Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 94 - Berhasil Menarik Perhatian


__ADS_3

Kerajaan Qin


“Awas!” Teriak Pangeran Pertama sekuat tenaga ketika melihat Yi Yun yang muncul di belakang Qin En.


Qin En membatu di tempat dan langsung menghentikan persiapan tekniknya untuk menghancurkan semua pedang.


“Terlambat!”


Jleb!


Yi Yun langsung menusuk jantung Qin En tanpa bisa dia hindari sama sekali.


Qin En membatu di tempat lalu memuntahkan darah yang sangat banyak saat pedang bersarang di jantungnya.


“Uhuk..” Qin En memuntahkan darah yang sangat banyak ketika pandangannya mulai kabur.


“Kau..” Qin En tidak menyangka bahwa ia akan jatuh di tangan seorang anak yang ia remehkan selama ini.


“Sialan!” Pangeran Pertama yang menatap itupun sangat marah saat ini karena salah satu bawahannya yang berasal dari klan-nya sendiri. Ia tidak mengalihkan pandangannya dari sosok Yi Yun yang tersenyum kejam saat menikam Qin En seolah-olah ia sangat menikmatinya.


Qi yang menyelimuti Qin En perlahan pudar serta teknik yang ia gunakan juga menghilang. Ia mengutuk Yi Yun dalam hatinya saat daya hidupnya sudah diujung benang tipis.


Yi Yun pun menarik Pedang Darah dari tubuh Qin En.


Tubuh Qin En pun jatuh ke bawah setelah ia menutup matanya.


Blug!


Suasana hening saat peristiwa tersebut terjadi.


Wasit pun terdiam karena tidak menyangka bahwa peserta yang telah memenangkan sembilan kemenangan berturut-turut akan jatuh juga. Dan yang membuat siapa pun tidak percaya, Qin En jatuh di tangan seorang anak yang memiliki kultivasi tiga tahap di bawahnya.


“Pemenangnya adalah sang penantang, Yi Yun!” Teriak Wasit karena ia harus melakukan hal tersebut walaupun ia sedikit takut ketika melihat raut wajah Pangeran Pertama yang saat ini sangat gelap.


“Woaaa!”


Para penonton pun berteriak karena sangat jarang pertarungan seperti itu terjadi.


Wang Shu terdiam karena tidak menyangka bahwa Yi Yun akan memenangkan pertarungan. Bahkan untuk Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan juga tidak tau harus berkata apa karena siapapun merasa akan mustahil bahwa bisa menang melawan kultivator tiga tahap diatasnya jika itu pertarungan satu lawan satu.


Bukannya mereka tidak percaya kepada Yi Yun tetapi kejadian seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya.


“Dia memang?” Gumam Wang Shu terkejut.


“Ya.” jawab Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan bersamaan dengan wajah sedikit bingung juga.


Tetapi mereka bertiga tau bahwa dengan kemenangan Yi Yun ini, dua Pangeran lainnya pasti akan mencoba merekrut Yi Yun ke kubu mereka.


“Lihat Guru, Yun'er menang!” ucap Ouyang Liu-Li bersemangat.


Tantai Lingyan memutar bola matanya dan tidak tau sejak kapan muridnya itu sangat peduli pada orang lain. Ia bertanya-tanya apa yang telah dilakukan oleh Yi Yun terhadap muridnya tersebut sehingga seperti itu.


Tentu Yi Yun tidak akan melakukan apa-apa. Hanya saja, Ouyang Liu-Li memang suka bermain-main dengan Yi Yun.


Ouyang Liu-Li sangat ingin membuat Yi Yun merubah ekspresi datarnya itu dengan segala cara karena menurutnya itu sangat menarik untuk menghabiskan waktu. Tanpa ia sadari, Yi Yun yang selalu ia ganggu dan selalu membuatnya marah telah menjadi sosok penting dalam hatinya sama seperti Gurunya yang telah merawatnya semenjak kecil karena ia tentu saja menjadi murid Tantai Lingyan ketika ia masih kecil dan mereka pun berkelana bersama sebelum Tantai Lingyan akhirnya harus menjadi Nyonya Sekte Seribu Bunga yang membuat mereka lebih sering menghabiskan waktu di Sekte Seribu Bunga.


Karena pemenang sudah diumumkan, mayat Qin En pun di bawa oleh beberapa kultivator keluar dari Arena. Tentu saja pembunuhan tidak dilarang karena Arena tersebut merupakan tempat petarung untuk memperjuangkan hidup mereka.


Pria yang awalnya mengancam Yi Yun di tempat para peserta pun pucat pasi karena tidak menyangka bahwa Yi Yun akan keluar sebagai pemenangnya. Ia kini sadar telah memprovokasi seseorang yang seharusnya tidak di provokasi.


“Tidak perlu membuang waktu! Kita akan memulai pertandingan berikutnya. Kita akan melihat apakah kuda hitam baru bernama Yi Yun akan mampu meraih sepuluh kemenangan berturut-turut.” Teriak Wasit penuh semangat saat ini walaupun dia gugup karena ia dan beberapa pengelola Arena Pertarungan lah yang telah mengatur Yi Yun menjadi lawan kesepuluh Qin En.

__ADS_1


Yi Yun hanya diam di tengah Arena. Tubuhnya saat ini masih sedikit kesemutan karena membuka Gerbang Pertama hanya di awal pertarungan. Dan masih ada sembilan pertarungan lagi yang harus ia menangkan. Tetapi, ia ingat kata-kata terkahir Wang Shu sebelumnya, itu dikatakan secara samar agar tidak di dengar oleh siapapun.


Jika dirinya telah berhasil menarik perhatian Pangeran, ia boleh menyerah. Tentu ia akan melakukan hal itu saat ini. Jika saja ada kultivator tingkat Alam Bumi tahap kedua yang menjadi musuh, bisa dipastikan bahwa ia kemungkin besar akan kalah. Itulah sebenarnya lebih baik menyerah jika ada musuh tangguh lainnya dari kubu Tiga Pangeran.


Tidak lama kemudian, satu sosok perlahan berjalan dengan wajah muram ke dalam Arena yang membuat Yi Yun menaikkan sudut bibirnya karena tentu ia mengetahui siapa lawannya saat ini.


“Penantang kedua Tou Loul akan melawan peserta bertahan Yi Yun.” Teriak wasit keras.


“Oh? Kaukah yang menantangku berikutnya. Tampaknya kita bisa membuktikan tulang-tulang siapa yang akan patah nanti,” ucap Yi Yun dengan senyum kejam di wajahnya.


Tou Loul pun bergetar di seluruh tubuhnya saat ini dan wajahnya semakin pucat karena tau bahwa ia akan tewas begitu pertandingan dimulai. Hanya dengan sedikit niat membunuh dari Yi Yun sudah membuatnya ketakutan setengah mati.


“Baik tidak perlu membuang waktu pertandingan di-..” Sebelum wasit berbicara, Tou Loul berbicara.


“Aku menyerah!”


Wasit terdiam dan menatap ke arah Tou Loul dengan tidak puas. “Kenapa kau tidak menyerah dari tadi? Kenapa kau harus menunggu aku berteriak keras sampai tenggorakan ku sakit?” Teriak Wasit dalam hati.


“Pemenangnya adalah peserta bertahan, Yi Yun!” Teriak Wasit keras.


Para penonton hanya mendengus karena Tou Loul tidak berani bertarung dan langsung menyerah bahkan sebelum mencoba.


“Cih! Dasar pecundang, pergilah ke ibumu dan menangis di balik ketiaknya.” ucap Yi Yun acuh tak acuh.


Tou Loul pun bergetar hebat dan wajahnya merah berganti biru dan ungu setiap saat. Ia tidak berani membalas dan langsung pergi dari Arena.


Para penonton pun melempar benda-benda seperti sepatu dan sebagainya ke arah Tou Loul karena tidak berani bertarung. Apa gunanya mendaftar di tempat pertarungan hidup dan mati jika hanya untuk menyerah bahkan sebelum mencoba?


Yi Yun tidak peduli sama sekali dengan seorang pengecut seperti itu.


Selanjutnya pun, satu per satu peserta masuk untuk melawan Yi Yun dan berakhir dengan kekalahan.


Di pertandingan ke delapan, Perseta yang masuk kali ini berasal dari kubu Pangeran Pertama lagi dengan tingkat kultivasi Alam Bumi tahap ketiga sama seperti Qin En.


“Aku menyerah.” Yi Yun pun yang tau bahwa tidak mungkin menang langsung menyerah.


“Sial! Kenapa kau menyerah?”


“Ayo bertarung!”


“Tunjukkan jika kau memang jenius sejati!”


Banyak pada penonton tidak senang karena Yi Yun menyerah. Tentu saja mereka sudah mengidolakan seorang anak yang mengayunkan pedangnya terus-menerus di tengah Arena dengan cara yang membuat siapa saja kagum. Pengunduran diri Yi Yun tidak membuat mereka senang sama sekali.


“Keputusan yang bagus untuk menyerah. Tampaknya Pangeran Pertama ingin menghabisi Yi Yun.” ucap Tantai Lingyan.


“Hmp! Aku akan memotong barang orang itu jika dia berani melakukan itu kepada Yun'er bau!” ucap Ouyang Liu-Li tidak puas dan menatap ke arah Pangeran Pertama dengan tatapan dingin.


“Kenapa reaksimu seperti itu, Liu-Li. Tampaknya kau sangat peduli dengan Yi Yun.” Tantai Lingyan tidak bisa berkata-kata melihat sikap Ouyang Liu-Li.


Ouyang Liu-Li cemberut seketika lalu membalas perkataan Gurunya, “Guru akan mengerti bahwa Yi Yun sangat spesial. Ini hanya perasaanku saja, setiap kali bersamanya, masalah pasti akan muncul. Tetapi karena itulah menjadi sangat menarik. Karena hal itulah yang membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lebih percaya padanya, dan ketika berjalan bersamanya melewati rintangan, di saat itulah siapa saja akan sadar bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi seseorang yang besar walaupun tingkahnya sangat menyebalkan. Dan semua orang disekitarnya selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal seperti bertekad untuk menjadi lebih kuat.”


Tantai Lingyan terdiam mendengar penjelasan muridnya tersebut. Memang benar bahwa siapapun yang mengenal Yi Yun dengan baik tampak termotivasi. Bahkan Ouyang Liu-Li setelah bertemu dengan Yi Yun semakin berkultivasi dengan rajin walaupun sifat malasnya akan muncul ketika membahas tentang Yi Yun bersama dengan Yan Chenyu dan Huan Caiyi.


“Dia akhirnya menyerah. Aku akan menjemputnya ke tempat para Peserta.” Wang Shu pun langsung berdiri lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan.


Yi Yun yang menyerah tidak peduli sama sekali tentang semua olok-olokan yang ia terima karena penonton tidak senang dirinya menyerah. Ia juga melirik ke arah Pangeran Kedua dan Ketiga. Dan benar, keduanya menatapnya dengan seksama karena Yi Yun memang sangat menarik perhatian mereka berdua.


Sementara itu, Pangeran Pertama hanya menatap dingin ke arah Yi Yun. Ia tentu tidak akan membiarkan Yi Yun lolos dan suatu hari nanti ia akan memburunya.


Sesampainya di tempat para peserta, Yi Yun sudah melihat Wang Shu yang sudah menunggunya.

__ADS_1


“Kau telah melakukan yang terbaik. Ayo kita pergi ke bangku penonton. Pasti Pangeran Kedua dan Ketiga akan segera menghubungi mu setelah pertandingan di Arena ini selesai,” ucap Wang Shu.


“Baik.”


“Aku juga ingin bertanya. Aku melihat banyak kultivator kuat yang datang ke tempat ini. Apakah ada sesuatu yang akan terjadi?” Tanya Yi Yun penasaran saat ia berjalan keluar dari tempat itu bersama dengan Wang Shu.


“Setelah pertandingan ini selesai, banyak dari kultivator kuat akan berkumpul dan membahas tentang sesuatu yang tidak disebutkan apa itu. Ketiga Pangeran telah sepakat membuat Arena Pertandingan lalu mengundang banyak dari mereka setelah itu mereka akan berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu. Aku pun baru mengetahui tentang hal ini hari ini,” ujar Wang Shu.


Kerutan muncul di dahi Yi Yun dan mencoba berpikir apa itu tetapi tidak bisa menebaknya.


Karena itu, keduanya pun tidak berbicara lagi dan datang ke tempat para penonton berada.


Yi Yun sama sekali tidak menyadari keberadaan Tantai Lingyan dan Ouyang Liu-Li karena jumlah penonton yang sangat banyak.


Pertandingan terus berlanjut hingga sampai malam hari. Dan akhir dari pertarungan itu dimenangkan oleh kubu Pangeran Pertama.


“Baik, ayo kita kembali ke kediaman. Kita hanya perlu menunggu utusan salah satu Pangeran untuk datang ke tempat kita karena tidak akan sulit bagi mereka untuk menemukan di mana kita berada,” ucap Wang Shu.


Keempatnya pun mengangguk dan kembali ke kediaman mereka karena itulah yang terbaik saat ini.


Sesampainya di kediaman, mereka pun duduk dan membahas banyak hal sambil menunggu utusan para Pangeran.


“Ye Mo, jika rencana ini berhasil, bantu apa yang aku inginkan ketika rencana telah dimulai. Aku tau ini akan sulit, tetapi kita harus mencari cara agar tujuan kita tercapai,” ucap Wang Shu.


“Hm? Apa kalian merencanakan sesuatu yang lainnya?” Tanya Yi Yun penasaran.


Wang Shu dan Ye Mo terdiam sejenak. Tidak lama kemudian, Wang Shu lah yang membuka suara yang membuat Ye Mo sedikit terkejut.


“Ini tentang klan Wang. Kami juga membuat rencana untuk menjatuhkan Patriak saat ini menggunakan Wang Ba atau cara apapun itu. Yang artinya, saat ini kita memiliki dua target, yaitu klan Han dan klan Wang.” Wang Shu menjelaskan.


“Oh? Jika seperti itu tidak masalah sama sekali.” Yi Yun hanya mengangguk kecil.


“Apakah kau tidak merasa bahwa itu akan menjadi merepotkan?” Tanya Wang Shu heran.


“Tidak sama sekali. Lagi pula, Wang Ba pasti akan mencoba memburuku.” Balas Yi Yun.


“Kau benar. Wang Ba tidak akan mau melepaskanmu karena telah mempermalukannya di depan umum.” Wang Shu langsung mengerti.


Sebelum ada yang berbicara lagi, pintu kediaman mereka di ketuk oleh seseorang.


Melihat pelayan yang bergerak ke arah pintu, Wang Shu mengentikan para pelayan karena ia ingin membuka pintu seorang diri. “Aku akan membukanya sendiri, kalian mundurlah.”


“Baik Tuan.” Beberapa pelayan pun langsung pergi kebelakang setelah membungkuk ke arah Wang Shu.


Wang Shu pun menghilang dan muncul di depan pintu. Ia pun perlahan membukanya dan terkejut dengan siapa yang datang karena itu bukanlah sesuatu yang ia harapkan.


Wang Shu tidak tau harus berbuat apa dan hanya minggir agar tidak menghalangi jalan individu tersebut karena walaupun ia mencoba, ia tidak akan bisa.


Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan bingung karena tidak ada suara percakapan begitu juga dengan Yi Yun.


Ketika Yi Yun ingin menoleh, ia merasakan sakit di kepalanya tiba-tiba dibarengi oleh suara notifikasi yang tampak datang terlambat.


Bletak!


[Ding!]


[Host disarankan menghindar]


“Persetan denganmu, Sistem!” Teriak Yi Yun dalam hati.


Wajah Yi Yun sangat gelap dan melihat siapa yang memukulnya. Ketika ia melihat sosok tersebut, ia hanya tersenyum pahit karena merasa hal yang merepotkan telah tiba.

__ADS_1


__ADS_2