
Pertandingan penyisihan grup 2 telah di mulai. Yi Yun sama sekali tidak tertarik menonton pertandingan karena merasa lawannya yang paling kuat akan berada di tingkat Alam Roh tahap ketujuh atau kedelapan.
Waktu terus berlalu, Yi Yun hanya terus-menerus berkultivasi tanpa menghiraukan pertandingan di dalam arena. Tidak sampai setengah jam, gilirannya telah tiba.
"Pertandingan penyisihan selanjutnya adalah peserta nomor 63 dan nomor 64. Kedua peserta di harapkan untuk naik ke arena!" Teriak Hou Tian.
Yi Yun membuka matanya karena gilirannya telah tiba. Ia langsung berdiri dan perlahan berjalan ke arah arena.
Lawan Yi Yun saat ini sudah menunggu di arena dan ia sedikit mengerut melihat Yi Yun yang begitu santai berjalan ke arah arena.
Bahkan Huo Tian juga mengerut dan mulai menghitung sampai dua puluh di dalam pikirannya.
Ketika Yi Yun mencapai arena, Huo Tian memasang wajah kesal karena Yi Yun mencapai arena saat ia menghitung di angka sembilan belas.
Yi Yun menatap lawannya dengan seksama dan tau bahwa lawannya memiliki kultivasi tingkat Alam Roh tahap keenam.
Melihat Yi Yun yang sangat muda, lawan Yi Yun tersenyum kecil karena hanya mengira Yi Yun berada di tingkat Alam Roh tahap pertama.
Lawan Yi Yun adalah anggota klan Song.
Di kejauhan, Song Zhun melihat ke arah arena kedua dan memberi aba-aba kepada anggota klan-nya untuk menghabisi Yi Yun dengan cara melumpuhkan kultivasinya.
"Pertandingan penyisihan grup 2 di mulai!" Suara Huo Tian terdengar karena ia tidak mau membuang waktu.
Yi Yun juga langsung mengambil Pedang Darah dari slot penyimpanan yang membuat banyak orang sedikit mengerut melihat Pedang Darah.
Lawan Yi Yun langsung bergerak sambil berkata, "menyesallah bocah! Salahkan wanita murahan itu menolak undangan tuan muda Song Zhun karena kau akan terkena imbasnya."
Yi Yun hanya tersenyum kecil mendengar perkataan musuhnya. Ia langsung mengangkat pedang di tangannya dan mengayunkannya juga kearah musuh.
Tring!
Crk! Crk! Crk!
Mereka berdua saling mendorong namun Yi Yun terlihat sangat santai.
"Wasit, apakah ada larangan untuk membunuh lawan?" Tanya Yi Yun sambil menatap anggota klan Song yang sedang mencoba mendorongnya.
__ADS_1
Huo Tian mengerut karena di panggil wasit. Namun ia tetap menjawab pertanyaan Yi Yun. "Tidak ada peraturan di larang membunuh lawan. Namun, jika lawan lebih dulu menyerah, pemenang akan di diskualifikasi jika membunuh lawan."
Yi Yun tersenyum lebar mendengar itu.
Melihat senyum dan haus darah dari Yi Yun, anggota klan Song langsung melompat mundur.
"Apa itu tadi?" Batin anggota klan Song.
"Kau cukup waspada. Jika seperti itu, sudah waktunya bagimu mati," bisik Yi Yun. Ia mengaliri Pedang Darah dengan sejumlah Qi yang lumayan padat.
Yi Yun langsung bergerak ke depan anggota klan Song sambil mengayunkan pedangnya.
Melihat kecepatan Yi Yun, anggota klan Song menjadi sangat waspada karena itu lebih tinggi dari kecepatannya.
"Jangan sombong bocah!" Ucap anggota klan Song sambil mengayunkan pedangnya juga.
Namun, ketika kedua serangan mendekat, Yi Yun berhenti di jalurnya lalu bergerak ke samping sedikit.
"Teknik Pedang, Ayunan Kematian.."
Sraing!
Bahkan Huo Tian mengerut melihat itu karena ia juga merasa langka seseorang bisa melakukan hal itu yang artinya, reaksi dan insting Yi Yun saat bertarung sangat tinggi.
Sraing!
Tebasan Yi Yun langsung mengenai tepat di leher lawannya dan langsung memenggal lawan seketika.
"Sungguh lemah," ucap Yi Yun sambil melirik ke arah Song Zhun.
Song Zhun yang sedang menonton pertandingan marah seketika karena melihat tatapan provokasi Yi Yun. Ia juga terkejut dengan kelincahan Yi Yun saat bertarung.
"Jika hanya itu yang kau punya, kau akan mati saat bertemu denganku," batin Song Zhun dan mengabaikan Yi Yun untuk saat ini.
Di sisi lain, Li Meng mengerut melihat gerakan milik Yi Yun. "Itu tidak seperti gerakannya saat pendaftaran, apa dia memang secepat itu?" Batin Li Meng.
"Jika hanya itu, aku akan merobekmu saat bertemu denganku," dengus Li Meng dan mengalihkan pandangannya ke arah tempatnya mengikut babak penyisihan.
__ADS_1
"Pertandingan di menenangkan oleh peserta dengan nomor 64," ucap Huo Tian. Ia melirik Yi Yun dengan tatapan tidak senang karena langsung membunuh lawan di tempat.
Yi Yun juga melirik ke arah Huo Tian sekilas karena merasa Huo Tian memiliki niat buruk padanya setelah kejadian ini.
"Jika kau bergerak melawanku, aku akan membunuhmu juga," batin Yi Yun. Ia perlahan berjalan ke arah luar arena untuk menunggu pertandingan berikutnya.
Semua peserta di grup ke dua sudah waspada dengan Yi Yun karena mampu membunuh lawan tingkat Alam Roh tahap keenam dalam sekali tebasan.
Yi Yun tidak menghiraukan tatapan semua orang padanya dan mulai bermeditasi lagi untuk meningkatkan kultivasinya.
Lalu Huo Tian terus melanjutkan pertandingan berikutnya sambil melirik Yi Yun sesekali. "Apa aku harus mengikuti permintaan klan Song untuk mendiskualifikasi anak itu?" Batin Huo Tian.
Song Zhun telah membuat perjanjian pada Huo Tian sebelumnya untuk mendiskualifikasi Yi Yun saat sedang bertarung dengan cara membayar Huo Tian dengan jumlah batu roh kelas atas yang sangat banyak.
"Cih! Aku hanya perlu mencari kesempatan!" Batin Huo Tian dan terus menyaksikan babak penyisihan.
Tidak sampai 15 menit, giliran Yi Yun akhirnya tiba lagi.
"Pertandingan selanjutnya adalah peserta nomor 59 melawan peserta nomor 64! Kedua peserta di harapkan untuk naik ke atas arena!" Ucap Huo Tian.
Yi Yun seperti biasa dan langsung bergerak ke arah arena perlahan-lahan. Ketika ia mencapai arena, ia menatap lawannya yang setara dengan anggota klan Song sebelumnya.
"Lebih baik kau menyerah karena sebelum mati," Yi Yun memperingati lawannya karena lawannya saat ini bukan berasal dari klan Song atau Li.
Lawan Yi Yun sudah tau bahwa ia akan kalah melawan Yi Yun dan hanya mendesah. "Aku menyerah," ucap lawan Yi Yun yang membuat Huo Tian mengerut seketika.
Yi Yun tersenyum lalu kembali ke tempat semula.
Lalu pertandingan selanjutnya Yi Yun melawan musuh dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kedelapan.
Ketika mencapai arena, Huo Tian tersenyum karena merasa Yi Yun akan di kalahkan saat ini. Walaupun Yi Yun tidak akan kalah, dalam waktu 1 menit jika Yi Yun tidak menang, ia memiliki hak untuk memilih siapa pemenangnya.
Lalu pertarungan pun di mulai dan Yi Yun memang sedikit kesulitan melawan tingkat Alam Roh tahap kedelapan tanpa menggunakan Gerbang Pertama Gerbang Dunia Pembantaian.
Di tempat yang jauh, pria tua yang menjaga tempat pendaftaran menonton Yi Yun yang sedang bertanding.
"Anak itu lumayan menarik untuk tingkat Alam Roh tahap keempat. Sangat jarang untuk usia itu mencapai tingkat itu dan kemampuan bertarungnya juga tinggi. Anak itu terlihat seperti sangat berpengalaman saat bertarung," batin pria tua tersebut.
__ADS_1
"Ayo kita lihat seperti apa kedepannya!"