Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 61 - Babak Utama Kompetisi (3)


__ADS_3

Kecepatan pergerakan Yi Yun membuat Zu Lan langsung bersiap-siap. Ia tentu saja sangat terkejut dengan peningkatan kecepatan Yi Yun yang tidak masuk akal.


Yi Yun tiba di depan Zu Lan sambil mengayunkan pedangnya.


Melihat serangan Yi Yun mengarah padanya, Zu Lan dengan terburu-buru menghindar dengan cara mundur ke belakang.


Namun, karena kecepatan Yi Yun yang sangat tinggi, ia tidak bisa menghindari serangan tebasan Yi Yun sepenuhnya.


Srak!


Tebasan Yi Yun mendarat pada perut Zu Lan karena Yi Yun memang tidak mengincar bagian vital Zu Lan.


Luka yang di terima oleh Zu Lan tidaklah dalam. Namun, hanya dengan serangan Yi Yun sebelumnya, Zu Lan sadar ia tidak akan bisa menandingi Yi Yun.


Namun, karena saat ini pertandingannya di tonton oleh Gurunya, Zu Lan tidak mau menyerah.


Setelah mundur, Zu Lan langsung mengambil gaya tolakan. Ia langsung melesat ke arah Yi Yun dengan kecepatan penuhnya.


"Pedang Air..."


"Tarian Samudera Biru..."


Yuan Qi dalam jumlah yang sangat besar terpancar dari pedang milik Zu Lan.


Sebelum Zu Lan mencapai posisi Yi Yun, ia langsung menebas ke arah Yi Yun dengan gaya Vertikal.


Sraing!


Tebasan sekuat tenaga dan teknik terkuat Zu Lan langsung melesat ke arah Yi Yun.


[Peringatan]


[Serangan yang yang mampu melukai Host secara parah mendekat]


"Oh? Serangan itu mampu melukai aku dengan parah?" Yi Yun sedikit terkejut dan tidak menyangka serangan Zu Lan akan sekuat itu.


Karena peringatan Sistem, Yi Yun langsung membuat gerakannya juga. Ia membuat gerakan dengan pedang posisi di belakangnya lalu mengayunkannya sekuat tenaga ke arah Zu Lan.

__ADS_1


"Gaya Pertama, Tebasan Abadi..."


"Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah..."


Sraing!


Tebasan menggunakan Qi Pembantaian yang sangat padat langsung melesat ke arah serangan milik Zu Lan.


Teknik yang di keluarkan oleh Yi Yun mengahasilkan bulan sabit yang sangat besar berwarna merah.


Kedua serangan langsung bentrok seketika.


Prang!


Tebasan milik Zu Lan hancur seketika oleh teknik milik Yi Yun dan serangan milik Yi Yun tidak terhenti sama sekali dan terus menuju ke arah Zu Lan.


Melihat serangan terkuatnya di hancurkan begitu saja, Zu Lan melebarkan matanya. Ia tersadar saat melihat serangan Yi Yun tidak berhenti sama sekali dan mendekat ke arahnya.


Dengan buru-buru, Zu Lan mencoba menghindar. Namun ia sama sekali tidak tidak bisa menghindar tepat waktu.


Yi Yun juga mengerut sedikit dan tau kemungkinan Zu Lan akan tewas dengan teknik miliknya. Ia tidak menduga bahwa dengan membuka Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian akan membuat teknik yang baru di kuasainya akan sekuat itu. Ia awalnya tidak memiliki niat membunuh Zu Lan. Namun, untuk menghancurkan teknik milik Zu Lan, ia perlu mengeluarkan lebih dari setengah dari total kekuatannya.


Individu yang tiba di depan Zu Lan langsung melambaikan tangannya yang sudah dilapisi oleh Yuan Qi berwarna biru.


Bushh!


Hanya dengan lambaian tangannya saja, serangan milik Yi Yun dibubarkan seketika.


"Guru..." Ucap Zu Lan saat melihat individu yang menghancurkan serangan milik Yi Yun.


Guru Zu Lan hanya diam sambil menatap Yi Yun dengan seksama. Ia juga tidak menduga bahwa serangan terkuat milik Zu Lan akan hancur begitu saja oleh Yi Yun.


Yi Yun yang melihat kejadian tersebut hanya diam. Ia juga sudah tau hanya dari pergerakan milik Guru Zu Lan, dia adalah orang yang sangat kuat.


"Pertandingan ini dimenangkan oleh Yi Yun..." Ucap Guru Zu Lan dengan wajah datar. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Zu Lan dan berkata, "aku akan mulai melatihmu secara serius setelah kompetisi ini usai."


Setelah mengatakan hal itu, Guru Zu Lan langsung menghilang dari arena.

__ADS_1


Tidak ada yang mau mengomentari apa yang di lakukan oleh Guru Zu Lan karena mereka tentu saja tau betapa kuatnya Guru Zu Lan.


Zu Lan di sisi lain hanya mengepalkan tangannya karena telah membuat Gurunya kecewa. Ia menatap Yi Yun dengan penuh ambisi sambil berkata, "suatu hari nanti aku akan mengalahkanmu! Tunggu saja!"


Setelah mengatakan kata-kata itu, Zu Lan langsung keluar dari arena dengan wajah dingin seperti biasa.


"Cih.." Yi Yun berdecak karena merasa menjadi target seseorang lagi. Ia langsung berjalan ke arah tempat istirahat peserta karena pertandingan telah di menangkan olehnya.


Sisa peserta semakin waspada terhadap Yi Yun karena berhasil mengalahkan Zu Lan tanpa menggunakan usaha yang besar.


Song Zhun dan Li Meng juga memasang wajah jelek. Tentu saja mereka mengenal Zu Lan dengan baik. Mereka juga mampu mengalahkan Zu Lan seperti yang di lakukan oleh Yi Yun yang membuat mereka berdua tau bahwa Yi Yun memiliki tinkat kekuatan yang hampir sama dengan mereka.


Namun, mereka tidak akan tau kalau Yi Yun hanya menggunakan hanya lebih dari setengah kekuatan penuhnya untuk mengalahkan Zu Lan.


Jika Yi Yun menggunakan kekuatan penuhnya, tentu saja tingkat kekuatannya akan mampu menandingi tingkat Alam Bumi tahap pertama dalam waktu yang lumayan lama.


Lalu pertandingan terus berlanjut di arena. Karena pertandingan yang di laksanakan sekarang adalah pertandingan Li Meng melawan seseorang dari klan tertentu dan sama juga bagi Song Zhun, sorak-sorai penonton terdengar begitu antusias.


Beberapa jam kemudian, babak semi final akan di lakukan.


Dan di babak semi final, Yi Yun akan berhadapan dengan tuan muda klan Li, Li Meng.


Sebelum pertandingan dimulai, ada waktu istirahat bagi para peserta sebelum melakukan pertandingan karena keempat peserta yang masuk babak semi final telah melakukan dua pertandingan sebelumnya.


Li Meng memasang wajah yang begitu gelap karena mengetahui bahwa lawannya yang berikutnya adalah Yi Yun. Ia menatap Yi Yun dari waktu ke waktu dengan niat membunuh yang begitu besar.


"Aku akan membunuhmu saat pertandingan berlangsung. Walaupun kau kuat, kau tidak mungkin mengalahkan aku jika aku langsung mengerahkan semua kekuatanku!" Batin Li Meng sambil terus menatap Yi Yun dengan niat membunuh.


Di sisi lain, Yi Yun langsung mendapatkan peringatan dari Sistem.


[Niat membunuh yang sangat besar diarahkan kepada Host]


Mendengar peringatan Sistem, Yi Yun membuka matanya lalu melihat ke arah Li Meng yang masih memasang wajah garang dari waktu ke waktu.


"Oh? Sepertinya dia tidak sabar ingin membunuhku," batin Yi Yun. Ia langsung membuat senyum kecil ke arah Li Meng.


Melihat senyum kecil Yi Yun, Li Meng semakin ingin membunuh Yi Yun saat ini juga.

__ADS_1


"Tunggu dan lihatlah! Kau akan memohon untuk hidupmu saat melawanku!" Batin Li Meng dengan kepercayaan diri yang sangat besar.


__ADS_2