
Depan gerbang kota Bambu
Yi Yun dan Ouyang Liu-Li perlahan berjalan ke arah antrian. Mereka berdua tidak akan membuat masalah saat ini hanya karena masalah antrian.
"Permisi," Yi Yun berjalan ke arah salah satu kerumunan untuk bertanya.
"Ya, ada apa?" Tanya salah satu dari mereka yang merupakan seorang pengawal dari kerumunan yang membawa kereta kuda dengan gerbong.
"Kenapa sangat banyak orang yang sedang menuju kota? Apakah ada acara khusus?" Tanya Yi Yun.
Pengawal itu melihat ke arah Yi Yun yang terlihat seperti anak-anak. Ia merasa wajar jika Yi Yun tidak mengetahui tentang apa yang sedang terjadi.
"Di kota Bambu saat ini sedang menyelenggarakan acara setiap 5 tahun untuk menyembah Dewi. Setiap 5 tahun, acara ini akan di selenggarakan di empat tempat yang berbeda."
"Dan kota Bambu adalah salah satu dari tempat itu. Setiap acara di selenggarakan, semua klan dan akan datang untuk merayakannya dengan cara melakukan kompetisi dan sebagainya," ujar pengawal tersebut.
"Acara menyembah Dewa?" Batin Yi Yun. Ouyang Liu-Li juga bingung karena mereka menyembah seorang Dewi.
Melihat Yi Yun dan Ouyang Liu-Li, pengawal itu menganggap mereka berdua berasal dari daerah terpencil yang baru saja masuk ke dalam kota besar. "Dewi Tumbuhan adalah Dewi yang membuat dunia ini menjadi lebih bagus karena di zaman dulu, dunia ini sangatlah tandus."
"Untuk menghormati semua yang di lakukan oleh Sang Dewi, setiap klan sepakat untuk membuat acara memperingati hal yang telah di lakukan oleh beliau," lanjut pengawal tersebut.
"Terima kasih telah memberi tau aku," ucap Yi Yun sambil membungkuk sedikit.
Sebelum pengawal itu membalas ucapan Yi Yun, suara seseorang terdengar.
"Minggir, kami ingin lewat!"
Semua orang di lokasi melihat ke arah sumber suara. Suara itu berasal dari salah seorang pelayan yang sedang memandu kerumunan kereta kuda yang terlihat sangat mewah.
Melihat itu, antrian menjadi berantakan yang bahkan membuat penjaga gerbang kota memasang wajah jelek.
Yi Yun dan Ouyang Liu-Li sama sekali tidak minggir dari posisi mereka. Mereka berdua hanya berjalan karena kerumunan tiba-tiba bergeser ke kiri dan ke kanan.
"Minggir bocah!" Teriak pelayan itu lagi karena Yi Yun dan Ouyang Liu-Li sama sekali tidak minggir ke samping.
Mendengar teriakan ke arah mereka, Yi Yun dan Ouyang Liu-Li melihat ke arah belakang.
"Ada apa?" Tanya Yi Yun sambil menatap pelayan pria paruh baya yang memiliki pakaian mewah tapi tetap saja akan terlihat seperti seorang pelayan.
__ADS_1
"Apa kau tuli?! Minggir dari jalan kami!" Teriak pelayan itu sekali lagi.
Yi Yun ingin menebas pelayan itu seketika tapi terhenti karena mendengar suara dari salah satu gerbong kereta.
"Kenapa kita berhenti?" Suara seorang pria terdengar dan perlahan keluar dari gerbong kereta.
"Maaf tuan muda, mereka berdua tidak minggir walau pun rombongan hamba sudah memperingati," jawab pelayan tersebut dengan senyum dan nada yang sangat sopan. Sangat terlihat bahwa pelayan itu adalah seorang penjilat.
"Hm?" Pemuda itu menatap ke arah Yi Yun setelah mendengar perkataan pelayanannya. Ia memasang wajah tidak senang tapi terhenti karena melihat Ouyang Liu-Li.
Pemuda itu terkesima oleh kecantikan Ouyang Liu-Li yang membuatnya melupakan Yi Yun.
"Oh? Bolehkah saya tau siapa anda nona? Apakah anda tertarik ikut dengan kami?" Pemuda itu langsung bertanya setelah mendekat ke arah Yi Yun dan Ouyang Liu-Li.
"Aku tidak tertarik," jawab Ouyang Liu-Li datar.
Pemuda tersebut dan juga sang pelayan terkejut bahwa Ouyang Liu-Li menolak tawaran.
"Apa kau tau tawaran siapa yang telah kau tolak nona?!" Pelayan tersebut menaikkan sedikit nadanya kepada Ouyang Liu-Li. Ia masih menahannya karena tuan mudanya tertarik pada Ouyang Liu-Li.
"Siapa?" Tanya Ouyang Liu-Li acuh tak acuh.
Mereka berdua semakin tercengang karena Ouyang Liu-Li tidak mengenal mereka padahal sudah jelas lambang klan mereka ada di gerbong kereta kuda dan juga di baju milik pemuda tersebut.
"Perkenalkan, saya adalah Song Zhun, tuan muda klan Song," Song Zhun memperkenalkan dirinya dengan cara yang terlihat sangat bermartabat.
"Aku tidak mengenalmu atau klan milikmu, ayo pergi Yi Yun," ucap Ouyang Liu-Li dan berbalik ke arah gerbang.
Yi Yun di sisi lain sangat kasihan dengan tuan muda itu karena di tolak mentah-mentah oleh Ouyang Liu-Li. Ia hanya ikut berbalik mengikuti Ouyang Liu-Li.
Song Zhun tercengang karena terlihat dia di tolak mentah-mentah di depan umum. Wajahnya gelap seketika. Karena kehilangan wajah di depan umum, ia masuk kembali ke dalam gerbong kereta.
"Pelayan," panggil Song Zhun.
"Ya, tuan muda," pelayan tersebut buru-buru mendekat ke arah gerbong kereta.
"Tangkap wanita itu dan bawa kehadapanku. Lakukan dengan bersih," perintah Song Zhun.
"Baik tuan muda," pelayan tersebut menyeringai jahat dan langsung membuat pengaturan untuk mengirim beberapa orang menangkap Ouyang Liu-Li.
__ADS_1
Song Zhun masih memasang wajah jelek setiap saat di dalam gerbong kereta.
"Ada apa Zhun'er?" Tanya seorang pria paruh baya yang dari tadi hanya menonton.
"Tidak ada apa-apa ayah," jawab Song Zhun.
"Cih, apa kau masih saja kekurangan wanita? Jumlah istrimu sudah mencapai lebih dari dua puluh di usia 17 tahun," pria paruh baya itu sedikit kesal melihat kelakuan putranya yang sangat tergila-gila dengan wanita.
Wajah Song Zhun jelek seketika mendengar perkataan ayahnya.
Melihat Song Zhun memasang wajah jelek, pria paruh baya tersebut hanya mendesah. "Kirim salah satu dari mereka untuk membawanya kembali. Tapi ini untuk terakhir kalinya," ucap pria paruh baya tersebut.
Wajah Song Zhun cerah seketika karena sudah pasti ayahnya akan memenuhi keinginannya. Itu di sebabkan oleh bakatnya yang sangat tinggi dan beda dengan saudara-saudaranya yang lain.
"Baik ayah, ini yang terakhir," ucap Song Zhun sambil tersenyum jahat.
"Wanita sialan, kau akan menyesal karena telah menolakku di depan umum. Kau akan menjadi budak untuk memuaskanku tidak lama lagi," batin Song Zhun.
Yi Yun dan Ouyang Liu-Li tidak mengetahui tentang hal itu sama sekali. Namun, mereka tidak akan takut bahkan jika ada yang memburu mereka.
Saat ini Yi Yun dan Ouyang Liu-Li sedang berada di sebuah tempat makan biasa untuk menunggu acara tersebut dan juga memeriksa candi yang berada di tengah kota.
"Kau sangat populer di kalangan para pria," Yi Yun yang sedang memakan makanan ringan berkata sambil menatap Ouyang Liu-Li.
"Hmp, semua pria hanya melihatku dengan nafsu belaka," dengus Ouyang Liu-Li.
Yi Yun menatap Ouyang Liu-Li dengan tatapan kosong penuh arti yang menyiratkan, 'itu karena gumpalan lemak bodoh yang sangat besar itu.'
Melihat tatapan Yi Yun, Ouyang Liu-Li cemberut lalu tersenyum kecil. "Yun'er, apakah kau tidak tertarik padaku?" Tanya Ouyang Liu-Li sambil mendekat dan memamerkan dirinya dengan gaya lumayan seksi.
Yi Yun mual seketika mendengar dan melihat tingkah laku Ouyang Liu-Li. "Hanya pria tolol tertarik pada wanita tidak masuk akal sepertimu," dengus Yi Yun.
Wajah Ouyang Liu-Li jelek seketika mendengar perkataan Yi Yun. Aura mengerikan keluar dari tubuhnya yang membuat Yi Yun merinding seketika.
Namun, ia terkejut dengan pemberitahuan Sistem.
[Peringatan! Niat membunuh di arahkan kepada Host dari lokasi...]
Yi Yun langsung melihat ke arah tempat yang di katakan oleh Sistem.
__ADS_1
"Ho? Sepertinya Song Zhun sudah mengirim orang? Hehehe targetnya pasti membunuhku dan menangkap Liu-Li," batin Yi Yun sambil tersenyum jahat.
"Ayo kita lihat seperti apa kekuatan yang ada di dimensi ini!"