
Hutan Kegelapan
“Yuqie, sudah waktunya bagimu untuk mencoba menggunakan kekuatanmu.” ucap Yi Yun ketika melihat sosok Tetua Wang yang sudah mendekat.
“A-apa? Ta-tapi aku tidak bisa bertarung.” Balas Xuan Yuqie sangat gugup ketika melihat ke arah tertentu yaitu tempat Tetua Wang yang sudah mendekat.
Tap!
Tetua Wang mendarat di salah satu pohon dan menatap ke arah Yi Yun dan Xuan Yuqie.
“Kau tidak kabur? Sungguh tidak terduga bahwa kau akan memiliki nyali. Di mana Tuan Muda Klan Shi? Dan siapa bocah itu?” Tanya Tetua Wang menatap ke arah Yi Yun. Ia sama sekali tidak dapat merasakan tingkat kultivasi Yi Yun sehingga ia hanya mengira Yi Yun adalah seorang anak yang tidak berkultivasi.
Yi Yun hanya diam sementara Xuan Yuqie menatap ke arah Tetua Wang dengan tatapan penuh kebencian karena membantai orang-orang tidak bersalah dari Klan Shi sebelumnya.
“Hm? Kultivasimu telah mencapai tingkat Alam Langit tahap pertama? Sungguh luar biasa! Kau memang sesuatu yang lain sehingga Master Sekte Harimau Neraka sangat menginginkan kekuatanmu!” ucap Tetua Wang dan langsung melompat ke arah bawah dan tiba di jarak hampir lima meter dari Xuan Yuqie.
Tetua Wang mengeluarkan pedangnya. Ia tentu tau bahwa Xuan Yuqie tidak bisa bertarung sama sekali karena itulah informasi yang mereka miliki.
“Ikut denganku secara sukarela atau aku akan memenggal kaki dan tanganmu lalu menyeretmu ke Sekte Harimau Neraka!” Ancam Tetua Wang dingin.
Xuan Yuqie sedikit ketakutan tetapi ia mengingat kembali kata-kata Yi Yun bahwa dengan kekuatan, ia akan mempelajari apa itu dunia kultivator dan kehidupan.
“Apa kau pikir aku akan mau ikut denganmu secara sukarela?” Xuan Yuqie mencoba memberanikan diri.
“Oh?” Tetua Wang menaikkan alisnya sedikit lalu tersenyum kejam. Qi-nya pun mulai bocor dan mencoba menekan Xuan Yuqie.
Merasakan tekanan yang sangat berat, Xuan Yuqie sedikit berkeringat karena Kultivasi Tetua Wang memang dua tahap diatasnya.
Dengan instingnya, Xuan Yuqie pun mencoba menarik kekuatan yang ada di dalam tubuhnya. Aura hitam perlahan merembes dan membentuk sebuah armor. Ketika itu terjadi, tekanan yang ia rasakan pun menurun drastis.
“Oh? Sungguh tidak terduga. Tampaknya kau mencoba mengendalikan kekuatanmu itu. Apa kau tau mengapa Klan Xuan tidak mengijinkanmu berkultivasi atau keluar dari Klan? Semua itu karena kekuatanmu yang akan membawa bencana bagi mereka. Mereka lebih memilih mengorbankanmu kepada Klan Shi agar Klan Xuan tidak terlibat masalah dengan semua kekuatan besar jika mereka mengetahui tentang kekuatanmu!” ucap Tetua Wang dengan senyum kejam.
Mendengar hal itu, Xuan Yuqie menegang di tempat karena ia tidak percaya sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Tetua Wang.
Melihat Xuan Yuqie yang tampak terkejut dan tidak percaya, Tetua Wang pun langsung melesat dan muncul di depan Xuan Yuqie. Ia pun mengayunkan pedangnya tetapi tidak mengincar bagian vital.
Xuan Yuqie yang masih membatu di tempat, terkejut tiba-tiba. Ia secara naluriah mengayunkan lengannya yang membentuk sebuah cakar. Qi berwana putih pun menyelimuti lengan kanannya.
Trang!
Bussssh!
Drrrrtttt!
Qi kuat menyebar ke segala arah ketika benturan terjadi.
__ADS_1
“Apa?” Tetua Wang terkejut melihat qi yang menyelimuti lengan kanan Xuan Yuqie dan membentuk cakar seekor harimau berwana putih tembus pandang.
“Kau telah membunuh orang-orang tidak berdosa, aku akan memberimu pelajaran di sini sekarang juga!” Teriak Xuan Yuqie menyerang dengan telapak tangan kirinya.
Bussssh!
Api berwarna oranye kemerahan pun meledak seketika yang membuat Tetua Wang terkejut.
“Jangan sombong hanya karena kau bisa menggunakan kekuatanmu itu!” Ucap Tetua Wang ketika mengayunkan telapak tangannya juga.
Bam!
Api dan aura berwana hitam pun menyebar ke segala arah. Ketika bentrokan terjadi, Xuan Yuqie dan Tetua Wang pun terhempaskan ke belakang.
Keduanya menyetabilkan tubuhnya masing-masing lalu menatap ke arah lawan.
Yi Yun yang menatap itu menjaga jarak sedikit agar tidak terseret dalam pertarungan. Tetapi ia tidak akan lengah begitu saja jika Xuan Yuqie tidak mampu melawan Tetua Wang.
Telapak tangan kiri Tetua Wang tampak sedikit melepuh. Ia menatap ke tangannya lalu memandang ke arah Xuan Yuqie dengan wajah dingin. “Tampaknya aku harus memotong lengan dan kakimu agar tidak bisa melawan lagi!”
Mendengar ancaman Tetua Wang sekali lagi, Xuan Yuqie semakin marah. “Aku pasti bisa! Aku harus mengalahkannya!” Batin Xuan Yuqie. Ia dapat merasakan ada empat kekuatan yang berbeda di dalam tubuhnya.
Kepercayaan dirinya meningkat sedikit setelah bentrokan sebelumnya. Tanpa membuang waktu, ia pun mengangkat lengan kanannya ke arah langit seolah-olah ia mengetahui teknik apa yang akan ia gunakan.
Sraing!
Ketika Xuan Yuqie mengayunkan lengan kanannya, lima bilah qi melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Tetua Wang.
Tetua Wang yang mendatar itu hanya mendengus kesal. Ia pun langsung bergerak dengan kecepatan tinggi menghindari lima bilah qi tersebut dengan mudah.
Walaupun mungkin daya serang teknik Xuan Yuqie kuat, tetap saja akurasinya masihlah rendah sehingga sangat mudah dihindari.
Zhep!
Tetua Wang muncul di belakang Xuan Yuqie dan langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga untuk memenggal lengan kanan wanita itu.
“Cangkang Kura-kura Hitam!”
Perisai berwarna hitam seperti sebuah tempurung kura-kura tembus pandang pun muncul di sekeliling Xuan Yuqie.
Trang!
Tetua Wang merasakan lengannya kesemutan ketika pedang di tangan kanannya memantul dan hampir terlepas ketika bentrok dengan penghalang yang melindungi Xuan Yuqie.
“Pilar Api!”
__ADS_1
Xuan Yuqie menyentuh permukaan tanah dengan tangan kirinya. Qi dalam jumlah yang sangat besar pun meledak membentuk sebuah pilar api raksasa lalu menelannya bersama dengan Tetua Wang.
“Arrrrgghh!” Tetua Wang yang merasakan panas luar biasa pun berteriak keras. Ia langsung terbang ke arah belakang keluar dari pilar api tersebut.
Ketika mendarat, Tetua Wang memasang wajah sangat pucat karena hampir saja terbakar hingga tewas.
“Sialan! Bagaimana bisa anak ini memiliki teknik sekuat itu? Dia tidak pernah berlatih sama sekali!” Batin Tetua Wang dengan wajah yang sangat gelap.
Saat pilar api menghilang, terlihat Xuan Yuqie yang memasang wajah dingin setiap waktu menatap ke arah Tetua Wang.
“Kau benar-benar membuatku marah!” ucap Tetua Wang saat mengerahkan semua qi-nya. Ia pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi, qi menyelimuti tubuhnya dan membentuk tubuh harimau berwana hitam gelap.
Menatap Tetua Wang mendekat, Xuan Yuqie perlahan melayang lalu di bawahnya terlihat qi yang berkumpul dengan kecepatan sangat tinggi membentuk seekor naga berwarna hijau. Ia pun langsung melesat menggunakan naga hijau tersebut ke arah Tetua Wang.
Kedua qi yang membentuk seekor binatang itupun langsung menabrak satu sama lainnya.
Blar!
Ledakan dahsyat terjadi yang membuat tempat tersebut hancur berantakan.
Yi Yun pun melapisi tubuhnya dengan qi-nya untuk menghalau efek ledakan tersebut. “Aku tidak menduga bahwa Yuqie akan bisa mengendalikan kekuatan Tubuh Ilahi Empat Simbol mencapai level ini.”
Namun, melihat hal itu, Yi Yun pun tersenyum kecil. Seseorang dengan kekuatan Tubuh Ilahi bawaan sudah pasti akan bisa dengan cepat mempelajari kekuatannya sendiri karena itu seperti bagian dari tubuhnya layaknya sebuah lengan dan kaki.
Ketika ledakan qi mereda, terlihat dua sosok berada di dalam kawah yang cukup dalam. Yi Yun pun melompat mendekat untuk melihat apa yang terjadi dari jarak dekat.
Di kawah, terlihat Xuan Yuqie yang berwajah pucat dan menatap sedikit ke arah bawah. Dihadapannya saat ini Tetua Wang sedang berlutut dan memuntahkan seteguk darah.
“Kau..” Tetua Wang semakin marah karena tidak menyangka bahwa akan kalah melawan seorang pemula yang bahkan tidak pernah bertarung.
“Kau kalah! Pergilah dari tempat ini! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!” ucap Xuan Yuqie dingin. Ia pun langsung berbalik karena merasa telah memberikan pelajaran yang cukup terhadap Tetua Wang.
Melihat Xuan Yuqie yang berbalik, Tetua Wang mendengus karena Xuan Yuqie masih sangatlah naif.
“Mati!” Teriak Tetua Wang ketika melesat ke arah Xuan Yuqie. Ia mengayunkan pedangnya ke arah tubuh Xuan Yuqie karena ingin melukainya secara parah.
Xuan Yuqie yang mendengar teriakan itupun berbalik dan memasang wajah lebih pucat ketika pedang hampir mencapai arah bahunya. Ia tidak mengerti mengapa Tetua Wang tidak pergi bahkan setelah ia melepaskannya.
“Kaulah yang akan mati!” Suara dingin terdengar di belakang Tetua Wang yang sedang mengayunkan pedangnya.
Jleb!
Sebuah pedang berwana merah pun langsung bersarang di jantung Tetua Wang yang membuatnya terhenti mengayunkan pedangnya.
Tentu seseorang yang menikam Tetua Wang adalah Yi Yun. Ia pun hanya bisa menghela nafas panjang karena masih perlu mengajari Xuan Yuqie agar tidak berbelas kasih kepada musuh.
__ADS_1