
Sepulang dari kampus Allea sengaja menemui mas Wisnu, yaa mas Wisnu adalah sosok lelaki bijaksana dan dewasa di mata Allea, mas Wisnu telah memiliki calon istri seorang dokter kandungan di salah satu rumah sakit di Jakarta sedangkan mas Wisnu hanya seorang pegawai biasa di sebuah kantor Wisnu juga sudah dianggap sebagai kaka oleh Allea karen Allea tak memiliki kakak laki-laki.
Siang itu Allea menunggu di salah satu cafe di area mall terbesar di Jakarta. Tak henti hentinya Allea memandangi jalanan jakarta yg padat, tiba-tiba Wisnu sudah berada di hadapan Allea.
"assalamualaikum..!" Wisnu tersenyum manis ke Allea.
"waalaikum salam" Allea tersenyum manis ke Wisnu.
"sory, mas lama yaa ??" Wisnu tertawa dan ia menoleh ke kanan ke kiri
"kok belom pesen makanan?? si mbak nya mana ya??" Wisnu mencari waitress di cafe tersebut setelah memesan makanan Allea mulai berbincang dengan Wisnu.
"mas, lea mau curhat!" Allea mulai cerita tentang perjodohannya dengan Bram, Wisnu mendengarkan curhatan Allea dengan seksama.
"Allea niat menerima perjodohan ini apa?" tanya mas Wisnu.
"heumm ingin bahagiakan mama mas, ingin ibadah juga, ingin ada yang menemani ada teman curhat teman bertukar fikiran." Allea mengungkapkan niatnya ke Wisnu.
"niat Allea bagus kok, mas dukung, yallea juga bilang kan kalo Bram itu wataknya sedikit jelek?," mas kembali bertanya
"heumm" Allea mengangguk
"Allea, dengerin mas ya, Allah SWT tidak akan memberikan apa yang kita mau tapi DIA akan memberikan apa yang kita butuhkan. Allah tak pernah keliru dengan jodoh umatnya ada rencana yang indah yang akan Allah SWT kasih buat Allea, kalo Allea mantap dengan perjodohan ini jalani dengan ikhlas, mau baik buruk sifat Bram itu sudah jadi pilihan Allea, kalo setelah menikah Bram baik, alhamdullilh..! kalo setelah menikah Bram mempunyai sifat buruk itu jadi tantangan buat llea gimana caranya merubah sifat buruk Bram, mas yakin Allea bisa" Wisnu memberikan nasihat ke Allea panjang lebar.
"iyaa mas insha Allah Allea bisa...!" Allea tersenyum
"tenang..!! mas selalu dukung jalan yang Allea pilih, kalo Allea butuh temen curhat, trus mas lagi sibuk ke kak Jihan juga bisa, mas Wisnu ma kak Jihan siap bantu Allea" mas Wisnu menggenggam tangan Allea.
"iyaah makasih yaa mas, haaaaehh ... tenaaang dan lega banget kalo udah curhat sama mas..!" Allea tertawa senang.
Sementra itu di kantor Bram sibuk menandatangani laporan penjualannya tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan Bram.
"permisi pak bram!" bu Irma staff keuangan di kantor Bram menghampiri Bram
"yaa ada apa bu Irma?" tanya Bram dengan ekspresi dingin
"Alhamdulillah pak gaji karyawan sudah dicairkan oleh pak Prasetyo ayah anda.." bu Irma tersenyum.
"hhheuummm.." bram menarik nafas panjang seakan lega satu persatu selesai hanya dalam waktu 2 hari ia antar jemput Allea
"apa semua dana di cairkan??" tanya Bram dengan rasa penasaran
__ADS_1
"ahh maaf saya belum mengecek yang lainnya pak.." bu Irma terlihat gugup.
"ya sudah ga apa-apa bu nanti saya cek ke papi" Bram tersenyum melanjutkan tanda tangan yang tertunda.
"heumm gue tes ajah ajak si Allea jalan-jalan kali ajah semua kartu gue udah gak di blokir lagi" Bram berniat Allea di jadikan kelinci percobaan, ia segera menelepon Allea siang itu, Allea yang sedang berada di metro mini tak mendengar ponselnya berdering masuk dan akhirnya Allea tersadar ponselnya sedari tadi berdering tanpa henti, Allea terkejut ternyata yang meneleponya adalah Bram.
"haaah...! Bram dari mana ia tau no hp gue..!" bisik hati Allea yang mulai panik cepat cepat ia angkat telepon dari Bram.
📲
"halooo...!" Allea menjawab dengan hati hati.
"kemana ajah sih dari di telepon ga diangkat" suara Bram meninggi penuh kesal
"maaf mas tadi hapenya di tas jadi gak kedengaran" Allea mencoba menjelaskan.
"lo di mana??"
"di jalan mas lagi naek metromini ada apa?"
"turun dan share lokasi lo dimana"
"ahh iyaa mas tunggu" Allea pun menuruti perkataan Bram ia untuk turun, segera ia mengirimkan lokasi ke Bram.
"ayoo masuk cepetan.." Bram terlihat dingin ke Allea.
Allea menurut dan masuk ke dalam mobil Bram, Allea sesekali menatap Bram.
"heum akankah gue bahagia nikah sama dia" Allea melirik dan membuang jauh pandangannya
Bram melajukan kendaraannya dan masuk ke salah satu mall..
"turun..!" Bram memerintahkan Allea untuk turun Bram berjalan lebih dulu diikuti Allea dari belakang ternyata braym membawa Allea ke toko pakaian bermerk.
"lo pilih baju mana yang elo mau ga pake lama" Bram menunjuk semua baju dan pergi meninggalkan Allea ia duduk di kursi tamu di dalam toko tersebut.
Tidak lama kemudian Allea memanggil Bram, ia telah selesai memilih pakaian, Bram segera menghampiri Allea di kasir ia terkejut Allea hanya mengambil satu potong kaos yang berbahan lembut untuk sehari hari.
"hah..! lu cuma ambil ini??" Bram memegang baju yang telah di pilih Allea.
"Allea lu polos atau pura-pura polos sih semua cewek yang gue ajak shoping milih banyak, lo cuma milih kaos belel kek bgini..?" Bram menghina baju yang allea pilih pelayan di kasir hanya tersenyum.
__ADS_1
"maaf yaa, itu kan ceweknya mas! aku yaa aku, aku suka itu ya aku ambil" Allea merebut baju nya di tangan bram.
Bram hanya terdiam tak percaya Allea bisa berbicara seperti itu
"ini mbak jadi brapa" Allea memberikan bajunya ke pelayan kasir
"oh.. iyaa. jadi 175.000 mbak." pelayan kasir memberitahukan harga kaos nya, Allea membuka dompetnya dan hendak membayar.
"ini mbak.." Bram mengeluarkan uang 200.000 ribu untuk membayar kaos Allea.
"mbak bisa tolong cek kartu kredit saya apakah sudah bisa di gunakan??" pinta Bram sambil menyodorkan kartu kredit.
"maaf pak masih terblokir"bsambung si pelayan kasir tersebut, allea memandang ke Bram penuh heran
"ahh maksih ya mbak." Bram mengambil kartunya dan bungkusan kaos Allea.
"nih kaos elo," Bram memberikn kos yang telah di bungkus ke Allea, bram jalan meninggalkan Allea di belakang sesampinya di dalam mobil.
"mas.. maaf kartu mas di blokir??" Allea bertanya pelan pelan.
"heumm buka urusan lu ...,! sekarang gue anter lo balik gue masih banyak kerjaan" Bram menjawab dengan dingin ke allea.
Sesudah mengantar Allea, Bram mampir menemui papinya di rumah, Bram masuk dengan tergesa-gesa.
Ia langsung mencari papinya ternyata sedang santai di taman belakang bersama Bisma dan mami.
"bram, kok jam segini udah pulang" mami tersenyum hangat ke braym
"habis jemput allea..!" ketus Bram.
"naah gitu dong kan papi sama mami jadi seneng" mami tertawa mendengar jawaban dari Bram.
"pi sebelumnya maksih udah mencairkan gaji karyawan Bram, tapi kenapa dana pribadi dan kantor belum" Bram menahan kesal.
"hahahha...nanti kalo kamu menikahi Allea baru papi cairkan" papi tertawa santai tanpa memandang ke Bram
.
" apaa?? kan perjanjiannya gak begini pi, pi tolong lah jangan seperti ini!" Bram memohon kepada papinya
"bram....!! kalo papi cairkan semuanya papi yakin kamu akan kembali menemui si Celine dan membuatnya menghabiskan uang mu lagi, keputusan papi sudah bulat pencairan dana kantor dan dana pribadi akan papi cairkan setelah kamu menikah dengan Allea..!" papi menunjuk Bram dengan tegas.
__ADS_1
"heummm baiklah kalo ini yang mami dan papi mau jangan salahkan Bram bila nanti Allea tidak akan bahagia, karena Bram gak ada rasa sedikitpun sama Allea" Bram meyakinkan papi tentang perasaannya..
Mami dan papi nya hanya cuek pura pura tak mendengar, dengan kesal Bram meninggalkan orang tuanya dan kembali ke kantor.