Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 52 - Penyesalan


__ADS_3

Perkataan Huo Tian membuat Yi Yun mengerutkan keningnya. Ia sudah menduga bahwa di kompetisi yang sedang diikuti olehnya memiliki banyak kecurangan.


"Apa maksudmu wasit? Apa kau tidak salah dalam mengumumkan pemenangnya?" Tanya Yi Yun dengan nada tidak puas.


Huo Tian menatap Yi Yun dengan tatapan dingin lalu menjawab. "Akulah yang memiliki wewenang untuk menentukan siapa pemenang pertandingan kali ini!"


Semua orang yang berada di tempat itu juga tidak ada yang angkat suara karena memang benar Huo Tian adalah orang yang menentukan pemenang walaupun semua orang di sana tau bahwa Huo Tian ingin mengeluarkan Yi Yun dari kompetisi karena suatu hal.


"Walaupun kau yang menentukan pemenang, siapapun tau bahwa kau sengaja menyatakan orang itu sebagai pemenang! Dasar sampah!" Dengus Yi Yun.


"Apa katamu?!" Huo Tian yang tidak senang muncul dalam sekejap di depan Yi Yun sambil mengayunkan tinjunya.


Buak!


Tinju itu tepat mengenai perut Yi Yun dan membuat Yi Yun muntah darah lalu terpental jauh keluar dari arena.


"Dasar bocah sombong!" Huo Tian mendengus lalu perlahan berjalan ke arah Yi Yun untuk mendisiplinkan bocah seperti Yi Yun.


Pemuda tersebut tersenyum lebar melihat kejadian tersebut dan hanya menonton.


Sedangkan Song Zhun menyeringai menonton apa yang dilakukan oleh Huo Tian. Ia membuat kode dari jauh agar Huo Tian melumpuhkan Yi Yun ditempat. "Ketika anak itu lumpuh, aku akan membuatnya menjadi budak agar wanita sebelumnya menjadi milikku!" Batin Song Zhun.


Sedangkan Li Meng tersenyum lebar menatap itu dan tau bahwa itu tidak akan berakhir baik untuk Yi Yun.


Huo Tian melirik ke arah Song Zhun yang memberi kode dari jauh. Ia mengalihkan pandangannya lagi ke Yi Yun untuk melakukan tugas yang telah dijanjikan.


"Seharusnya kau mundur saat aku menyatakan siapa pemenangnya. Tapi kau tetap menunjukkan taringmu di depan individu yang seharusnya tidak kau hina! Aku akan mengajarimu tentang sopan santun kepada individu yang lebih kuat!" Ucap Huo Tian yang berjalan sambil menatap Yi Yun yang perlahan berdiri.


Yi Yun yang perlahan berdiri tersenyum kecil yang membuat Huo Tian merasa heran.


"Betulkah? Lebih baik kau mengoreksi kata-katamu lagi!" Ucap Yi Yun.


Huo Tian merasa bingung mendengar perkataan Yi Yun. Namun, ia tiba-tiba berkeringat saat suara seseorang terdengar di belakangnya.


"Sepertinya aku harus mengajarimu tentang menghormati seseorang. Walaupun Yun'er tidak sekuat itu, dia masih memiliki orang kuat yang mendukungnya!" Ucap Ouyang Liu-Li yang muncul entah dari mana.

__ADS_1


Sraing!


Ouyang Liu-Li tidak menunggu respon dari Huo Tian dan langsung menebas lengan kanannya.


Huo Tian terkejut dan merasakan sakit di lengan kanannya. Ia melihat lengan kanannya telah jatuh ke tanah dan membuatnya sangat terkejut.


"Arrrggghh! Lenganku!" Teriak Huo Tian kesakitan.


Ouyang Liu-Li yang tidak senang karena Yi Yun ditindas merasa tidak cukup dan menendang Huo Tian.


Buak!


Huo Tian terpental ke depan Yi Yun sambil memuntahkan sesuap darah.


Semua orang di sana terkejut dengan pergantian peristiwa. Bahkan pemuda sebelumnya yang menjadi lawan Yi Yun serta Li Meng terkejut.


Sementara Song Zhun tercengang dan sekarang sudah mulai takut karena tau bahwa Ouyang Liu-Li bukanlah gadis biasa.


"Sial! Jika gadis itu sekuat itu, bagaimana dengan kekuatan di belakangnya?" Batin Song Zhun. Ia kini menyesal mengusik Yi Yun dan Ouyang Liu-Li dan sudah membuat spekulasi bahwa Tetua Song Di tewas ditangan mereka.


Pria tua yang menjaga tempat pendaftaran sebelumnya juga terkejut bahwa ada gadis sekuat Ouyang Liu-Li di usia yang sangat muda. Ia awalnya ingin membantu Yi Yun karena merasa keputusan Huo Tian tidak benar membuat anggota klan Li menjadi pemenang pertandingan.


"Siapa gadis itu dan siapa anak itu? Mereka berdua bisa dihitung sebagai jenius puncak. Tidak pernah terlihat ada anak seperti gadis itu yang mencapai tingkat kultivasi di usia yang begitu muda!" Batin pria tua tersebut. Ia semakin tertarik dengan identitas Yi Yun dan Ouyang Liu-Li.


"Siapa kau?! Kenapa kau memasuki tempat penyisihan kompetisi?!" Tanya beberapa wasit ke arah Ouyang Liu-Li karena tidak senang Ouyang Liu-Li memenggal lengan Huo Tian.


Ouyang Liu-Li melihat semua wasit yang muncul tidak jauh darinya. "Apa kalian ingin mati?" Tanya Ouyang Liu-Li dingin. Kepribadian eksentrik Ouyang Liu-Li membuatnya seperti itu dan menjadi individu yang tidak masuk akal seperti Tantai Lingyan.


Semua wasit membeku seketika mendengar perkataan Ouyang Liu-Li dan tidak tau harus berkata apa.


Di sisi lain, Huo Tian masih meratapi nasibnya. Ia sekarang menyesal membantu Song Zhun untuk melumpuhkan Yi Yun. Ia perlahan berdiri tapi terkejut dengan siapa yang sudah ada di hadapannya.


Tentu saja yang ada di hadapan Huo Tian adalah Yi Yun yang memasang wajah senyum jahat.


"Bagaimana? Apa kau menyesal?" Tanya Yi Yun lalu mengayunkan pedangnya ke arah Huo Tian sekuat tenaga.

__ADS_1


"Teknik pedang, Ayunan Kematian.."


Sraing!


Tebasan Yi Yun mengarah ke lengan kiri Huo Tian yang masih terkejut dan tidak mampu bereaksi.


Srak!


Lengan kiri Huo Tian terpenggal seketika juga oleh tebasan milik Yi Yun.


"Arrrggghh!" Huo Tian berteriak lagi karena lengan kirinya kini telah terpenggal juga. Ia sekarang sangat sadar bahwa hanya dengan kehilangan lengan, Yi Yun tidak akan berhenti menyiksanya.


Dan memang benar. Yi Yun tidak akan berhenti hanya karena itu. Walaupun ia tidak suka menyiksa lawannya dan akan langsung membunuh musuh, ia tidak akan mengampuni orang yang memukulnya seperti sebelumnya.


Yi Yun mencengkram leher Huo Tian dan menatap Huo Tian dengan dingin. "Apakah kau di suruh oleh seseorang?" Tanya Yi Yun yang membuat Huo Tian dan Song Zhun membeku seketika.


Song Zhun bergetar sedikit karena merasa masalah akan datang jika Huo Tian membocorkan informasi.


Huo Tian tidak menjawab karena tau bahwa yang manapun akan menjadi sulit baginya. Ia hanya mengira Yi Yun tidak akan membunuhnya ditempat yang membuatnya tidak membuka suara.


Namun Huo Tian terkejut dan bergetar di seluruh tubuhnya mendengar perkataan Yi Yun.


"Oh? Kau tidak ingin berbicara? Sepertinya ajalmu sudah tiba jika seperti itu," ucap Yi Yun. Ia langsung mengangkat pedang dan mencoba mengayunkan pedangnya ke arah Huo Tian yang membuat Huo Tian langsung membuka suara.


"Aku akan mengatakannya. Jadi tolong jangan bunuh aku!" Huo Tian memelas untuk hidupnya saat ini.


Song Zhun berkeringat di tempatnya karena tidak mungkin menghalangi Huo Tian membuka suara dengan kehadiran Ouyang Liu-Li.


"Katakan! Siapa yang menyewamu?" Tanya Yi Yun.


"Dia adalah tuan muda klan..."


Jleb!


Sebuah pisau tiba-tiba tertancap di kepala Huo Tian dari kejauhan yang membuat dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


__ADS_2