Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 82 - Akhir Pertarungan


__ADS_3

Ledakan qi dari tubuh Yi Yun membuat semuanya terkejut tidak terkecuali untuk Tetua Han Yang.


Ketika qi Pembantaian milik Yi Yun menyentuh kulit mereka semua, perasaan terancam juga mereka rasakan.


“Qi yang sangat kuat! Dari mana asalnya kekuatan besar ini?” Batin Ye Mo menatap Yi Yun dengan seksama untuk mencari tau bagaimana bisa hal seperti itu terjadi.


“Anak ini.. aku harus membunuhnya sekarang juga, jika tidak, dia akan menjadi ancaman yang sangat mengerikan suatu nanti. Bahkan qi Iblis yang unik dari klan Han tidak seberapa dibandingkan kekuatan jahat anak ini! Kekuatan ini sangat mengerikan, dan aku tidak tau hal apa yang membuat anak ini sampai-sampai memiliki qi yang sangat jahat!” Batin Tetua Han Yang. Ia pun langsung mengalirkan qi ke dalam pedangnya untuk mulai menyerang dan target utamanya saat ini adalah Yi Yun.


“Apakah menurutmu aku tidak memiliki hak untuk berbicara karena lemah, hanya karena kau lebih dulu berkultivasi, jangan besar kepala pak tua! Aku yakin ketika kau seusia denganku, kau bahkan tidak memiliki 10% dari kekuatanku!” ucap Yi Yun sedikit sombong.


Kata-kata Yi Yun menusuk tepat di hati Tetua Han Yang. Ia memang tidak berbakat seperti saudaranya yang merupakan Patriak klan Han saat ini. Ketika ia berusia seperti Yi Yun, ia bahkan belum mencapai tingkat Alam Roh tahap pertama. Perbedaan mereka seperti langit dan bumi atau lebih tepat seperti malam dan siang.


“Jangan sombong hanya karena kau terlahir jenius bocah!” Teriak Tetua Han Yang dan langsung melesat ke arah Yi Yun dengan semua yang ia miliki. Sangat terlihat saat ini uap aneh menyelimuti tubuhnya yang membuatnya tampak lebih seram.


Zhep!


Ye Mo, Ye Quan dan Ye Zhong pun tidak membuang waktu dan langsung bergerak dengan kecepatan penuh mereka. Tentu alasan Ye Mo dan Ye Quan sebelumnya mampu menandingi Tetua Han Yang karena kecepatan mereka yang sangat tinggi sebagai anggota klan Ye yang spesialis dalam menggunakan qi petir.


Tring!


Ye Mo yang terkuat langsung bentrok secara langsung dengan Tetua Han Yang walaupun ia langsung di dorong mundur karena perbedaan kekuatan yang lumayan besar.


Zhep!


Ye Zhong pun tiba di sebelah Tetua Han Yang dan langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga setelah menyelimutinya dengan qi yang berubah menjadi petir.


Sraing!


Tebasan super cepat mengarah kepada Tetua Han Yang, tetapi ia langsung menghindar begitu saja. Namun, saat ia menghindar, serangan lainnya datang dari arah lain. Serangan tersebut berasal dari Ye Quan.


“Dasar sampah menyebalkan!” Teriak Tetua Han Yang saat mencoba untuk bentrok dengan Ye Quan.


Sraing!


Tetua Han Yang pun langsung menebas Ye Quan sekuat tenaga.


Srak!


Jrezh!


Saat Tetua Han Yang melewati Ye Quan, darah yang sangat banyak menyemprot. Tetapi Ye Quan hanya menggertakkan giginya dengan kuat dan menyerang balik bersamaan dengan Ye Mo dan Ye Zhong.


“Tebasan Petir Suci!”


Sraing! Sraing! Sraing!


Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun menebas bersamaan ke arah Tetua Han Yang sekuat tenaga. Bilah qi pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Kau kira serangan seperti itu akan mampu melukaiku?” Teriak Tetua Han Yang sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga juga dengan cara berputar.


“Tornado Iblis Surgawi!”


Sraing!

__ADS_1


Bussssh!


Qi Tetua Han Yang pun membentuk tornado yang terlihat di tengahnya ada bayangan tertentu yang mencoba menebas senjata di tangannya.


Blar!


Semua bilah qi yang merupakan serangan Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun meledak ketika menghantam tornado yang merupakan teknik milik Tetua Han Yang.


Menatap semua itu, Yi Yun pun tersenyum kejam, ia sudah mundur menjaga jarak dan menebas sekuat tenaga dari kejauhan. Tentu ia tidak akan mau bentrok secara langsung dengan Tetua Han Yang karena ia pasti akan tewas seketika. Sedari awal pun, ia tidak mau bentrok bahkan dengan Han Co ataupun Han Pu yang memiliki tingkat kekuatan jauh lebih rendah dari pada Tetua Han Yang.


Yi Yun mengumpulkan qi dalam jumlah yang sangat besar di Pedang Darah. Karena telah membuka Gerbang Pertama, tentu qi-nya akan sangat besar walaupun seperti sedikit dipaksakan. Pedang Darah tampak berdengung saat ia menyalurkan semua qi di dalam tubuhnya hanya untuk melancarkan serangan di saat-saat yang tepat, dan inilah saat yang di tunggu olehnya.


Tanpa membuang waktu, Yi Yun pun langsung mengayunkan Pedang Darah dengan gaya horizontal sekuat tenaga ke arah Tetua Han Yang yang saat ini sedang dibaluti oleh Tornado yang terbuat dari qi Iblis.


“Teknik Pedang Bintang Kekacauan.”


Sraing!


Bilah setipis benang berwana hitam kemerahan pun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju ke arah tornado tersebut. Tempat yang dilewati oleh teknik yang dilancarkan oleh Yi Yun pun tampak seperti merobek sesuatu ketika bergesekan dengan udara.


Tetua Han Yang masih merasa sangat bangga dengan tekniknya karena bisa dengan mudah menghancurkan teknik kuat dari tiga anggota klan Ye yang telah berpengalaman.


“Hm?” Kerutan muncul di dahi Tetua Han Yang saat ia merasakan perasaan bahaya entah dari mana. Ia menoleh ke samping dan menemukan di luar tornado yang ia ciptakan sebuah bilah setipis benang sedang bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak bisa ia lihat sama sekali.


“Apa it...-” Sebelum Tetua Han Yang menyelesaikan kata-katanya, matanya melebar seketika karena tornado yang ia ciptakan terbelah begitu saja oleh untaian qi yang tampak seperti benang tipis.


Dengan instingnya bertahan hidup karena merasakan kematian yang sangat dekat, Tetua Han Yang pun melapisi seluruh tubuhnya dengan qi Iblis serta mengangkat pedangnya dengan gaya vertikal untuk menahan teknik aneh yang sudah mendekat ke arahnya.


Sraing!


Pedang Tetua Han Yang pun terbelah seketika dan bilah qi tipis tersebut tampak pudar sebagian. Tetapi sisinya langsung melesat ke arah bahunya.


Crash!


Tetua Han Yang membeku karena qi miliknya di potong begitu saja serta ia merasakan sakit di sekitar bahu kanannya.


Blug!


Tetua Han Yang mendengar suara aneh di sekitar kakinya, ia pun menoleh ke bawah dan matanya melebar karena itu adalah lengan kanannya yang sudah terpisah dari tubuhnya.


Darah yang sangat banyak pun menyemprot seketika dari bahu Tetua Han Yang.


“Arrrrrggghhh!”


Tornado pun langsung pudar dalam sekejap dan teriakan Tetua Han Yang terdengar sangat keras.


Bahkan Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun terkejut dengan pergantian peristiwa, ketiganya menoleh ke arah Yi Yun yang saat ini tampak berkeringat karena menggunakan seluruh qi-nya dalam satu serangan saja.


“Cepat bunuh dia!” Teriak Yi Yun karena tidak ingin Tetua Han Yang melakukan sesuatu yang konyol di saat-saat seperti ini.


Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun langsung melesat dari tiga arah yang berbeda dan tiba di atas Tetua Han Yang sambil menghunuskan pedang mereka bersamaan.


“Mati!” Teriak ketiganya sekuat tenaga.

__ADS_1


Tetua Han Yang membatu dan mencoba untuk berbicara agar melakukan negosiasi, tetapi tiga bilah pedang lebih dulu menusuk tubuhnya di tiga tempat yang berbeda.


Jleb! Jleb! Jleb!


Satu pedang bersarang di kepala Tetua Han Yang, satu di leher dan satu lagi di jantung. Dengan tiga tikaman seperti itu, siapapun pasti akan tewas dalam sekejap.


Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan menatap Tetua Han Yang dengan mata merah seperti darah karena mereka bertiga tentu sangat membenci Tetua Han Yang sampai ke tulang tulang, sebab, ingatan tentang sosok tersebut masih segar di otak mereka ketika Ketiganya masih kecil, saat itu, Tetua Han Yang adalah salah satu kultivator dari klan Han yang sangat bersemangat membantai para wanita dan anak-anak ketika klan Ye telah kalah berperang, tetapi mereka bahkan tidak menyisakan wanita dan anak-anak satu pun.


Beruntung bagi Ye Mo untuk di bawa pergi oleh pelayan klan Ye dan kebetulan, Ye Zhong dan Ye Quan ikut saat itu yang membuat ketiganya selamat tanpa sepengetahuan siapapun.


Namun, sosok pelayan tua yang membawa ketiganya pergi juga tewas tidak lama sesudahnya karena mengalami cedera yang sangat parah. Setelah itu, ketiganya pun hidup kesulitan dan berkelana ke sana ke mari sebelum kembali lagi ke reruntuhan klan mereka lalu merencanakan untuk menjatuhkan klan Han secermat mungkin.


Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan pun menarik senjata mereka dari tubuh Tetua Han Yang dan menatapnya dengan dingin.


Blug!


Tubuh Tetua Han Yang terjatuh ke samping.


“Akhirnya kita membunuh bajingan tak berperasaan ini! Aku sudah menahannya selama ini!” ucap Ye Mo tanpa mengalihkan pandangannya dari mayat Tetua Han Yang.


“Kita tidak akan berhenti sampai di sini, ketika waktunya tiba, pada anggota klan Han akan mengalami nasib yang sama!” Lanjut Ye Quan.


“Mereka bahkan tidak mengampuni wanita dan anak-anak, maka kita juga harus melakukan hal yang sama.” Tambah Ye Zhong.


Yi Yun yang mendengarnya argumen mereka bertiga tidak berkomentar sama sekali. Ia tau hal seperti itu biasa terjadi di dunia kultivator, hanya yang kuat yang bertahan, dan ia juga akan melakukan hal yang sama jika kejadian itu terjadi pada dirinya. Lebih baik menghapus gulma sampai ke akar-akarnya.


“Huft..” Yi Yun menghembuskan nafas panjang karena kelelahan, ia pun duduk di permukaan tanah dengan tubuh sedikit gemetaran karena kehabisan tenaga. Skill Gerbang Dunia Pembantaian pun tertutup kembali. Ia merasa tubuhnya sedikit kesemutan karena mengerahkan semua qi-nya sebelumnya dalam satu serangan saja.


Ye Mo menatap ke arah Yi Yun dan berkata kepada Ye Zhong dan Ye Quan, “Bantulah Yi Yun, karena bantuannya kita berhasil kali ini.”


Ye Zhong dan Ye Quan pun mengangguk dan langsung menghampiri Yi Yun.


Sementara Ye Mo, ia mengambil cincin ruang milik Tetua Han Yang. Ia pun langsung memeriksanya dan mengangguk kecil karena benda yang menjadi rencana utama mereka memang berada di tangan Tetua Han Yang.


“Ayo kita pergi menjauh dari tempat ini. Aku akan mengurus mayat-mayat ini terlebih dahulu agar klan Han tidak mendapatkan petunjuk apa-apa.” ucap Ye Mo.


“Ke mana tujuan kita saat ini?” Tanya Ye Zhong sambil membawa Yi Yun di pundaknya.


Yi Yun sangat kesal diperlakukan seperti itu, tetapi ia hanya bisa menghela nafas karena merasa terlalu lelah untuk berbicara saja.


“Kerajaan Qin, kita akan memulai rencananya. Kita akan menemui seseorang yang aku kenal dari keluarga Kerajaan, dia pasti akan tertarik dengan proposal kita, mereka tidak mungkin akan menolak sumber daya yang melimpah.” Balas Ye Mo sambil membereskan tempat pertarungan.


“Apakah jarak Kerajaan Qin jauh dari sini?” Tanya Yi Yun dengan nada lelah.


“Tidak terlalu jauh, jika kita bergerak dengan kecepatan pada kultivator tingkat Alam Bumi, kita akan mencapai Kerajaan Qin dalam waktu kurang dari sepuluh hari,” jawab Ye Zhong yang sambil berjalan membawa Yi Yun di pundaknya.


“Apakah tubuhmu baik-baik saja? Kau terlihat seperti seseorang yang kekurangan qi.” ucap Ye Quan saat melihat wajah Yi Yun yang sedikit pucat.


“Ya, aku memang kehabisan qi, tetapi akan pulih dalam waktu beberapa jam.” Balas Yi Yun.


Ye Zhong dan Ye Quan saling memandang dengan cara yang aneh karena kata-kata Yi Yun tampak seperti tidak mungkin. Tetapi, mengingat kembali Yi Yun yang aneh, keduanya pun tidak membalas lagi karena merasa itu mungkin untuk anak tidak normal seperti Yi Yun.


Setelah membereskan tempat pertarungan, Ye Mo pun langsung berbicara, “Ayo kita pergi secepatnya. Aku tidak tau apakah Patriak klan Han sebelumnya tau ke mana dan dengan siapa Tetua Han Yang pergi. Jika dia tau, kita lebih baik bergegas untuk menghindari monster tua itu!”

__ADS_1


Ye Zhong dan Ye Quan tentu saja langsung setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ye Mo.


Lalu mereka bertiga pun langsung bergerak ke arah Kerajaan Qin berada dan membawa Yi Yun bersama dengan mereka.


__ADS_2