
Yi Yun ingat dengan jelas bahwa Tantai Lingyan berkata bahwa tempat ia berada saat ini berada di sekitar sekte Pedang Iblis. Ia tidak tau bahwa sekte itu sedang memburunya saat ini karena ia pernah memprovokasi seseorang sebelumnya yang berasal dari sekte itu.
Karena kejadian di kediaman keluarga Rong sebelumnya, Yi Yun telah dikenali oleh Han Li dan Han Li memberitahu kepada pamannya yang merupakan Tetua sekte Pedang Iblis, Han Yang.
Yi Yun yang bergerak perlahan seperti seorang musafir, memegang peta di tangannya. Karena telah mengetahui nama lokasinya, ia langsung tau di mana posisinya saat ini setelah memeriksa peta.
“Di sana ada kota Cenwu, itu adalah kota terbesar di wilayah sekte Pedang Iblis, tempat itu juga merupakan tempat persinggahan para kultivator kuat terutama untuk para murid dari sekte Pedang Iblis. Menarik, tampaknya tujuan saat ini telah di tentukan.” Yi Yun menyimpan peta ke cincin ruang miliknya dan perlahan berjalan ke arah kota Cenwu yang mungkin berjarak setengah hari dari posisinya saat ini.
Yi Yun tentu saja akan menikmati perjalanannya. Ia tidak perlu terburu-buru, lagi pula saat ini, ia sedang menunggu sistem menyelesaikan evolusinya atau lebih tepatnya dikatakan upgrade.
Yi Yun tidak sabar untuk menggunakan semua batu roh kelas atas yang ia peroleh dari Dunia Bintang Hijau. Jumlahnya sangatlah banyak dan ia akan kaya dalam waktu singkat. Juga, benda-benda di dalam tas kosmos tiga Patriak yang dijarah oleh Tantai Lingyan juga pastilah sangat banyak dan merupakan pasokan poin.
Memikirkan semua itu, Yi Yun sangat bersemangat. Ia juga ingin melihat semua benda yang dijual untuk kultivator fana. Untuk senjata, ia telah memiliki Pedang Darah yang saat ini berada di slot penyimpanan. Ia hanya perlu membeli teknik bertarung yang kuat juga.
Tidak akan pernah disangka oleh Yi Yun bahwa masuk ke Dunia Bintang Hijau akan membuatnya mendapatkan panen yang sangat besar. Ketika ia bertemu kembali dengan Ouyang Liu-Li, ia harus berterima kasih karena berkat wanita itulah ia bisa masuk ke Dunia Bintang Hijau.
Setengah hari kemudian, Yi Yun menatap kota yang sangat besar dan megah dari atas bukit.
“Itukah kota Cenwu? Kota itu sangat makmur dan tidak seperti kota Batu Putih yang tampak sangat tandus.” Batin Yi Yun. Ia pun langsung berjalan perlahan menuju kota itu. Ia telah memeriksa cincin ruang miliknya bahwa masih ada 40.000 koin emas yang tersisa. Itu merupakan jumlah yang sangat banyak. Tentu ia tidak akan menukarnya menjadi poin karena itu sangatlah merugikan.
Ketika mendekat ke arah kota, Yi Yun melihat sangat banyak orang-orang yang berlalu lalang.
Tidak hanya itu, sebelum mencapai gerbang kota pun, sangat banyak para penjual yang terlihat di pinggir jalan. Bisa dikatakan, kota itu adalah salah satu kota termakmur yang ada.
__ADS_1
“Kota ini memang sangat ramai. Dan semua orang-orang di sini sebagian besar adalah kultivator walaupun para penjual tidak terlalu kuat.” Batin Yi Yun saat melihat ke sana ke mari sambil terus berjalan ke arah kota.
Di beberapa tempat pun, terlihat beberapa kultivator muda yang menggunakan seragam yang sama tanda bahwa mereka berasal dari sekte yang sama.
Ketika mencapai gerbang kota, ada beberapa penjaga yang menjaga gerbang.
“Sepuluh koin perak setiap kali keluar masuk.” ucap penjaga acuh tak acuh.
Yi Yun terkejut karena untuk masuk saja pun tidak mencapai biaya satu koin emas. Karena satu koin emas sama dengan seratus koin perak. Ia pun mengutuk setiap kota yang meminta biaya masuk dua koin emas karena terlalu serakah.
Tetapi Yi Yun tidak tau hal seperti itu biasa terjadi karena setiap kota kecil akan mengandalkan hal itu untuk memakmurkan kota agar tidak merosot dalam hal ekonomi. Untuk kota besar seperti kota Chenwu yang sangat makmur, sudah pasti sepuluh koin perak pun akan berguna karena sangat banyak kultivator yang selalu keluar masuk. Sudah pasti pendapatan kota Cenwu juga akan sangat besar.
Yi Yun mengeluarkan 1 koin emas dan penjaga pun memberikan Yi Yun kantong berisi 90 koin perak lalu membiarkan Yi Yun lewat.
Tentu saja Yi Yun melakukan itu untuk mencari tau semua yang ada di kota tersebut. Ia sangat suka melakukan hal itu jika ia berpikir pikir kembali. Sebab, cara seperti itu akan membuatnya mendapatkan lawan tangguh apalagi itu dari kultivator muda.
Dan target Yi Yun saat ini adalah murid sekte Pedang Iblis. Ia ingin tau apakah mereka itu kuat atau tidak dan ia harus memastikannya.
Ketika terus berjalan, Yi Yun pun melihat tempat yang mewah dan sangat ramai. Ia terkekeh karena sudah pasti tempat seperti itu adalah tempat yang paling mudah untuk menemukan murid-murid dari sekte Pedang Iblis.
Ketika masuk ke dalam, beberapa orang melirik ke arah Yi Yun sekilas.
“Selamat datang tuan..” Pelayan wanita menyambut Yi Yun dengan ramah.
__ADS_1
Yi Yun tidak langsung berbicara dan melihat ke semua tempat yang di isi oleh orang-orang untuk makan.
“Apakah tidak ada tempat yang kosong?” Tanya Yi Yun.
“Ada, tetapi itu berada di lantai tiga, dan biaya di tempat itu lebih mahal dari pada lantai pertama dan kedua.” Jawab pelayan dengan senyum diwajahnya.
Yi Yun tersenyum kecil karena merasa itulah tempat yang tepat.
“Baik, harga tidak masalah. Bawa aku ke lantai tiga.” Yi Yun mengangguk kecil.
Pelayan itu hanya tersenyum walaupun ia sedikit ragu dengan penampilan Yi Yun. Namun ia hanya menurut dan memimpin Yi Yun ke lantai ketiga.
Ketika melewati lantai dua, beberapa kultivator melirik sekilas ke arah Yi Yun dan sedikit terkejut bahwa akan ada anak sekuat itu dengan usia yang sangat muda.
Pelayan tidak mampu melacak kultivasi Yi Yun yang membuatnya sedikit ragu sebelumnya.
Ketika melihat Yi Yun naik ke lantai tiga, para kultivator di tempat itu tidak merasa bingung sama sekali karena merasa bahwa Yi Yun adalah seorang tuan muda yang sedang berpetualang hanya dengan pakaian yang dikenakan oleh Yi Yun.
Tidak mungkin ada anak sekuat Yi Yun jika tidak memiliki pendukung. Itulah yang ada dipikiran semua para kultivator di lantai dua.
Ketika Yi Yun sampai di lantai tiga, apa yang ia lihat tidak sesuai dengan harapannya, karena, semua kultivator yang ada di sana tidak ada yang muda, melainkan para kultivator yang sudah memiliki usia diatas 25 tahun.
“Apakah aku salah masuk lantai?” Batin Yi Yun tidak bisa berkata-kata karena semua orang-orang dewasa itu menatapnya dengan heran dan penuh tanda tanya.
__ADS_1