sama. Mereka tentu tidak akan bodoh menyerang Xiao Moxian seorang diri.
Untuk Xiao Wen yang menatap Xiao Moxian membantai banyak kultivator, ia tidak takut sama sekali karena kekuatannya saat ini telah melampaui seorang Jendral walaupun mungkin belum mencapai tingkat kekuatan Feng Luo. Itulah sebabnya ia terobsesi dengan Pedang Phoenix Cahaya karena itu akan membuatnya menjadi lebih kuat.
“Matilah!” Satu kultivator tingkat Alam Kaisar tahap ketujuh pun menyerang ke arah Xiao Moxian dengan kekuatan penuhnya.
Menatap itu, Xiao Moxian tidak takut sama sekali, ia pun langsung mengangkat pedangnya lalu membuat gerakannya juga.
“Tarian Phoenix Suci!”
Sraing!
Jrezzh!
Bilah api pun langsung melesat ke arah kultivator tersebut lalu langsung membelahnya menjadi dua bagian, dalam jarak yang sangat panjang, api seperti sebuah dinding pun melesat dan juga membunuh beberapa kultivator lainnya.
Menatap itu, Xiao Moxian sedikit puas. Tetapi, tiba-tiba saja, ia merasakan perasaan bahaya yang luar biasa.
Wusssh!
__ADS_1
Sebuah serangan yang sangat kuat pun langsung melesat ke arah Xiao Moxian yang membuatnya buru-buru berbalik lalu menyerang sekuat tenaga.
“Bilah Phoenix!”
Sraing!
Blar!
Ketika kedua serangan bertemu, ledakan api besar pun terjadi yang membuat banyak kultivator terhempas ke segala arah.
Xiao Moxian yang berhasil menahan serangan kuat itupun menatap ke arah sumber serangan sebelumnya yang mengarah padanya.
Setelah api mereda, terlihat satu sosok yang perlahan berjalan ke arahnya.
Ketika menatap sosok tersebut, wajah Xiao Moxian menjadi sangat dingin. Ia tidak akan pernah melupakan wajah seseorang yang menghabisi ayah dan ibunya.
“Xiao Wen bajingan!” ucap Xiao Moxian sangat dingin.
“Lama tidak bertemu, Xiao Moxian. Aku tidak menyangka bahwa kekuatanmu akan menjadi sekuat ini. Seperti yang diharapkan dari jenius Klan Xiao. Jika saja kau tidak hadir saat ini, mungkin aku akan tewas di tanganmu suatu hari nanti ketika kekuatanmu telah mencapai level yang tidak bisa lagi aku lawan.” ucap Xiao Wen dengan senyum kejam diwajahnya.
Xiao Moxian menggerakkan giginya. Hanya dengan menatap wajah Xiao Wen saja, amarahnya telah mencapai puncaknya.
“Aku akan membunuhmu di sini sekarang juga!” Teriak Xiao Moxian saat langsung menyerang ke arah Xiao Wen dengan kekuatan penuhnya.
Senyum jahat terlihat sangat jelas di wajah Xiao Wen saat ia langsung menyerang sekuat tenaga karena tidak ingin membuang waktu bermain-main dengan Xiao Moxian. Tujuannya hanyalah mengambil Pedang Phoenix Cahaya.
“Aku akan mengirim mu ke tempat ayah dan ibumu!” Xiao Wen pun menggunakan kekuatan yang sangat banyak dalam serangannya untuk menghabisi Xiao Moxian dalam satu serangan.
Sraing!
Ketika Xiao Moxian menatap serangan tersebut, jantungnya berdetak sangat cepat karena ia tau bahwa dirinya sangatlah ceroboh.
“Suami..” Gumam Xiao Moxian karena merasa riwayatnya pasti akan tamat.
Crang!
Bussssh!
Ketika Xiao Wen merasa Xiao Moxian telah tewas, ia terkejut saat melihat serangan yang ia lancarkan kembali kepadanya.
“Sial!” Xiao Wen pun langsung menghindar sebisanya.
Srak!
Jrezzh!
Darah yang lumayan banyak menyemprot dari bahu Xiao Wen. Ia sangat tau bahwa dirinya sangat ceroboh saat ini karena tidak memperkirakan hal seperti itu akan terjadi. Tatapannya kini tertuju pada seorang pemuda yang telah berdiri di depan Xiao Moxian yang mematung di tempat.
“Kau...” Xiao Wen memasang wajah yang sangat dingin ketika melihat seorang pemuda yang tidak lain adalah Yi Yun yang merupakan targetnya juga untuk dihabisi.
Yi Yun menatap ke arah Xiao Wen dengan tatapan datar. Tetapi niat membunuhnya kini melejit selangit karena jika ia terlambat untuk beberapa detik saja, istirnya pasti akan tewas di tempat.
__ADS_1
“Suami...” Gumam Xiao Moxian dengan mata berkaca-kaca.
“Xian’er, serahkan sisanya padaku! Aku akan membuatnya menjadi setengah sekarat!” ucap Yi Yun saat qi Pembantaian dalam jumlah yang sangat besar meledak dari tubuhnya.