Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 33 - Campur Tangan


__ADS_3

Petir memercik dari tubuh Ji Yuan. Petir yang awalnya hanya memercik sedikit, kini menjadi semakin liar. Tidak lama kemudian, tubuh Ji Yuan membentuk armor petir berwarna biru pudar.


"Armor petir.."


Ji Yuan kini menggunakan kekuatan penuhnya juga untuk melawan Yi Yun. Ia tidak akan menahan lagi karena sudah membenci Yi Yun sampai ke tulang-tulang.


Zhep!


Ji Yuan melesat ke arah Yi Yun secepat kilat sambil mengayunkan tombaknya.


Begitu juga dengan Yi Yun, ia juga melesat ke arah Ji Yuan sambil mengayunkan pedang di tangan kanannya.


Tring!


Ketika pedang berbenturan, Ji Yuan di dorong sedikit tanda kekuatan Yi Yun di atasnya. Ia langsung menendang ke arah kaki Yi Yun untuk membuat celah. Yi Yun juga ikut menendang juga ketika melihat itu dengan teknik Kehalusan Menit.


Buak!


Yi Yun merasakan sakit di kakinya karena pertahanannya turun sebesar 10%. Kini pertarungan akan menjadi sulit karena kecepatan mereka sama. Sementara Yi Yun lebih kuat dari segi kekuatan namun lebih lemah dari segi pertahanan.


Yi Yun menarik pedangnya sedikit lalu langsung menebas ke arah leher Ji Yuan.


Melihat serangan datang, Ji Yuan mengangkat tongkat tombaknya untuk menahan tebasan Yi Yun.


Tring!


Crk! Crk! Crk!


Yi Yun mengerut karena ia hanya bisa menggores sedikit senjata milik Ji Yuan yang artinya senjata Ji Yuan adalah senjata kelas yang tinggi walau pun tidak setinggi Pedang Darah miliknya.


Mereka berdua melompat mundur seketika dan langsung melesat lagi ke arah lawan masing-masing.


Tring! Tring! Tring!


Pertarungan super cepat terjadi di tempat tersebut. Banyak kultivator yang tiba karena ada yang bertarung di dalam kota.


Tidak lama kemudian, pemilik Ouyang Saji juga tiba karena mendengar keributan yang terjadi di tempat makan miliknya.


Ketika pemilik Ouyang Saji tiba, ia terkejut melihat pertarungan tersebut. "Anggota klan Ji? Dengan siapa anak klan Ji itu bertarung? Anak itu sangat muda dan kuat." Batin pemilik Ouyang Saji yang merupakan seorang wanita muda berusia 17-18 tahun. Ia saat ini sedang menonton dari udara yang menandakan kultivasinya sangat tinggi.

__ADS_1


Pertarungan Yi Yun dan Ji Yuan berlangsung selama beberapa menit. Dalam waktu tersebut, mereka berdua mengalami luka di seluruh tubuh mereka.


Alasan Yi Yun hanya mampu menandingi Ji Yuan adalah karena keterbatasan teknik. Jika dari segi kemampuan bertarung, insting Yi Yun lebih tinggi dan Qi miliknya lebih berbahaya.


Ji Yuan lebih unggul dari segi pertahanan dan juga daya tahan karena anggota klan Ji memang memiliki tubuh yang kuat karena terus-menerus di tempa dengan petir.


Trang! Trang! Tring!


Sudah lima menit mereka bertarung dan mereka memang terlihat seimbang satu sama lain.


"Mereka berdua akan mati kelelahan jika berlanjut lebih lama," batin Yu Ruyan saat melihat pertarungan.


"Sepertinya aku harus menghentikan pertarungan tersebut." Yu Ruyan langsung melesat ke arah pertarungan. Ia mungkin terkena musibah jika Ji Yuan tewas di sini.


Pemilik Ouyang Saji melihat itu dari udara. Ia sedikit terkejut melihat Yu Ruyan karena umur dan tingkat kultivasinya.


"Sepertinya aku tidak perlu melakukan apa-apa," bisik wanita tersebut sambil memperhatikan Yi Yun dengan seksama. Tentu saja ia akan tertarik pada Yi Yun karena Yi Yun sangat menarik perhatiannya. Ia juga sangat ingin tau identitas Yi Yun.


Yu Ruyan yang sedang bergerak langsung mengeluarkan dua pedang tipis di tangannya.


Ketika Yi Yun dan Ji Yuan ingin bentrok kembali, Yu Ruyan tiba di tengah mereka berdua sambil mengangkat kedua pedangnya.


Tring! Tring!


Ji Yuan merasa kesal seketika karena ada yang menghentikannya. Namun, ketika melihat siapa itu, kekesalannya mereda seketika.


Sementara Yi Yun mengerutkan keningnya karena merasakan bahaya dari Qi milik Yu Ruyan yang melapisi pedang tipisnya.


"Hentikan sampai di sini," ucap Yu Ruyan.


"Yan'er, bantu aku membunuh bocah ini," Ji Yuan pasti tau Yu Ruyan bisa membunuh Yi Yun karena tingkat kultivasi Yu Ruyan bahkan lebih tinggi dari dirinya sendiri walau pun ia lebih tua dari Yu Ruyan hampir 1 tahun.


Wajah Yi Yun menjadi jelek seketika mendengar perkataan Ji Yuan.


Yu Ruyan di sisi lain mengerutkan keningnya karena mendengar permintaan Ji Yuan. Sebenarnya ia tidak ingin membantu Ji Yuan. Namun, karena suatu hal, ia harus melakukannya.


"Maaf," bisik Yu Ruyan saat melirik Yi Yun dengan tatapan sedih. Ia memundurkan pedangnya lalu ingin menebas ke arah Yi Yun.


Ji Yuan gembira seketika karena tau bahwa Yi Yun akan terluka parah saat menerima tebasan itu. Ia juga ingin mengambil kesempatan untuk membunuh Yi Yun jika dia terluka menerima tebasan tersebut.

__ADS_1


Melihat tebasan itu, Yi Yun tau akan sulit menghindari tebasan yang sangat cepat tersebut.


Ketika tebasan mendekat, wanita yang menjadi pemilik Ouyang Saji turun dari udara dan menangkap pedang milik Yu Ruyan dengan tangan kosong.


Tap!


Yu Ruyan kaget melihatnya sekaligus lega karena ada yang menahan tebasannya.


"Hentikan sampai di sini!" Wanita tersebut berkata dengan nada dingin.


Yi Yun kaget karena ada individu lain yang muncul untuk membantunya. Ia juga memperhatikan Yu Ruyan dengan tatapan dingin. Ia memang tidak merasakan niat membunuh dari Yu Ruyan. Dan juga ia mendengar dengan jelas bahwa Yu Ruyan meminta maaf karena mencoba menebasnya. Ia tau bahwa Yu Ruyan pasti memiliki alasan sendiri untuk mematuhi perintah Ji Yuan.


Namun, ia tetap saja tidak suka diperlakukan seperti itu.


Melihat pendatang baru, Ji Yuan langsung memasang wajah jelek. "Ouyang Liu-Li!" Bisik Ji Yuan karena mengenal pendatang baru tersebut.


"Oh? Aku tidak menyangka bocah klan Ji akan mengenalku," ucap Ouyang Liu-Li.


Yu Ruyan terkejut saat mendengar nama Ouyang Liu-Li karena tentu saja ia akan mengenal nama tersebut.


"Jenius pertama sekte Seribu Bunga dengan kultivasi tingkat Alam Langit di usia 17 tahun," bisik Yu Ruyan.


Yi Yun mengerut mendengarnya karena mungkin bakat seperti itu sama dengan Jun Moxie sebelumnya. Dan nama sekte tempat Ouyang Liu-Li tentu saja diketahui olehnya.


Itu adalah sekte tempat kakaknya Yan Chenyu bergabung.


Ji Yuan terus memasang wajah jelek. Walau pun klan Ji kuat, itu tidak akan mampu menentang sekte Seribu Bunga. Ouyang Liu-Li memang berasal dari klan yang jauh lebih rendah dari klan Ji. Namun, karena kehadiran Ouyang Liu-Li, klan Ouyang mulai tumbuh perlahan-lahan semakin kuat.


"Sialan! Aku lupa tentang Ouyang Saji merupakan milik klan Ouyang," batin Ji Yuan. Ia tidak mengharapkan individu kuat akan muncul di kota kecil yang di kelola oleh klan Ouyang.


"Aku tidak menyangka kau akan mengenalku juga," bisik Ouyang Liu-Li sambil melirik Yu Ruyan.


"Akan mengherankan jika aku tidak mengenalmu," jawab Yu Ruyan.


Ouyang Liu-Li tidak membalas perkataan Yu Ruyan. Ia hanya berkata dengan nada santai yang membuat pertarungan usai.


"Jika kalian ingin bertarung di kota klan ku, aku akan melawan kalian juga."


Mendengar itu, Ji Yuan tau bahwa kesempatan membunuh Yi Yun tidak akan kesampaian saat ini.

__ADS_1


Sementara Yu Ruyan merasa lega mendengar perkataan Ouyang Liu-Li.


Sementara Yi Yun hanya diam seperti biasa. Ia hanya menatap Ouyang Liu-Li dengan seksama dan juga berterima kasih atas bantuannya sebelumnya.


__ADS_2