Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 157 - Tingkat Alam Bumi Tahap Kesembilan


__ADS_3

“Kebangkitan Jalan Pembantaian!”


Saat kata itu terucap, aura Kegelapan pun langsung menyelimuti Sistem sepenuhnya ketika Roh Benih Permintaan kembali ke dalam Sistem.


Setelah itu, wanita bar-bar sebelumnya pun mengarahkan lengannya ke arah Yi Yun dan aura berwana merah kehitaman pun langsung menyelimuti Yi Yun.


Yi Yun tidak sempat untuk berbicara apa-apa lagi dan qi tersebut masuk ke dalam tubuhnya.


Mata Yi Yun melebar karena merasakan sakit luar biasa di dalam sel-selnya ketika qi yang sangat besar tampak mencoba memperbaharui tubuhnya.


“Aku akan membuat Benih Permintaan tidak akan bisa dilacak oleh siapapun. Jika saja kau lebih dulu tiba di Alam Abadi, beberapa kultivator kuat akan mengetahui keberadaan Benih Permintaan.” Dewa Kegelapan pun berbicara sambil meningkatkan pertahanan untuk Sistem dan Jalan Pembantaian yang dipilih oleh Yi Yun akan bisa mencapai kesempurnaan.


“Aku akan meningkat qi Pembantaian yang ada di dalam Vena Mendalam Dewa Pembantaian. Sebagai pemilik sebenarnya Vena Mendalam itu, aku akan membuat kendalimu terhadap qi Pembantaian akan semakin meningkat! Dan suatu hari nanti, kita akan bertemu kembali di suatu tempat, dan di saat itu, aku akan membimbingmu kembali.” ucap wanita bar-bar tersebut dengan nada kasar seperti biasa.


Yi Yun mendengar apa yang keduanya katakan tetapi fokusnya saat ini masih ada pada Sistem yang kembali bergabung dengan tubuhnya serta qi Pembantaian miliknya yang meningkat pesat seolah-olah hendak menghancurkan sel-sel serta meridian di tubuhnya.


Bahkan Vena Mendalam Dewa Pembantaian tampak semakin kuat dan memiliki kapasitas qi yang jauh lebih besar.


“Hanya sampai di sini untuk kali ini, ketika waktunya tiba, kau akan memahami semua yang kami inginkan. Kami tidak tau bagaimana masa depan tentangmu karena sangat banyak variasi yang berbeda-beda.”


Setelah mengatakan itu, semua patung-patung tersebut tampak kembali seperti sedia kala.


Hanya Yi Yun yang saat ini tersisa di tempat itu sambil terus menahan rasa sakit di seluruh sel-sel tubuhnya.


Urat-urat yang sangat tebal pun terlihat dengan jelas di permukaan kulit Yi Yun tanda bahwa dirinya menahan rasa sakit yang luar biasa mengerikan.


Tetapi, Yi Yun tidak mengeluarkan suara sama sekali ketika menahan rasa sakit yang membuat matanya menjadi merah.


Suara kertakan gigi terdengar saat Yi Yun menahan rasa sakit tiada tara tersebut. Ia tidak mengerti sampai saat ini mengapa dirinya harus terus-menerus menahan rasa sakit hanya untuk mendapatkan sesuatu.


Tidak sampai lima menit kemudian, ledakan qi Pembantaian pun menerjang ke segala arah yang membuat tempat tersebut bergetar sangat hebat. Tetapi patung-patung yang ada di tempat tersebut tampak masih tetap sama seperti semula.


Yi Yun menerobos dalam sekejap mencapai tingkat Alam Bumi tahap ketujuh. Tetapi peningkatan kekuatannya tidak berhenti sama sekali.


Qi Pembantaian semakin padat menyelimuti tubuh Yi Yun bahkan setelah terobosan terjadi. Jantungnya terdengar berdetak semakin cepat dari waktu ke waktu.


Bahkan tubuh Yi Yun sampai melayang ke udara karena qi Pembantaian yang tampak menyelimutinya sepanjang waktu.


Duar!


Ledakan qi terjadi sekali lagi ketika Yi Yun menembus kultivasinya mencapai Alam Bumi tahap kedelapan.

__ADS_1


Setelah itu, qi yang menyelimuti Yi Yun pun perlahan-lahan mereda dan memasuki tubuh Yi Yun sepenuhnya.


Blug!


Yi Yun terjatuh ke bawah dan terlihat membungkuk karena masih mencerna qi yang masuk ke dalam tubuhnya.


Bussssh!


Ledakan qi terjadi sekali lagi karena Yi Yun telah menerobos tingkat Alam Bumi tahap kesembilan.


“Huftt.. Huft.. Huft..” Nafas Yi Yun pun terdengar masih sangat kasar saat ini.


“Sialan!” Yi Yun mengutuk Dewa Kegelapan dan wanita bar-bar sebelumnya tetapi wajahnya semakin jelek ketika menatap sebuah tulisan yang ada di tanah.


‘Jangan mencoba mengutuk kami’


“Sialan!” Yi Yun berteriak sangat keras karena sangat marah. Ia merasa seperti dipermainkan oleh patung-patung yang hanya benda mati saat ini.


Setelah Yi Yun berhenti berteriak, ia pun terengah-engah dan menatap ke arah bawah tulisan sebelumnya.


‘Apa kau ingin mencari jalan keluar?’


‘Ucapkan Yi Yun bodoh, dan kau akan kembali ke tempat semula’


Wajah Yi Yun berkedut keras saat membaca catatan tersebut. Ia melihat ke arah patung dan langsung mengayunkan kakinya sekuat tenaga.


Sraing!


Bilah qi Pembantaian pun muncul seketika dan mencoba membelah patung-patung tersebut.


Crang!


Tetapi goresan pun tidak terlihat ketika qi Pembantai Yi Yun menyentuh patung tersebut.


Yi Yun menggertakkan giginya karena bahkan qi terkuatnya pun tidak mampu menggores sebuah patung. Ia pun menatap ke sana ke mari dan mencari jalan untuk keluar dari tempat tersebut.


Tetapi tidak ada pintu sama sekali di tempat tersebut atau sesuatu yang terlihat janggal yang mungkin bisa membawanya kembali ke tempat semula. Ia pun bergerak ke arah tempat awal tetapi semua yang ada di sana hanyalah jalan buntu.


Yi Yun terdiam seperti orang idiot karena mengingat tentang kata-kata Dewi Pembantaian.


Sambil menggertakkan giginya, Yi Yun pun berbicara, “Yi Yun bodoh!”

__ADS_1


Wusssh!


Qi Pembantaian pun langsung muncul dalam jumlah yang besar lalu perlahan menyelimuti Yi Yun sepenuhnya. Tidak hanya sampai di situ saja, ketika ia seperti hendak disedot ke suatu tempat, Yi Yun semakin menggertakkan giginya dengan kuat serta mengutuk Dewi Pembantaian sekali lagi dalam hatinya.


Hal itu disebabkan oleh kata-kata terakhir Dewi Pembantaian yang muncul tepat di depan wajahnya sebelum ia di tarik ke suatu tempat kembali.


‘Tampaknya kau mengakui bahwa kau itu bodoh, selamat! Anda mendapatkan sebuah profesi baru selain dari Jalan Pembantaian.’


Zhep!


Yi Yun pun menghilang dalam sekejap dari tempat tersebut.


**


Reruntuhan Kerajaan Langit


Di tempat tersebut terlihat satu sosok yang berdiri di tengah ruangan. Ia saat ini dikelilingi oleh banyak kultivator. Di sekitar kakinya, terlihat banyak kultivator yang tewas dengan cara yang mengenaskan. Mereka semua tampak mengering seperti mumi mengering karena terkena api yang berasal dari tongkat yang ada di tangannya.


“Sial! Dia sangat kuat! Padahal tingkat kultivasinya hanya di Alam Langit tahap kedua!”


“Tidak perlu takut! Makhluk itu ingin membunuh kita semua karena suatu alasan!”


“Kita pasti akan menang! Tidak mungkin dia bisa mengalahkan semua kultivator tingkat Alam Langit seorang diri!”


Beberapa kultivator tingkat Alam Langit pun berbicara sambil mencengkram erat senjata mereka untuk bersiap-siap untuk menyerang.


Sementara itu, Iblis yang awalnya adalah musuh pun memasang wajah yang sangat gelap karena kekuatannya hanya memiliki sedikit pengaruh sebab api yang dikeluarkan oleh sosok tersebut tidak sepenuhnya terbuat dari qi.


Di sisi lain, kelompok Xiao Moxian pun sudah menjauh karena tidak ingin campur tangan dalam pertarungan tersebut yang membuat para kultivator semakin marah.


“Sialan! Cepat bantu kami melawan makhluk ini!” Teriak Ci Zhao ke arah Wang Shu.


“Kenapa kami harus menuruti perkataanmu?” Tanya Wang Shu acuh tak acuh.


“Dasar bajingan!” Pangeran Kedua dan Ketiga mengutuk kelompok Xiao Moxian dalam hati.


Ketika para kultivator sedang marah menatap ke arah kelompok Xiao Moxian, sosok yang menggunakan tongkat itupun menghentakkan tongkatnya sekali lagi.


Tang!


Bussssh!

__ADS_1


Api berwarna biru kehitaman pun muncul dalam sekejap dan menyelimuti daerah tersebut yang membuat semua yang ada di sana menjadi sangat waspada.


Ketika itu terjadi, semua kultivator pun langsung menerjang ke arah sosok tersebut untuk menjatuhkannya. Bahkan Iblis pun ikut bergerak saat ini karena sangat ingin menjatuhkan sosok tersebut karena sedari awal pun, dirinya adalah yang paling sering diincar.


__ADS_2