Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 64 - Babak Final (2)


__ADS_3

“Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian..”


Qi Pembantaian meledak dari tubuh Yi Yun. Tanpa membuang waktu, ia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Song Zhun yang sedang melesat ke arahnya.


“Tebasan Qi Pembantaian..”


Sraing!


Bilah qi yang sangat kuat melesat dengan kecepatan tinggi menuju Song Zhun. Melihat serangan itu, ia tidak berani ceroboh sama sekali. Ia pun langsung menyalurkan qi miliknya ke pedangnya lalu mengayunkannya ke arah serangan Yi Yun.


Sraing!


Blar!


Tebasan milik Yi Yun dihancurkan dengan usaha lumayan banyak oleh Song Zhun.


Yi Yun yang melihat itu pun tersenyum kecil. Ia langsung bergerak dengan kecepatan tinggi ke depan karena pergerakan Song Zhun tampak terhenti semula ketika menghalau tekniknya.


“Mati..” ucap Yi Yun sambil mengayunkan Pedang Darah ke arah leher Song Zhun.


Song Zhun masih dapat mengikuti jika dirinya tenang. Ia pun mengangkat pedangnya dengan sedikit buru-buru. Walaupun ia telah mencoba menenangkan dirinya, tetap saja bayangan Li Meng yang terasa di tangan Yi Yun masih segar di dalam kepalanya yang membuatnya kadang sedikit panik jika ada serangan mendadak dari Yi Yun.


Tring!


Tebasan Yi Yun dihalau oleh Song Zhun. Ia di dorong mundur perlahan karena memang kekuatan Yi Yun lebih besar dari pada Song Zhun ketika membuka gerbang pertama.


“Ternyata kekuatanmu tidak sebesar mulutmu.” Yi Yun mengejek Song Zhun dengan seringai kejam diwajahnya.


“Apa katamu?” Song Zhun marah mendengarnya. Ia pun langsung mendorong sejenak lalu melompat mundur ke belakang. Ia pun melakukan gaya tolakan dan melesat ke arah Yi Yun dengan kecepatan penuhnya.


Song Zhun membuat kuda-kuda menebas dengan cara pedangnya ia taruh ke belakang untuk di tebas ke arah depan.


“Tebasan Dewa Kematian..”


Zhep!


Qi berwana hitam menyelimuti pedang Song Zhun. Qi tersebut terlihat sangat pekat dan jahat. Namun para Patriak yang menonton itu, Ni Long sebagai wasit dan Guru Zu Lan masih tampak biasa saja yang artinya mereka telah pernah melihat kekuatan Song Feng yang mirip dengan Song Zhun.


Yi Yun yang menatap itu tersenyum lebar. Ia tentu menyadari apa sebenarnya Qi milik Song Zhun, itu adalah Qi Kematian, salah satu dari Qi jahat yang pernah ada sama seperti Qi Pembantaian miliknya.

__ADS_1


Namun, Yi Yun sama sekali tidak takut. Walaupun kedua Qi mereka dianggap setara, tetapi saja itu memiliki pengaruh yang sangat besar dari Vena Mendalam juga. Dan Vena Mendalam milik Yi Yun bukalah sesuatu yang sederhana seperti milik Song Zhun atau siapapun yang ada di Dunia Bintang Hijau.


“Kehalusan Menit..”


Yi Yun langsung memprediksi arah lintasan serangan yang dilancarkan oleh Song Zhun. Setelah melihatnya, ia pun tidak membuang waktu.


Zhep!


Lin Yan bergerak ke arah depan juga lalu menghentikan langkahnya dalam sekejap. Ia pun memutar sedikit tubuhnya karena melakukan itu akan membuat serangan Song Zhun tidak mengenainya.


Sraing!


Jrezh!


Awalnya Song Zhun senang saat Yi Yun menerjang sehingga ia mengayunkan pedangnya dengan buru-buru. Tetapi, ketika ia menebasnya, yang ia hanya lihat adalah sebuah parit yang diciptakan oleh teknik miliknya.


“Kematianmu telah tiba!” Suara Yi Yun terdengar di telinga Song Zhun yang membuatnya gemetaran ketakutan setengah mati. Ia pun melihat ke samping dan menemukan Yi Yun yang sudah mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


“Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah..”


“Gaya Kedua, Tarian Bulan Darah..”


Ni Long yang berada di udara juga menatap itu dengan serius. Ia tau bahwa Song Zhun akan tewas dalam waktu singkat juga seperti Li Meng. Namun ia tidak menghentikannya karena Song Zhun tidak menyerah sama sekali.


Sementara itu, Song Feng yang menatap itu sedari awal pun langsung bergerak untuk menyelamatkan putranya sekaligus ingin menyerang Yi Yun. Ia masih ragu untuk membunuh Yi Yun karena identitasnya sangat mencurigakan. Tidak mungkin anak seperti Yi Yun tidak memiliki seorang guru yang mengajari. Itulah sebabnya Song Feng hanya ingin menyelematkan putranya sekaligus melukai Yi Yun sedikit berat agar mengerti siapa yang sedang coba dia bunuh.


Guru Zu Lan yang menatap itu hanya terdiam. Ia sama sekali tidak menghentikan Song Feng karena sebelumnya ia juga melakukan hal yang sama. Tetapi ia tiba-tiba berkerut saat melihat sosok wanita yang menerjang ke arah Song Feng.


“Ini akan menjadi sesuatu yang merepotkan!” Batin Guru Zu Lan tetapi ia tidak mengganggu sama sekali.


“Ke mana kau ingin pergi?”


Zhep!


Sosok wanita luar biasa cantik dan panas dengan senyum ganas diwajahnya pun muncul di depan Song Feng.


Song Feng yang melihat itu tau bahwa situasi saat ini sangat gawat karena jika ia terlambat sedikit saja, putranya akan tewas di pedang Yi Yun.


“Minggir!” Teriak Song Feng saat mengayunkan pedangnya yang ia ambil dari tas kosmos.

__ADS_1


“Apa kau pikir kau bisa melewati aku semudah itu?”


Busshhh!


Aura Ouyang Liu-Li meledak dan memunculkan tujuh warna yang berbeda. Ia pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga juga ke arah Song Feng.


“Warna Kedua, Tebasan Hitam Langit Malam..”


Saat Ouyang Liu-Li dan Song Feng hendak bentrok, di arena, pedang Yi Yun juga sudah sangat dekat dengan leher Song Zhun.


Tring!


Sraing!


Bussssh!


Di arena, leher Song Zhun terpenggal seketika oleh Pedang Darah yang ada di tangan kanan Yi Yun. Ia menyeringai kejam saat ini karena berhasil membunuh seseorang yang membuatnya sangat muak. Ia ingin menyiksanya tetapi ia tau bahwa tidak mungkin melakukan hal itu saat ini.


Sementara itu, di pinggiran Arena, kedua serangan kuat bentrok seketika yang membuat qi kuat menyebar ke segala arah.


Hasil benturan itu merugikan Ouyang Liu-Li sedikit. Tetapi ia menyeringai karena Yi Yun kecil telah berhasil membunuh Song Zhun, pria menjijikkan yang juga ingin ia bunuh.


“Kau..” Song Feng yang masih mendorong pedangnya pun getaran tak terkendali saat melihat putranya yang berjarak hampir 15 meter darinya sudah di penggal oleh Yi Yun.


“Aku akan membunuhmu!” Teriak Song Feng dengan amarah yang sangat besar. Ia pun mengerahkan semua kekuatannya untuk menyingkirkan Ouyang Liu-Li dan mengejar Yi Yun.


“Apa kau pikir semudah itu menyingkirkan aku? Kau terlalu meremehkan aku, pak tua!” Tujuh warna qi menyelimuti pedang Ouyang Liu-Li saat ini karena ia juga langsung mengerahkan kekuatan penuhnya.


Zhep!


Keduanya mundur dalam waktu sepersekian detik lalu muncul kembali dihadapkan masing masing sambil mengayunkan senjata mereka sekuat tenaga.


Tap! Tap!


Tetapi bentrokan tersebut dihentikan oleh seseorang.


Bahkan Ouyang Liu-Li yang menatap itupun terkejut karena tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang bisa menghentikan serangannya dengan sangat mudah.


“Hentikan sampai di sini!” Suara serak terdengar. Dan seseorang yang mengentikan mereka adalah pria tua yang menjadi guru Zu Lan.

__ADS_1


__ADS_2