Iblis Buta

Iblis Buta
Bertemu Mpu Barada


__ADS_3

“Kalau kau tahu kami dari perguruan Elang emas, kenapa kau berani mencampuri urusan kami,” ucap salah seorang dari mereka.


Ha Ha Ha


“Sombong sekali mulut orang dari padepokan Elang emas.


“Si Elang betina yang sombong sudah mampus di tanganku, kalian yang berasal dari padepokan Elang Emas, lebih baik berdoa.


“Karena hari ini, satupun tidak akan ada anggota padepokan Elang emas yang akan keluar dari sini dalam ke adaan hidup,” Buto Ijo berkata dengan nada dingin,”


Puluhan wajah orang yang hendak menyerang terkejut mendengar perkataan Buto Ijo, tetapi rasa terkejut mereka tidak lama setelah mendengar perkataan salah seorang kawan mereka.


“Jangan takut! Mereka adalah rombongan pendekar penipu.”


Mereka mendengar ketua mereka tewas, tapi menurut kabar yang mereka dengar, ketua mereka tewas di tangan Naga hijau, bukan tewas oleh manusia.


“Serang! Seru salah seorang anggota padepokan Elang emas.


Sementara itu, gadis yang di tangkap oleh Aria terus meronta setelah sampai di sisi kolam.


“Lepas….lepaskan aku! Ucap Si gadis sambil memukul apa saja yang bisa ia pukul, saat Aria belum melepaskan rangkulannya.


“Nona tenang saja! Sekarang nona aman,” balas Aria.


“Aku tak perlu bantuanmu! Seru gadis itu sambil mendorong tubuh Aria, setelah rangkulan Aria merenggang.


Aria jatuh terduduk, setelah tubuhnya di dorong oleh gadis itu.


Aria mulai kesal setelah mendapat perlakuan kasar dari gadis itu.


“Lepaskan dia! Biarkan dia di tangkap oleh orang yang membutuhkannya,” ucap Aria dengan nada kesal.


Sementara itu, Buto Ijo mengamuk setelah tahu mereka orang-orang dari padepokan Elang emas.


Buto Ijo memburu orang-orang padepokan Elang emas, Selamet, Kalasrenggi serta Raden Untung juga tak mau ketinggalan, mereka tak mau memberi kesempatan kepada orang-orang padepokan Elang emas.


Cakar Elang yang memimpin rombongan, melesat ke udara, satu jarum emas ia lemparkan ke arah Raden Untung.


Shing….Jleb!


Raden untung langsung tersungkur, setelah jarum emas mengenai paha, tenaga dalam Raden Untung langsung ambyar, tubuhnya langsung lemas setelah jarum emas perlahan masuk tanpa bisa di cegah.


“Awas hati-hati terhadap jarum emas musuh! Teriak Kalasrenggi.


Buto Ijo yang gemas kepada cakar elang langsung memburu, tapi Cakar elang sangat cerdik, tubuhnya bergerak dari satu pohon ke pohon lain, berusaha menghindari serangan Buto Ijo.


Puluhan pendekar yang bukan anggota padepokan Elang emas tidak peduli dengan pertempuran yang terjadi, mereka mendekati gadis yang baru saja di selamatkan oleh Aria.


Wangsa yang berjaga di dekat Aria, matanya melihat pelangi perlahan mulai menghilang setelah matahari semakin memancarkan sinarnya menerangi bumi.


Begitupula dengan gadis itu tubuhnya perlahan ikut menghilang bersama dengan pelangi.


Para pendekar yang mendekat langsung lompat, berusaha menangkap si gadis, tetapi terlambat, tubuh si gadis terlihat samar dan tembus pandang, raut wajah si gadis tampak sedih dan perlahan iku naik bersama dengan pelangi yang mulai lenyap setelah terkena sinar matahari.


Aria melihat aura tipis berada di atas, tubuhnya melesat sambil mengerahkan ajian Cakra candhikala,


Whut….Sret!


Tongkat Aria menembus melewati aura, dari sinar pelangi yang mulai menghilang, sinar kuning menghantam ke arah Aria


Blam!


Aria terpental dan capingnya terlepas, wanita yang meniup seruling menatap Aria yang terpental, dua titik air mata terlihat di pipi si gadis.

__ADS_1


“Maafkan aku,” suara si gadis terdengar, perlahan tubuhnya lenyap bersama sinar pelangi yang tergerus oleh sinar matahari.


Aria terhempas ke tanah.


Beurit langsung memburu ke arah Aria.


“Ketua tidak apa-apa? Tanya si Beurit.


“Aku tidak apa-apa,” jawab Aria.


“Apa benar sebagian dari pengintai adalah orang padepokan Elang emas? Tanya Aria, yang tengah di bantu berdiri oleh ujang Beurit.


“Benar ketua,” Raden Untung sudah terkena serangan jarum emas, dan sekarang sudah di bawa menjauh oleh Selamet, karena tubuhnya seperti lumpuh tak bertenaga.


Hmm!


“Rupanya ini yang di cemaskan oleh Kalasrenggi,” batin Aria setelah mendengar perkataan Si Beurit.


“Bantu yang lain dan habisi orang-orang dari padepokan Elang emas,” Aria berkata.


Ujang Beurit anggukan kepala, perlahan tubuhnya masuk ke dalam tanah.


Aria setelah menyalurkan tenaga dalam ke mata, tubuhnya langsung melesat ke arah Buto Ijo, wangsa serta Kalasrenggi yang mengamuk di tengah kepungan orang-orang padepokan Elang emas.


Cakar elang melemparkan puluhan Jarum emas ke arah Buto Ijo, Wangsa dan Kalasrenggi.


Shing!


“Merapat! Teriak Wangsa melihat puluhan sinar kuning melesat ke arah mereka.


Buto Ijo dan Kalasrenggi langsung merapat setelah mendengar perkataan Wangsa.


Wangsanaya hantamkan tangan ke atas, sinar putih berbentuk seperti asap tipis, langsung mengurung ketiganya.


Puluhan jarum emas terpental setelah menghantam ajian benteng angin.


Aria yang melesat, langsung menuju ke arah aura paling besar yang ia lihat, ujung tongkatnya menyambar ke arah leher.


Sret!


Kepala Cakar Elang putus, tubuhnya langsung jatuh ketanah, tewas tanpa kepala.


Anak buah Cakar elang langsung gempar setelah melihat pemimpin mereka tewas.


Tetapi Buto Ijo, Wangsa serta Kalasrenggi yang terbebas dari serangan jarum emas, langsung mengamuk.


Satu persatu puluhan anggota padepokan Elang emas, tewas.


Orang yang ikut memburu manusia terkutuk melihat amukan ketiganya, perlahan mundur menjauh dan akhirnya pergi karena tak mau ikut terbunuh.


“Bangsat! Mereka memang tidak berniat untuk melarikan diri,” ucap Buto Ijo sambil menendang salah satu anggota Elang emas yang tengah mengerang kesakitan.


Buk….Prak!


Orang yang tengah mengerang kesakitan terpental dan kepalanya pecah menghantam batu yang banyak terdapat di pinggiran kolam.


Raden! Mana manusia terkutuk itu? Tanya Buto Ijo, Kalasrenggi dan Wangsa ikut menatap karena tadi mereka sibuk bertempur, jadi tidak mengetahui apa yang terjadi.


“Manusia terkutuk.”


Aku belum bisa memastikan ada atau tidak, sedangkan gadis yang tadi kalian lihat, tubuhnya menghilang,”


“Ketua benar! Wanita itu ikut hilang bersama pelangi yang lenyap setelah tertimpa sinar matahari,” ucap Beurit membenarkan perkataan Aria.

__ADS_1


“Aneh! Sudah jelas tadi kita semua lihat bahwa dia adalah seorang gadis, manusia tulen. Lantas kenapa bisa menghilang? Tanya Kalasrenggi dengan dengan nada penasaran.


“Apa dia tidak pindah ke alam ghaib? Tanya Aria.


“Tidak mungkin! Kalau di alam ghaib tempat kami, anak buah ku pasti sudah melapor kalau ada hal ganjil, begitu pula dengan Nyi Selasih, tetapi kami bangsa siluman tidak tahu menahu tentang manusia terkutuk itu,” jawab Kalasrenggi.


Obrolan mereka terputus melihat Selamet tengah menggendong Raden Untung yang terlihat lemas.


“Bagaimana dengan keadaanmu? Tanya Wangsa.


“Lemas tetua, tenaga dalamku hilang,” jawab Raden Untung.


“Masih Untung bukan nyawamu yang hilang,” Buto Ijo ikut bicara.


Wangsa mengambil jarum emas yang berserakan, lalu memperhatikan jarum tersebut.


“Aneh! Jarum ini tampak biasa saja, tetapi kenapa bisa membuat orang kehilangan tenaga dalam, entah apa yang terkandung di dalam jarum emas ini? Tanya Wangsa.


Sambil memperhatikan jarum di depan matanya.


“Ini yang aku khawatirkan, Larang tapa dengan mudah berhasil di bunuh, setelah terkena lemparan Jarum emas,” Kalasrenggi berkata.


“Coba dudukan Raden Untung, aku akan menyalurkan tenaga dalam, untuk memancing tenaga dalamnya,” ucap Aria.


Selamet menurunkan Raden Untung, setelah pria bertubuh besar itu duduk, perlahan Aria mulai menyalurkan tenaga dalamnya melalui kedua telapak tangan yang di tempelkan ke punggung.


Setelah butiran keringat keluar dari wajah Aria, perlahan pemuda itu melepaskan kedua tangannya.


“Bagaimana? Tanya Aria.


Raden Untung gelengkan kepala, karena tenaga dalamnya tetap Ambyar.


“Sudahlah ketua! Silahkan lanjutkan perjalanan dan tinggalkan saja aku di sini,” ucap Raden Untung.


Aria menarik napas mendengar perkataan Anak buahnya.


“Kau adalah bagian dari kami, jangan pernah berpikir bahwa aku akan meninggalkan mu, kau tenang saja! kami akan berusaha mencari cara untuk menyembuhkanmu,” Aria berkata dengan nada tegas dan penuh Wibawa.


“Terima kasih ketua….terima kasih atas kebaikan ketua! Seru Raden Untung merasa terharu.


Baru saja Raden untung Selesai bicara.


Seorang kakek yang memakai pakaian dengan selempang putih, menutupi sebagian dada, tengah duduk di ranting pohon, berkata kepada Aria.


“Aku akan memberitahu cara untuk menyembuhkan pria itu dari Jarum perampas Sukma, tapi dengan satu syarat.”


Aria, Kalasrenggi, Wangsa serta yang lain, sangat terkejut, setelah mendengar suara kakek itu, karena mereka rata-rata ber ilmu tinggi, tetapi tak ada yang mengetahui kedatangan si kakek yang pakaiannya mirip seorang resi.


“Siapa kau dan apa syarat mu? Tanya Aria.


“Aku Mpu Barada dan syaratku sangat mudah, yaitu membantuku menangkap gadis pelangi, yang tadi kau peluk.” Ucap Mpu Barada


“Gadis itu sudah lenyap, dan kami tidak tahu kemana ia pergi,” Aria membalas perkataan sang Mpu.


“Itu perkara mudah! Kita bisa mengetahui tempat gadis itu di sekap, setelah mengorbankan darah suci perempuan Siluman,” Ucap Mpu Barada setelah mendengar perkataan Aria.


“Apa kau tidak lihat! kami semuanya laki-laki, jadi tidak bisa membantumu,” kali ini Buto Ijo yang angkat bicara.


“Ada satu! Dia sedang berada di bahumu,” balas Mpu Barada, sambil menatap tajam ke arah Suketi.


Mendengar perkataan Orang tua itu, wajah Buto Ijo berubah kelam, matanya menatap tajam Mpu Barada, sambil berkata dengan nada penuh Ancaman.


“Kau cari mati”

__ADS_1


__ADS_2