Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 151 - Ruangan Terakhir


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Langit


Setelah peningkatan kekuatan tiga rekannya yang lainnya, Yi Yun menatap ke arah tertentu dan itu adalah tempat pintu besar yang menggunung tempat tersebut dengan ruangan lainnya yang ia duga adalah tempat terakhir yang untuk dituju.


Alasan mengapa Yi Yun berpikir seperti itu karena Sistem telah memberitahunya setelah selesai menganalisis setiap ruangan dan asal semua qi di tempat tersebut adalah ruangan selanjutnya yang memiliki pintu sangat besar.


“Ayo kita pergi! Jika benar itu tempat tujuan akhir dari tempat ini, sudah pasti semua kultivator akan berakhir di sana juga yang artinya pertarungan untuk memperebutkan sesuatu berharga di istana ini akan terjadi.” ucap Yi Yun dan langsung melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.


Xiao Moxian mengangguk kecil dan langsung mengikuti Yi Yun dari samping seperti biasa layaknya istri yang patuh.


Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan tidak bertanya sama sekali dan langsung bergerak mengikuti Yi Yun dan Xiao Moxian. Keempatnya tentu sudah siap untuk melawan siapapun jika Yi Yun berniat untuk merebut benda berharga di tempat tersebut.


**


Di ruangan yang sedang di tuju oleh kelompok Yi Yun saat ini, terlihat sangat banyak kultivator yang telah tiba. Sesuai dengan prediksi Yi Yun dari Sistem bahwa tempat tersebut adalah ruangan terakhir dari istana yang memiliki ruangan-ruangan aneh di dalamnya.


Tepat di depan mereka, terdapat sebuah tempat yang mirip dengan makam yang membuat semua kultivator yang ada di sana tampak bingung. Jika benar itu makam, maka mereka semua telah resmi menjadi perampok makam.


Di dalam ruangan yang tampak seperti aula istana yang sangat besar, terlihat puluhan kultivator yang telah berkumpul. Semua dari mereka memiliki tingkat kultivasi Alami Bumi tahap kesembilan paling rendah. Tidak ada kultivator di bawah tingkat kultivasi tersebut yang selamat mencapai ruangan tersebut.


Banyak dari mereka yang terlihat kelelahan dan banyak juga yang terluka hanya untuk mencapai tempat tersebut.


Pangeran Kedua Kerajaan Qin saat ini hanya memiliki tiga bawahan yang tersisa bersamanya. Dua diantaranya memiliki tingkat kultivasi Alam Langit tahap pertama dan satu lagi tingkat Alam Bumi tahap kesembilan sama seperti dirinya.

__ADS_1


Sementara Pangeran Ketiga memiliki nasib lebih buruk karna hanya memiliki dua anggota yang tersisa dengan tingkat kultivasi Alam Langit tahap pertama.


Kelompok lainnya adalah kelompok Pangeran dari Kerajaan Dou, Dou Wang. Kelompoknya lebih banyak dari milik Pangeran Kedua dan Ketiga Kerajaan Qin.


Saat ini, kelompok Dou Wang bisa dikatakan sebagai yang terkuat karena bawahan yang ada bersamanya terdapat tiga kultivator tingkat Alam Langit tahap pertama termasuk Dou Wang dan dua kultivator tingkat Alam Bumi tahap kesembilan.


Di beberapa tempat lainnya di sudut ruangan, terlihat beberapa kultivator tingkat Alam Langit tahap pertama lainnya yang tampak sedang menatap ke arah benda raksasa yang tampak seperti sebuah makam tersebut dengan wajah berkerut.


Semua kultivator yang ada di sana tentu ingin membuka tempat tersebut tetapi beberapa kali mereka mencoba, itu terkunci sangat rapat seolah-olah membutuhkan kunci untuk membukanya.


Di pinggiran makam tersebut, terdapat lima lubang seukuran kepala manusia yang membentuk sebuah bintang lima. Dari lubang tersebut pun, terlihat qi yang perlahan merembes keluar tanda bahwa mungkin ada muncul yang digunakan untuk membuka makam tersebut.


Semua yang ada di sana telah membuat spekulasi hal tersebut karena sudah mencoba berbagai cara untuk membuka makam yang tampak seperti sebuah piramida.


Kultivator tersebut hanyalah seorang diri karena sedari awal ia tidak memiliki rekan masuk ke dalam Reruntuhan Kerajaan Langit.


Banyak pasang mata yang menatap kultivator tersebut. Mereka semua tentu sangat waspada tetapi tidak ada yang takut karena tidak mungkin seseorang dengan tingkat kultivasi Alam Langit tahap kedua mampu melawan semua kultivator yang ada di tempat tersebut.


“Sial! Apakah tidak ada cara membuka benda yang tampak seperti makam itu?” Tanya Pangeran Ketiga dengan wajah yang sangat tidak puas.


“Tenanglah Pangeran, pasti ada seseorang yang memegang kunci untuk membuka tempat itu. Tidak mungkin dia akan tetap berdiam diri dan menunggu semua kultivator untuk pergi lalu membukanya. Para kultivator di tempat ini tidak akan pergi begitu saja karena mereka telah masuk sejauh ini.” Salah satu pengawal Pangeran Ketiga berbicara untuk menenangkan Pangeran Ketiga.


Pangeran Ketiga yang mendengar itupun sedikit tenang karena apa yang dikatakan oleh bawahannya memang sangat masuk akal. Tidak akan ada kultivator yang mau pergi karena mereka semua membutuhkan usaha yang sangat besar hanya untuk mencapai tempat tersebut. Bahkan untuk dirinya pun sama, ia tidak akan pergi sebelum tempat tersebut dibuka. Ia juga menyadari fakta penting yaitu Reruntuhan Kerajaan Langit yang mereka masuki seperti sebuah situs yang memiliki waktu agar hancur sepenuhnya.

__ADS_1


Bukan hanya Pangeran Ketiga yang berpikiran seperti itu. Para kultivator tingkat Alam Langit yang telah mampu terbang tentu telah mendeteksi segel tertentu di langit-langit. Meskipun mereka sedikit ragu, tetap saja mereka membuat spekulasi bahwa Reruntuhan Kerajaan Langit akan hancur dalam kurun waktu tertentu.


Karena sudah masuk terlalu jauh, mereka semua tidak memiliki niat untuk kembali. Sebab, jika memang benar Reruntuhan Kerajaan Langit adalah sebuah jebakan, sudah pasti sedari awal tempat tersebut hancur dan membunuh semua kultivator yang ada tetapi dalam waktu mereka berada di dalam, tidak ada kejadian seperti yang artinya bahwa Reruntuhan Kerajaan Langit akan hancur dalam waktu sekitar dua tahun.


Para kultivator tentu saja tidak sebodoh itu. Jika tidak, para kultivator tingkat Alam Langit sudah pasti pergi lebih dulu sejak lama dari Reruntuhan Kerajaan Langit.


Krak!


Tiba-tiba pintu terbuka lainnya terdengar di belakang. Semua kultivator di tempat tersebut menoleh ke arah belakang untuk melihat siapa yang datang lagi.


Di belakang mereka, terlihat deretan pintu raksasa yang memiliki jumlah ratusan. Hanya beberapa yang terbuka tanda bahwa kultivator melewati tempat tersebut dan tiba di tempat tujuan akhir.


“Tampaknya ada yang tiba lagi.” Pangeran Kedua yang menatap itupun ingin tau kelompok kuat seperti apa yang telah tiba.


Bahkan untuk kultivator terkuat di tempat tersebut juga melihat ke arah belakang untuk melihat siapa gerangan saingan lainnya untuk perebutan harta karun terkahir di istana tersebut.


Ketika pintu terbuka sepenuhnya, terlihat enam sosok yang perlahan berjalan di pimpin oleh seorang bocah yang membuat semua kultivator terdiam.


Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga memasang wajah jelek karena tidak menyangka bahwa kelompok terkahir yang tiba adalah kelompok yang tidak ingin mereka lihat.


Kelompok yang baru saja tiba tentu saja adalah kelompok Yi Yun.


Yi Yun yang baru saja melewati pintu terhenti sejenak dan menatap semua yang ada di sana dengan senyum kecil di wajahnya.

__ADS_1


“Tampaknya para kultivator kuat telah tiba! Ayo kita mulai berpesta!”


__ADS_2