Dewa Pembantaian

Dewa Pembantaian
Chapter 30 - Ouyang Saji


__ADS_3

Yi Yun merasa senang saat ini dan tidak merasa rugi menggunakan pecahan Vena mendalam Dewa Pembantaian.


"Sistem, tampilan statistik dasar." Perintah Yi Yun.


[Ding!]


[Nama : Yi Yun]


[Umur : 13 Tahun]


[Tingkat : Alam Roh Tahap Ketiga]


[Kondisi : Sehat]


[Jumlah Pintu Mendalam Terbuka 32/64]


[Vena Mendalam Dewa Pembantaian (33%)]


[Meridian : Delapan Meridian Bintang Pembantaian (33%)]


[Jenis Energi]


[Qi Pembantaian]


[Manual]


[-Manual Kultivasi Dasar Tingkat Menengah (100%)]


[Teknik]


[-Teknik Dasar Berpedang (100%)]


[-Teknik Kehalusan Menit (20%)]


[-Teknik Pedang Tebasan Cepat (100%]


[-Teknik Ayunan Kematian (100%)]


[Skill Tambahan]


[Sayap Kelelawar Iblis Surgawi]


Yi Yun tersenyum melihat status dasarnya. Ada juga beberapa tambahan seperti jenis energi, skill tambahan. Dan yang membuatnya terkejut, itu adalah Meridian yang bernama Delapan Meridian Bintang Pembantaian.


"Sepertinya untuk menyalurkan Qi Pembantaian dibutuhkan Meridian Delapan Meridian Bintang Pembantaian jika itu Qi yang berasal dari Vena mendalam Dewa Pembantaian," ucap Yi Yun. Ia langsung mengerti begitu saja tanpa harus bertanya pada Sistem.

__ADS_1


"Sudah saatnya untuk beristirahat. Dalam beberapa jam lagi, aku akan pergi untuk melewati padang gurun pasir," ucap Yi Yun. Ia perlahan duduk dan menutup matanya untuk tidur.


Dia masih membuat kebiasaan seperti di Bumi untuk tidur tidak seperti para kultivator lainnya yang bermeditasi saat sedang beristirahat.


Keesokan harinya Yi Yun terbangun dan langsung keluar dari gua yang di tempatinya. Ia juga melempar semua barang yang tidak berguna dan tidak dapat di jual karena hanya membuat cincin ruang miliknya tidak beraturan.


"Sudah saatnya untuk pergi," bisik Yi Yun. Ia langsung mengedarkan Qi miliknya ke punggungnya untuk mengeluarkan Sayap Kelelawar Iblis Surgawi.


Yi Yun mulai mempelajari cara menggunakan sayap Kelelawar Iblis Surgawi selama melewati padang gurun pasir.


Tidak butuh waktu sehari baginya untuk terbiasa menggunakan sayap Kelelawar Iblis Surgawi. Kini Yi Yun adalah salah satu dari kultivator yang mampu terbang sebelum mencapai tingkat Alam Langit.


**


Saat ini Han Li sedang berada di sebuah bangunan yang sangat besar. Di depannya ada seorang pria paruh baya yang memiliki sedikit kemiripan padanya.


"Paman, tulang itu telah jatuh pada seorang anak," ucap Han Li kepada pria paruh baya di depannya.


Pria paruh baya tersebut langsung memasang wajah gelap mendengar perkataan Han Li.


"Jika aku tau seperti ini, aku akan pergi sendiri ke sana. Siapa anak itu dan apa tingkat kultivasinya?" Tanya pria paruh baya tersebut yang merupakan Han Yang, Tetua sekte Pedang Iblis.


"Seorang anak bernama Yi Yun dengan kultivasi Pemurnian Jiwa tahap kesembilan, paman," jawab Han Li dengan sedikit nada takut.


"Dasar tidak berguna!"


Han Yang berteriak lalu menampar wajah Han Li.


"Dia hanya memiliki kultivasi tingkat yang sama denganmu! Mengapa kau tidak mengalahkannya?" Teriak Han Yang lagi.


Han Li yang sedang memegang wajahnya yang baru saja di tampar memasang wajah jelek lalu berkata. "Dia sangat kuat dan bahkan mampu membunuh Rong Shen bersama dengan kedua saudaranya dan juga putranya."


"Kenapa dari awal kau tidak bekerja sama dengan mereka?! Sekuat apa pun dia, dia tidak mungkin memang! Dasar tidak berguna!" Han Yang semakin marah karena tau bahwa keponakannya sangat pengecut dan hanya mengandalkan dia dan adiknya yang merupakan ayah Han Li.


"Cepat buat lukisan wajah anak itu. Aku akan mengirim bawahanku untuk memburunya!" Perintah Han Yang.


Han Li hanya mengangguk dan keluar dari ruangan dengan wajah tidak sedap di pandang. "Dasar pak tua sialan! Ketika waktunya tiba, kau akan menyesal!" Batin Han Li.


**


Yi Yun sama sekali tidak mengetahui tentang itu semua bahwa dia menjadi buronan seorang Tetua dari sekte Pedang Iblis.


Ia saat ini sedang terbang melintasi padang gurun pasir. Sudah dua hari ia bergerak lurus untuk melewati padang gurun pasir.


Pada hari ketiga, Yi Yun keluar dari padang gurun pasir dan tiba di sebuah kota yang lumayan besar walau pun tidak sebesar kota Batu Putih.

__ADS_1


Yi Yun menatap kota besar di depannya dari udara. "Sepertinya aku harus turun lebih dulu di sini," ucap Yi Yun dan perlahan turun tidak jauh dari kota. Dia tidak turun dekat dengan kota karena orang-orang akan terkejut bahwa ia memiliki sayap kelelawar.


Pasti orang-orang di kota akan mengira dia adalah bagian dari binatang roh yang mampu merubah wujud menjadi manusia.


Setelah turun ke bawah, Yi Yun menyimpan kembali sayapnya. Ia kemudian berjalan ke arah kota sambil memperhatikan kota dari kejauhan.


Tidak sampai 5 menit, ia tiba di depan gerbang kota. Penjaga gerbang kota tentu akan menghentikan Yi Yun.


"Berhenti nak, jika ingin masuk ke dalam kota, bayar 1 koin emas," ucap salah satu penjaga gerbang.


Yi Yun melempar 1 koin emas kepada penjaga gerbang kota tanpa mengeluh. Penjaga kota langsung mengangguk karena Yi Yun langsung membayar dam membiarkan Yi Yun melewati gerbang.


"Sepertinya aku harus mencari tujuan saat ini. Seperti inikah rasanya berkelana tanpa tujuan?" Yi Yun membatin sambil berjalan dan menatap semua yang di lewatinya.


"Jika tidak salah, di kota Batu Putih sebelumnya ada tempat yang menjual daging binatang roh. Lebih baik aku pergi ke tempat itu terlebih dahulu." Yi Yun langsung melihat sekeliling dan berjalan ke arah pusat kota.


Tidak sampai 15 menit, Yi Yun tiba di sebuah bangunan yang di katakan cukup bagus dan sangat menarik untuk dilihat.


"Sepertinya ini adalah tempat makan yang paling populer di kota ini," bisik Yi Yun sambil menatap bangunan di depannya.


Dia langsung berjalan ke arah pintu bangunan. Ketika sampai di pintu bangunan, seorang pelayan wanita langsung menghampiri Yi Yun.


"Selamat datang di Ouyang Saji milik klan Ouyang. Apa ada yang bisa saya bantu?" Pelayan wanita itu bertanya sambil tersenyum ke arah Yi Yun.


"Apa saja yang disediakan oleh Ouyang Saji?" Tanya Yi Yun sambil tersenyum juga.


"Ada banyak menu yang bisa kamu coba di sini. Silahkan masuk terlebih dahulu," ucap pelayan wanita tersebut sambil mempersilahkan Yi Yun masuk dan menuntunnya ke lantai tiga karena Yi Yun memintanya.


Ketika sampai di lantai tiga, Yi Yun duduk di meja yang berada di pinggiran jendela agar bisa menatap pemandangan.


"Ini adalah menu yang disediakan oleh Ouyang Saji," pelayan wanita sebelumnya memberi buku yang terbuat dari kulit hewan.


Yi Yun menerimanya dan langsung membaca semua daftar menu. Melihat semua yang ada di daftar, ia tersenyum lalu berkata, "saya memesan daging binatang roh kelas 4 sebanyak dua porsi dan juga bawa beberapa minuman ringan."


Pelayan wanita itu sedikit terkejut karena Yi Yun meminta hidangan mahal. Ia awalnya merasa ragu karena Yi Yun masih anak berusia 13 tahun.


"Tidak perlu takut, aku punya koin emas yang cukup untuk membayar hidangan itu," ucap Yi Yun yang membuat pelayan wanita mendesah dan hanya mengangguk.


"Silahkan tunggu pesanan anda tiba." Pelayan wanita tersebut langsung pergi untuk memberi tau juru masak.


Beberapa menit kemudian, Yi Yun yang sedang asik menatap pemandangan dari jendela mendengar suara seseorang.


"Pelayan, apakah di lantai tiga tidak ada meja yang kosong lagi?" Suara tersebut terdengar sangat arogan dan sombong.


Yi Yun hanya melirik sekilas lalu mengalihkan pandangannya lagi.

__ADS_1


Ketika sampai di lantai tiga, pria dengan suara sombong dan arogan itu merasa kesal karena di lantai tiga hanya ada sepuluh meja dan semuanya terisi.


Lalu tatapannya tertuju pada Yi Yun yang hanya seorang anak berusia 13 tahun. Melihat itu, pemuda arogan itu tersenyum sedikit jahat dan berjalan menghampiri Yi Yun.


__ADS_2