
Kemuning yang mendengar perkataan ayahnya, Ki Demang Surya. Terkejut, raut wajah gadis itu terlihat pucat.
“Jadi kita harus bagaimana ayah? Tanya Kemuning.
“Aku juga tidak tahu! kalau saja pemuda yang menolong kita kalah sama Buto Ijo, nyawa kita pasti ikut melayang,” jawab Ki Demang surya.
Sarka kerutkan kening melihat Buto Ijo, “mau apa kau? Tanya Sarka.
“Kau suka ikut campur urusan orang,” ucap Buto Ijo.
Orang-orang berpakaian hitam kenal dengan Buto Ijo, salah satu dari mereka kemudian maju.
“Tetua! Bantu kami untuk meringkus orang ini,” ucap orang berpakaian hitam sambil membungkuk memberi hormat di depan Buto Ijo.
Sebelum orang itu berdiri tegap, tengkuknya di hantam oleh Buto Ijo hingga tersungkur di tanah.
Buk!
Pria itu tewas tanpa tahu siapa yang telah memukulnya.
Seorang pria yang sama memakai baju hitam, tetapi pria ini terlihat berbeda karena di pinggangnya terlilit tali berwarna merah, dan tali itu menunjukkan tingkat di perguruan telapak hitam yang semuanya berpakaian hitam.
“Maaf tetua Buto Ijo, aku Wiryo murid Tangan hitam, memberi hormat.”
Hmm!
“Mau apa kau? Tanya Buto Ijo.
“Kami ingin menangkap dua orang pengacau, tetapi orang ini membantu mereka,
“Wiryo berterima kasih jika tetua Buto mau membantu kami.”
“Siapa yang mau membantumu? Tanya Buto Ijo.
“Bukankah tetua Buto ingin menghajar orang ini? Tanya Wiryo.
“Benar,” ucap Buto Ijo.
“Jadi tidak salah bukan, kalau aku berterima kasih,” ucap Wiryo.
“Memangnya aku menghajar dia untukmu,” ucap Buto Ijo.
“Kau kenal aku tidak? Tanya Buto Ijo.
“Tidak….tidak kenal,” ucap Wiryo sambil melangkah mundur, saat Buto Ijo menatap ke arahnya.
“Benar kau tidak kenal denganku? Kembali Buto Ijo bertanya, sambil jarinya menunjuk diri sendiri.
“Benar! Aku tidak kenal,” ucap Wiryo.
Kemudian Wiryo memberi isyarat kepada anak buahnya untuk pergi dari tempat itu.
Melihat Wiryo hendak pergi, Buto Ijo tiba-tiba berkata.
“Kalau kau tidak kenal denganku, Kenapa kau panggil aku tetua?
Raut wajah Wiryo berubah pucat, mendengar perkataan Buto Ijo.
“Kami….kami memang selalu memanggil tetua, kepada sahabat guru,” ucap Wiryo.
“Siapa gurumu? Tanya Buto Ijo.
“Aku gurunya,” suara berat terdengar dari salah satu dahan di pohon besar.
Satu bayangan melesat dari pohon itu dan berdiri di depan Buto Ijo.
Hem!
“Serigala hitam,” ucap Buto Ijo sambil mendengus, setelah melihat kakek yang wajahnya berwarna hitam, dengan bentuk rahang serta mulut sedikit maju, di kiri dan kanan pipi kakek itu tumbuh rambut berwarna hitam, kalau di lihat dari samping, sekilas kakek berwajah hitam itu memang mirip seperti se ekor Serigala.
__ADS_1
Serigala hitam adalah tokoh No. 3 di padepokan Tangan hitam, yang di pimpin oleh Bahurekso.
“Buto Ijo! Kau hendak ikut sayembara? Tanya Serigala hitam sambil menatap tajam.
“Aku ikut atau tidak, bukan urusanmu,” balas Buto Ijo.
Hmm!
“Kami tahu kau hebat, tapi ingat! kau hanya seorang diri,” ucap Serigala hitam sambil menatap Buto Ijo.
Sebagian pendekar dan beberapa penduduk yang tahu padepokan Tangan hitam dan melihat kehadiran Serigala hitam, mereka memilih pergi.
Kini hanya segelintir orang yang ada di tempat terjadinya pertempuran.
“Ayah! Orang yang memakai caping itu mirip dengan kakang Aria,” Kemuning berkata setelah melihat seorang pemuda bercaping membawa tongkat berwarna hijau di apit oleh 2 orang gadis.
“Tidak mungkin! Den Aria tidak punya kawan, lihat tongkat orang itu berwarna hijau, bukan berwarna coklat,” balas Ki Demang Surya.
Kemuning anggukan kepala setelah melihat apa yang di katakan oleh sang Ayah.
Mereka berdua pergi ke Daha memang sengaja mencari Aria dan melihat sayembara yang pengumumannya sudah tersebar ke pelosok negeri.
“Serigala hitam! Jika kau tidak pergi dari sini sekarang juga, jangan salahkan aku jika lehermu ku bikin patah,” ucap Buto Ijo dengan nada dingin.
Serigala hitam diam mendengar perkataan Buto Ijo, ia tahu jika sekarang bertempur dengan Buto Ijo, dirinya tidak akan menang dan bisa menggagalkan rencana yang sudah di susun oleh sang ketua.
Serigala hitam memberi isyarat kepada anak buahnya untuk pergi.
Ketika Wiryo lewat di samping Buto Ijo, murid Serigala hitam tersenyum, saat kepalanya hendak mengangguk, tangan Buto Ijo bergerak terlebih dahulu ke arah pipi murid Serigala hitam itu.
Prak!
Wiryo langsung tersungkur dengan pipi dan tulang rahang remuk, terkena hantaman Buto Ijo.
“Kenal, tetapi bilang tidak kenal, mengesalkan,” ucap Buto Ijo.
“Awas kau Buto Ijo! tunggu pembalasanku,” batin Serigala hitam.
Tanpa menoleh ke arah muridnya, Serigala hitam langsung pergi bersama anak buahnya yang tersisa.
Buto Ijo membiarkan Serigala hitam pergi, karena ia pernah tinggal di padepokan Tangan hitam.
Sarka setelah Serigala hitam pergi, melangkah ke arah Ki Demang Surya.
“Sekarang kalian aman,” ucap Sarka.
“Tuan muda hati-hati! iblis itu menuju kesini,” ucap Ki Demang Surya melihat Buto Ijo mendekat.
Sarka menoleh, ketika melihat hanya Buto Ijo yang mendekat, kemudian Sarka berkata.
“Mereka semua sudah pergi paman, jadi paman tidak usah khawatir,” balas Sarka sambil mengedipkan sebelah matanya pada Kemuning.
Ki Demang Surya menarik tangan Kemuning dan mundur dua langkah, saat Buto Ijo sudah berada di dekat Sarka.
“Jika kau tidak di awasi, kau pasti akan mengacaukan rencana Raden,” ucap Buto Ijo dengan nada dingin.
Ki Demang Surya kerutkan kening mendengar perkataan Buto Ijo, “jadi mereka saling kenal,” batin Ki Demang Surya, hatinya merasa lega setelah tahu Sarka adalah teman Buto Ijo.
“Mengacaukan apa! Aku membantu paman ini karena di suruh Raden,” balas Sarka.
Buto Ijo langsung diam mendengar perkataan Sarka.
Tak lama kemudian terdengar suara Aria dari tempatnya berdiri.
“Mari kita pulang!
Kemuning tertegun ketika mendengar suara Aria, suara yang sangat ia rindukan.
Saat Aria berbalik, Kemuning langsung teriak untuk memastikan, apa benar orang yang tadi berkata adalah Aria Pilong, pemuda yang ia cari di kota Daha.
__ADS_1
“Kakang Aria!
Aria berhenti melangkah ketika mendengar suara orang yang memanggilnya, lalu berbalik.
“Melihat hal itu, tanpa ragu Kemuning langsung lari, kemudian memeluk Aria.
“Kakang Aria, aku datang mencari mu,” ucap kemuning sambil menangis di dada pemuda yang sudah membuatnya jatuh hati.
“Hei! Apa-apaan kau? Ucap Rara Ayu, sambil menarik tubuh Kemuning, begitu juga dengan Wulan yang ikut menarik Kemuning.
“Kemuning….kau Kemuning? Tanya Aria, setelah pelukan gadis itu terlepas dan sedang di pegangi oleh Wulan serta Rara Ayu.
“Benar Den! Kemuning dan aku, Ki Demang Surya dari Desa Randu Alas, ucap Ki Demang Surya.
“Lepaskan dia! Seru Aria kepada Rara Ayu dan Wulan.
Kedua gadis itu langsung melepaskan Kemuning, sementara wajah Sarka tampak cemberut setelah tahu gadis cantik yang ia tolong ternyata kenal dengan Aria.
“Lagi-lagi Pilong! Apa aku harus ganti nama jadi Sarka lolong, agar bisa seperti dia,” Sarka berkata dalam hati.
Aria lalu mengajak Ki Demang Surya dan Kemuning ke rumah Tumenggung Wirabumi.
Setelah sampai di rumah Tumenggung Wirabumi, Aria langsung menemui Tumenggung Wirabumi dan Ki Sarpa yang sudah menunggu, karena ada hal penting yang akan mereka bahas.
“Perkiraanku benar,” ucap Resi Sarpa kencana, “ternyata banyak orang-orang Kahuripan yang menyamar, sudah masuk ke kota Daha, di tambah lagi beberapa padepokan dari golongan hitam juga sudah berada di kota Daha,” lanjut perkataan Resi Sarpa kencana.
“Apa padepokan Tangan hitam juga termasuk yang resi katakan? Tanya Aria.
“Jadi Raden sudah tahu padepokan Tangan hitam sudah berada di Daha? Tanya Sang resi.
“Tadi di dekat pusat kota, Buto Ijo hampir bertempur dengan orang yang bernama Serigala hitam, tapi mereka akhirnya mengundurkan diri,” jawab Aria.
Resi Sarpa kencana menarik napas mendengar perkataan Aria.
“Aku sama sekali tidak menyangka, akibat dari sayembara ini sangat besar,”
“Kahuripan aku dengar berhasil mendapat dukungan dari golongan hitam. Ini sangat berbahaya, belum lagi Resi Larang tapa pasti ada di belakang mereka, terus terang kemampuanku untuk melawan salah satu dari tiga tetua Tangan hitam saja, aku belum tentu sanggup mengalahkan mereka,” ucap resi Sarpa kencana dengan nada sedih.
“Bagaimana menurut Raden? Tanya resi Sarpa kencana.
“Apa Daha tidak ada pendekar yang bisa di andalkan? Aria balik bertanya.
“Daha mempunyai pendekar, tetapi tidak bisa menyamai apa yang di miliki oleh Kahuripan,” jawab resi Sarpa kencana.
Akhirnya Pertemuan ketiganya berakhir tanpa ada solusi.
Resi Sarpa kencana dan Tumenggung Wirabumi hanya bisa mengandalkan Aria untuk saat ini.
Aria termenung di kamarnya memikirkan perkataan resi Sarpa kencana.
Nyi Selasih perlahan keluar dari dalam tongkat aria dan duduk di samping Aria.
“Raden pasti memikirkan perkataan Sarpa kencana? Tanya Nyi Selasih.
“Benar Nyi! Sepertinya kekuatan yang aku miliki belum sanggup untuk menghadapi mereka, jika mereka bersatu melawanku,” jawab Aria.
“Sebenarnya ada satu cara untuk bisa meningkatkan kekuatan Raden,” ucap Nyi Selasih.
“Cara apa Nyi? Tanya Aria sambil memegang tangan Nyi Selasih.
“Selasih akan memberikan sebagian kekuatan yang Selasih miliki.
“Setelah Raden memiliki kekuatan Selasih, kekuatan Raden akan berlipat ganda. Tetapi ada syaratnya,” ucap Nyi Selasih.
“Apa syaratnya Nyi? Tanya Aria merasa penasaran.
Bibir Nyi Selasih mendekat ke telinga Aria, lalu berbisik.
“Nikahi aku malam ini.”
__ADS_1