Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 112 - Serangan Dahsyat


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Kuno


Bom! Bom! Bom!


Pertarungan antara Raja Paus Xirus dan Tantai Lingyan pun pecah. Bentrokan maha dahsyat itu membuat danau tersebut tampak mengering perlahan. Walaupun keduanya bukan pengguna qi tipe panas, tetap saja ledakan qi akibat benturan dua kekuatan besar terus-menerus membuat air danau menjadi menguap.


Kejadian tersebut disaksikan oleh semua para kultivator yang memasuki reruntuhan. Tetapi tidak ada diantara mereka yang berani menonton dari jarak dekat. Bahkan aura benturan kedua kekuatan membuat gelombang kejut luar biasa yang tidak bisa diatasi oleh para kultivator tingkat Alam Langit sekalipun apalagi untuk para kultivator tingkat Alam Bumi.


Di kejauhan, di atas langit, Yi Yun yang sedang membawa Xiao Moxian pun menonton dengan seksama pertarungan yang sudah berlangsung lebih dari sejam.


Teriakan Raja Paus Xirus terdengar dari waktu ke waktu setiap kali Tantai Lingyan menyerangnya. Walaupun mungkin Raja Paus Xirus telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, tetap saja akan kesulitan mengindari serangan karena tubuhnya yang sangat besar. Itulah kerugian untuk Raja Paus Xirus meskipun ketahanannya terhadap serangan sangat tinggi.


Namun, tetap saja serangan terus-menerus akan membuat tubuh Raja Paus Xirus mengalami luka juga. Akibat luka di dalam otaknya, banyak bagian dari tubuhnya yang tidak diselimuti oleh qi-nya dan tidak bisa membuat pertahanan ketika serangan Tantai Lingyan mendarat di tubuhnya.


Sementara itu, Tantai Lingyan beberapa kali terkena serangan meskipun ia bisa menahannya dengan teknik pertahanan. Walaupun begitu, tetap saja serangan Raja Paus Xirus sangatlah kuat sehingga beberapa kali teknik pertahanan milik Tantai Lingyan dihancurkan oleh Raja Paus Xirus.


“Groooo...!”


Teriakan Raja Paus Xirus terdengar kembali setelah melakukan pertarungan hampir setengah hari lamanya.


Ketika teriakan itu terdengar, terlihat di semua permukaan air danau pusaran air yang memiliki diameter sekitar sepuluh meter mencakup ruang lingkup seluruh danau.


Tantai Lingyan yang tidak jauh dari permukaan air pun memasang wajah serius. Ia pun langsung mengendalikan semua bunga-bunga kecil yang melayang di belakang punggungnya.


“Aku tidak akan membiarkanmu!” Tantai Lingyan sudah membuat dugaan serangan seperti apa yang akan dilancarkan oleh Raja Paus Xirus saat ini. Ia pun langsung mengerahkan qi-nya dalam jumlah yang sangat besar.


Lima belas bunga tersebut perlahan membesar mencapai ukuran hampir diameter 1 km lebarannya.


“Matilah manusia!” Teriak Raja Paus Xirus. Saat ia mengerahkan qi-nya dalam jumlah yang besar juga, pusaran air sebelumnya pun meledak dan membentuk pilar air di seluruh permukaan air danau dan pilar air tersebut menjulang ke arah langit dan hampir mencapai langit-langit gua bawah tanah tersebut.

__ADS_1


Tantai Lingyan langsung menaiki salah satu bunga yang ia ciptakan dan membungkusnya untuk bertahan. Sementara sisanya pun meledak dalam sekejap.


Duar!


Ledakan besar yang menutupi hampir setengah dari luasnya danau tersebut pun tercipta.


Bentrokan tersebut membuat air meledak ke segala arah. Dari dari danau tersebut, tsunami pun menerjang ke segala arah yang membuat para kultivator yang ingin menonton sedikit mendekat langsung kabur kembali menjauh. Dua jenis qi pun membentuk gelombang kejut ke segala arah dan menghempaskan apa saja lebih dahulu lalu tsunami menyusulnya.


Yi Yun dan Xiao Moxian langsung melapisi tubuh mereka dengan qi mereka untuk bertahan dari gelombang kejut. Walaupun jarak mereka menonton pertarungan sangat jauh, tetap saja hempasan qi tersebut mampu membunuh banyak kultivator jika tingkat Alam Bumi rendah. Namun, karena gabungan kedua qi Yi Yun dan Xiao Moxian, mereka dapat bertahan dari gelombang kejut qi tersebut.


Raja Paus Xirus yang membuat serangan sebelumnya terkena ledakan qi dan melukai sedikit tubuhnya serta serangan Tantai Lingyan juga memberikan dampak tambahan luka pada tubuhnya.


“Sialan!” Raja Paus Xirus yang mencoba bertahan hanya dengan tubuh dan menerima luka berteriak sangat marah. Hanya dengan teriakan saja, seluruh reruntuhan tersebut serta danau berguncang keras.


Sementara itu, Tantai Lingyan yang sudah bertahan dari bentrokan kedua teknik pun melayang perlahan ke udara. Ia langsung mengendalikan bunga terakhir.


Wusssh!


Saat bunga berwana merah kehitaman tersebut mengecil seukuran telapak tangan, itupun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Raja Paus Xirus yang masih berteriak marah.


Raja Paus Xirus yang hampir kehilangan akal sehat karena dipermainkan oleh Tantai Lingyan pun tersadar ketika merasakan bahaya besar mendekat ke arahnya. Tatapannya kini tertuju pada bunga kecil yang berputar sangat cepat serta bergerak ke arahnya secepat kilat.


“Kau pikir bisa mengalahkan ku dengan kekuatan serendah itu, manusia!” Saat Raja Paus Xirus berteriak, ledakan qi berwarna biru pun menerjang layaknya sebuah gelombang kejut.


Tantai Lingyan yang menatap itupun tersenyum lebar. Ia sadar bahwa Raja Paus Xirus tidak memperhatikan sesuatu pada teknik yang ia gunakan karena dalam kondisi emosi yang tidak stabil.


“Segel Ketiadaan!”


Tantai Lingyan pun membuat gerakan kecil dan serangan dalam bentuk bunga yang ia lancarkan pun tampak menghilang dalam sekejap. Setelah itu, ia pun menyilangkan kedua lengannya sambil melapisi seluruh tubuhnya dengan qi-nya untuk mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh serangan Raja Paus Xirus. Ia tentu membuat strategi seperti itu dengan cara menerima satu serangan fatal dari Raja Paus Xirus dengan sedikit pertahanan.

__ADS_1


Sementara serangan yang dilancarkan olehnya dengan kekuatan penuh tidak akan di tahan oleh teknik pertahanan Raja Paus Xirus. Itulah strategi yang digunakan oleh Tantai Lingyan untuk melukai Raja Paus Xirus sangat parah. Dengan kurangnya kendali qi pada Raja Paus Xirus, salah satu teknik terkuat yang ia bisa lepaskan mungkin akan membuat luka yang sangat dalam.


Bom!


Tantai Lingyan terkena serangan dan terpental sangat jauh menuju langit-langit gua. Ia merasakan sakit luar biasa karena tidak menggunakan teknik pertahanan dan hanya mengandalkan qi untuk mengurangi dampak luka yang akan ia terima.


Raja Paus Xirus yang menatap itu dari dalam air pun merasa sangat bahagia saat ini. Ia mengira bahwa teknik yang dilancarkan oleh Tantai Lingyan hancur oleh teknik gelombang kejut bercampur qi yang ia lancarkan sebelumnya. Ia merasa sangat wajar hal seperti itu terjadi karena manusia tidak memiliki kapasitas qi sebanyak binatang spiritual.


Inilah perbedaan antara binatang spiritual dan manusia. Karena kesulitan menembus batas Kultivasi Qi dan Tubuh, binatang spiritual dianugerahi kekuatan tubuh yang tinggi serta qi yang sangat padat. Berbeda dengan manusia yang terus-menerus bisa menembus batas hingga puncak tetapi tidak memiliki pasokan qi serta kekuatan tubuh sebesar binatang spiritual.


Namun, kegembiraan Raja Paus Xirus sirna saat merasakan qi tertentu menyentuh permukaan kulitnya.


Zhung!


Bunga kecil berwarna hitam kemerahan yang terbuat dari qi milik Tantai Lingyan pun bersinar terang dan langsung membesar dalam sekejap.


Raja Paus Xirus terkejut saat melihat dirinya dibaluti oleh qi mengerikan yang mengambil bentuk bunga raksasa yang mengeluarkan uap kematian di tengahnya.


Tantai Lingyan yang menyetabilkan tubuhnya di langit pun, menyeka darah dari situ bibirnya dan ia pun tersenyum lebar.


“Meledaklah..” Gumam Tantai Lingyan dengan senyum jahat.


“Tung-...” Raja Paus Xirus yang mengetahui bahwa dirinya terlalu ceroboh ingin meminta Tantai Lingyan tidak menggunakan tekniknya. Tetapi kata-katanya terputus saat ledakan dahsyat terjadi.


Duar!


Wusssh!


Ledakan qi Kematian yang sangat kuat pun berhembus ke segala arah. Bahkan Yi Yun yang sedang membawa Xiao Moxian pun ikut terpental lebih menjauh dan menerima sedikit luka hanya karena sisa ledakan teknik milik Tantai Lingyan. Dari hal itupun, sangat terlihat bahwa dengan kultivasi tingkat Alam Sage tahap ketiga milik Tantai Lingyan, kekuatannya setidaknya paling rendah bisa menyaingi kultivator tingkat Alam Sage tahap kelima.

__ADS_1


__ADS_2