
Setelah menyusun rencana dengan Ye Zhong dan Ye Quan, mereka pun langsung pergi ke dekat tempat jebakan yang dikatakan oleh Ye Mo sebelumnya. Yi Yun tidak akan heran bahwa rencana sederhana tersebut akan berhasil jika tidak ada kecelakaan sama sekali.
Setelah mencapai lokasi yang ditentukan, ketiganya pun mempersiapkan jebakan. Jebakan dibuat oleh Ye Zhong menggunakan sebuah jimat tertentu untuk menghentikan gerakan musuh-musuh dalam waktu beberapa detik. Dalam waktu tersebut sudah pasti akan bisa menghabisi Tetua Han Yang.
Setelah selesai, Yi Yun menatap ke arah jimat yang ditanam, itu akan terlihat seperti benda biasa karena qi yang dipadatkan di dalam sangat tersembunyi.
“Sistem, apakah jebakan seperti ini mampu menahan kultivator Tingkat Alam Bumi tahap kedelapan?” Tanya Yi Yun dalam pikirannya.
[Ding!]
[Memulai analisis]
[Analisis selesai]
[Kesempatan untuk menjebak kultivator tingkat Alam Bumi tahap ketujuh memiliki keberhasilan 70%]
Jawaban Sistem membuat Yi Yun semakin yakin bahwa rencana kali ini pasti berhasil. Namun ia pasti akan tetap waspada jika terjadi kesalahan nantinya.
“Ayo kita menjauh, jebakan telah dibuat. Tidak lama lagi, Ye Mo akan segera tiba di tempat ini.” ucap Ye Zhong dengan nada serius.
Yi Yun dan Ye Quan pun mengangguk kecil dan langsung bergerak ke tempat lain menjaga jarak dari jebakan yang mereka letakkan di halaman sebuah pondok kecil tidak jauh dari reruntuhan klan Ye.
Waktu terus berlalu, tanpa terasa satu jam telah berlalu begitu saja. Yi Yun, Ye Zhong dan Ye Quan masih bersembunyi dikejauhan untuk memperhatikan apakah Tetua Han Yang akan datang atau tidak.
Tidak lama kemudian, Ye Mo terlihat bergerak ke arah pondok tersebut dan di belakangnya ada seorang pria paruh baya yang memasang ekspresi serius dari waktu ke waktu.
“Zi Mo, apakah yang kau katakan benar bahwa bocah yang bernama Yi Yun itu sudah kau tangkap?” Tanya Tetua Han Yang. Ia sama sekali tidak tau nama depan Ye Mo, dan hanya mengetahui Zi Mo, rekan yang sering ia gunakan untuk memusnahkan seseorang dengan bayaran tidak terlalu tinggi. Itulah sebabnya Tetua Han Yang setuju untuk ikut walaupun tentu saja ia masih waspada. Ia tau bahwa pemburu hadiah bukanlah seseorang yang bisa dipercayai karena sering ada kejadian penyewa jasa dibunuh.
“Apa kau tidak yakin denganku? Kapan aku menyelesaikan misi yang kau berikan dengan kegagalan?” Tanya Ye Mo tidak senang.
Tetua Han Yang terdiam karena memang benar bahwa Ye Mo selalu mengajarkan pekerjaan yang ia berikan dengan bersih dan tidak pernah tersisa bukti bahwa dirinyalah yang menyewa Ye Mo. Namun satu hal yang membuat situasi saat ini janggal menurutnya. Ia tentu tau di mana lokasi Zi Mo atau Ye Mo membawanya, itu adalah bekas reruntuhan klan Ye yang telah binasa di tangan klan Han.
“Jika kau melakukan sesuatu yang mencurigakan, kau pasti akan tewas Zi Mo!” Batin Tetua Han Yang karena tentu ia memiliki rencana khusus untuk berjaga-jaga agar tidak di serang tiba-tiba.
“Di sini!” Ye Mo pun terhenti di sebuah pondok kecil yang memiliki halaman biasa saja. Ia melirik ke arah tertentu dan tau bahwa jebakan telah dipasang oleh kedua rekannya.
“Hm? Aku tidak merasakan tanda-tanda pancaran qi seseorang di dalam sana.” Tetua Han Yang berbicara dengan kerutan di dahinya. Ia pun menoleh ke arah Ye Mo untuk meminta penjelasan.
“Aku sudah melumpuhkan anak itu sehingga tidak ada pancaran qi yang terasa. Kau harus paham apa maksudku!” Balas Ye Mo.
Tetua Han Yang mengangguk kecil. Memang benar bahwa ia tidak akan bisa melacak seseorang yang tidak memiliki qi. Semua makhluk hidup memilikinya walaupun itu dalam jumlah kecil karena tidak berkultivasi. Tetapi, ketika seseorang menjadi lumpuh, itu sudah menjadi cerita yang berbeda.
“Ayo masuk. Aku tidak tau apa yang kau inginkan dari anak itu sehingga memasang harga yang mahal untuk kepalanya. Karena itu, aku tidak membunuhnya, menurutku, kau pasti mencari sesuatu dari bocah itu. Jika aku membunuhnya, kau pasti tidak akan mau membayarku,” ucap Ye Mo melirik ke arah Tetua Han Yang sambil berjalan perlahan.
__ADS_1
“Kau tau dengan pasti bagaimana sifatku. Tentu aku tidak akan mau membayar jika tidak ada keuntungan bagiku!” Balas Tetua Han Yang sambil mendengus.
Ye Mo tidak berbicara lagi dan menuntun Tetua Han Yang menuju pondok.
Sementara itu, dikejauhan, terlihat Yi Yun, Ye Zhong dan Ye Quan yang sedang bersiap-siap untuk bergerak jika jebakan sudah aktif.
Yi Yun menatap ke arah Tetua Han Yang dengan seksama untuk mencari tau kapan ia pernah bertemu dengannya. Setelah mengingat-ingat kembali, ia langsung sadar bahwa seorang pemuda yang pernah ia temui di kediaman Keluarga Rong memiliki kemiripan dengan Tetua Han Yang.
“Tampaknya dia terkait dengan pemuda itu. Tunggu dulu, bukankah Ye Zhong mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi tentang apa saja yang dimiliki Han Yang dari keponakannya yang bernama Han Li? Semuanya sekarang masuk akal karena pasti orang itu memberitahu bagaimana ciri-ciri ku.” Batin Yi Yun.
“Yi Yun, bersiap-siaplah. Kita akan segera bergerak ketika jebakan telah aktif!” ucap Ye Zhong dan mengeluarkan senjatanya begitu juga dengan Ye Quan melakukan hal yang sama.
Yi Yun mengangguk kecil dan mengeluarkan Pedang Darah juga. Ini hanya antisipasi jika Ye Mo tidak bisa membunuh Tetua Han Yang dalam sekali serang. Ketiganya akan melancarkan serangan sekuat tenaga jika Ye Mo gagal untuk membunuh Tetua Han Yang.
“Sistem, periksa semua daerah sekitar sejauh mungkin!” Perintah Yi Yun dalam pikirannya.
[Ding!]
[Mulai memeriksa!]
[Ding!]
[Di jarak hampir tiga puluh meter dari Ye Mo dan Han Yang, ada dua individu dengan tingkat kultivasi Alam Bumi tahap keempat sedang bersembunyi]
Jawaban Sistem membuat mata Yi Yun melebar. Ia sekarang paham bahwa Tetua Han Yang tidak akan percaya begitu saja kepada Ye Mo yang membawanya pergi.
Crak!
Zhep! Zhep! Zhep!
Beberapa rantai melesat dari dalam tanah dan menerjang ke arah Tetua Han Yang.
Tetua Han Yang terkejut dan tau bahwa Ye Mo memang menjebaknya dengan membawanya ke tempat yang sepi. Ia memang membawa dua bawahannya, tetapi, ia tidak tau apakah sempat untuk menghalangi Ye Mo nantinya jika ingin membunuhnya jika ia terkena jebakan.
Tetua Han Yang pun langsung dibaluti oleh rantai-rantai yang sangat kuat. Ia tau bahwa butuh kurang dari 10 detik untuk menghancurkan rantai-rantai yang dialiri oleh qi yang lumayan kuat.
“Apa artinya ini, Zi Mo?” Tanya Tetua Han Yang sangat dingin.
Sebelum Ye Mo membalas, teriakan Yi Yun terdengar sangat kuat dari kejauhan saat ia bersama dengan Ye Zhong dan Ye Quan bergerak.
“Ye Mo! Bunuh dia! Ada dua kultivator yang sedang mendekat ke arah kalian!” Teriak Yi Yun sekuat tenaga yang membuat Ye Mo tertegun.
Ye Mo pun tidak membuang waktu dan langsung mengeluarkan pedang dari cincin ruang miliknya lalu mengayunkannya ke arah leher Tetua Han Yang sekuat mungkin.
__ADS_1
Zhep!
Pedang terbang melesat ke arah Ye Mo yang mencoba untuk menghentikannya.
Yi Yun yang menatap itu pun lancar melempar Pedang Darah yang ada di tangannya juga. Tetapi, target Yi Yun tentu saja bukan pedang tersebut karena ia yakin bahwa Ye Mo pasti akan bisa menghindar.
“Ye Mo! Menghindar!” Teriak Ye Zhong dan Ye Quan bersamaan.
Ye Mo yang mendengarnya pun buru-buru melompat ke arah belakang.
Sraing!
Ketika Ye Mo sudah menghindar, ia melihat sebuah pedang berayun tepat di dekat lehernya. Jika saja ia tidak menghindar, sudah pasti lehernya akan terpenggal saat ini juga. Ia sedikit berkeringat karena tidak menyangka bahwa Tetua Han Yang akan membawa bawahannya.
Jleb!
“Arrrggggghhh!”
Teriakan kesakitan terdengar dari arah Tetua Han Yang yang membuat Ye Mo terkejut. Ia pun menatap Tetua Han Yang saat ini yang sudah dilumuri oleh darah yang lumayan banyak di sekitar lengan kirinya.
Saat ini, terlihat di otot lengan kiri Tetua Han Yang sudah bersarang sebuah pedang berwana merah yang merupakan Pedang Darah milik Yi Yun.
“Tetua Han Yang!” Dua individu pun berteriak keras saat mereka mendatar di dekat Tetua Han Yang.
Ye Zhong dan Ye Quan tentu saja terkejut dengan gerakan yang Yi Yun buat untuk melukai Tetua Han Yang karena rencana mereka gagal oleh dua kultivator yang berasal dari sekte Pedang Iblis.
Tap!
Yi Yun, Ye Zhong dan Ye Quan pun tiba di sebelah Ye Mo sambil memandang ke arah Tetua Han Yang yang sudah terlepas dari rantai-rantai tersebut.
Tetua Han Yang mencabut Pedang Darah dari lengannya lalu membuangnya ke samping karena tidak memiliki waktu untuk menilai senjata milik Yi Yun.
“Jadi kau membawaku ke tempat ini untuk menjebak ku? Sungguh keberanian yang besar Zi Mo.. atau lebih baik aku memanggilmu, Ye Mo, anggota klan Ye yang tersisa!” ucap Tetua Han Yang sangat dingin.
Wajah Ye Mo sangat gelap saat ini tetapi ia hanya diam dan menatap kedua individu yang ikut dengan Tetua Han Yang.
“Aku tidak menyangka bahwa mantan murid Sekte Pedang Iblis akan datang ke tempat ini!” ucap Ye Mo.
“Zi Mo...! Tidak... Ye Mo! Kau telah mencoba membunuh Tetua Han Yang, apa kau tau bahwa kami klan Han tidak akan melepaskanmu?” Tanya individu tersebut yang bernama Han Co.
Ye Mo tidak berbicara lagi dan hanya bersiap-siap untuk bertarung karena identitasnya telah ketahuan.
Di sisi lain, Tetua Han Yang yang tidak bisa menggunakan lengan kirinya pun menatap ke arah Yi Yun dengan penuh kebencian.
__ADS_1
“Bocah, bidikanmu sungguh mengerikan, jika aku tidak memaksa diriku bergerak sebelumnya untuk menghindar, mungkin jantungku yang tertusuk! Dan kau adalah targetku karena telah merebut benda berharga yang menjadi bahan transaksi kami dengan keluarga Rong!” ucap Tetua Han Yang dingin. Ia pun mengeluarkan pedangnya untuk bersiap-siap bertarung juga, sama seperti kedua anggota klan Han yang ia bawa untuk berjaga-jaga yang merupakan mantan murid Sekte Pedang Iblis.
Mendengar kata-kata Tetua Han Yang, Yi Yun tersenyum kecil. Ia sekarang paham mengapa Tetua Han Yang memburunya, itu karena Tulang Kelelawar Iblis Surgawi yang ia temukan di dalam cincin ruang milik Kepala Keluarga Rong.