Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 63 - Babak Final


__ADS_3

Arena hening sejenak saat kematian Li Meng.


[Ding]


[Berhasil membunuh individu tingkat Alam Roh tahap kesembilan. Hadiah 48 Poin]


Mendengar notifikasi, Yi Yun tersenyum jahat karena berhasil membunuh Li Meng yang mencoba menantangnya.


"Woaaaaa..."


Para penonton bersorak keras karena pertarungan di menangkan oleh Yi Yun walaupun Ni Long belum mengumumkan pemenangnya.


Tidak ada yang menduga bahwa pertarungan tersebut sangatlah singkat.


"Pemenang babak semi final, Yi Yun!" Teriak Ni Long yang masih di udara saat ini. Ia tidak menghentikan Yi Yun untuk membunuh Li Meng karena ia adalah bawahan langsung dari pria tua yang menjadi Guru Zu Lan.


Li Sou di sisi lain sudah sangat ingin membunuh Yi Yun tapi tetap menahan amarahnya.


Sementara Guru Zu Lan hanya menggelengkan kepalanya karena Yi Yun terlalu liar dan sombong.


Di sisi lain, Ouyang Liu-Li hanya tersenyum tipis karena merasa terhibur. Tentu saja ia dapat mendeteksi semua Patriak klan besar yang sedang menonton pertandingan.


"Walaupun mereka semua lebih kuat dariku, jadi apa? Aku masih punya kartu truf dari Guru dan bisa digunakan di saat-saat genting. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk pada Yun'er kecil, mereka akan menyesal selamanya!" Batin Ouyang Liu-Li dengan senyum jahat.


Yi Yun yang memenangkan pertandingan semi final langsung kembali ke tempat istirahat para peserta. Ia melirik sekilas ke arah Song Zhun karena target berikutnya adalah Song Zhun.


Merasakan Yi Yun menatapnya sekilas, bulu-bulu di punggung Song Zhun berdiri karena merasa nyawanya sedang terancam. Ia seperti merasa seperti seekor binatang buas yang sangat ganas sedang menunggu untuk menerkamnya.


"Sial! Apakah aku harus melawan bocah itu nanti di final?! Bocah itu bahkan bisa membunuh Li Meng dengan mudahnya. Tingkat kultivasi Li Meng serta kekuatan kami hampir setara walaupun aku sedikit lebih kuat!" Batin Song Zhun. Ia merasa bahwa ia harus mengundurkan diri jika masuk ke babak final kompetisi.


Song Feng yang berada di tempat para Patriak menonton langsung menghilang seketika dan menuju ke arah pinggiran arena. Ia tentu saja tidak akan membiarkan Yi Yun membunuh putranya yang paling jenius dalam kompetisi.


Para Patriak lainnya tidak menghentikan Song Feng sama sekali menuju arena. Bahkan Li Sou dan Patriak klan Wang menyesal tidak menjaga putra mereka karena terlalu percaya diri akan kekuatan putra mereka yang menyandang gelar jenius.

__ADS_1


Guru Zu Lan melirik ke arah Song Feng yang bersembunyi di balik bayang-bayang. Ia juga paham bahwa semua Patriak klan besar tidak akan rela melihat calon penerus mereka tewas di arena. Bahkan untuk dirinya sendiri, ia juga menyelamatkan muridnya sebelumnya. Jika tidak, Zu Lan akan tewas dengan teknik milik Yi Yun.


Saat pertandingan semi final kedua, Yi Yun sama sekali tidak peduli dan hanya bermeditasi seperti biasa.


Setelah beberapa saat, Ni Long mengumumkan pemenang semi final kedua.


"Pertandingan dimenangkan oleh Song Zhun!" Teriak Ni Long di udara.


Song Zhun yang menang tidak bahagia sama sekali karena berikutnya, ia akan melawan Yi Yun.


Namun, ia tersenyum kecil saat menerima transmisi suara dari Song Feng.


"Jika ayah ada di sini, aku tidak perlu khawatir. Aku masih memiliki kesempatan untuk menang. Jika aku dalam bahaya, ayah pasti akan menyelamatkan aku," batin Song Zhun.


Namun, di kursi penonton, Ouyang Liu-Li yang melihat pergerakan Song Feng langsung menaikkan sedikit sudut bibirnya.


"Oh? Ingin menyelamatkan putramu agar tidak dibunuh oleh Yun'er kecil? Hehehe aku tidak akan membiarkanmu berbuat sesukamu! Aku masih ingat bahwa kaulah orang yang mengirim pembunuh untuk membunuh Yi Yun serta menangkap ku!" Batin Ouyang Liu-Li. Ia perlahan berdiri lalu berjalan ke tempat yang tidak terlalu jauh dari posisi Song Feng agar bisa menghalanginya saat Yi Yun menghabisi Song Zhun yang menurut Ouyang Liu-Li sangat menjijikkan.


"Para peserta yang memasuki babak final diharapkan untuk bersiap-siap! Dalam waktu 10 menit!" Teriak Ni Long di udara.


Song Feng terus berdiam diri di balik bayang-bayang tanpa menyadari keberadaan Ouyang Liu-Li karena ia saat ini fokus pada Yi Yun yang masih bermeditasi.


10 menit kemudian


Ni Long yang berada di udara saat ini langsung berbicara karena waktu untuk babak final telah tiba.


"Kedua peserta diharapkan untuk memasuki arena!" Teriak Ni Long.


Yi Yun membuka matanya seketika. Ia langsung berdiri dan berjalan perlahan-lahan menuju arena.


Song Zhun yang sudah memiliki kepercayaan diri yang sangat besar juga berjalan ke arah arena sambil melihat ke arah Yi Yun terus-menerus dengan niat membunuh yang sangat besar.


Ketika Yi Yun dan Song Zhun mencapai arena, mereka yang saat ini sedang berhadap-hadapan saling memandang lawan dengan pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kau akan kalah di sini!" Ucap Song Zhun percaya diri.


Yi Yun mengeluarkan Pedang Darah dari slot penyimpanan Sistem sambil berkata, "kau akan mati hari ini!"


Song Zhun tertegun dengan perkataan Yi Yun dan rasa percaya dirinya menyusut sedikit.


"Jangan dengarkan omongannya! Bunuh dia jika bisa. Jika kau tidak mampu dan kau dikalahkan, ayah tidak akan membiarkan dia menyakitimu! Ayah akan langsung menyelematkan mu saat itu juga!" Song Feng memperingati Song Zhun lewat transmisi suara.


Mendengar transmisi suara ayahnya, rasa percaya diri Song Zhun tumbuh kembali dan semangat juangnya membara.


"Oh sepertinya dia sudah tenang," batin Yi Yun. Ia sama sekali tidak menyadari keberadaan Song Feng di balik bayang-bayang.


Sebab, Song Feng belum menunjukkan niat membunuh pada Yi Yun dari jarak dekat sehingga Sistem tidak mendeteksi Song Feng.


Ni Long yang berada di udara menatap ke arah Yi Yun lalu ke arah Song Feng. "Apakah kalian berdua sudah siap?" Tanya Ni Long.


"Ya," jawab Song Zhun sambil mengeluarkan pedangnya.


"Ya," jawab Yi Yun datar.


"Baiklah! Hari ini kita akan menyaksikan pertarungan final tingkat Alam Roh antara Yi Yun Vs Song Zhun!"


"Pertandingan di Mulai!" Teriak Ni Long di udara yang membuat para penonton bersorak.


Yi Yun dan Song Zhun belum bergerak saat ini.


Karena Yi Yun tidak bergerak, Song Zhun akhirnya membuat gerakan pertamanya sambil berkata, "akan aku tunjukkan seperti apa jenius puncak yang sebenarnya!"


Zhep!


Song Zhun langsung melesat ke arah Yi Yun dengan kecepatan penuhnya. Ketika ia tiba di depan Yi Yun, ia langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaganya.


"Aku akan membuatmu menderita tanpa bisa mengucapkan kata menyerah!" Ucap Yi Yun.

__ADS_1


"Gerbang Pertama, Gerbang Dunia Pembantaian..."


Sraing!


__ADS_2