Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 159 - Melawan Anubis


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Langit


Anubis, binatang spiritual yang telah berevolusi dan memiliki pemikiran seperti seorang manusia pada umumnya.


Dengan melakukan kontrak dengan neraka, Anubis yang awalnya adalah binatang spiritual jenis anjing pun berevolusi dan dapat berdiri dengan dua kaki. Bahkan saat ini, ia terlihat memiliki tangan layaknya manusia.


Tetapi, fitur binatang spiritual masih tetap terlihat yaitu kepalanya masih terlihat seperti binatang spiritual anjing pada umumnya.


“Karena suasana hatiku saat ini sedang tidak baik, jadi kau jangan melakukan apapun atau aku akan menghabisimu, Anubis!” ucap Yi Yun dingin.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Yi Yun, Anubis tentu saja mengerti karena Yi Yun menggunakan bahasa kuno yang hanya digunakan di Benua Kegelapan dan Cahaya.


“Manusia! Katakan apa tujuanmu datang ke tempat ini! Ini adalah makam Raja Pertama Kerajaan Langit. Siapapun tidak boleh masuk ke sini! Ini adalah perintah yang aku terima dari pencipta tempat ini!” ucap Anubis.


“Tujuanku?” Tanya Yi Yun kembali. Ia menatap ke arah tangan kirinya bahwa ada lembaran emas yang merupakan Buku Iblis Duniawi. Tidak lama kemudian, lembaran emas tersebut pun pudar dalam sekejap dan masuk ke dalam tubuhnya.


[Ding!]


[Sistem dimulai kembali]


[Host telah mencapai tingkat Alam Bumi tahap kesembilan]


[Ding!]


[Memperoleh gelar Jalan Pembantaian]


[Ding!]


[Hadiah spesial telah diterima dan di simpan di dalam slot penyimpanan]


[Ding!]


[Memperoleh Buku Iblis Duniawi Bagian Pertama]


[Ding!]


[Vena Mendalam Dewa Pembantaian mengalami Evolusi]


[Vena Mendalam Dewa Pembantaian memiliki kapasitas qi dua kali lebih banyak dari sebelumnya]


[Ding!]


[Insting bertarung bertambah]


[Ding!]


[Mendapat Skill Eklusif, Niat Membunuh yang dapat menekan lawan yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dan dibawah Host]

__ADS_1


Pemberitahuan panjang terdengar di benak Yi Yun. Ia tidak terlalu memperdulikan semua hal tersebut. Fokusnya saat ini tertuju pada Anubis yang tampak tidak senang dengan kehadirannya.


Yi Yun paham satu hal, kekuatan Anubis berasal dari kematian itu sendiri sehingga binatang spiritual tersebut lebih dijadikan sebagai penjaga makam. Dan kekuatannya adalah Pembantaian, awal dari kematian massal.


Itu tampak seperti Yi Yun adalah penguasa Kematian sehingga Anubis tidak menyukai qi yang terpancar dari tubuh Yi Yun.


“Tujuanku tentu saja untuk merampok makam itu!” ucap Yi Yun menatap ke arah makam yang telah terbuka dan masih mengeluarkan api biru kehitaman sepanjang waktu.


Wajah Anubis gelap seketika. Ia pun memancarkan api yang sangat liar kali ini karena telah membuat Yi Yun sebagai target utamanya.


“Kau akan mati hari ini dan di makamkan di sana!” ucap Anubis dan langsung menghilang dalam sekejap. Ia muncul tepat di depan Yi Yun lalu mengayunkan tongkat yang ada di tangan kanannya.


Dengan teknik Kehalusan Menit, Yi Yun menatap Anubis yang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi, ia sama sekali tidak khawatir dan langsung mengayunkan Pedang Darah sekuat tenaga juga.


Trang!


Bussssh!


Ledakan qi yang begitu besar pun menyebar ke segala arah dan membuat semua kultivator yang tersisa terkejut karena qi yang terpancar dari Yi Yun tampak sangat kuat.


“Sialan! Bagaimana bisa bocah itu mencapai tingkat Alam Bumi tahap kesembilan dalam waktu yang sangat singkat! Sial! Sial! Andai saja aku yang masuk ke dalam sana sebelumnya menggunakan kunci!” Batin Ci Zhao dengan wajah yang sangat muram.


Bahkan untuk Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga juga berpikiran hal yang sama. Mereka tentu berpikir bahwa seseorang yang memegang kunci membuka Makam akan menjadi penerima berkat atau semacamnya.


Sementara itu, Iblis yang telah berhenti bertarung, menatap ke arah Yi Yun dengan tatapan dingin. Karena Sistem tidak bekerja sebelumnya, itu membuat kamuflase yang dibuat oleh Sistem menghilang sehingga wajahnya terlihat seperti sedia kala.


Sementara itu, Xiao Moxian memiliki bintang di matanya saat merasakan kekuatan Yi Yun yang kini telah melampauinya dalam waktu yang sangat singkat. Ia selalu yakin bahwa suaminya adalah yang terbaik dan yang terkuat dari siapapun.


Di sisi lain, Wang Shu terdiam melihat peningkatan kultivasi Yi Yun. Ia pun tersenyum kecil dan bertekad untuk berusaha lebih keras agar kultivasinya tidak akan tertinggal karena ia yakin bahwa Yi Yun akan tumbuh lebih cepat dari pada saat ini di kemudian hari.


Sama halnya bagi Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan. Ketiganya tentu memikirkan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Wang Shu.


Anubis yang saat ini sedang menekan tongkatnya pun memasang wajah semakin serius karena tampaknya qi Pembantaian milik Yi Yun sangatlah aneh dan tidak bisa ditekan oleh Api Neraka miliknya.


“Tangan Neraka!”


Di sekitar Yi Yun, Api biru kehitaman pun muncul lalu memadat membentuk tangan dan mencoba untuk mencengkram Yi Yun dari beberapa arah yang berbeda.


Menatap itu, Yi Yun tersenyum kejam. Suasana hatinya sedang buruk saat ini dan Anubis mencoba memancing amarahnya.


“Sistem! Gunakan Gelar Jalan Pembantaian!” Perintah Yi Yun di benaknya.


[Ding!]


[Gelar Jalan Pembantaian telah digunakan]


[Kecepatan Host meningkat 20%]

__ADS_1


[Qi Host meningkat 25%]


[Daya tahan Host meningkat 15%]


[Daya rusak serangan meningkat 50%]


[Domain Pembantaian dibuka]


Mendengar pemberitahuan tersebut, Yi Yun pun menyeringai kejam.


“Domain Pembantaian!”


Bussssh!


Ledakan Qi terjadi dari tubuh Yi Yun dan langsung melebar dalam sekejap. Ia merasakan kekuatannya meningkat lagi ketika menggunakan Domain Pembantaian.


Qi negatif yang mencoba untuk menyerang Yi Yun pun tampak dihalangi oleh qi Pembantaian yang membentuk sebuah Domain.


Gerakan teknik yang dilancarkan oleh Anubis pun terasa lebih lambat dari sebelumnya.


Oleh karena itu, Yi Yun pun tidak membuang waktu dan menarik Pedang Darah lalu berputar sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


“Teknik Gaya Bayangan!”


“Gaya Kedua, Tarian Bayangan!”


Sraing!


Ketika Yi Yun menebas ke sekelilingnya, tangan-tangan yang terbuat dari qi tersebut pun langsung terbelah seketika. Tidak hanya sampai di situ, Yi Yun mengentikan langkah kakinya dan langsung berbalik menebas ke arah Anubis.


Sraing! Sraing! Sraing! Sraing!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi seperti sebuah bayangan yang bergerak, Yi Yun pun melewati Anubis dalam sekejap dan berhasil mendaratkan empat tebasan dalam waktu yang sangat singkat.


“A-apa? Bagaimana bisa anak itu bergerak secepat itu?” Teriak Ci Zhao dalam hati. Ia kini sedikit takut terhadap Yi Yun dan telah membuat keputusan untuk membunuhnya ketika memiliki kesempatan.


Bahkan Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga juga memikirkan hal yang sama saat ini.


Anubis yang terkena tebasan pun tampak biasa saja. Dari luka tebasan tersebut, api biru kehitaman perlahan muncul dan tampak seperti menutupi bekas luka dari serangan teknik milik Yi Yun.


Tang!


“Api Neraka, Dunia Api Kesengsaraan!”


Ketika Anubis menghentakkan tongkatnya, ia pun mengeluarkan teknik untuk mengerang di ruang lingkup yang sangat luas.


Bussssh!

__ADS_1


Api biru kehitaman pun menutupi tempat tersebut dan mencoba untuk melahap apa saja yang ada disekitarnya.


__ADS_2