Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 349 - Long Zhi yang Licik


__ADS_3

Paviliun Anggrek


Pelayan tersebut mengerutkan keningnya ketika mendengar kata-kata dari Yi Yun dan Long Zhi. Ia merasa bahwa keduanya terlalu menganggap diri mereka tinggi seolah-olah bisa membeli manual tubuh terbaik yang dimiliki oleh Paviliun Anggrek. Ia paling tidak menyukai pelanggan yang sangat arogan seperti itu.


“Maaf tuan-tuan, harga dari manual tubuh terbaik di tempat ini sangatlah mahal.” ucap pelayan tersebut dengan senyum palsu seperti biasa. Ia adalah seorang kultivator tingkat Alam Kaisar tahap kedelapan, jadi ia tau bagaimana kekayaan kultivator setingkat itu.


“Apa menurutmu kami tidak bisa membeli benda seperti itu?” Long Zhi memasang wajah gelap. Walaupun ia telah dibuang oleh ayahnya, ia masih mendapatkan harta warisan dari kakeknya yang sangat menyayanginya, dan itu telah diberikan oleh saudara kembarnya kepadanya.


“Berapa harga yang kau inginkan? 1.000.000 Kristal Tiga Warna? 10.000.000?” Tanya Long Zhi dingin dan memamerkan kekayaannya.


Yi Yun menatap Long Zhi dengan tatapan kagum tetapi itu menyiratkan bahwa ia menatap Long Zhi sebagai bank berjalan. “Luar biasa Long Zhi, kau memang layak menjadi bank berjalan!” Seru Yi Yun.


“Bank berjalan?” Batin Long Zhi, Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan karena tidak tau apa itu arti dari kata bank.


Sedangkan untuk pelayan tersebut yang mendengarnya pun langsung pucat karena tidak menyangka bahwa kultivator acak akan memiliki kekayaan seperti itu walaupun ia masih tidak mempercayainya sama sekali.


“Harga untuk manual kultivasi tubuh paling berharga di Paviliun Anggrek ini dihargai 2.500.000 Kristal Tiga Warna tuan.” ucap pelayan tersebut dengan nada sopan.


Mendengar itu, Long Zhi langsung mendengus. Ia sangat ingin menyembelih pelayan tersebut tetapi ia menahannya karena sudah tau bahwa Paviliun Anggrek pasti bukan berasal dari kekuatan yang biasa saja. “Panggil pengelola tempat ini! Kami akan langsung melakukan bisnis dengannya!”

__ADS_1


“Ta-tapi..” Ketika pelayan itu ingin menolak, niat membunuh yang sangat besar terpancar dari tubuh Long Zhi.


Niat membunuh seperti itu langsung membuat pelayan tersebut gemetaran. Ia tentu dapat merasakan bahwa jika ia berbicara sesuatu yang salah, maka ia akan tewas di tempat.


Para kultivator yang berada di sekitar tempat itupun langsung melihat ke arah Long Zhi yang mengeluarkan niat membunuh yang sangat jarang terlihat. Banyak dari mereka yang menelan ludah karena terintimidasi oleh niat membunuh seperti itu.


Beberapa pelayan lainnya pun langsung datang dan menatap ke arah Long Zhi dengan sangat dingin karena mengancam salah satu dari mereka.


“Apa yang terjadi?” Pria paruh baya pun langsung muncul di tempat itu karena merasakan niat membunuh yang luar biasa mengerikan. Tatapannya tertuju pada Long Zhi dan ia terkejut bahwa ada kultivator yang sangat muda memiliki niat membunuh sekaliber itu.


“Siapa kau?” Tanya Long Zhi dengan nada tidak puas.


“Aku adalah salah satu pengurus Paviliun Anggrek. Pelanggan, apakah anda tidak tau bahwa ada telah mencari masalah di sini?” Tanya pria paruh baya itu dengan santai karena ia tentu dapat memusnahkan Long Zhi dengan mudah tetapi ia ingin mencari tau apa yang terjadi karena pekerjaan Paviliun Anggrek adalah mencari keuntungan, bukan mencari musuh atau masalah.


Para kultivator lainnya juga tertarik dan menatap apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tentu tau bahwa Paviliun Anggrek adalah tempat yang dimiliki oleh salah satu kekuatan besar dan ada kultivator acak yang berani mencari masalah di tempat itu.


“Mencari masalah? Aku adalah yang ingin bertanya sebaliknya kepadamu. Apakah jika seorang pelanggan ingin membeli sesuatu yang berharga kekayaan mereka harus diperlihatkan lebih dulu?” Tanya Long Zhi jijik lalu melempar cincin ruang ke arah pria paruh baya tersebut.


Pria paruh baya tersebut menangkap cincin ruang lalu melihat isinya. Matanya sedikit melebar karena ia tau bahwa jumlah kekayaan itu sudah sangat banyak. Dan ia yakin bahwa pria muda yang ia lihat dengan penampilan acak-acak akan memiliki Kekayaan yang lebih besar lagi di dalam cincin ruangnya yang lain. Ia pun melempar kembali cincin ruang lalu menatap ke arah para pelayan.

__ADS_1


“Apakah itu benar?” Tanya pria paruh baya tersebut dengan nada datar tetapi para pelayan langsung gemetaran ketika mendengar nada tanpa emosi tersebut.


“Jika sikap kalian seperti ini kepada pelanggan yang ingin melakukan transaksi besar, aku dapat memastikan bahwa bisnis kalian tidak akan berlangsung lama.” Dengus Long Zhi.


Wajah pria paruh baya itu sedikit jelek saat ini karena apa yang dikatakan oleh Long Zhi memang bisa menjadi kenyataan apa lagi banyak kultivator yang sedang melihat ke arah mereka serta mendengarkan percakapan.


“Maat tuan-tuan, kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali. Oleh karena itu, Paviliun Anggrek akan memberikan kompensasi kepada kalian.” ucap pria paruh baya tersebut lalu melirik ke arah pelayan dengan tatapan membunuh dalam waktu kurang dari satu detik.


“Dengar teman lama, jika kekuatan di belakang kami mengetahui hal ini, aku yakin kalian juga tidak akan menyukainya. Jika kalian ingin memberi kompensasi, kami akan mempertimbangkannya. Lagi pula kami memang ingin membeli banyak hal karena aku mendengar dari para anggota Klan ku bahwa tempat ini menyediakan banyak benda berharga.” ucap Long Zhi.


“Teman lama? Kekuatan di belakang kami? Apakah pemuda ini berniat mengancam kami?” Batin pria paruh baya tersebut dan semakin membenci pelayan yang membuat masalah dengan seroang pemuda yang membawa sangat banyak kekayaan padanya. Ia telah menduga bahwa identitas pemuda yang tampak acak-acakan itu pastilah tidak sederhana karena dari kata-kata Long Zhi, itu sudah sangat meyakinkan.


“Baiklah, ikuti aku. Aku akan memberikan pelayanan terbaik yang dapat diberikan oleh Paviliun Anggrek.” ucap pria paruh baya tersebut lalu langsung berbalik berjalan ke arah tertentu.


Long Zhi menyeringai lalu menatap ke arah Yi Yun dengan senyum licik diwajahnya.


“Kau tidak hanya layak menjadi bank berjalan, kau juga bisa menjadi penipu berjalan.” Yi Yun memberikan jempol kepada Long Zhi lalu berjalan mengikuti pria paruh baya tersebut dengan senyum lebar diwajahnya.


Long Zhi sedikit berkedut ketika mendengar kata-kata penipu berjalan, tetapi ia masih berpikir apa sebenarnya itu bank. Ia pun berjalan perlahan lalu melirik ke arah pelayan tersebut dengan seringai lebar diwajahnya sambil membuat gerakan memotong leher dengan ibu jarinya.

__ADS_1


__ADS_2