Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 224


__ADS_3

Kediaman Wali Kota


“Di mana dia? Sial! Bagaimana bisa ada seseorang yang bergerak tanpa bersuara sama sekali? Bahkan qi-nya pun tidak terasa! Apakah dia berasal dari Organisasi Pembunuh Bayaran?” Teriak salah satu kultivator tingkat Alam Langit tahap ketujuh yang bernama Fu Bo.


“Jangan lengah! Kita tidak bisa membiarkan siapapun memasuki Ruang Bawah Tanah atas perintah Pemimpin!” Teriak kultivator tingkat Alam Langit tahap ketujuh lainnya yang bernama Fu Bu.


Kultivator tingkat Alam Langit tahap keenam hanya diam dengan gugup. Hal itu tentu dikarenakan oleh tewasnya kultivator setingkat dirinya hanya dengan satu teknik saja.


Ketiganya pun memegang senjata masing-masing dan menatap ke sekeliling dengan waspada.


Bom!


Tiba-tiba saja ledakan di jarak hampir sepuluh meter dari mereka terdengar yang membuat ketiganya menoleh.


“Langkah Senyap!”


Zhep!


Yi Yun muncul di belakang kultivator tingkat Alam Langit tahap keenam dan langsung mengayunkan kakinya.


“Tendangan Pembelah Suara!”


Sraing!


Srak!


Kultivator tingkat Alam Langit tahap keenam itupun langsung tewas seketika saat Yi Yun memenggalnya dengan cara yang sama.


Fu Bo dan Fu Bu pun menoleh dan langsung mengayunkan senjata mereka masing-masing sekuat tenaga ke arah Yi Yun.


“Mati!” Teriak mereka berdua.


Sebelum pedang selesai diayunkan, dua serangan berbasis qi pun melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Fu Bo dan Fu Bu.


Duar!


Ledakan berupa api dan gas meledak seketika saat kedua serangan itu mengenai Fu Bo dan Fu Bu dan membuat keduanya terpental sangat jauh.


Wusssh!


Angin kencang berupa qi pun meledak dan menghempaskan semua ledakan yang terjadi. Ruangan tersebut pun kini telah rusak karena serangan yang baru saja terjadi.


Terlihat saat ini Fu Bo dan Fu Bu yang sedang berlutut dan menatap ke arah tertentu dengan tatapan dingin. Di tubuh mereka luka-luka terlihat akibat serangan telak yang mengenai mereka berdua.


“Kalian datang tepat waktu.” ucap Yi Yun melirik ke arah dua wanita yang tidak lain adalah Xuan Yuqie dan Yu Ruyan.


“Tampaknya kita gagal karena menyerang dari jarak jauh.” ucap Yu Ruyan saat menatap ke arah Fu Bo dan Fu Bu.


“Jika kita menyerang dari dekat, Yi Yun akan lebih dulu diserang.” ucap Xuan Yuqie.


“Aku tidak menyangka bahwa akan ada tiga anak yang baru tumbuh mencoba membunuh kita dan bahkan berhasil membunuh dua diantara kita.” Fu Bo berkata dengan dingin saat ia perlahan berdiri sambil menahan rasa sakit di banyak bagian tubuhnya karena terkena serangan sebelumnya.


“Ya, tampaknya ketiganya ingin mati muda! Ayo bunuh ketiganya!” ucap Fu Bu dingin.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Fu Bo dan Fu Bu, Yi Yun menaikkan sudut bibirnya.


“Sistem! Periksa apakah kejadian sebelumnya membuat siapapun yang ada di bawah sana mengetahuinya atau tidak.” Perintah Yi Yun di benaknya.


[Ding!]


[Suara apapun tidak akan terdengar karena sedari awal Kutukan yang berasal dari Senjata Terkutuk membuat tempat tersebut seperti disegel]


[Kutukan yang berasal dari Senjata Terkutuk itu menyebar di udara dan mempengaruhi semua yang ada di bawah sana termasuk makhluk hidup dan benda mati sekalipun karena lamanya waktu berlalu]


“Oh? Tampaknya ini hari keberuntungan kami!” Batin Yi Yun.


“Yi Yun, apakah kita akan tetap melanjutkan? Dengan ledakan sebelumnya, siapapun yang ada di bawah sana akan naik ke atas untuk membantu kedua kultivator itu.” ucap Yu Ruyan.


“Tidak akan, ayo kita bereskan keduanya secepat mungkin. Aku merasakan aura tertentu yang berkemungkinan membuat apapun yang terjadi di dalam tidak akan terdengar keluar dan sebaliknya.” Balas Yi Yun.


“Dari mana kau mengetahui itu?” Tanya Yu Ruyan melirik ke arah Yi Yun.


“Aku akan mengatakannya nanti. Dan juga..” Sebelum Yi Yun melanjutkan kata-katanya, wajahnya tiba-tiba serius dalam sekejap.


Zhep!


Fu Bo dan Fu Bu pun telah muncul dalam sekejap di depan Yi Yun, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan.


“Jangan mengabaikan kami dasar bocah-bocah sialan!” Teriak Fu Bo saat mengayunkan pedangnya ke arah Yi Yun karena ia tau bahwa Yi Yun adalah yang terkuat.


Sementara itu, Fu Bu mengincar Xuan Yuqie dengan pedangnya juga.


Dengan refleks yang sangat tinggi, Yi Yun pun mengangkat lengan kanannya untuk menahan tebasan pedang Fu Bo.


Melihat itu, Fu Bo hanya mencemooh karena merasa pelindung lengan yang ada di tangan kanan Yi Yun yang tampak seperti emas pada umumnya akan dibelah oleh pedangnya.


Crang!


Zrrrrt!


Percikan petir terlihat saat pedang membentur Tameng Emas Dewa Pembantaian.


Bom!


Kaki Yi Yun tenggelam ke dalam lantai saat menahan tebasan tersebut. Ia merasakan lengan kanannya seperti hendak patah dalam waktu sepersekian detik.


“Ku kembalikan seranganmu!” ucap Yi Yun dengan.


Duar!


Ledakan Qi bercampur dengan bilah berwarna merah pun langsung mengenai tubuh Fu Bo.


Srak!


“Apa?” Fu Bo melebarkan matanya saat tubuhnya terpental serta luka sayatan yang sangat dalam tercetak di tubuhnya. Luka itu mengeluarkan sangat banyak darah yang membuatnya tidak percaya bahwa akan ada benda seperti itu di dunia ini.


Sementara itu, serangan Fu Bu di sisi lain memasang wajah muram ketika serangannya ditahan oleh perisai berwarna hitam seperti cangkang kura-kura yang membaluti sebuah kapak.

__ADS_1


Xuan Yuqie dan Yu Ruyan tentu akan bekerja sama untuk menahan serangan kultivator sekuat itu. Jika tidak, keduanya tidak akan mampu menahannya seorang diri.


Yi Yun yang menatap itu tetap menahan rasa sakit di lengan kanannya. Ia pun langsung bergerak kembali dengan kecepatan tertingginya.


“Delapan Meridian Bintang Pembantaian!”


“Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian!”


“Gerbang Kedua, Gerbang Kekuatan Pembantaian!”


“Langkah Sonik!”


Zhep!


Yi Yun muncul tepat di samping Fu Bu yang masih menekan serangannya ke arah  pertahanan yang diciptakan oleh Xuan Yuqie dan Yu Ruyan.


“Tebasan Udara Kosong!”


“Teknik Pedang Bintang Kekacauan!”


Dengan sekuat tenaga, Yi Yun pun mengayunkan pedangnya sekuat tenaga yang telah dilapisi oleh qi terkuat miliknya.


Fu Bu dapat merasakan bahaya dan langsung mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruang miliknya. Ia pun melapisi pedang tersebut dengan qi lalu mengangkat ke arah atas untuk menahan tebasan Yi Yun.


Tring!


Krak! Krak!


Mata Fu Bu melebar karena pedang miliknya hampir saja pecah ketika melakukan bentrokan dengan Yi Yun. Ia pun menarik pedang di tangan kanannya untuk menghabisi Yi Yun tetapi ia memasang wajah jelek ketika Xuan Yuqie dan Yu Ruyan menyerangnya secara bersamaan.


“Cakar Macan Putih!”


“Kapak Pemenggal!”


“Sial!” Fu Bu pun langsung menggunakan teknik gerakan tubuh untuk menghindar menjauh.


Namun, Yi Yun yang menggunakan teknik Kehalusan Menit pun mengarahkan tangan kirinya ke arah tempat yang ia prediksikan tempat Fu Bu bergerak.


“Api Neraka!”


Bussssh!


Api hitam kebiruan pun meledak di satu tempat dan ketika Fu Bu berpindah ke tempat itu, dirinya pun langsung dilahap oleh Api Neraka milik Yi Yun.


“Arrrrrgggg!”


Fu Bu berteriak keras dan mencoba keluar dari api.


Sementara itu, Fu Bo yang baru saja mendarat, langsung bergegas untuk menyelamatkan Fu Bu.


Di sisi lain, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan pun muncul di samping Fu Bu karena api milik Yi Yun tidak mencoba membakar mereka karena sedari awal api itu memang dikendalikan oleh Yi Yun.


“Mati!”

__ADS_1


__ADS_2