
Bom! Bom!
Dua ledakan terjadi di tengah tengah hutan saat raungan binatang spiritual terdengar dan tidak lama kemudian itupun lenyap.
Tidak jauh dari lokasi ledakan sebelumnya, terkuat empat Kultivator yang memasang senyum lebar diwajahnya.
“Hei, tampaknya panen kali ini lumayan. Aku tidak menyangka bahwa akan ada banyak binatang spiritual tingkat Alam Raja tahap pertama disekitar sini.” Salah satu dari pria itu pun berbicara.
“Ya. Aku sudah menyelidiki tentang inti binatang spiritual yang sedang kita kumpulkan. Walaupun qi mengamuk di dalam inti binatang spiritual itu besar, tetap saja jika kita dapat menanggungnya, kita akan bisa menembus tahap selanjutnya selama seminggu sekali agar tidak ada efek samping ditubuh kita. Bayangkan saja, menerobos satu tahap di tingkat Alam Raja selama seminggu, ha-ha-ha ini adalah sesuatu yang sangat tidak terduga.” Yang lainnya pun berbicara sambil tertawa lebar.
“Ayo kita membagi jarahan seperti biasa. Setelah itu kita mencari binatang spiritual lainnya. Kita tidak perlu mengikuti perang yang sedang terjadi karena itu hanya akan merenggut nyawa kita sebagai kultivator lemah. Ketika kita mencapai tingkat Alam Raja tahap kedelapan, para eselon atas Kerajaan Phoenix Kegelapan tidak akan menganggap rendah kita.” Kultivator yang tampak pendek pun perlahan turun ke bawah saat mengatakan itu.
Ketiganya lainnya tersenyum lebar karena tentu mengetahui akan hal itu. Kultivator setingkat mereka hanyalah umpan meriam dalam Medan perang yang sesungguhnya. Dan jika seseorang pintar, tentu mereka tidak akan mau menjadi seperti itu.
Keempatnya tidak saling berebut karena tau membentuk kelompok di tempat itu sangatlah sulit sehingga mereka harus menekan keserakahan dan harus membagi rata hasil perburuan.
Ketika sedang menggali inti binatang spiritual satu per satu, salah satu dari mereka pun menaikkan sedikit alisnya dan menatap ke arah tertentu.
“Ada yang mendekat.”
Ketiganya lainnya pun menatap ke arah kultivator sebelumnya melihat.
Tidak lama kemudian, empat Kultivator juga tiba di dekat mereka. Keempatnya tidak lain adalah kelompok Yi Yun yang berencana untuk merampok kultivator lainnya.
Sedangkan untuk keempat kultivator yang ingin diburu oleh kelompok Yi Yun pun terkejut ketika menatap tiga gadis cantik yang melayang di udara.
“Oi oi oi, apakah ini nyata? Aku tidak menyangka bahwa akan ada kelompok gadis muda yang memasuki tempat paling berbahaya di Benua Kegagalan!”
“Ha-ha-ha! Lihatlah, kualitas wanita-wanita itu berada di kelas tertinggi!”
“Sudah lama aku tidak mencicipi wanita! Tampaknya mereka datang dengan sendirinya!”
“Hei, yang memakai pakaian merah muda itu adalah bagianku!”
Keempatnya pun langsung tertarik dengan Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan, terutama untuk Xiao Moxian karena bisa dikatakan, dia adalah selera para pria karena keunikannya sendiri. Ketiganya memang memiliki tingkat kecantikan yang sama, namun memiliki pesonanya sendiri.
Xiao Moxian, Xuan Yuqie dan Yu Ruyan yang mendengar kata-kata dari keempat kultivator itupun merasa jijik seketika.
Sedangkan untuk Yi Yun, ia hanya menyipitkan sedikit matanya dan menatap ke arah para gadis. Jika itu dirinya ketika berada di Bumi, ia akan tergiur juga dalam sekejap, tetapi saat ini dua dari wanita itu adalah miliknya.
Tatapan Yi Yun kembali ke arah keempat kultivator yang tampak tidak mengedipkan mata ketika menatap ke arah ketiga gadis yang membuatnya sedikit mendengus.
“Siapapun tidak akan bisa mengambil apa yang menjadi milikku walaupun itu Kaisar Manusia itu sendiri!” Batin Yi Yun saat mengeluarkan Pedang Darah dari Slot penyimpanan.
“Xian’er, Yuqie, Ruyan.. ambil bagian kalian. Aku akan melawan si pendek yang memasang wajah mesum itu.” ucap Yi Yun saat menunjuk kultivator pendek yang terlihat meneteskan air liurnya ketika menatap Xiao Moxian.
__ADS_1
Sebelum ketiga gadis berbicara, Yi Yun pun menghilang dalam sekejap dan muncul tepat di jarak lima meter dari kultivator pendek.
“Oh? Ada bocah pendek? Apa yang kau inginkan nak? Apa kau ingin kehilangan anggota tubuhmu?” Tanya kultivator pendek tersebut.
“Hei, Guo Peng, tampaknya dia ingin menghabisimu! Ha-ha-ha!” Salah satu dari mereka pun tertawa sedikit mengejek karena seorang bocah ingin memenggal Guo Peng.
“Oh? Guo Peng? Sungguh kebetulan. Kau memang sama seperti seseorang botak bernama Guo Li yang aku habisi sebelumnya.” ucap Yi Yun acuh tak acuh.
Guo Peng menyipitkan matanya ketika menatap ke arah Yi Yun. “Pantas saja dia tidak terlihat lagi, aku mendengar dari beberapa anggota Klan Guo bahwa dia telah tewas. Sungguh sampah karena bahkan tidak mampu melawan seorang bocah!”
“Hei nak, pulanglah ke ibumu! Ini bukan tempat untukmu unjuk gigi!” Salah satu dari mereka berbicara lagi.
Tetapi ketiganya sedikit terdiam saat Xuan Yuqie, Xiao Moxian dan Yu Ruyan muncul di depan mereka masing-masing seolah-olah seperti sudah memilih lawan.
“Apakah ibu kalian masih hidup? Melihat usia kalian, tampaknya mereka telah berada di alam sana. Jika begitu, kami tidak keberatan untuk mempersatukan kalian. Bukankah aku akan melakukan sesuatu yang mulai jika melakukan itu?” ucap Yi Yun acuh tak acuh saat mengerahkan qi-nya.
“Delapan Meridian Bintang Pembantaian!”
“Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian!”
“Gerbang Kedua, Gerbang Kekuatan Pembantaian!”
Keempat kultivator itupun tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Yi Yun. Melakukan sesuatu yang mulia dengan cara mempersatukan kami dengan ibu kami? Sungguh kata-kata yang sangat bijak.
Guo Peng adalah yang pertama bergerak karena tentu ia tidak akan memberi kesempatan lagi kepada Yi Yun dan langsung menghabisinya dalam satu serangan.
“Mati!”
Teriak Guo Peng saat mengayunkan pedangnya tepat ke arah wajah Yi Yun.
Menatap itu dengan teknik Kehalusan Menit, Yi Yun pun langsung mengangkat Pedang Darah.
Trang!
Bussssh!
Angin kencang berhembus ke segala arah saat Yi Yun menahan tebasan tersebut dengan mudahnya.
Melihat Guo Peng bergerak, ketiga kultivator lainnya pun langsung bergerak ke arah ketiga gadis untuk memulai pertarungan.
“Apakah hanya ini yang kau punya? Tampaknya ibumu akan dengan senang hati menunggu kedatanganmu di neraka.” ucap Yi Yun acuh tak acuh ke arah Guo Peng.
“Jangan terlalu sombong bocah!” Teriak Guo Peng sedikit marah karena kata-kata provokasi dari Yi Yun. Ia pun langsung mengeluarkan sebuah belati pendek dari cincin ruangnya menggunakan tangan kiri lalu mengayunkannya ke arah leher Yi Yun setelah melapisinya dengan qi yang mirip dengan Guo Li, yaitu qi Elemen Angin.
“Tebasan Angin Petir!”
__ADS_1
Melihat serangan itu, Yi Yun sedikit terkejut karena Guo Peng memiliki kemampuan untuk membuat Elemen Anginnya memercikkan petir karena gesekan qi dengan udara.
Trang!
Zrrrrt!
“Apa?” Serangannya pun ditahan kembali oleh Yi Yun.
Saat ini, Yi Yun juga mengeluarkan Pedang Ratu Laut karena tau bahwa lawannya tidak terlalu lemah meskipun dirinya merasa bahwa tidak akan butuh waktu lama untuk menghabisinya.
“Armor Iblis Pembantaian!”
Ketika tubuh Yi Yun sepenuhnya ditutupi oleh armor dalam waktu kurang sedetik, ia pun langsung mengayunkan kepalanya.
Bam!
Guo Peng merasa dunianya berputar saat kepala Yi Yun yang dilindungi oleh helm perang membentur kepalanya.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Yi Yun pun memutar tubuhnya dan langsung mengayunkan kaki kanannya.
Buak!
Mulut dan mata Guo Peng terbuka lebar saat menerima tendangan dari Yi Yun dan membuatnya terbang sangat jauh.
Brak! Brak! Brak! Bom!
Tubuh Guo Peng menembus banyak pohon lalu merobohkannya dan kemudian tubuhnya membentur sebuah batu besar.
“Sialan!” Guo Peng perlahan berdiri dan memasang wajah yang sangat gelap saat menyentuh hidungnya yang mengeluarkan banyak darah setelah Yi Yun menyundulnya.
“Kepalamu memang sangat keras, aku merasa kepalaku sedikit berdenyut.” Yi Yun yang muncul tidak jauh dari lokasi Guo Peng pun menghilangkan helm perangnya dan berkata dengan senyum kecil diwajahnya.
“Tampaknya kau ingin benar-benar cepat mati bocah! Baik, aku akan memberimu kematian singkat karena memprovokasiku!” ucap Guo Peng saat menggunakan seluruh kekuatannya.
Zhep!
Guo Peng yang telah melapisi tubuhnya dengan qi Angin pun bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya dan langsung tiba di hadapan Yi Yun dalam sekejap sambil mengayunkan pedangnya.
“Harusnya akulah yang mengatakan itu !” Teriak Yi Yun keras.
Dung!
Teriakan itu membuat Guo Peng membeku di tempat karena merasa kepalanya sangat pusing saat ini. Dan ia tau bahwa dalam waktu itu, ia pasti akan kehilangan nyawanya.
Dan tentu Yi Yun menggunakan teknik miliknya dengan basis spiritual, yaitu Teknik Gelombang Suara Sonik.
__ADS_1