
Kota Bambu, Arena Utama
Para peserta yang melihat Yi Yun membunuh Wang Lee dengan satu teknik juga langsung waspada seketika.
Song Zhun juga langsung waspada karena menurutnya kekuatan Yi Yun sudah mendekati levelnya. "Apakah itu kekuatan penuh bocah itu?! Jika seperti ini, ketika aku bertemu dengannya, aku harus mengerahkan seluruh kekuatan ku," batin Song Zhun dengan wajah serius dan kini tidak lagi mau meremehkan Yi Yun.
Sementara itu, Li Meng juga menjadi waspada dengan kekuatan yang di tampilkan oleh Yi Yun. "Kuat.. jika itu kekuatan penuhnya, aku memang akan kesulitan untuk membunuh bocah itu! Tapi, aku tidak akan kalah dari bocah itu!" Batin Li Meng. Ia tidak khawatir sama sekali walaupun kali ini ia sudah waspada kepada Yi Yun.
Para peserta lainnya juga seperti itu. Mereka kini tidak lagi mau meremehkan Yi Yun walaupun kultivasi Yi Yun hanyalah di tingkat Alam Roh tahap ketujuh.
Lalu pertarungan antara peserta lainnya juga berlangsung dan Yi Yun sama sekali tidak menonton pertandingan. Karena, dengan tingkat kekuatannya saat ini, ia sudah setara dengan puncak Kultivasi Alam Roh. Dengan skill ekslusif miliknya, ia tentu saja tidak akan tertandingi di tingkat Alam Roh.
Sambil bermeditasi, Yi Yun memikirkan banyak hal. Dan tentu saja ia sedang berpikir tentang teknik Pedang Pembunuh Bulan Darah.
"Sistem, apakah tingkat teknik bisa di naikkan?" Tanya Yi Yun di benaknya.
[Ya. Namun, meningkatkan teknik harus memiliki beberapa persyaratan khusus]
"Syarat apa?" Tanya Yi Yun bersemangat di benaknya.
[Host hanya perlu menemukan teknik yang cocok untuk menggabungkan teknik tertentu dengan teknik lainnya dan juga menggunakan beberapa jumlah Poin]
"Ho?" Yi Yun sedikit terkejut dan ia tersenyum kecil karena jika ia memenangkan turnamen, tentu saja ia akan mendapatkan teknik dan manual tertentu. Jika ia menggabungkan teknik yang dia dapat dengan teknik Pedang Pembunuh Bulan Darah, tentu teknik tersebut akan mengalami peningkatan yang lumayan tinggi.
"Apakah aku harus mempelajari teknik lebih dahulu lalu menggabungkan dengan teknik lainnya?" Tanya Yi Yun di benaknya.
[Ya. Host harus mempelajari teknik yang ingin di gabungkan dengan teknik yang sudah ada]
Jawaban Sistem sudah ada dalam prediksi Yi Yun dan ia sama sekali tidak terkejut.
Di kursi penonton, Ouyang Liu-Li merasa kesal karena Yi Yun seperti tidak terlalu peduli pada musuhnya karena Yi Yun tidak menonton.
"Yun'er sialan! Apakah dia merasa bahwa dia adalah yang terkuat dalam kompetisi ini?" Kesal Ouyang Liu-Li.
Namun Ouyang Liu-Li tidak tau bahwa Yi Yun sebenarnya memang tidak meremehkan musuh. Hanya saja, Yi Yun memang memiliki kepercayaan diri yang besar memenangkan kompetisi.
Waktu terus berlalu, Yi Yun yang sedang asik melihat-lihat isi Sistem tersadar seketika karena suara dari Ni Long.
"Putaran pertama telah selesai. Selanjutnya kita akan melakukan putaran kedua kompetisi tingkat Alam Roh!" Ucap Ni Long dengan nada sedikit kuat.
__ADS_1
"Sepertinya sudah waktunya," batin Yi Yun.
"Pertandingan selanjutnya adalah pertandingan antara Yi Yun Vs Zu Lan!" Teriak Ni Long.
"Kedua peserta di harapkan untuk masuk ke dalam arena!" Lanjut Ni Long lagi.
Yi Yun yang sedari awal sudah selesai bermeditasi langsung melompat ke arah arena karena tidak mau membuang waktu.
Ketika Yi Yun tiba di arena, ia melihat ke arah tempat ia pergi sebelumnya. Seorang peserta wanita yang bernama Zu Lan perlahan berjalan ke arah arena dengan wajah datar.
"Wanita ini kuat.." batin Yi Yun. Ia pasti akan kesulitan melawan Zu Lan jika hanya mengandalkan tingkat kekuatannya saat ini dan tidak memakai skill eklusif.
Sebelum Zu Lan mendekat ke arena, ia menghilang seketika dan muncul tidak jauh dari posisi Yi Yun.
Dengan energi spiritual Yi Yun, tentu saja ia dapat mendeteksi tingkat kekuatan Zu Lan yaitu Alam Roh tahap kesembilan.
Zu Lan adalah seorang wanita cantik dengan wajah dingin. Ia memakai pakaian kultivator berwarna hijau cerah dengan rambut panjang berwarna hitam legam.
Dengan pedang yang memiliki sarung di pinggang kirinya, Zu Lan terlihat seperti para kultivator kuat pada umumnya. Zu Lan terlihat seperti wanita berumur 16 tahun dan dengan tingkat kultivasinya, ia juga sudah di anggap sebagai jenius puncak di Dunia Bintang Hijau.
"Apakah kalian siap?" Tanya Ni Long yang masih berada di langit.
Tanpa membuang waktu, Ni Long langsung memberi aba-aba. "Pertandingan antara Yi Yun Vs Zu Lan, Di Mulai!"
Setelah teriakan Ni Long, Zu Lan langsung menghilang seketika dan muncul di depan Yi Yun sambil mengayunkan pedangnya.
"Oh?" Yi Yun terkejut sedikit dengan kecepatan milik Zu Lan dan langsung mengeluarkan Pedang Darah dari slot penyimpanan Sistem.
Yi Yun memegang Pedang Darah dengan gaya terbalik dan langsung mengangkatnya untuk menahan tebasan Zu Lan.
Tring!
Suara benturan logam terdengar di dalam arena.
Zu Lan tidak terlalu terkejut bahwa Yi Yun mampu untuk menahan tebasannya karena sudah menduga hal seperti itu.
Sambil mendorong Pedang Darah, Yi Yun menatap Zu Lan sejenak lalu berbicara, "menyerahlah. Jika kau tetap ingin melanjutkan, kau mungkin akan menyesal."
"Kau terlalu meremehkan aku," balas Zu Lan. Ia langsung menghilang seketika dan muncul di sebelah kiri Yi Yun sambil menghunuskan pedangnya dengan gaya menusuk ke arah kepala Yi Yun.
__ADS_1
"Sungguh keras kepala," batin Yi Yun. Ia langsung melompat mundur untuk menghindar serangan Zu Lan.
Zu Lan yang melihat pergerakan Yi Yun langsung terhenti menusuk dan mengubah gaya serangan.
Perpindahan serangan Zu Lan lumayan cepat yang membuat Yi Yun terkejut. Ia langsung menebas secara Horizontal ke arah Yi Yun dengan pedang yang sudah di baluti oleh Yuan Qi yang lumayan padat.
Sraing!
Tebasan itu menghasilkan bilah Yuan Qi yang lumayan padat dan terlihat sangat kuat.
"Cepat.." batin Yi Yun. Ia kini semakin yakin pertandingan akan memakan waktu yang lama dengan tingkat kultivasinya.
Yi Yun yang masih di posisi melompat ke udara langsung mengayunkan Pedang Darah juga dengan gaya vertikal.
"Tebasan Qi..."
Sraing!
Tebasan milik Yi Yun juga menghasilkan bilah Qi Pembantaian dan langsung melesat ke arah serangan Zu Lan.
Crang!
Jrazh!
Ketika kedua serangan bertemu, kedua bilah tersebut hancur di tengah.
"Anak itu memang sangat kuat. Aku ingin tau siapa dia yang sebenarnya karena identitasnya tidak jelas dari perkataan Guru," batin Zu Lan saat melihat bentrokan kedua serangan mereka.
Yi Yun yang baru saja mendarat tidak mau membuang waktu karena terlalu malas berbicara.
"Sepertinya aku harus menggunakan 40% kekuatan Gerbang Dunia Pembantaian agar pertandingan ini cepat usai," batin Yi Yun.
"Gerbang Pertama..."
"Gerbang Dunia Pembantaian..."
Setelah mengucapkan hal itu, aura Yi Yun naik seketika dan mengangkat Pedang Darah ke arah Zu Lan.
"Ayo kita akhiri ini.." ucap Yi Yun dan ia langsung bergerak ke arah Zu Lan dengan kekuatan Gerbang Dunia Pembantaian yang kini telah ia kuasai sepenuhnya.
__ADS_1