Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 229


__ADS_3

“Kau lagi?” Patung Dewa Kegelapan menatap ke arah Yi Yun dengan tatapan heran.


“Apa maksudmu dengan kau lagi?” Batin Yi Yun menyumpahi Dewa Kegelapan.


“Jangan mencoba menyumpahi aku dalam hatimu nak.” Dewa Kegelapan berkata dengan nada datar.


Sementara itu, patung wanita yang berada di sebelah patung Dewa Kegelapan hanya menatap Yi Yun dengan seksama. Tidak lama kemudian, ia pun berbicara, “Apa kau mengenalnya?”


Pertanyaan itu tentu ditujukan kepada Dewa Kegelapan.


“Ya. Anak ini adalah yang ditakdirkan walaupun sebenarnya tempat ini tidak harus di datangi olehnya. Dari hal inipun, kau pasti paham bukan bahwa walaupun kekuatan kita telah mencapai puncak, kita tidak dapat melakukan segala-galanya.” Balas Dewa Kegelapan.


“Ya kau benar. Awalnya kita melihat tempat ini akan di datangi oleh manusia lainnya, tetapi tidak disangka yang datang sangatlah berbeda.” Patung Wanita itu mengangguk kecil.


Yi Yun hanya diam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Patung Dewa Kegelapan dan patung wanita tersebut. Namun, dari hal itu, ia menyadari satu fakta penting, walaupun seseorang yang disebut sebagai Kaisar Manusia telah menyandang gelar Dewa, dia tidaklah maha kuasa.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan? Apakah kita membiarkan anak ini memilikinya?” Tanya Patung Dewa Kegelapan dan terus menatap ke arah Yi Yun.


“Ya. Lagi pula dialah yang mencabut pedang itu. Selain itu, Pedang Darah yang merupakan pedang yang selalu kau pakai dahulu juga ada di tangannya walaupun pedang itu tidak lagi memiliki Roh. Aku paham kenapa anak ini mampu mencabut pedang itu.” Patung wanita tersebut tidak keberatan sama sekali.


Mata Yi Yun menyipit ketika mendengar bahwa Pedang Darah adalah pedang yang sering digunakan oleh Dewa Kegelapan di zaman kuno. Ia saat ini mengerti mengapa pedang tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu dari tujuh Senjata Legendaris.

__ADS_1


“Lalu, apakah Pedang Ratu Laut ini termasuk dalam kategori Senjata Legendaris?” Batin Yi Yun melirik ke arah Pedang Ratu Laut yang ada di tangan kanannya.


“Tidak anak muda.” Patung wanita itu berbicara kembali seolah-olah dia mengetahui apa yang dipikirkan oleh Yi Yun.


Sebelum Yi Yun bertanya, patung wanita tersebut menjelaskan, “Pedang Ratu Laut yang kau pegang adalah pedang yang selalu aku gunakan di masa lalu. Alasan kenapa Pedang itu bereaski dengan Pedang Darah milikmu dan saling mendukung untuk menyeimbangkan, hal itu dikarenakan kami berdua juga sama.”


“Kami berdua ada untuk menyeimbangkan konsep tertentu, dan aku disebut sebagai, Dewi Cahaya. Kedua pedang itu telah diisi oleh kekuatan kami dalam waktu yang sangat lama sehingga itu akan terkait satu sama lainnya. Energi kami berdua saling terhubung dan sudah pasti kedua senjata yang kami miliki juga terhubung.” Patung Dewi Cahaya menjelaskan.


Yi Yun terkejut mendengarnya dan memikirkan kembali tentang dirinya. Ia juga saat ini sangat terhubung dengan Xiao Moxian dan Xuan Yuqie yang artinya, hal itu memiliki konsep yang mirip.


“Awalnya kami meninggalkan Pedang Ratu Laut di sini setelah terkena kutukan dari seseorang yang kuat. Kami dapat mematahkan Kutukan itu dengan mudah jika bekerja sama. Tetapi, kami tidak melakukannya dan menyegel pedang di sini. Dan juga, altar yang ada di tempat ini sebenarnya tidak dibuat oleh kami.”


Yi Yun mengangguk kecil dan paham apa yang dikatakan oleh Dewa Kegelapan. Meskipun dunia kultivator itu kejam, jika hal seperti itu dilakukan oleh Kaisar Manusia, para manusia pasti akan membencinya.


“Ketahuilah anak muda, Pedang Darah dan Pedang Ratu Laut memiliki keistimewaan yaitu dapat menghasilkan kekuatan tertentu dan itu adalah kekuatan kami walaupun mungkin kau tidak akan bisa mengendalikannya. Itu akan tampak seperti kekuatan pasif dari kedua Pedang karena telah diisi oleh energi kami dalam waktu yang sangat lama.”


“Karena kau adalah anak yang dipilih untuk menggunakan benih permintaan walaupun tujuan awal kami tidak memberikan Pedang Ratu Laut kepadamu, kami akan membiarkanmu membawanya karena kami tidak dapat campur tangan lagi di dunia ini.” Patung Dewi Cahaya pun berbicara dan setelah itu tubuhnya redup kembali ke patung yang tampak mati.


Sementara itu patung Dewa Kegelapan masih menatap Yi Yun untuk beberapa saat lalu berbicara kembali, “Ingatlah tugasmu. Aku tau bahwa kau itu adalah anak yang sangat keras kepala sama seperti muridku. Mungkin suatu hari nanti kau akan datang ke tempat kami berada dan mengerti bahwa kau adalah seseorang yang sangat beruntung karena mendapatkan Benih Permintaan walaupun kau harus melalui jalan yang sangat sulit untuk mencapai puncak.”


Setelah itu, patung Dewa Kegelapan pun meredup seketika lalu cahaya yang menyelimuti Yi Yun pun langsung padam.

__ADS_1


Yi Yun masih berpikir apa yang dimaksud dengan kata beruntung. Tetapi ia memang merasa bahwa ia beruntung memiliki Benih Permintaan bersamanya. Dan juga, kata lainnya dari Dewa Kegelapan membuat ia semakin penasaran.


“Tempat mereka berada? Yang artinya mereka saat ini pasti masih hidup!” Batin Yi Yun. Walaupun begitu, ia masih tidak menyukai cara Dewa Kegelapan ketika memberi perintah karena dirinya memang tidak suka diperintah.


Itu memang sama dengan murid Dewa Kegelapan, Sang Dewi Pembantaian yang sangat keras kepala dan tidak akan pernah menurut jika buka dari seseorang yang dia akui.


Yi Yun pun mendarat dengan mulus di atas altar yang tidak lagi berfungsi sambil memikirkan banyak hal.


“Ugh..” Para kultivator yang awalnya pingsan pun langsung sadar karena cahaya menyilaukan sebelumnya telah menghilang.


Tida pemimpin Kelompok Topeng Iblis yang perlahan berdiri pun menatap ke arah altar dan langsung memasang wajah yang sangat jelek. Tentu itu disebabkan oleh Pedang Ratu Laut yang kini berada di tangan kanan Yi Yun.


“Sialan! Serahkan pedang itu!” Teriak Pemimpin Pertama Kelompok Topeng Iblis sangat marah ke arah Yi Yun.


Yi Yun tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah Pemimpin Pertama Kelompok Topeng Iblis. Ia pun menaikkan sudut bibirnya ketika menatap kedua pedang di tangannya. Ia merasakan bahwa ketika ia memegang kedua pedang itu bersamaan, level kekuatan serta daya serang miliknya tampak akan berlipat ganda dalam sekejap.


“Jika tidak?” Tanya Yi Yun dengan senyum kecil diwajahnya.


“Jika tidak, kau akan mati di sini sekarang juga!” Teriak Pemimpin Pertama Kelompok Topeng Iblis dan langsung menerjang ke arah Yi Yun.


Senyum lebar terpampang di wajah Yi Yun. Ia pun mengalirkan qi-nya ke dalam Pedang Darah dan Pedang Ratu Laut. Kedua pedang itu pun diselimuti cahaya dan kegelapan di masing-masing pedang. Dari hal itupun, Yi Yun sangat paham bahwa kedua kekuatan misterius yang perlahan merembes dari pedang secara otomatis adalah energi yang dimiliki oleh Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2