Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 93 - Colosseum (3)


__ADS_3

Kerajaan Qin


“Kaulah yang akan kalah di sini sekarang juga!”


“Sayap Cahaya Surgawi!”


Saat itu juga, sebuah sayap seperti malaikat tumbuh di punggung Qin En. Ini adalah trik yang akan ia gunakan untuk melawan para kultivator tingkat Alam Bumi ke bawah agar tidak bisa menyentuhnya sama sekali.


Zhep!


Kecepatan Qin En pun meningkat besar saat ia langsung melesat ke arah udara dengan pedang di tangan kanannya. Ia menatap ke arah bawah tempat Yi Yun berada dengan senyum lebar karena sudah pasti Yi Yun tidak akan berkutik lagi kali ini.


Jika Yi Yun memaksakan menggunakan qi terus-menerus menyerang ke udara, itu pasti menjadi awal kekalahan Yi Yun. Qin En juga sudah pernah melawan kultivator satu tahap diatasnya menggunakan cara ini dan memang benar bekerja dengan sangat baik.


“Oh? Akhirnya dia menggunakan cara sederhana itu untuk mengalahkan musuh!” ucap Pangeran Pertama dengan senyum kecil. Ia awalnya sudah sedikit khawatir jika Qin En akan kalah di tangan Yi Yun.


“Celaka, Yi Yun tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan ini. Apakah mungkin dia akan tertarik jika hanya sampai sini?” Kerutan muncul di dahi Wang Shu saat menatap ke arah Pangeran Kedua.


“Aku tidak tau. Kita tidak tau orang seperti apa dia saat ini karena masalah perebutan tahta. Yang pasti, Yi Yun tampaknya saat ini pasti akan kesulitan. Jika ini tidak berhasil, kita harus mencari cara lainnya.” ucap Ye Mo sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.


Untuk Ye Zhong dan Ye Quan mereka hanya menggerakkan gigi mereka karena jika mencari bantuan lagi, mereka mungkin akan kesulitan.


Di tempat Ouyang Liu-Li berada, ia pun tersenyum kecil saat menatap hal tersebut.


“Tampaknya Yi Yun hanya akan bertahan sampai di sini. Aku tidak menyangka bahwa anggota klan Qin itu akan menguasai salah satu teknik unik dari klan Qin,” ucap Tantai Lingyan sambil menggelengkan kepalanya.


“Guru, jangan remehkan bocah bau itu.” Ouyang Liu-Li menyeringai.


“Hm? Apa maksudmu Liu-Li?” Tanya Tantai Lingyan heran.


“Hi-hi-hi, Guru akan segera mengetahuinya.” Balas Ouyang Liu-Li dengan tawa lucu.


Tantai Lingyan hanya memutar bola matanya ke arah muridnya itu. Ia tentu tau bahwa muridnya sangat senang ketika bercerita tentang bocah bau yang bernama Yi Yun, bahkan Ouyang Liu-Li menyeret adik seperguruannya untuk bercerita selama seharian tentang Yi Yun dan mengabaikan latihan.


Para penonton juga merasa bahwa Yi Yun saat ini pasti akan kalah di tangan Qin En, dan Qin En akan meraih kemenangan sepuluh kali berturut-turut.


“Bagaimana? Apakah kau menyerah?” Tanya Qin En sambil mengangkat pedangnya ke depan dadanya lalu qi-nya pun mulai menyelimuti pedangnya.


“Menyerah? Kenapa aku harus?” Tanya Yi Yun heran.


“Jika begitu, maka aku akan membuatmu putus asa!” Balas Qin En dengan senyum kejam.


“Bilah Cahaya!”


Sraing!


Qin En langsung menyerang sekuat tenaga ke arah Yi Yun.


Menatap itu, Yi Yun hanya menaikkan sudut bibirnya.


Zhep!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Yi Yun pun menghilang.


“Hm? Apakah kau bodoh?” Qin En merasa heran bahwa Yi Yun melompat ke udara di jarak yang jauh darinya. Tanpa membuang waktu, ia pun mengayunkan pedangnya lagi dengan cara yang sama ke arah Yi Yun.


Sraing!


Para penonton pun langsung menggelengkan kepalanya karena sudah memprediksi bahwa Yi Yun akan kalah secara telak karena terlalu ceroboh.


Bahkan untuk Wang Shu, Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan tidak tau apa yang dipikirkan oleh Yi Yun saat ini sehingga melakukan hal yang sangat ceroboh seperti itu.


Zhep!


Saat penonton sudah mengabaikan Yi Yun, ia pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan kecepatan yang sangat tinggi, lebih cepat dari kecepatannya sebelumnya.


“Apa?” Qin En terkejut luar biasa. Ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang tepat saat melihat sayap yang ada di punggung Yi Yun, tapi kali ini, Sayap Kelelawar Iblis Surgawi di punggung Yi Yun dibaluti oleh qi Pembantaian agar terlihat seperti sedang menggunakan teknik.


Ketika Yi Yun mendekat, Qin En pun tidak membuang waktu dan langsung bergerak juga.


Tring!


Bussssh!

__ADS_1


Benturan pun terjadi di udara. Keduanya pun langsung menarik pedang dan bentrok di udara terus-menerus.


“Aku tidak menyangka bahwa dia akan memiliki teknik unik seperti itu juga.” Wang Shu terkejut dan menatap ke arah Ye Mo untuk bertanya apakah dia sudah tau atau tidak.


Ye Mo pun hanya menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak tau tentang kemampuan Yi Yun tersebut.


Karena Sayap Kelelawar Iblis Surgawi saat ini ditutupi oleh qi Yi Yun, tidak ada yang curiga sayap apa sebenarnya itu.


Di sisi lain, Tantai Lingyan menaikkan sedikit alisnya saat menatap ke arah Sayap Kelelawar Iblis Surgawi. “Itu sayap sungguhan. Apakah dia memiliki darah binatang spiritual di nadinya?”


“Sesuai yang diharapkan dari Guru, Guru langsung mengetahuinya hanya dengan melihat sekilas. Guru benar, ada jejak garis darah binatang spiritual di dalam tubuh Yi Yun ketika aku memeriksa sayapnya itu.” ucap Ouyang Liu-Li dengan senyum manis.


Tantai Lingyan hanya diam. Ia ingin melihat seperti apa cara Yi Yun melawan seseorang yang lebih kuat darinya. Jika Yi Yun bahkan mampu melawan tiga tahap kultivasi di atasnya, maka Yi Yun adalah kelainan alam itu sendiri.


Tring! Tring! Tring!


Bom!


Ledakan besar tiba-tiba terjadi di udara dan terlihat Yi Yun terpental sangat jauh saat menahan teknik milik Qin En.


“Ha-ha-ha! Sudah aku katakan bocah! Kau tidak mungkin menang melawanku!” Teriak Qin En di udara saat berhasil menyerang Yi Yun.


Zhep!


Yi Yun pun mengepakkan sayapnya di udara dan wajahnya sedikit muram. Ia pun menyeka sedikit darah di sudut bibirnya. Ia saat ini telah mengalami beberapa luka walaupun tidak terlalu serius.


“Tampaknya dengan kekuatan ku saat ini, tidak mungkin menang melawan orang itu! Jika terus seperti ini aku pasti akan kalah. Jika seperti ini..”


Yi Yun pun megambil keputusan dan akan mengalahkan Qin En dengan menggunakan teknik yang paling mungkin untuk menjatuhkannya dengan cepat.


“Apakah cuma ini? Kau bahkan sangat bangga saat bisa menekan kultivator yang masih memiliki kultivasi tiga tahap di bawahmu. Sungguh sangat memalukan!” ucap Yi Yun datar. Walaupun suaranya tidak terlalu kuat, semua kultivator yang ada di sana ingin tersedak karena memang benar bahwa Qin En sangat senang hanya unggul melawan kultivator tiga tahap di bawahnya.


Saat ini, Qin En terlihat seperti idiot terbesar yang pernah ada dan akan di cap sebagai kultivator yang tidak memiliki kualitas karena bahkan untuk menekan kultivator tiga tahap di bawahnya, dia masih bangga. Hal tersebut sangatlah memalukan.


Wajah Qin En menjadi merah dan ungu setiap saat. Tubuhnya gemetaran karena memang benar bahwa hal tersebut sangatlah memalukan.


“Tapi..”


Saat suara Yi Yun terdengar, suasana menjadi hening seketika karena bahkan para penonton merasakan sesuatu yang sangat mengerikan di seluruh Arena.


Saat kata-kata Yi Yun jatuh, seluruh Arena Pertarungan ditutupi oleh niat membunuh dan haus darah yang sangat pekat dan membuat siapa saja merasakan sesak.


“Delapan Meridian Bintang Pembantaian!”


“Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian!”


Dung!


Semua yang ada di tempat tersebut tampak menjadi berwana merah dalam sekejap mata.


“Ini.. apa ini? Bagaimana bisa anak itu bisa mengeluarkan hal seperti ini?” Pangeran Pertama pun membuka lebar-lebar matanya.


Wang Shu juga sedikit kaku karena Yi Yun tampak sangat berbeda saat ini. Dia seperti seorang yang hanya hidup untuk membunuh dan pertumpahan darah.


Sementara Ye Mo, Ye Zhong dan Ye Quan telah pernah melihat hal tersebut walaupun kali ini perasaan dari penindasan jauh lebih berat dari pada sebelumnya.


Tantai Lingyan di sisi lain pun melebarkan matanya dan bergumam, “Dewa Pembantaian Legendaris!”


“Guru? Apa Guru mengetahui dari mana asal semua hal itu?” Tanya Ouyang Liu-Li bersemangat karena ia sering melihat Yi Yun membuka kemampuan seperti itu dan kekuatan yang dikeluarkan jauh lebih besar dari sebelumnya.


“Guru tidak terlalu yakin karena niat membunuh dan haus darah ini bahkan tidak mencapai 1% darinya. Guru pernah menemukan Reruntuhan Kuno di benua lain, di sana ada sebuah peninggalan dari seseorang yang disebut sebagai Dewa Pembantaian.”


“Para kultivator di benua itu mengetahui tentang sejarah Dewa Pembantaian walaupun itu hanya cerita legenda saja, dan ketika Guru berada di reruntuhan yang berhubungan dengan Dewa Pembantaian, Guru pernah merasakan aura yang sama persis dengan milik Yi Yun walaupun kali ini jumlah yang dikeluarkan oleh Yi Yun jauh lebih kecil.” ucap Tantai Lingyan.


“Dewa Pembantaian?” Tanya Ouyang Liu-Li terkejut.


“Ya. Tepatnya Dewi Pembantaian, di situs tersebut Guru melihat sejarah tentangnya yang di catat, juga, ada sedikit auranya yang membentuk sosok wanita yang tidak terlalu jelas wajahnya, dia adalah seorang wanita dengan penampilan sederhana, pengguna Pedang Berat yang sangat besar.”


“Di catatan yang tertinggal di tempat itu, tercatat bahwa Dewi Pembantaian terlahir hanya untuk bertarung, dia sangat mencintai pertarungan, hidupnya hanya untuk bertarung. Dikatakan di masa lampau, Dewi Pembantaian telah memusnahkan makhluk tak terhitung jumlahnya hanya untuk memuaskan haus darah yang sudah berada di dalam darahnya sejak lahir,” ujar Tantai Lingyan.


“Jika Yun'er sama sepertinya, bukankah suatu hari dia akan menjadi seperti itu?” Tanya Ouyang Liu-Li dengan mata melebar.


“Itu belum tentu Liu-Li, ini hanya sebagian kecil saja dan tidak bisa dibandingkan sama sekali dengan wanita itu,” ujar Tantai Lingyan.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Gurunya, Ouyang Liu-Li terdiam dan menatap ke arah Yi Yun lagi. Ia sedikit khawatir jika Yi Yun akan berubah menjadi seperti itu suatu hari nanti.


Di udara, Qin En memasang wajah muram. Keringat dingin menetes di dahinya saat niat membunuh dan haus darah mencoba menekannya.


“Tenang, tidak mungkin bocah itu sudah membunuh banyak manusia. Sesuatu seperti ini hanya bisa diraih saat sudah membunuh ratusan ribu manusia!” Batin Qin En dan mencoba menenangkan dirinya saat ini.


“Waktunya bagimu merasakan putus asa!”


Saat kata-kata Yi Yun jatuh, ia pun menyimpan Pedang Darah dan kedua tangannya diselimuti oleh Qi Pembantaian.


Yi Yun pun merentangkan tangannya dan tersenyum kejam.


“Teknik Pedang Gaya Iblis!”


Zhep!


Seluruh tempat pun diselimuti oleh Qi Pembantaian dan perlahan-lahan memadat membentuk banyak pedang yang mirip dengan Pedang Darah.


“Apa?” Qin En melihat sekelilingnya dengan terkejut karena ada seratus pedang yang sedang mengambang di udara.


“Seratus Pedang Iblis Pembantaian!”


Dengan qi yang ada di kedua tangannya, Yi Yun pun langsung mengayunkannya seperti menyilangkan kedua tangannya.


Zhep! Zhep! Zhep!


Seluruh pedang pun melesat ke arah Qin En yang masih melihat ke sekelilingnya dengan waspada.


“Sial!” Qin En pun langsung mengayunkan pedangnya ke pedang yang mencoba menyerangnya.


Tring! Tring! Tring!


Semua pedang-pedang itu terpental terapi tidak hancur sama sekali.


Yi Yun yang berada di udara pun perlahan melayang mendekat terus-menerus sambil mengayunkan lengannya ke sana ke mari untuk mengendalikan pedang yang ia ciptakan.


“Jika terus begini, Qin En pasti akan kalah!” Pangeran Pertama yang menatap itu pun memasang wajah yang sangat muram.


Sementara itu, Ouyang Liu-Li menyeringai karena ia tau bahwa bocah bau yang sangat licik bernama Yi Yun pasti memiliki banyak ide jika menyangkut pertarungan.


“Anak itu sangat ahli! Dia terlihat memang terlahir untuk bertarung,” ucap Tantai Lingyan.


“Ya. Yun'er memang anak seperti itu. Dia pasti akan selalu mengejutkan orang lain dengan caranya yang unik.” Balas Ouyang Liu-Li.


Tantai Lingyan memutar bola matanya ke arah muridnya itu selalu saja bersemangat seperti Yan Chenyu dan Huan Caiyi jika menyangkut tentang Yi Yun.


“Itu teknik yang digunakan olehnya sebelumnya. Tetapi kali ini dia tampak lebih praktis menggunakannya,” ucap Ye Zhong.


“Ya.” Ye Mo dan Ye Quan pun mengangguk setuju.


Sementara itu, Wang Shu menaikkan sudut bibirnya dan melirik ke arah Pangeran Pertama yang sudah memasang wajah gelap dari waktu ke waktu.


Di atas langit, Wang En dengan susah payah terus-menerus mengayunkan pedangnya secepat yang ia bisa ke sana ke mari karena pedang tidak henti-hentinya mencoba untuk memenggal lehernya.


“Sialan! Sungguh merepotkan! Tetapi anak itu pasti akan segera kehabisan qi dengan melakukan hal ini terus-menerus!” Batin Qin En dan tidak memerhatikan jaraknya dengan Yi Yun lama-lama semakin dekat dan dekat.


Melihat bahwa Qin En tidak peduli sama sekali dengan keberadaannya karena terlalu sibuk menghalangi pedang, Yi Yun pun menyeringai kejam.


Tanpa membuang waktu, Yi Yun pun langsung mengendalikan pedang bersamaan ke arah Qin En.


Wajah Qin En muram saat seluruh pedang langsung melesat bersamaan ke arahnya. Tetapi, melihat itu ia paham bahwa ia hanya perlu menghindar sekali saja dan menghancurkan semua pedang sekaligus nantinya.


Zhep!


Ketika seluruh pedang mendekat, Qin En pun mengambil waktu yang tepat dan langsung melesat ke arah atas dan mempersiapkan teknik untuk menghancurkan semua pedang tersebut.


Di sisi lain, Yi Yun tersenyum kejam dan mengeluarkan Pedang Darah.


Zhep!


Yi Yun pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju ke arah Qin En yang dalam posisi membelakanginya.


“Awas!” Teriak Pangeran Pertama tiba-tiba yang membuat Qin En yang sudah mempersiapkan teknik membeku di tempat.

__ADS_1


“Mati!”


__ADS_2