Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 21 - Nyonya Sekte Seribu Bunga


__ADS_3

“Baik. Katakan apa yang kau inginkan.” Ucap Tetua wanita tersebut dengan senyum di wajahnya.


“Bisakah kita berbicara di tempat lain?” Tanya Yan Chenyu gugup.


Tetua tersebut tidak lagi berbicara dan langsung menyentuh bahu Yan Chenyu dan menghilang. Mereka muncul di jarak hampir 500 meter dalam sekejap.


Yan Chenyu merasa isi perutnya di acak-acak karena bergerak sangat cepat.


Di sisi lain, Tetua lainnya hanya terus melotot ke arah Yi Yun. Mereka berencana membunuh Yi Yun setelah acara selesai dan merebut pedang miliknya.


“Katakan, apa yang kau inginkan.” Ucap Tetua tersebut.


“Pertama aku ingin membawa adikku Huan Caiyi ke dalam sekte, apakah itu bisa? Dia juga sangat berbakat.” Pinta Yan Chenyu.


“Oh? Gadis kecil itu? Baiklah itu bukan masalah serius. Lalu?” Tanya Tetua itu lagi karena tau ini pasti berhubungan dengan Yi Yun yang tiba-tiba membentaknya.


“Tolong antar adikku Yun'er agar menjauh sementara dari mereka yang ingin memburunya. Tidak perlu jauh mengantarnya asalkan tidak ada yang memburunya saat ini.” Pinta Yan Chenyu. Itulah apa yang Yi Yun katakan padanya sebelumnya.


“Jika hanya itu, itu adalah permintaan yang sangat mudah. Apakah ada hal yang lain?” Tanya Tetua tersebut.


“Jika aku masuk sekte, bisakah adikku berkunjung suatu hari ke sana?” Tanya Yan Chenyu lagi.


Tetua tersebut terdiam sejenak karena laki-laki sangat di larang di dalam sekte.


Melihat Tetua itu diam, Yan Chenyu gugup seketika.


Setelah beberapa saat Tetua itu berbicara. ”Dia tidak bisa masuk ke dalam sekte Seribu Bunga. Namun, jika dia ingin bertemu denganmu, dia bisa menunggumu di luar sekte. Aku akan memberi sesuatu agar ketika dia tiba, aku dan kamu akan mengetahuinya.”


Yan Chenyu merasa senang seketika dan langsung mengangguk berkali-kali. Itu sudah cukup baginya untuk saat ini.


“Jika seperti itu, ayo kita pergi. Aku Tantai Lingyan Kau bisa memanggilku Tetua Ling di depan umum. Namun, jika di sekte atau saat bersama seperti ini, kau bisa memanggilku Nyonya sekte.” Ucap Tantai Lingyan dengan senyuman.


Yan Chenyu terkejut karena wanita yang terlihat muda dan sangat cantik adalah Nyonya sekte Seribu Bunga.


Sebelum Yan Chenyu berbicara, Tantai Lingyan memegang bahu Yan Chenyu dan membawanya ke dekat Yi Yun.

__ADS_1


Semua Tetua di sana terdiam karena tidak tau harus bereaksi seperti apa. Mereka hanya bisa mengutuk Yi Yun karena wajah Tantai Lingyan mengatakan bahwa dia mendapat murid berbakat untuk sekte Seribu Bunga.


“Yuechan..” Panggil Tantai Lingyan.


“Ya Tetua Ling,” seorang wanita yang merupakan melihat pengujian sebelumnya langsung muncul di dekat Tantai Lingyan.


“Bawa gadis kecil itu terlebih dahulu ke sekte Seribu Bunga.” Tantai Lingyan menunjuk ke arah Huan Caiyi.


Huan Caiyi terkejut dan ingin berbicara. Namun wanita yang bernama Yuechan tiba di sampingnya dan langsung membawanya terbang menjauh dari tempat tersebut.


Yi Yun terkejut bahwa ada orang yang bisa terbang. Dia memikirkan kembali bahwa mungkin ketika mencapai tingkat tertentu, seorang kultivator akan bisa terbang.


“Mulai hari ini Yan Chenyu resmi menjadi murid sekte Seribu Bunga. Jadi, jangan mencoba untuk membujuknya lagi.” Dengus Tantai Lingyan kepada beberapa Tetua di sana.


“Wanita gila sialan!” Tetua yang mengancam Yi Yun sebelumnya langsung marah seketika.


“Ha? Apa kau ingin bertarung?” Tantai Lingyan menaikkan alisnya dan auranya bocor sedikit.


Semua Tetua di sana gemetaran merasakan aura yang bocor dari tubuh Tantai Lingyan.


“Tentu saja. Aku ingin bertanya padamu, Dong Peng, apa kau ingin bertarung?” Tantai Lingyan bertanya sekali lagi.


“Ti- tidak..” Dong Peng langsung menjawab karena tau dia akan mati jika bertarung.


“Bagus. Apa masih ada yang keberatan?” Tanya Tantai Lingyan kepada Tetua lainnya di sana.


Mereka semua hanya menggelengkan kepala karena tau akan menjadi masalah serius untuk melawan Tantai Lingyan. Mereka tidak tau bahwa bahkan mereka semua bergabung melawan Tantai Lingyan, mereka kemungkinan besar akan kalah.


Tantai Lingyan puas dengan reaksi semua orang. Bukan alasan dia di sebut wanita gila karena dia sangat suka menyerang secara mendadak tidak tau kapan itu.


Sifat Tantai Lingyan sangat sulit untuk diprediksi. Itulah mengapa dia di sebut wanita gila.


Tantai Lingyan memegang Yan Chenyu dan muncul di sebelah Yi Yun.


“Jangan harap untuk menyentuhnya jika dia berada di sampingku!” Tantai Lingyan memperingati semua orang di sana sekali lagi.

__ADS_1


Setelah itu, Tantai Lingyan langsung membawa Yan Chenyu dan Yi Yun terbang ke udara.


Semua Tetua di sana memasang wajah jelek. Bahkan Jun Moxie juga memiliki wajah jelek karena kalah taruhan dan ada bakat yang lebih tinggi darinya.


Bahkan Rong Chen juga memasang wajah jelek karena seseorang membawa Yi Yun pergi. Dia sudah menyerah tentang mengejar Yan Chenyu tapi tidak untuk Yi Yun.


Semua orang di sana sangat kecewa karena orang yang ingin mereka buru sudah pergi. Dan murid yang sangat berbakat juga telah di ambil oleh sekte Seribu Bunga.


**


“Kemana tujuanmu bocah ingusan!” Tanya Tantai Lingyan.


“Ada apa dengan wanita berdada besar ini?” Dengus Yi Yun dalam hati sambil melirik dada Tantai Lingyan yang sangat besar.


“Ho? Apa kau tertarik pada mereka? Aku bisa membiarkanmu bermain dengan mereka.” Goda Tantai Lingyan.


Yan Chenyu memerah mendengarnya sementara Yi Yun tersedak seketika.


Dengan wajah merah, Yi Yun berkata. ”Bawa aku ke dataran Batu Besar dekat dengan pemukiman.”


“Yun'er.. apakah kau..” Yan Chenyu gugup seketika mendengar tujuan awal Yi Yun.


“Aku akan menghabisi mereka semua lebih dulu karena mengganggu kita kakak,” haus darah terpancar dari tubuh Yi Yun yang membuat Tantai Lingyan menaikkan sedikit alisnya.


“Oh? Sungguh menarik. Aku tidak tau bagaimana cara anak ini berkultivasi mencapai Pemurnian Qi tahap pertama di usia muda dengan 24 pintu mendalam yang terbuka dan Vena mendalam standard.” Batin Tantai Lingyan setelah memeriksa tubuh Yi Yun.


“Tapi, Yun'er.. itu sangat berbahaya.” Yan Chenyu berkata lagi agar Yi Yun merubah pikirannya.


“Tidak perlu khawatir saudariku, aku tidak akan mengalami musibah.” Yi Yun berkata dengan penuh keyakinan.


Yan Chenyu hanya bisa menyerah karena sudah tau bagiamana sifat baru Yi Yun. Jika dia sudah memutuskan, dia tidak akan merubah pikirannya.


Tantai Lingyan tersenyum kecil karena merasa Yi Yun adalah anak yang sangat menarik. Dia sekarang mengerti bahwa dengan keyakinan kuat Yi Yun, jalan akan selalu ada padanya walau pun jalan yang akan di tempuhnya sangat berat.


Lalu Tantai Lingyan membawa Yi Yun dan Yan Chenyu ke tempat yang tidak jauh dari tempat kekuasaan keluarga Rong.

__ADS_1


__ADS_2