Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 325 - Menunda Pertarungan


__ADS_3

Kehadiran Long Hua dan Leluhur Tua Kerjaan Naga Timur membuat kedua belah pihak berhenti bertarung karena masih memikirkan apakah saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan pertarungan atau tidak.


“Long Hua.. aku tidak menyangka bahwa kau akan datang ke tempat ini!” ucap Feng Luo sangat dingin. Ia sangat membenci Long Hua ke tulang-tulangnya karena suatu insiden tertentu, dan itu juga asal mula perang yang terjadi saat ini.


“Jangan berbicara sesuatu yang tidak penting Feng Luo! Aku tau kau mencoba membunuh putraku sebelumnya! Tampaknya kau sangat ingin mencari kematian!” Balas Long Hua sangat dingin.


“Jadi, Jendral Kerjaan Naga Timur milikmu bisa menghabisi Jendral Wang dan juga putraku? Ha-ha-ha... Kau sungguh-sungguh membuatku sangat marah!” Amarah Feng Luo semakin menjadi saat kekuatannya merembes keluar yang membuat tempat tersebut bergetar.


Alis Long Hua sedikit naik karena ia tidak memperhatikan sekelilingnya. Ia melirik ke arah kejauhan dan memang benar bahwa Jendral Wang telah tewas namun ia tidak dapat menemukan mayat putra Feng Luo, hanya ada mayat-mayat dari para Patriak yang dibunuh oleh ketiga wanita.


“Itu hanya menandakan bahwa dia sangatlah lemah sehingga terbunuh! Pasukan yang di bawa oleh Jendral Wang lebih kuat dari pasukan yang di bawa oleh Jendral Li, namun mereka tetap kalah dan itu merupakan kesalahan bagi mereka karena terlalu lemah!” ucap Long Hua sedikit angkuh yang membuat amarah Feng Luo semakin menjadi.


“Hentikan sampai di sini, Feng Luo!” Suara Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan terdengar ketika ia menyaksikan bahwa jika pertarungan pecah, kubu mereka akan menderita kerugian karena kehadiran Jendral Li.


Feng Luo sadar dengan maksud ayahnya. Ia hanya bisa menggertakkan giginya dengan kuat serta matanya memerah. Tetapi, jika ia ceroboh saat ini, maka mereka akan tewas dan itu bukanlah hal yang baik bagi Kerajaan Phoenix Kegelapan. Ia adalah tulang punggung Kerajaan Phoenix Kegelapan sehingga ia masih memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan dan tidak terbawa amarah di saat perang sedang berlangsung.


Oleh karena itu, Feng Luo beserta Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan pun langsung menghilang ke tempat tertentu mengambil semua mayat yang ada di sana.


Long Hua dan Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur tidak menahan mereka sama sekali karena mereka tau bahwa jika kedua musuh ingin melarikan diri, mereka tidak akan bisa menghentikannya, untuk menjatuhkan Raja Kerajaan Phoenix Kegelapan beserta dengan Raja terdahulu, mereka harus mematahkan semangat mereka lebih banyak lagi.


Ketika selesai mengumpulkan mayat, Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan melirik ke arah tertentu karena ia sangat ingin menghabisi seseorang di tempat tersebut. Namun Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur terus waspada akan gerakan musuh dan ketika ia melihat Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur melirik ke arah tertentu, dia pun menghilang untuk menghadang.

__ADS_1


“Cih! Tampaknya tidak bisa sama sekali!” Batin Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan karena awalnya ia berniat untuk menghabisi Xiao Moxian dan kelompoknya yang menurutnya akan menjadi ancaman berbahaya suatu hari nanti.


Karena tau bahwa tidak mungkin lagi menghabisi Xiao Moxian dan kelompoknya, Leluhur Tua Kerajaan Phoenix Kegelapan pun mundur bersama dengan putranya kembali ke Kerajaan mereka. Mereka tau bahwa dalam waktu singkat, perang puncak akan terjadi dan itu akan menentukan pemenangnya.


Setelah kepergian keduanya, Long Hua menatap ke arah Jendral Li untuk beberapa saat.


Jendral Li yang mengerti pun melempat Long Zhi ke arah permukaan tanah seperti karung pasir.


“Aduh! Pelan sedikit pak tua sialan!” Long Zhi berkata dengan nada yang sangat marah ketika menatap ke arah Jendral Li.


Jendral Li sama sekali tidak peduli dengan amarah Long Zhi, ia pun pergi dari hadapan keduanya untuk memeriksa keadaan Yi Yun, ia harus mengakui bahwa jika saja ia membawa pasukan lainnya, saat ini mungkin dirinyalah yang akan tewas.


“Apa maumu pria tua!” Long Zhi yang masih terbaring di bawah tanah bertanya dengan nada dingin kepada Long Hua.


Buak!


Long Zhi terpental lalu berguling-guling di permukaan tanah sambil memegang pipinya yang bengkak serta satu gigi copot akibat tendangan tersebut.


Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur hanya bisa terdiam ketika melihat kejadian itu. Ia pun mengabaikannya karena ia sudah sering melihat hal seperti itu sedari dulu. Ia pun menghampiri kelompok Yi Yun yang kini telah didekati oleh Jendral Li.


“Jendral Li, katakan apa sebenarnya yang terjadi di tempat ini dan siapa yang menyebabkan fenomena sebelumnya.” ucap Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur.

__ADS_1


“Seperti ini Tuan...” Jendral Li pun menceritakan semua yang terjadi di tempat tersebut tanpa melewatkan detail apapun.


Mendengar semua penjelasan dari Jendral Li, ia menatap ke arah Yi Yun dengan tatapan penuh arti karena ia tidak menyangka bahwa Yi Yun akan mampu menampilkan kelautan seperti itu.


“Ini seperti yang aku pikirkan. Jika menjadikan mereka musuh, mungkin sebelumnya akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Mengingat kembali bahwa Kerajaan Phoenix Kegelapan sebelumnya ingin menghabisi wanita Klan Xiao ini, maka bisa dipastikan bahwa kelompok anak muda ini akan berpihak kepada kami.” Batin Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur.


“Jendral Li, bawa mereka kembali ke Kerajaan Naga Timur. Kau bertugas untuk melindungi mereka. Kami berdua akan menjaga perbatasan untuk beberapa saat lagi.” Perintah Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur.


“Baik.” Jendral Li mengangguk lalu menatap ke arah Xiao Moxian yang masih menggendong Yi Yun. “Apakah kau memerlukan bantuan?”


“Aku akan membawa suami seorang diri.” Xiao Moxian menolak karena ia tentu akan masih waspada apakah Jendral Li ataupun Kerajaan Naga Timur ingin melakukan sesuatu yang buruk kepada suaminya.


Jendral Li paham mengapa Xiao Moxian seperti itu. Ia tidak keberatan dengan sikap ketiga wanita itu yang tampak selalu waspada sepanjang waktu.


“Ayo pergi!” Jendral Li pun memimpin jalan karena ia tua bahwa kelompok Yi Yun saat ini akan menjadi aset penting dalam perang walaupun mereka harus mengeluarkan sejumlah kekayaan untuk membayar mereka. Tetapi itu tidak masalah sama sekali karena ketika mereka memenangkan perang, bisa dipastikan bahwa mereka akan menerima rampasan perang yang sangat melimpah.


Xiao Moxian yang membawa Yi Yun bersama dengan Xuan Yuqie dan Yu Ruyan pun langsung terbang mengikuti Jendral Li.


Kepergian mereka diperhatikan oleh Long Hua yang telah selesai memberikan pelajaran kepada Long Zhi yang saat ini ia seret layaknya sebuah benda.


“Lalu, bagaimana ayah?” Tanya Long Hua.

__ADS_1


“Keempatnya memiliki kekuatan luar biasa yang dapat mengalahkan kultivator satu tahap diatas mereka bahkan jika musuh ada dua terutama untuk pemuda bernama Yi Yun itu. Beri mereka bayaran lebih karena tampaknya Yi Yun itu sangat tertarik mengumpulkan kekayaan.” ucap Leluhur Tua Kerajaan Naga Timur.


Long Zhi yang sedang diseret pun berkedut ketika mendengar bahwa seseorang yang ia hormati yang merupakan adalah Yi Yun ternyata seorang pemuda yang gila akan kekayaan.


__ADS_2