Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 166 - Membereskan Musuh Sekaligus


__ADS_3

Reruntuhan Kerajaan Langit


Ye Mo yang telah melihat kesempatan datang untuknya pun langsung mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki untuk menghabisi kedua bawahan Pangeran Ketiga.


Pedang yang ada di tangan Ye Mo tampak berdengung sangat keras. Itu seperti pedang tersebut bisa hancur kapan saja karena hampir tidak mampu untuk menahan beban dari qi yang dikerahkan olehnya.


“Mati!” Teriak Ye Mo sekuat tenaga ketika mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah dua bawahan Pangeran Ketiga yang sedang terfokus pada Pangeran Ketiga di jarak hampir sepuluh meter.


Sraing!


Ketika Ye Mo mengayunkan pedangnya, terlihat bahwa pedang tersebut seolah-olah memanjang. Itu dikarenakan oleh qi Ye Mo yang memadat lalu membentuk bilah baru berwarna putih yang sangat tajam.


Kedua bawahan Pangeran Ketiga pun langsung menatap ke arah Ye Mo berada. Keduanya melebarkan mata bersamaan dan mencoba untuk membuat teknik bertahan agar menahan serangan yang sangat kuat tersebut.


Srak!


Suara terbelah terdengar begitu keras karena penghalang yang diciptakan oleh dua bawahan Pangeran Ketiga dibelah begitu saja oleh teknik Ye Mo. Tidak hanya sampai di situ saja, tubuh keduanya pun terbelah dalam sekejap oleh teknik kuat tersebut.


Dua bawahan Pangeran Ketiga tidak menyangka bahwa riwayat mereka akan tamat di tangan seseorang seperti Ye Mo.


Pangeran Ketiga yang menatap kematian kedua bawahannya pun terkejut luar biasa. Ia saat ini sudah sangat ketakutan. Ini adalah perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya karena merasa bahwa dirinya akan tewas sebelum ia dapat menggapai cita-citanya yaitu menjadi Raja di Kerajaan Qin.


“Ke mana matamu melihat?” Teriak Xiao Moxian sekuat tenaga sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Pangeran Ketiga.


“Sial!” Pangeran Ketiga pun buru-buru menghindar tetapi tiba-tiba saja api berwana putih muncul di bawah kakinya.


Bussssh!

__ADS_1


Ledakan Api Suci milik Xiao Moxian pun menyembur ke arah langit. Tidak ada rasa panas terasa sedikit pun karena memang benar kekuatan Api Suci milik Xiao Moxian hanya akan membuat seseorang merasakan panas jika terkena api tersebut.


Di tempat lain, kejadian yang sama juga terjadi. Kedua bawahan Pangeran Kedua yang saat ini melawan Wang Shu pun sedang dalam keadaan kritis karena teralihkan juga oleh apa yang dilakukan oleh Ye Zhong dan Ye Quan terhadap Pangeran Kedua.


Kali ini, ketika Wang Shu mengeluarkan kekuatannya, api berwarna oranye kemerahan pun meledak di mana-mana sehingga membuat kedua bawahan Pangeran Kedua kewalahan. Dan di saat fokus mereka teralihkan, kematian mereka berdua pun akhirnya tiba.


Yi Yun menatap ke arah beberapa pertarungan yang berbeda karena memang benar bahwa kelompoknya saat ini tidak akan bisa di hadang oleh siapa-siapa juga.


Pangeran Kedua yang menatap Wang Shu menghabisi kedua bawahannya pun hanya bisa pasrah dengan keadaan karena ia tau bahwa saat ini ia telah mengambil kubu yang salah dan terlalu terobsesi dengan gelar Raja Kerajaan Qin.


“Mati!” Ye Zhong dan Ye Quan pun muncul di dua arah yang berbeda kali menghunuskan pedang di tangan mereka masing-masing ke arah Pangean Kedua.


Jleb! Jleb!


Dua pedang pun langsung bersarang di tubuh Pangeran Kedua. Ye Zhong dan Ye Quan menusuk Pangeran Kedua tanpa ampun sama sekali. Meskipun keduanya tau bahwa Pangeran Kedua adalah teman baik Wang Shu dan Ye Mo di masa lalu, tetap saja keduanya tidak akan pernah membiarkan Pangeran kedua hidup begitu saja.


“Wang Shu.. Ye Mo.. berhati-hatilah terhadap Klan Wang dan Klan Qin. Mereka berdua tidak sederhana..”


“Uhuk..”


Pangeran Kedua pun muntah darah sekali lagi dan melanjutkan kata-katanya, “Mereka tidak akan pernah melepaskan kalian berdua!”


Setelah mengatakan itu, Pangeran Kedua pun menutup matanya karena daya hidupnya telah habis di kuras.


Wang Shu dan Ye Mo hanya mengepalkan tangannya karena merasa sangat marah, emosi kompleks memenuhi wajah keduanya karena masih ingat bahwa Pangeran Kedua adalah teman baik mereka.


“Selamat jalan, wahai teman lama.” Batin Wang Shu dan Ye Mo bersamaan.

__ADS_1


Para kultivator yang ada di tempat itupun terdiam saat dua kelompok yaitu kelompok Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga hancur dalam waktu yang sangat singkat. Kali ini mereka semua akan berpikir dua kali jika ingin berurusan dengan kelompok Yi Yun yang baru saja selesai melakukan Pertarungan.


Dou Wang yang menatap itupun hanya terdiam saja. Ia tentu tidak akan mau berurusan dengan kelompok seperti itu yang akan pasti, sesuatu yang merepotkan akan muncul dihadapan.


“Mereka telah membunuh Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga. Kerajaan Qin tidak akan pernah melepaskan mereka semua begitu saja. Meskipun saat ini posisi mereka sedang berada di Reruntuhan Kerajaan Langit yang tidak bisa dimasuki secara paksa oleh kultivator tingkat Alam Langit ke atasnya.


Tentu para kultivator yang ada di tempat itu memikirkan hal yang sama. Sebab, ketika seseorang seperti Pangeran Kedua dan Pangeran Ketiga tewas, wajah si pembunuh akan terlihat dengan jelas di tempat yang sangat jauh dari lokasi tersebut menggunakan sebuah alat tertentu yang sangat langka.


Sementara itu, Yi Yun yang menatap hasil pertarungan pun memasang senyum lebar di wajahnya. Ia pun melihat ke arah tertentu lainnya untuk mencari tau siapa yang ingin menantangnya bertarung kembali.


Tatapan Yi Yun yang seperti itu membuat mereka semua marah tetapi tidak berbicara sama sekali.


“Suami.. dua kelompok telah binasa di tangan kita di tempat ini. Lalu, apakah kita akan mengambil sesuatu yang ada di dalam sana?” Tanya Xiao Moxian yang tiba di sebelah Yi Yun lalu berbicara sambil menunjuk ke arah makam yang telah terbuka dan tidak ada lagi api yang menyembur keluar seperti sebelumnya.


Yi Yun pun yang mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Moxian, mengapa ke arah tempat yang menjadi incaran semua para kultivator.


“Ambillah apapun yang ada di dalam sana. Kami akan menghadang siapa saja yang mencoba untuk mendekat.” Wang Shu pun perlahan mendekat ke arah Yi Yun sambil mengatakan itu. Para kultivator tentu saja mendengarnya tetapi tidak ada yang berkomentar sama sekali tentang hal itu.


Bahkan untuk Dou Wang pun hanya diam lalu menatap ke arah beberapa bawahannya yang masih melihat ke arah makam yang telah terbuka tersebut.


“Ayo pergi! Apapun yang ada di dalam sana, aku merasakan bahwa itu adalah sesuatu yang sulit untuk dikendalikan.” Dou Wang pun berbicara lalu langsung berbalik untuk pergi keluar dari tempat tersebut.


Bawahan Dou Wang pun langsung pergi juga mengikuti Dou Wang. Mereka tidak heran sama sekali bahwa Dou Wang menyerah. Sebab, seperti itulah sifat Dou Wang yang sangat tidak sesuai dengan citra seorang pemimpin.


Yi Yun melirik ke arah Dou Wang yang pergi lalu mengabaikannya. Karena tidak ada suara lagi, Yi Yun pun langsung melompat ke arah atas dan mendarat di pinggiran makam tersebut.


Ketika menatap apa yang ada di dalam sana, Yi Yun merasa heran dan tidak tau harus berkata apa.

__ADS_1


__ADS_2