
Reruntuhan Kerajaan Langit
Yi Yun tersenyum kecil karena kotak lampu yang dipegang oleh Xiao Moxian saat ini adalah telur dari seekor Phoenix. Dan kenapa itu bereaksi dengan qi Cahaya milik Xiao Moxian tentu karena itu berasal dari spesies yang sama dengan Vena Mendalam milik Xiao Moxian.
“Tampaknya ini adalah hari keberuntunganmu, Xian’er..” ucap Yi Yun dengan senyum kecil.
“Keberuntungan? Apa maksudnya suami?” Tanya Xiao Moxian penasaran.
“Saat ini kau tidak perlu tau. Tetapi, salurkan qi milikmu dari waktu ke waktu ke kotak lampu itu. Suatu hari nanti kau akan mengerti apa itu. Juga, karena ada segel di kotak lampu itu, bisa dikatakan bahwa itu bisa disimpan di dalam cincin ruang.” Balas Yi Yun dengan senyum kecil.
Xiao Moxian semakin penasaran dengan kata-kata suaminya. Ia pun hanya mengangguk setuju dan menyimpan kotak lampu tersebut.
Wang Shu di sisi lain hanya diam. Ia merasa bahwa Xiao Moxian pasti mendapatkan keberuntungan seperti dirinya juga. Ia bertanya-tanya kenapa setiap orang disekitar Yi Yun pasti akan mendapat sesuatu yang berharga. Tidak lama lagi, ketika Ye Mo, Ye Quan dan Ye Zhong bertemu dengan mereka kembali, mungkin mereka juga akan mengalami peruntungan yang sama.
Lalu tatapan Yi Yun pun tertuju pada peti yang tampak seperti peti mati untuk melihat apa sebenarnya tulisan yang ada di permukaannya. Ia perlahan berjalan ke depan peti tersebut diikuti oleh Xiao Moxian dan Wang Shu karena keduanya juga sangat penasaran.
Ketika mencapai depan peti, Yi Yun membaca secara kasar tulisan demi tulisan.
“Kerjaan Langit, abad Pertama Kaisar Manusia. Kerajaan Langit diciptakan oleh seseorang yang menyandang gelar Kaisar Manusia. Tidak tau dari mana asalnya, seperti apa rupanya.”
“Ketika Kerajaan Langit tercipta, sebuah pesan pun dituliskan untuk diwarisi dari generasi ke generasi selanjutnya. Pesan itu ditujukan untuk para Kaisar yang memerintah Kerajaan Langit.”
“Aku telah mencapai tempat ini, ini adalah awal mula. Siapapun kau, di manapun dirimu, ketahuilah, aku selalu mengawasimu. Aku meninggalkan Buku Iblis Duniawi yang terdiri dari tiga bagian.”
“Hanya pemegang Benih Permintaan yang dapat memegangnya. Aku menciptakan Benih Permintaan dan Buku Iblis Duniawi untuk tujuan khusus, dan itu untuk menghentikan Dewa Sage serta Dewi Kematian.” Yi Yun berbicara dengan nada agak aneh karena banyak kata-kata yang sepertinya tidak tepat karena ia juga tidak memahami sepenuhnya tulisan tersebut.
“Benih Permintaan? Dewa Sage? Dewi Kematian?” Xiao Moxian bingung mendengarnya. Ia merasa bahwa dua julukan tersebut sangatlah mendominasi.
Sementara Wang Shu pun setuju dalam hati jika seseorang menyebut kedua gelar tersebut mendominasi.
Sementara itu, Yi Yun terdiam di tempat karena tidak mengerti juga apa maksud dari kata-kata yang ditinggalkan. Tetapi, ia berpikir kembali apa sebenarnya Benih Permintaan. Untuk Buku Iblis Duniawi, ia merasa bahwa itu adalah tiga batu yang tampak seperti lembaran baku di sekitar patung tersebut.
Setelah terdiam beberapa saat, Yi Yun pun melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
“Perebutan Benih Permintaan dan Buku Iblis Duniawi akan terjadi dan itu memicu perang tiada habisnya. Semua manusia tentu bertanya-tanya kenapa aku membuat benda seperti itu sehingga membuat pertumpahan darah terjadi terus-menerus. Ini adalah keinginan egois ku.”
“Tertanda, Klan Ren!”
“Klan Ren? Apakah ada nama Klan seperti itu di masa lalu? Kenapa namanya tampak sangat asing dan sangat aneh?” Tanya Xiao Moxian lagi bingung.
Di sisi lain, Yi Yun mendapatkan petunjuk tertentu bahwa sesuatu yang disebut sebagai Benih Permintaan diciptakan oleh seseorang yang memimpin Klan Ren di Zaman kuno.
“Sistem, apakah kau tau Klan Ren?” Tanya Yi Yun di benaknya.
[Ding!]
[Tidak ada catatan tentang Klan Ren]
Yi Yun terdiam karena bahkan Sistem tidak mengetahui tentang Klan Ren.
“Lalu apa itu Buku Iblis Duniawi?” Tanya Yi Yun lagi di benaknya.
[Ding!]
Yi Yun pun hanya menggelengkan kepalanya karena Sistem juga tidak mengetahui tentang hal tersebut.
Karena itu, Yi Yun pun mendorong peti tersebut untuk dibuka sepenuhnya karena ia penasaran dengan apa isinya.
Brak!
Ketika peti terbuka, tutup peti pun hancur menjadi debu dalam sekejap karena sudah sangat tua.
“Ini memang peti mati!” Seru Xiao Moxian.
Wang Shu juga tidak heran sama sekali karena bentuknya memang seperti peti mati sedari awal.
Sementara itu, Yi Yun terdiam menatap ke arah kerangka seseorang yang tergeletak di dalam peti.
__ADS_1
“Apakah ini Kaisar Manusia itu?” Tanya Xiao Moxian karena ingat tentang yang menulis pesan adalah seseorang yang dijuluki sebagai Kaisar Manusia.
“Tidak, aku rasa itu tidak sesederhana kelihatannya. Dia mengatakan seperti ini di dalam pesan, ‘Aku akan selalu mengawasimu’ yang artinya, kerangka ini pasti bukan dia.” Balas Yi Yun setelah membuat spekulasi.
“Apa yang dikatakan oleh Yi Yun ada benarnya.” Wang Shu mengangguk setuju.
Lalu tatapan ketiganya pun beralih kembali ke kerangka tersebut tetapi tidak ada apa-apa.
“Lalu apa tujuannya mayat ini diletakkan di sini?” Tanya Xiao Moxian sedikit tidak puas.
Yi Yun hanya diam saja. Tatapannya masih tertuju pada dahi tengkorak tersebut yang memiliki bintik berwarna emas. Biasanya, tengkorak kepala manusia tidak akan memiliki hal seperti itu. Oleh karena itu, ia pun langsung memegang tengkorak kepala tersebut lalu mencabutnya secara paksa.
Setelah itu, Yi Yun pun menyimpan kepala tengkorak tersebut di dalam slot penyimpanan karena merasa pasti memiliki kegunaan nantinya.
“Kenapa kau mengambil tengkorak kepala itu?” Tanya Wang Shu heran.
“Aku tidak tau. Aku merasa bahwa kepala tengkorak itu penting. Jika memang tidak ada kegunaannya nanti, maka aku hanya tinggal membuangnya saja.” Balas Yi Yun dengan gelengan kepala.
“Mungkinkah bahwa itu bisa menjadi kunci untuk membuka peti harta Karun?” Tanya Xiao Moxian sedikit bersemangat.
Yi Yun dan Wang Shu menatap ke arah Xiao Moxian dengan tatapan kosong penuh arti.
Bagaimana mungkin sebuah kepala bisa menjadi kunci untuk membuka sesuatu? Siapapun pasti berpikir bahwa hal itu tidak mungkin sama sekali.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Xiao Moxian ke arah Wang Shu dengan tatapan maut seolah-olah ia ingin menghajar Wang Shu.
Wang Shu merasa canggung dan bertanya-tanya kenapa hanya diriku saja yang diteriaki tetapi tidak untuk Yi Yun.
“Hentikan Xian’er, ayo kita kelilingi tempat ini terlebih dahulu.” ucap Yi Yun dan langsung pergi melihat-lihat.
Xiao Moxian mengangguk dengan senyum lalu menatap ke arah Wang Shu dengan tatapan maut sekali lagi.
Wang Shu hanya bisa diam dan tidak mengerti sama sekali kenapa Xiao Moxian selalu tampak kesal ketika melihatnya. Ia hanya bisa menghela nafas panjang lalu pergi mengikuti Yi Yun dan Xiao Moxian yang mengelilingi tempat tersebut.
__ADS_1