
Lembah Kematian
Serigala Darah Kuno pun terlihat setelah ledakan api mereda. Tubuh hangus tak bernyawa pun terlihat tergeletak di permukaan tanah.
Kelompok Ji Yuan terdiam menatap ke arah Serigala Darah Kuno yang telah tewas di tangan seorang wanita dengan tingkat kultivasi Alam Bumi tahap kesembilan.
“Sungguh tidak dapat dipercaya bahwa dengan tingkat kultivasi seperti itu, mereka berdua akan mampu mengalahkan binatang spiritual Serigala Darah Kuno yang memiliki tingkat kultivasi Alam Langit tahap kedua.” Ji Zho berkata dengan nada yang sangat terkejut.
Sementara itu, Ji Yuan hanya menatap dengan tatapan kosong ke arah Xiao Moxian. Tidak bisa dipungkiri, ia memang sangat tertarik dengan seseorang seperti Xiao Moxian. Tidak hanya muda dan sangat cantik, yang paling penting, Xiao Moxian sangatlah kuat.
Sementara itu, Yi Yun yang berada di langit sedang terbang pun menatap ke arah kelompok Ji Yuan. Ia pun tersenyum kejam di balik topengnya karena tentu tidak akan pernah lupa dengan Ji Yuan yang mengancamnya berkali-kali. Saat ini, tingkat kultivasinya telah melampaui Ji Yuan sangat jauh sehingga kali ini adalah gilirannya untuk menindas tuan muda tersebut.
Tap!
Yi Yun pun mendarat tidak jauh dari tempat kelompok Ji Yuan berada bersama dengan Xiao Moxian.
Ji Zho yang merupakan pemimpin kelompok tersebut perlahan melayang ke arah Yi Yun dan Xiao Moxian lalu berhenti tidak jauh dari keduanya.
“Bisakah kalian memberitahu siapa kalian sebenarnya? Kami anggota Klan Ji datang ke tempat ini untuk mencoba mencari Serigala Darah Kuno dan meminta informasi padanya. Bisakah kalian bekerjasama?” Tanya Ji Zho tidak sombong dan tidak rendah.
Xiao Moxian hanya diam karena Yi Yun juga diam. Suasana menjadi aneh karena keduanya tidak berbicara sama sekali.
Karena keduanya hanya diam, Ji Yuan selaku tuan muda Klan Ji pun perlahan datang menghampiri Yi Yun dan Xiao Moxian dengan gaya tuan muda yang sangat elegan.
__ADS_1
“Nona, perkenalkan, aku adalah Ji Yuan, Tuan muda Klan Ji, bisakah anda memberi tahu siapa anda? Jika tertarik, kami Klan Ji juga akan masuk ke dalam Lembah Kematian. Nona bisa ikut dengan kami agar keselamatan mu terjamin.” ucap Ji Yuan dengan senyum yang sangat ramah
Yi Yun ingin muntah menatap sikap Ji Yuan. Ia tidak bisa berkata-kata karena Ji Yuan yang sudah memiliki seorang wanita di sisinya masih saja merayu wanita lain tepat di hadapan wanitanya.
Sementara itu, Yu Ruyan hanya mengepalkan tangannya dengan kuat karena ia tau bahwa dirinya hanyalah sebuah barang di mata Klan Ji termasuk untuk Ji Yuan. Jika saja Klan-nya tidak memiliki hutang, ia tidak akan terlibat dengan Klan Ji terutama dengan Ji Yuan.
Xiao Moxian yang mendengar apa yang dikatakan oleh Ji Yuan juga merasa sangat jijik. Ia sudah mengabdikan dirinya untuk suaminya Yi Yun, tidak mungkin ia akan mau bersama seseorang seperti Ji Yuan yang sangat terlihat bahwa dia adalah seseorang yang suka merayu wanita.
“Enyahlah! Kau membuatku jijik!” Dengus Xiao Moxian saat menyimpan Pedang Phoenix Cahaya.
Wajah Ji Yuan gelap seketika. Ia tentu terkejut bahwa ada seseorang wanita yang menolaknya begitu saja saat pertama kali ia memperkenalkan diri serta menawarkan bantuan yang murah hati.
Bahkan Ji Zho juga terkejut dengan sikap Xiao Moxian. Wajahnya sedikit gelap karena tentu ia bertugas untuk memenuhi semua keinginan Ji Yuan atas perintah Patriak Klan Ji.
“Nona, tolong jaga ucapanmu. Apa kau tidak tau apa Klan Ji itu?” Tanya salah satu anggota Klan Ji yang lainnya dengan nada yang sangat marah.
Yi Yun sedikit terkejut dengan sikap Xiao Moxian dan bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu.
“Sistem, bisakah kau menjelaskan kenapa Xiao Moxian seperti itu? Ada sesuatu yang salah padanya.” Yi Yun bertanya di benaknya.
[Ding!]
[Itu dikarenakan oleh Artefak Pengikat Fana. Semua yang dianggap oleh Host sebagai musuh, maka istri Host yang telah menggunakan Artefak Pengikat Fana akan merasakan perumusan yang sama juga]
__ADS_1
Yi Yun terkejut karena tampaknya benda yang ia beli dari Sistem sungguh tidak terduga. Ia pun menatap kembali ke arah kelompok Ji Yuan untuk mencari tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kultivator yang sebelumnya berbicara dengan nada kasar kepada Xiao Moxian pun hanya bisa menggertakkan giginya dengan kuat. Ia tidak berani berbicara karena masih ingat bagaimana kuatnya Xiao Moxian ketika melawan Serigala Darah Kuno.
“Nona, tenanglah. Kami hanya ingin berbicara baik-baik denganmu. Tidak perlu mencari permusuhan.” Ji Yuan yang tetap bersabar pun mencoba untuk menenangkan suasana.
Xiao Moxian menatap ke arah Ji Yuan dengan tatapan dingin lalu membalas sesuatu yang tidak berhubungan dengan kata-kata Ji Yuan. “Aku tidak tau kenapa, kau sungguh membuatku merasa muak.”
“Apa katamu?” Ji Yuan yang merasa harga dirinya di injak pun merasa sangat marah. Qi-nya perlahan bocor karena ingin mendisiplinkan wanita tersebut di bawah telapak kakinya.
“Ha? Kau ingin bertarung? Aku akan menemanimu beberapa putaran. Pastikan untuk mencuci lehermu dengan bersih!” ucap Xiao Moxian dan mengambil pedang yang lumayan kuat dari cincin ruang miliknya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Moxian, Ji Yuan membeku di tempat. Ingatan tentang kekuatan yang ditampilkan oleh Xiao Moxian tentu masih segar di kepalanya. Ia tentu sangat sadar bahwa dirinya bukanlah tandingan Xiao Moxian.
Zhep!
Ji Zho muncul tepat di hadapan Ji Yuan dan menatap ke arah Xiao Moxian dengan dingin.
“Hentikan sampai di sini atau kau akan menyesal!” Ancam Ji Zho. Auranya sedikit bocor dan mencoba untuk menindas Xiao Moxian. Meskipun ia tau bahwa Xiao Moxian kuat karena mampu mengalahkan Serigala Darah Kuno dengan bekerjasama dengan pemuda menggunakan armor perang, ia tentu tidak akan takut menghadapi keduanya. Lagi pula di kelompoknya saat ini ada banyak kultivator tingkat Alam Bumi tahap kedelapan dan kesembilan. Dengan barisan itu, tentu Ji Zho merasa bahwa mereka akan menang jika pertarungan terjadi.
“Menyesal? Perlihatkan kepada kami seperti apa penyesalan itu.” Kali ini Yi Yun pun membuka suara setelah diam begitu lama. Ia tetap menggunakan Armor agar identitasnya tidak diketahui oleh Ji Yuan saat ini.
Semua anggota Klan Ji pun langsung mengeluarkan senjata mereka untuk bersiap-siap bertarung.
__ADS_1
Suasana menjadi tegang seketika karena kata-kata yang keluar dari mulut Xiao Moxian.
Yi Yun tau bahwa jika satu patah kata yang tidak sesuai terucap, pertarungan pun pasti akan terjadi. Ia pun berpikir kembali tentang apa yang dikatakan oleh Ji Yuan bahwa mereka akan masuk ke dalam lembah juga. Jadi, ia pun tersenyum di balik topengnya karena berpikir bahwa lebih baik membereskan mereka semua di Lembah Kematian.