
Setelah mencoba merekrut Jun Moxie, pengujian terhenti sementara.
Yi Yun tidak menghiraukan itu semua sementara Yan Chenyu gugup dari waktu ke waktu karena tidak lama lagi adalah gilirannya.
Yan Chenyu melihat ke arah Yi Yun dengan tatapan gugup karena taruhan yang di lakukan oleh Yi Yun. Dia tau betapa berharganya pedang milik Yi Yun yang tidak tau dari mana asalnya yang menjadi bahan taruhan.
“Tenang kakak, yakinlah pada dirimu sendiri.” Yi Yun mencoba menenangkan Yan Chenyu.
Yan Chenyu tenang seketika saat mendengar perkataan Yi Yun. Ia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
“Selanjutnya.” Perintah penguji.
“Lebih baik kau mengundurkan diri karena pasti aku akan menang taruhan. Jangan permalukan dirimu sendiri.” Hina Jun Moxie yang membuat kepercayaan diri Yan Chenyu menurun seketika.
“Aku.. aku..” Yan Chenyu mematung di tempat dan tidak tau harus apa.
“Jangan dengarkan omongannya. Ujilah dan apa yang aku katakan akan menjadi kenyataan.” Bisik Yi Yun yang hanya di dengar oleh Yan Chenyu.
Yan Chenyu mengangguk gugup lalu perlahan berjalan ke arah pengujian.
“Sebutkan namamu dan ulurkan tanganmu.” Perintah penguji.
“Yan Chenyu.” Yan Chenyu mengangkat tangannya dengan gemetaran dan menaruh tangannya di atas bola kristal.
Bola kristal perlahan bersinar terang dan jauh lebih menyilaukan dari pada Jun Moxie.
Para Tetua juga terkejut dan menatap ke arah tempat pengujian dengan serius saat ini.
Jun Moxie di sisi lain melebarkan matanya dan merasa dia akan kalah taruhan saat ini hanya dari reaksi bola kristal penguji.
Yi Yun di sisi lain sudah menduga hal itu karena Yan Chenyu memang bakat yang luar biasa yang jarang terlihat.
Huan Caiyi di sisi lain kagum seketika melihat itu dan menatap Yi Yun dengan bintang di matanya.
Setelah cahaya menghilang, tulisan muncul di dalam bola kristal pengujian.
__ADS_1
Penguji langsung membacakan tulisan dengan nada terputus-putus.
“Yan Chenyu berusia 15 tahun telah membuka 50 dari 54 pintu mendalam. Vena mendalam tidak dapat di deteksi.” Ucap penguji.
Semua orang di sana terkejut luar biasa mendengarnya dan terutama tentang Vena mendalam milik Yan Chenyu yang tidak bisa di deteksi.
Yan Chenyu juga terkejut dengan apa yang di katakan oleh penguji. Dia membatu di sana karena merasa senang dan tidak menyangka kata-kata Yi Yun akan menjadi kenyataan.
Yi Yun merasa heran karena jumlah yang dapat di deteksi oleh bola kristal pengujian hanya 50 yang seharusnya 54 pintu mendalam. Ia membuat spekulasi bahwa itu mungkin berkaitan dengan Vena mendalam milik Yan Chenyu.
Jun Moxie tercengang seketika dan tau bahwa dia kehilangan taruhan saat ini. Dalam sejarah yang dicatat, hanya 49 pintu mendalam yang pernah terbuka saat individu baru memasuki dunia kultivator. 5 pintu mendalam lainnya harus di buka saat kekuatan seseorang mencapai tingkat tertentu.
Namun di dunia ini, tidak ada yang tau tentang jumlah sebenarnya dari pintu mendalam.
Tetua yang awalnya tidak merekrut Jun Moxie tiba di depan Yan Chenyu seketika.
“Nak, apakah kau ingin masuk ke sekte Seribu Bunga yang terletak di Lembah Bunga?” Tanya seorang wanita cantik.
“Jangan seenaknya langsung membawanya ke sektemu wanita gila!” Pria tua yang mengancam Yi Yun sebelumnya muncul juga di dekat Yan Chenyu.
Yan Chenyu gugup seketika karena dihujani puluhan undangan sekte. Ia langsung menoleh ke arah Yi Yun yang tidak jauh dari tempatnya berada untuk meminta pendapatnya.
Melihat tatapan mata Yan Chenyu, beberapa Tetua tersenyum seketika dan berkata. ”Jika kau masuk sekte kami, anak itu akan masuk tanpa tes.”
Mata Yan Chenyu melebar mendengarnya dan ingin setuju begitu saja. Tetua wanita pertama yang tiba mengerutkan dahinya karena tau bahwa dia dalam keadaan tidak menguntungkan untuk memberi sesuatu agar Yan Chenyu ikut ke sektenya.
“Aku-..” kata-kata Yan Chenyu terhenti saat suara Yi Yun terdengar.
“Kakak, kemarilah.” Ucap Yi Yun.
Semua Tetua di sana menatap Yi Yun dengan tatapan tidak puas. Tapi mereka tidak mau membuat jenius puncak seperti Yan Chenyu akan merasa tidak nyaman ketika masuk ke sekte mereka.
Yan Chenyu tersadar dan langsung bergerak ke arah Yi Yun.
Semua Tetua kecuali Tetua wanita melotot ke arah Yi Yun.
__ADS_1
“Yun'er, apa yang harus aku lakukan? Kau ikut denganku bukan?” Tanya Yan Chenyu gugup.
Semua Tetua hanya mendengar dengan seksama kata-kata Yan Chenyu dan mereka tersenyum sedikit.
Tetua wanita sebelumnya hanya mendesah dan hanya bisa pasrah. Walau pun dia kuat, akan percuma membawa Yan Chenyu secara paksa. Itu juga ada dalam pikiran Tetua lainnya.
Dengan bakat Yan Chenyu, dia bisa menjadi penerus untuk memimpin sekte mereka.
“Aku ingin mengatakan sesuatu.” Bisik Yi Yun. Dia mendekatkan dirinya dan berbisik di telinga Yan Chenyu.
Mata Yan Chenyu melebar dan tubuhnya gemetaran mendengar bisikan Yi Yun.
“Tidak akan!” Bantah Yan Chenyu seketika.
Yi Yun mendesah karena sudah tau akan seperti ini. “Dari apa yang aku katakan, hanya itu jalan satu-satunya bagiku untuk maju dengan bakatku.” Lanjut Yi Yun yang membuat Yan Chenyu ingin menangis.
Semua Tetua heran dengan apa yang di bahas oleh Yan Chenyu dan Yi Yun. Mereka tidak bisa mendengarnya karena Yi Yun berbisik sekecil mungkin agar tidak di deteksi oleh para orang tua tersebut. Huan Caiyi juga sangat penasaran dengan apa yang di bahas kedua kakaknya sampai-sampai Yan Chenyu terlihat ingin menangis.
Sementara Jun Moxie memasang wajah jelek karena ada bakat yang jauh lebih tinggi darinya dan itu adalah orang yang dia hina sebelumnya.
“Mereka semua pasti hanya akan mengurusmu di sana dan aku tidak akan berkembang.” Ucap Yi Yun lagi.
“Tapi aku bisa mengurusmu.” Kata-kata Yan Chenyu terdengar sangat parau.
“Ini perintah!” Nada Yi Yun tiba-tiba dingin yang membuat semua Tetua terkejut. Bahkan Yan Chenyu membatu seketika dan tau bahwa Yi Yun telah membulatkan tekadnya.
Yan Chenyu langsung berbalik dan berjalan ke arah Tetua wanita yang pertama merekrutnya.
Tetua wanita tersebut terkejut karena Yan Chenyu menghampirinya. Dia langsung tau bahwa apa yang di katakan oleh Yi Yun membuat Yan Chenyu harus menurut. Dia sudah membuat spekulasi bahwa Yi Yun adalah orang paling penting bagi Yan Chenyu.
“Aku ingin bergabung dengan sekte Seribu Bunga. Namun, aku memiliki beberapa permintaan. Apakah bisa?” Tanya Yan Chenyu gugup dan dengan mata berkaca-kaca.
Tetua wanita tersebut tersenyum seketika dan semua Tetua di sana memasang wajah jelek lalu menatap Yi Yun dengan niat membunuh.
“Baik. Katakan apa yang kamu inginkan.”
__ADS_1